Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN SERAT KASAR DARI BAKASANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) PADA BERBAGAI KADAR GARAM, SUHU DAN WAKTU FERMENTASI Abdul R.H. Korompot; Feti Fatimah; Audy D. Wuntu
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.558 KB) | DOI: 10.35799/jis.18.1.2018.19455

Abstract

KANDUNGAN SERAT KASAR DARI BAKASANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) PADA BERBAGAI KADAR GARAM, SUHU DAN WAKTU FERMENTASI ABSTRAKBakasang ikan tuna adalah salah satu produk fermentasi yang umumnya dibuat dari jeroan ikan tuna dengan penambahan garam. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan Mengetahui kandungan serat kasar dari bakasang ikan tuna (Thunnus sp.) pada berbagai kondisi pengolahan. Kajian yang dilakukan meliputi pengujian analisis kadar serat kasar. Penelitian telah dilaksanakan bulan Januari sampai Maret di Laboratorium Biokimia Universitas Sam Ratulangi dan Laboratorium Badan Riset dan Standarisasi Industri Manado. Hasil terbaik kadar serat kasar bakasang ikan tuna dengan kadar garam terbaik kadar garam 30%, suhu 50oC dan waktu fermentasi 15 hari yaitu 1,0018% yang menunjukan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.Kata kunci : Ikan Tuna (Thunnus sp.), Gizi, Bakasang, Serat Kasar THE RIGHT FIBER CONTENT OF THE TUNA FISH BAKASANG (Thunnus sp.) ON VARIOUS CONDITIONS OF SALT, TEMPERATUREAND FERMENTATION TIMEABSTRACT Bakasang tuna is one of the fermentation products that are generally made from tuna innards by detailing the salt. Therefore, research is conducted with the aim of containing crude fiber content from tuna tuna (Thunnus sp.) In various processing conditions. The study included the testing of crude fiber content. The research has been conducted from January to March in the Biochemical Laboratory of Sam Ratulangi University and Laboratory of Manado Industry Research and Standards Agency. The best results of crude fiber content of tuna fish with salt content of 30% salt, 50oC temperature and fermentation time of 15 days is 1.0018% indicating good nutrition for health.Keyword: Tuna (Thunnus sp.), Nutrition, Bakasang, Rough Fiber
Adsorpsi Metilen Biru Pada Hidroksiapatit Dari Tulang Ikan Kakap Merah Audy D Wuntu; Harry S.J Koleangan; Norrytha L Wuntu
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 20 Nomor 1, April 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.566 KB) | DOI: 10.35799/jis.20.1.2020.25758

Abstract

Adsorpsi Metilen Biru Pada Hidroksiapatit Dari Tulang Ikan Kakap MerahABSTRAKPenelitian yang bertujuan untuk mempelajari adsorpsi metilen biru pada hidroksiapatit yang diperoleh dari tulang ikan kakap merah (Lutjanus sp.) telah dilakukan. Tulang dikalsinasi dalam tanur pada 600, 800, dan 1000 oC, digerus, dan diayak dengan ayakan 100 mesh. Material tersebut selanjutnya digunakan dalam eksperimen adsorpsi dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir, Freundlich, dan Dubinin-Raduskevich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu kalsinasi, semakin rendah kapasitas adsorben untuk mengadsorpsi metilen biru. Energi adsorpsi yang dihitung berada dalam kisaran 0,84-1,14 kJ mol-1 yang mengindikasikan bahwa metilen biru teradsorpsi secara fisik pada adsorben dan adsorpsi cenderung mengikuti model isoterm adsorpsi Freundlich.Kata kunci: adsorpsi, hidroksiapatit, kakap merah, metilen biru Adsorption of Methylene Blue on Hydroxyapatite from Red Snapper Fish Bones ABSTRACTA research aimed to study the adsorption of methylene blue on hydroxyapatite obtained from red snapper fish bones (Lutjanus sp.) was performed. The bones were calcined in a furnace at 600, 800, and 1000 oC and ground to pass a 100 mesh sieve. The materials were used in the adsorption experiment and the data obtained were analyzed using Langmuir, Freundlich, and Dubinin-Raduskevich adsorption isotherm models. The results showed that the higher the calcination temperature, the lower the capacity of the adsorbent to adsorb methylene blue. Calculated adsorption energy which was in a range of 0.84-1.14 kJ mol-1 indicated that the dye was adsorbed physically on the adsorbent and the adsorption could be well described by Freundlich adsorption isotherm model.Keywords: adsorption, hydroxyapatite, red snapper, methylene blue
KUALITAS MINYAK KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK TOMAT PADA BEBERAPA WAKTU PENYIMPANAN DAN SUHU PEMANASAN Lidya Irma Momuat; Audy Wuntu; Djoni Hatidja; Marini Runtu; Vanda Lengkong
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 9 Nomor 1, April 2009
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.007 KB) | DOI: 10.35799/jis.9.1.2009.29910

