Claim Missing Document
Check
Articles

KINETIKA FOTODEGRADASI METILEN BIRU OLEH CAHAYA TAMPAK MENGGUNAKAN KOMPOSIT AG3PO4/AG/HAP DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PERLAKUAN ASAM Bando, Reksih Evander; Wuntu, Audy D.; Aritonang, Henry
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.2.2019.27927

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang kinetika fotodegradasi pewarna sintetik metilen biru menggunakan material komposit yang dihasilkan dari tulang ikan kakap merah (Lutjanus sp.) terkalsinasi pada suhu 600-1000 oC. Tulang ikan terkalsinasi direaksikan dengan asam dan AgNO3 kemudian digunakan dalam kajian kinetika fotodegradasi. Sejumlah komposit diiteraksikan dengan larutan metilen biru dengan variasi waktu antara 2-180 menit di bawah radiasi sinar tampak dan konsentrasi metilen biru yang tersisa ditentukan dengan spektorfotometer uv-vis. Data dianalisis menurut model kinetika orde ke-1 dan ke-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotodegradasi metilen biru berlangsung mengikuti model kinetika orde ke-2. ABSTRACTMethylene blue photodegradation kinetics using materials synthesized from red snapper (Lutjanus sp.) bones calcined at 600-1000 oC has been investigated. Calcined bones were reacted with acid and AgNO3and were used in photodegradation kinetics study. Composites were interacted with methylene blue solutions for a periode of time in a range of 2–180 min under visible light and the dye remained in the solutions was determined using UV-Vis spectrophotometer. Data obtained were analyzed using first and second order kinetics model. The results showed that methylene blue was photodegraded by the composites under visible light according to the second order kinetics model. 
AKTIVITAS ANTIFOTOOKSIDASI NANOPARTIKEL PERAK YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) Colling, Erningsi; Suryanto, Edi; Wuntu, Audy
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.2.2018.27943

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktivitas antifotooksidasi nanopartikel perak yang disintesi menggunakan kulit pisang kepok. Larutan perak nitrat (AgNO3) 1mM direduksi menggunakan ekstrak kulit pisang kepok yang didiamka selama 15 menit pada ruang gelap. Karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Scanning Electron Microscope (SEM). Analisis terhadap stpektra UV-Vis menunjukan bahwa nanopartikel relatif stabil pada panjang gelombang 414.50-447.00 nm. Hasil dari karakterisasi SEM menunjukan nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang kepok dengan perak nitrat (AgNO3) 1mM memiliki ukuran terkecil 46 nm dan yang terbesar mencapai 65 nm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang kepok memiliki kandungan fenolik dan aktivitas antiofotooksidasi lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak kulit pisang kepok tanpa nanopartikel perak. ABSTRACTThis study aims to determine the antiphotooxidation activity of silver nanoparticles synthesized by kepok banana peel. Silver nitrate (AgNO3) 1mM solution was reduced using kepok banana peel extract which was stored for 15 minutes in a dark room. Characterization used UV-Vis spectrophotometer and Scanning Electron Microscope (SEM). Analysis of UV-Vis spectrum showed that nanoparticles were relatively stable at wavelength 414.50-447.00 nm. The results of SEM characterization showed that silver nanoparticles synthesized by 1mM kepok banana peel extract with silver nitrate (AgNO3) had the smallest size of 46 nm and the largest reached 65 nm. The results of this study showed that silver nanoparticles synthesized by kepok banana peel extracts had a lower phenolic content and antiophotooxidation activity compared to kepok banana peel extract without silver nanoparticles.
PEMANFAATAN VCO MENGANDUNG KAROTENOID TOMAT DAN KARAGENAN DALAM PEMBUATAN LOTION Tumbelaka, Riddel M M Y; Momuat, Lidya I; Wuntu, Audy D
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29242

