Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Ibu Hamil dengan Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui Kelas Ibu Hamil Sania Lailatu Rahmi; Lili Dariani; Yosi Sefrina; Mesalina, Rosa; Darmayanti Y
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1625

Abstract

Anemia kehamilan dan kekurangan energi kronis (KEK) menjadi permasalahan gizi serius secara nasional dan global. Di Indonesia prevalensi anemia 32% dan KEK 17,3%. Faktor risiko terjadinya anemia dan KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil. Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat dilakukan melalui edukasi yang intensif melalui program pendampingan dengan memanfaatkan Kelas Ibu Hamil. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK. Metode yang digunakan pre-post test one group design dengan pendekatan pasrtisipatif dengan jumlah sasaran 25 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan ibu hamil, skrining status gizi untuk mengetahui status anemia dan KEK, edukasi dan konseling dan pengukuran pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pendampingan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, hemoglobinometer, pengukur lingkar lengan atas, modul dan leaflet. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel karakteristik peserta, anemia, KEK serta analisis peningkatan persentase pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan didapatkan 20% ibu hamil umur ≥35 tahun, 68% ibu tidak bekerja, 28% dengan tingkat pendidikan rendah, 56% berpenghasilan rendah, 64% multigravida, 80% dengan riwayat abortus, 50% dengan indeks masa tubuh tidak normal, 60% ibu hamil anemia, 68% ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok sasaran tentang pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK ibu hamil berdasarkan nilai skor pre test dan post test sebesar 57%. Tim PkM merekomendasikan upaya skrining dan edukasi yang berkelanjutan sebagai bentuk kelestarian program melalui penggunaan modul secara luas, pemetaan faktor risiko stunting dan pelatihan kader.
A Quasy Experimental Study: Buku Saku Cegah Anemia Remaja (Care) Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Anemia Rosa Mesalina; Siti Khadijah; Sania Lailatu Rahmi; Lili Dariani; Yosi Sefrina
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2639

Abstract

Anemia in adolescent girls remains a public health problem that has a long-term impact on reproductive health and the risk of stunting in the next generation. Low knowledge and attitudes among adolescents towards anemia are important factors that contribute to suboptimal preventive behavior. Education through simple, practical, and easy-to-understand such as pocket books has the potential to be an effective promotive-preventive intervention. This study aims to analyze the effectiveness of using the Cegah Anemia Remaja (CARE) pocketbook in increasing adolescent girls' knowledge and attitudes about anemia. This study used a quasi-experimental two-group pre-post design, with sample consisted of female adolescents pursuing higher education. The intervention used CARE pocketbook, was given to the experimental group, while the control group received random educational media. Knowledge and attitude measurements were conducted before and after the intervention. Data analysis used the Wilcoxon test and Mann–Whitney U. The results showed a significant increase in knowledge and attitudes in the experimental group after intervention. Between groups, the improvement in knowledge and attitudes among adolescent girls in the experimental group was significantly higher than in the control group. The CARE pocketbook proved to be effective in increasing adolescent girls' knowledge and attitudes about anemia. Contextually designed print educational media tailored to the characteristics of adolescents can be a strategic alternative in adolescent anemia prevention programs.
DETERMINASI LITERASI KESEHATAN TERHADAP LOYALITAS KUNJUNGAN POSYANDU PADA IBU BALITA DI KELURAHAN TAROK DIPO KOTA BUKITTINGGI Lili Dariani; Rosa Mesalina; Siti Khadija; Yosi Sefrina; Sania Lailatul Rahm
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30872

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan kunjungan ke Posyandu merupakan elemen krusial dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan. Namun, rendahnya tingkat partisipasi ibu masih menjadi tantangan di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, yang berdampak pada meningkatnya risiko keterlambatan deteksi gangguan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan loyalitas kunjungan ibu balita ke Posyandu di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita dengan sampel 132 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur melalui wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 43,94% responden memiliki literasi kesehatan rendah dan 30,30% responden tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji bivariat, diperoleh nilai p=0,00 dengan nilai OR=10,15. Temuan ini menjelaskan bahwa ibu dengan literasi kesehatan rendah memiliki risiko 10,15 kali lipat untuk tidak loyal dalam kunjungan ke Posyandu dibandingkan dengan ibu dengan literasi kesehatan tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara literasi kesehatan ibu dengan loyalitas kunjungan ke Posyandu. Puskesmas dan kader Posyandu disarankan untuk mengoptimalkan program edukasi kesehatan melalui metode yang lebih interaktif guna meningkatkan literasi serta partisipasi aktif ibu balita.
Hubungan Pengetahuan tentang Antenatal Care (ANC) dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil Bunga Rahmatika Fedona; Lili Dariani; Siti Khadijah
Jurnal Bidan Mandiri Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 4 No.1 Januari 2026
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v4i1.2590