Abstract

ABSTRACT Research has been conducted on the making of Lotion using VCO containing Tomato Carotenoids and Carrageenan with a mass concentration of 3%. The stability of Lotion is determined by the stability of the emulsion in the Lotion preparation. The resulting Lotion was tested for quality according to SNI 16-4399-1996 standards, namely pH, density, viscosity, and total microbial test. In addition, the resulting Lotion was tested for total carotenoids based on the reading results of UV-Vis Spectrophotometry. The results showed that the highest carotenoids in A1 samples were 129.99 mg / L and the lowest was in A6 samples 38.15 mg / L. And the results of the Lotion quality test found in Lotion by using carrageenan were better than Lotion using cetyl alcohol. Keywords: VCO, carrageenan, carotenoids, Lotion, SNI      ABSTRAK                Telah dilakukan penelitian tentang Pembuatan Lotion menggunakan VCO mengandung Karotenoid Tomat dan Karagenan dengan konsentrasi massa 3%. Kestabilan dari Lotion ditentukan dengan kestabilan emulsi dalam sediaan Lotion. Lotion yang dihasilkan diuji kualitas menurut standar SNI 16-4399-1996 yaitu uji pH, massa jenis, viskositas, dan total mikroba. Selain itu, Lotion yang dihasilkan diuji total karotenoid berdasarkan hasi pembacaan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki Karotenoid tertinggi pada sampel A1 sebanyak 129,99 mg/L dan terendah pada sampel A6 38,15 mg/L. Dan hasil uji kualitas Lotion didapati Lotion dengan menggunakan karagenan lebih baik dibandingkan dengan Lotion menggunakan setil alkohol. Kata kunci: VCO, karagenan, karotenoid, Lotion, SNI
Penggunaan Karbon Aktif Cangkang Pala - TiO2 Untuk Fotodegradasi Zat Warna Metanil Yellow Patiung, Grace Aprianne Bellatrix; Wuntu, Audy D.; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5991

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbandingan berat karbon aktif cangkang pala (KA) : titanium dioksida (TiO2), konsentrasi awal metanil yellow, dan lama penyinaran UV pada jumlah metanil yellow yang terdegradasi menggunakan KA-TiO2. KA dibuat melalui aktivasi arang cangkang pala menggunakan NaCl pada 700 oC. Pembuatan fotokatalis KA-TiO2 dengan perbandingan berat 0,1:9,9 (KA 1%) dan 0,5:9,5 (KA 5%) dilakukan dengan cara sonifikasi. Interaksi KA-TiO2 dengan metanil yellow dilakukan pada konsentrasi awal 2, 4, 6, 8, 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm selama 3 jam. Eksperimen pengaruh lama penyinaran dilakukan pada variasi 1, 2, 3, 4, 5, 18, dan 20 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi konsentrasi awal dan makin lama penyinaran, makin banyak metanil yellow terdegradasi. Fotokatalis dengan perbandingan berat KA:TiO2 0,1:9,9 mendegradasi metanil yellow lebih banyak dengan persen degradasi maksimum 66% pada konsentrasi awal 6 ppm.A research had been done to determine the effect of weight ratio of nutmeg shell activated carbon (KA) : titanium dioxide TiO2, initial concentration of metanil yellow, and UV irradiation time on the quantity of metanil yellow degraded using KA-TiO2. KA was prepared by activating nutmeg shell charcoal using NaCl at 700 oC. KA-TiO2 having weight ratio of 0.1:9,.9 (KA 1%) and 0.5:9.5 (KA 5%) were prepared by sonification. Interaction of KA-TiO2 with metanil yellow was performed at initial concentration of 2, 4, 6, 8, 10, 20, 30, 40, and 50 ppm for 3 hours. The experiment of UV irradiation time was performed at 1, 2, 3, 4, 5, 18, and 20 hours. The results showed that the higher the initial concentration of metanil yellow and that the longer the irradion time, the higher the amount of metanil yellow degraded. KA:TiO2 having weight ratio of 0.1:9.9 degraded more metanil yellow than that of 0.5:9.5 with maximum degradation of 66% at initial concentration of 6-10 ppm.
Analisis Fisika-Kimia Air Sumur Di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Kecamatan Tuminting Manado Tambunan, Martin Aprilino; Abidjulu, Jemmy; Wuntu, Audy
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9114

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas fisika-kimia air sumur di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) kecamatan Tuminting, Manado secara kualitatif dan kuantitatif. Kajian yang dilakukan meliputi parameter fisika yaitu penentuan pH, bau, rasa, warna, kekeruhan dan total padatan terlarut (TDT) serta parameter kimia yaitu penentuan nitrat, nitrit, klorida, sulfat, besi dan mangan. Berdasarkan hasil pengujian parameter fisika pada 4 titik pengambilan air ada beberapa titik pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan syarat baku mutu kualitas air yaitu tidak berbau dan berasa serta memiliki rentang pH 6,5-9,2 dan memiliki nilai maksimal untuk warna 50, kekeruhan 25, dan TDT 1500. Begitu juga untuk parameter kimia ada beberapa titik pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan syarat baku mutu kualitas air yaitu memiliki nilai maksimal untuk klorida 600 mg/L, nitrat 10 mg/L, nitrit 1 mg/L, besi 1 mg/L, mangan 0,5 m/L dan sulfat 400 mg/L.A research on the physico-chemical quality of the well water in the landfill (TPA) district Tuminting, Manado has been done. The study includedphysical parameters, namely pH, odor, taste, color, turbidity and total dissolved solids (TDS) and chemical parameters, namely nitrate, nitrite, chloride, sulphate, iron and manganese. Among the four sampling sites, some sites did not meet the water quality standard based on some physical parameters, those are odorless and tasteless, pH range of 6.5 to 9.2 and maximum value of 50 for color, 25 for turbidity, and 1500 for TDS. Likewise, for chemical parameters, several sampling points are not in accordance with the terms of water quality standard, those aremaximum value of 600 mg/Lfor chlorides, 10 mg/L for nitrate, 1 mg/L for nitrite, 1 mg/L for iron, 0.5 m/L for manganese and 400 mg/L for sulphate.
Kinetika Fotodegradasi Remazol Yellow Menggunakan Fotokatalis ZnO dan ZnO-Ag Taringan, Agres K.; Wuntu, Audy D.; Aritonang, Henry F.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17762

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kinetika fotodegradasi remazol yellow dengan menggunakan ZnO dan ZnO yang disisipi 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% Ag yang disintesis dengan metode kopresipitasi. Eksperimen kinetika dilakukan melalui penentuan konsentrasi remazol yellow yang tersisa setelah interaksi ZnO dan ZnO-Ag dengan larutan remazol yellow yang disinari UV selama 0, 20, 40, 60, 80, 100, 120 dan 140 menit. Selanjutnya data dianalisis mengikuti model kinetika reaksi orde pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju reaksi fotodegradasi oleh ZnO meningkat dengan penambahan konsentrasi dopan AgA research on photodegradation kinetics of remazol yellow using ZnO and Ag-doped ZnO (1, 3, 5, 7 and 9 wt% Ag) synthesized by co-precipitation method had been studied. Kinetics experiment was performed by determining the concentration of remazol yellow remained after interaction of ZnO and ZnO-Ag with remazol yellow solution that were irradiated by UV-light at 0, 20, 40, 60, 80, 100, 120 and 140 minutes. Data obtained was analyzed using firs-order kinetics model. The results showed that photodegradation rate was increased with the increasing Ag concentration.
Kinetika Adsorpsi Gas Benzena Pada Karbon Aktif Tempurung Kelapa Holle, Rizky B.; Wuntu, Audy D.; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2997