Abstract

Low coverage of antenatal care (ANC) visits remains a significant maternal health issue in Indonesia. The national K6 coverage reached 74.4%, which is still below the strategic target of 80%, while the coverage at Mungo Health Center was only 56.6%. One factor suspected to influence ANC visit compliance is the level of knowledge among pregnant women. This study aimed to analyze the relationship between knowledge of antenatal care and compliance with ANC visits among pregnant women in the Mungo Health Center working area in 2025. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 43 pregnant women selected from a population of 241 using area random sampling. Data were collected through questionnaires and documentation and analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-square test. The results showed that 58.1% of respondents had good knowledge of ANC and 60.5% complied with recommended ANC visits. Statistical analysis revealed a significant relationship between maternal knowledge and ANC visit compliance (p=0.006). Strengthening health education is essential to improve ANC compliance during pregnancy.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA FILM DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGOBALEH KOTA BUKITTINGGI Lili Dariani; Siti Khadijah; Yosi Sefrina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2945

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua paling banyak di derita wanita Indonesia pada rentang usia 15-44 tahun. Sumatera Barat merupakan provinsi kedua di Indonesia dengan jumlah kanker serviks tertinggi yaitu 82 per 100.000 penduduk. Menyikapi permasalahan ini, pemerintah mencanangkan program deteksi dini penyakit kanker serviks salah satunya dengan melakukan skrining Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Usaha untuk meningkatkan kesadaran wanita agar berperan aktif dalam mengikuti program deteksi dini kanker serviks, yaitu dengan penyebarluasan informasi melalui promosi kesehatan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas promosi kesehatan dengan media film dan leaflet terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pre test-post test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi pada bulan Mei-September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh tahun 2024 sebanyak 2394 orang. Cara pemilihan sampel menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 14 responden kelompok intervensi dengan film dan 14 responden kelompok intervensi leaflet.Hasil uji statistic pada kelompok yang menggunakan media film diperoleh P value 0.001. Sedangkan kelompok promosi kesehatan menggunakan media leaflet didapatkan nilai P value 0.004.Kesimpulan penelitian ini yaitu promosi kesehatan menggunakan media film lebih efektif dalam meningkatakan pengetahuan dibandingkan dengan media leaflet. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan menggunakan media film karena lebih efektif dari pada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan seseorang.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA BALITA KOTA PAYAKUMBUH Fitrina Bachtar; Yosi Sefrina; Lili Dariani; Arneti Arneti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2903

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tahun 2021persentase balita stunting 24,4%. Angka ini menunjukkan tidak tercapainya target tahun 2021 yaitu21,1%. Data Propinsi Sumatera Barat berdasarkan SSGI tahun 2019 adalah 27,47%, dan tahun 202123.3%. Prevalensi stunting di Sumatera Barat masih berada diatas standar yang ditetapkan WHO yaitu<20 % dan Angka stunting Payakumbuh adalah 20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinankejadian stunting berdasarkan faktor intervensi gizi spesifik di Kota Payakumbuh. Jenis penelitian iniadalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control yang dilakukan di kota payakumbuhpada bulan juli s.d november 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SSGI yang diberikankepada subjek penelitian anak dan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan yang berjumlah 80 orang,diambil dengan dengan metode systematic random sampling. Data dianalisis secara komputerisasi dandisajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan pengujian statistik chisquare. dengan derajat α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan stunting belum terlaksanasecara maksimal dan tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap risiko kejadian stunting padabalita di Kota Payakumbuh tahun 2022. Diharapkan pemerintah kota Payakumbuh dapat menidaklanjutirekomendasi hasil penelitian sebagai bahan analisis implementasi kebijakan dan memfasilitasi penelitianberkelanjutan sesuai road map penelitianKata Kunci: Faktor, determinan, stunting