Abstract

Telah diteliti kinetika adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa yang diaktivasi dengan NaCl dengan tujuan menentukan model kinetika yang dapat diaplikasikan untuk adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa. Data adsorpsi dianalisis dengan menggunakan empat model persamaan laju adsorpsi yaitu (1) persamaan laju order pertama pseudo Lagergren, (2) persamaan laju order kedua pseudo Ho, (3) persamaan Elovich, dan (4) persamaan Ritchie. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kinetika dengan persamaan laju order ke-2 pseudo Ho adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa. Dari model kinetika order ke-2 pseudo Ho diperoleh konstanta adsorpsi benzena sebesar 1,63x10-4 g mg-1 min-1. Nilai energi adsorpsi menunjukkan bahwa benzena teradsorpsi secara fisik pada adsorben.Kinetics of gaseous benzene adsorption on coconut shell NaCl-activated carbon had been studied. The research was aimed to determine the appropriate kinetic model applied to gaseous benzene adsorption on the adsorbent. Adsorption data was analyzed using four kinetic models of adsorption rate equation, which were (1) Lagergren’s pseudo first order rate equation, (2) Ho’s pseudo second order rate equation, (3) Elovich‘s equation, and (4) Ritchie’s equation. The results showed that the Ho’s pseudo second order rate equation was best applied to gaseous benzene adsorption on coconut shell activated carbon. The second order rate constant for benzene adsorption was 1.63x10-4 g mg-1 min-1. The value of adsorption energy showed that benzene was physically adsorbed on the adsorbent.
Barcode DNA Edelweis (Anaphalis javanica) Berdasarkan Gen matK Rahalus, Muzakir; Kumaunang, Maureen; Wuntu, Audy; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9037

Abstract

DNA barcode merupakan metode identifikasi organisme hidup dengan menggunakan urutan DNA pendek (± 500 pasang basa). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh barcode DNA Edelweis dan menganalisis kemiripan gen matK Edelweis (Anaphalis javanica) dengan kerabat terdekatnya. Isolasi DNA total Edelweis berhasil dilakukan dengan menggunakan  manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA Kit yang dimodifikasi. Gen matK parsial telah diisolasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan Primer forward matK-1RKIM-f dan Primer Reverse matK-3FKIM-r. Hasil analisis sekuens menghasilkan barcode DNA edelweis berukuran 843 bp. Hasil analisis kemiripan menunjukkan tingkat kekerabatan terdekat dengan A. margaritaceae yaitu 99.86% pada BOLD System dan 100 % pada NCBI.DNA barcode is a method to identify living organism by using several short sequences of DNA (± 500 base pairs). The purpose of this study was to obtain a DNA barcode and analyze the similarity of matK genes of edelweis (Anaphalis javanica) with its closest relatives. Isolation of total DNA of edelweis has been succesfully done by using modified manual procedures of InnuPrep Plant Kit. matK partial gene has been isolated by the method of Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer MATK-1RKIM-f and reverse primer MATK-3FKIM-r. Analysis of DNA sequences of edelweis confirmed its DNA barcode size was 843 bp. Furthermore, A. javanica showed similarity 99.86% in BOLD system and 100% in NCBI with A. margaritaceae.
Uji Metode Olsen dan Bray dalam Menganalisis Kandungan Fosfat Tersedia pada Tanah Sawah di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara Umaternate, Ghazaly R.; Abidjulu, Jemmy; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3898

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi fosfat tersedia pada tanah sawah dan membandingkan dua metode ekstraksi fosfat, yaitu metode olsen yang menggunakan reagen NaHCO3 dan metode bray yang menggunakan reagen Bray dan Kurtz. Hasil ekstrak direaksikan dengan pereaksi pewarna fosfat bersama deret standar dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 693 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fosfat tersedia dari metode Olsen menunjukkan hasil konsentrasi yang tinggi berturut–turut 422,861; 771,614; 1389,464; 1607,386; 821,591; dan 1139,925 ppm, sedangkan metode Bray menunjukkan hasil yang lebih rendah berturut-turut 16,102; 13,899; 11,307; 7,181; 7,183; dan 9,073 ppm. Reagen NaHCO3 pada sampel menyebabkan pH naik sehingga banyak fosfat yang terlepas, sedangkan reagen Bray dan Kurtz menyebabkan pH turun dan lebih sedikit fosfat yang terlepas. pH sampel yang bersifat asam menyebabkan metode Bray lebih cocok untuk digunakan daripada metode Olsen karena metode Bray spesifik untuk tanah asam, sedangkan metode Olsen dapat digunakan untuk tanah asam dan basa.A study aimed to determine the concentration of phosphate available to the rice field soil and to compare the two methods of phosphate extraction, which are Olsen that uses NaHCO3 reagent and Bray that uses Bray and Kurtz reagents, had been done. The extract was reacted with phosphate coloring reagent and standards and the absorbance was measured using spectrophotometer at a wavelength of 693 nm. The results showed that the extract of phosphate available using Olsen method showed higher value of concentrations which were 422.861; 771.614; 1389.464; 1607.386; 821.591; and 1139.925 ppm. On the other hand, Bray method showed a lower value which were 16.102; 13.899; 11.307; 7.181; 7.183; and 9.073 ppm. NaHCO3 increased the pH and more phosphate was released, while the Bray and Kurtz reagent decreased the pH and less phosphate was released. Due to the lower pH of the sample, Bray method is more suitable for acidic soils rather than Olsen method because of its specificity for acidic soil, while the Olsen method can be used for acidic and alkaline soil.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Marlinda, Mira; Sangi, Meiske S.; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.427

Abstract

Biji buah alpukat telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, oleh karena itu diperlukan informasi ilmiah tentang kandungan kimia dan efek samping yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji alpukat, serta menentukan toksisitas ekstrak biji alpukat berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Skrining fitokimia merupakan suatu tahap seleksi awal untuk mendeteksi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid dan steroid, uji tanin, uji flavonoid dan uji saponin. Uji toksisitas menggunakan metode BST dengan bioindikator larva Artemia salina Leach. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit menggunakan SPSS 20.0 for Windows untuk mengetahui nilaiLethal Concentration50 (LC50). Berdasarkan skrining fitokimia, biji buah alpukat diketahui mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid dan saponin. Nilai LC50 yang diperoleh berdasarkan uji toksisitas biji buah alpukat mentega segar dan kering, serta biji buah alpukat biasa segar dan kering, yaitu masing-masing sebesar 42,270 mg/L, 36,078 mg/L, 36,924 mg/L, dan 34,302 mg/L.
Co-Authors Abdul R.H. Korompot Andre G Kalensun Bando, Reksih Evander Bolilera, Theressa Bungan, Gladys K Christmas Togas Colling, Erningsi Dewi A Bukasa Djoni Hatidja Djoni Hatidja Edi Suryanto Edi Suryanto Feti Fatimah Ghazaly R. Umaternate Grace Aprianne Bellatrix Patiung Guntur Pasau Haider Ali Ginting, Haider Ali Harry Koleangan Harry S. J. Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J. Koleangan Harry S.J. Koleangan Henry Aritonang Henry F. Aritonang, S.Si., M.Si. Herling D. Tangkuman Jacobus, Meyffi Merrylin Jemmy Abidjulu Johnly Alfreds Rorong Julius Pontoh Julius S. Pontoh Kakame, Dewi Y. N. Koleangan, Harry Korompot, Abdul R.H. Kumanaung, Maureen Lengkong, Vanda Lidya I Momuat Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lusiana Eka Sari Maanari, Chaleb Paul Ma’ruf, Hasna Makatipu, Christian D. Marini Runtu Mariska Margaret Pitoi Martin Aprilino Tambunan, Martin Aprilino Maureen Kumaunang Maureen Kumaunang Max R.J. Runtuwene Meiske S Sangi Meiske S Sangi Meiske S. Sangi Meiske Sientje Sangi, Meiske Sientje Michelle Poluakan, Michelle Mira Marlinda Muzakir Rahalus, Muzakir Norrytha L Wuntu Onggeteua, Fita M. Pandelaki, Elmi C.J. Pangajow, Stoflly E. M. Prasetyo, Yudhie E Pujiarti, Pujiarti Rizky B. Holle Rosdiana Tidore Runtu, Marini Sanusi Gugule Silvana Yoce Tuwohingide Stifanus Billy Pelle Suhardi Titdoy, Suhardi Syamsi, Ibnu Darmawan Talita Kojong Taringan, Agres K. Tatinting, Gabriel Dinnydio Tumbel, Elsa D. Tumbelaka, Riddel M M Y Tumbelaka, Riddel M.M.Y. TUMUAHI, FIRGIN PRITTY DEISYELLA Vanda Kamu Vanda Lengkong Vanda S Kamu Vanda S. Kamu Vanny H. Siwi Wuntu, Norrytha L Wuntu, Norrytha L. Yudhie E Prasetyo