Abstract

ABSTRAKTomat mengandung enzim proteolitik yang dapat dimanfaatkan untuk memecah sistem emulsi santan kelapa, sehingga minyak dapat dipisahkan.  Likopen dan antioksidan lain pada tomat bersifat nonpolar sehingga dapat larut dalam minyak.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas minyak kelapa mengandung ekstrak tomat pada beberapa waktu penyimpanan dan suhu pemanasan. Pada penelitin ini, minyak mengandung ekstrak tomat disimpan selama 4 minggu, dan setiap minggu dilakukan pengujian kualitas minyak yang meliputi kadar air, bilangan asam dan bilangan peroksida.  Selain itu, minyak tersebut dipanaskan pada suhu 40, 60, 80, 100, dan 1200C selama 1 jam, serta tanpa pemanasan, lalu diukur kualitas minyaknya.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpanan minyak mengandung ekstrak kasar tomat selama 4 minggu tidak mempengaruhi kualitasnya dilihat dari kadar air, bilangan asam dan peroksida.  Pemanasan hingga 1200C cenderung tidak mempengaruhi kadar air dan bilangan asam minyak tersebut, tetapi meningkatkan bilangan peroksida pada pemanasan lebih dari 80 oC.Kata kunci: minyak, kelapa, likopena, tomat. THE QUALITY OF COCONUT OIL CONTAINING TOMATO EXTRACT AT SEVERAL STORAGE TIMES AND HEAT TEMPERATURES ABSTRACTTomato contains proteolytic enzyme which can be used to destroy emulsion system of milk coconut to produce coconut oil.  Lycopene and other nonpolar antioxidants of tomato can solve in that oil.  The aims of this study were to determine the quality of coconut oil containing tomato extract at several storage times and heat temperatures.  In this study, coconut oil containing tomato extract was kept until 4 weeks, and the quality of oil including water content, acid and peroxide value were measured every week.  Beside that, the oil was heated at 40, 60, 80, 100, 1200C temperatures, and room temperature.  After that, the quality of oil was determined.  In conclusion, storaging of coconut oil containing tomato extract until 4 weeks did not effect the quality of the oil.  Heating until 1200C of the oil did not effect water content and acid value of the oil, but heating over 800C declined peroxide value of the oil.Keywords: oil, coconut, lycopene, tomato
Sintesis dan Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Ag-Zeolit A Stifanus Billy Pelle; Audy Denny Wuntu; Henry Fonda Aritonang
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanopartikel Ag-Zeolit A (Ag-ZA) dan aktivitas antibakterinya. Sintesis material dikerjakan menggunakan bahan-bahan dasar aluminium hidroksida, silikon dioksida, dan AgNO3. Material hasil sintesis dikarakterisasi dengan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil analisis XRD menunjukkan terbentuknya Ag-ZA yang ditandai dengan munculnya puncak-puncak 2θ yang bersesuaian dengan pola difraksi standar yang digunakan. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa material hasil sintesis dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Material Ag-ZA yang dihasilkan dari ZA yang disintesis dengan waktu ageing 60 menit membentuk zona hambat terbesar untuk bakteri E. coli dan S. aureus.Research on the synthesis of Ag-Zeolite A (Ag-ZA) and its antibacterial activity was performed. Material synthesis was carried out using raw materials of aluminum hydroxide, silicon dioxide, and AgNO3. The synthesized material was characterized by the X-ray diffraction (XRD) technique and then tested for its antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results of XRD analysis showed the formation of Ag-ZA which was indicated by peaks at 2θ corresponding to the standard diffraction pattern used. The antibacterial activity test showed that the synthesized material could inhibit the growth of the bacteria. Ag-ZA material produced from ZA synthesized at an aging time of 60 minutes formed the largest inhibition zone for E. coli and S. aureus bacteria.
Pembuatan Hand Sanitizer dengan Memanfaatkan Bahan Baku Cengkih di Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Henry Fonda Aritonang; Audy Denny Wuntu; Maureen Kumaunang
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang dimulai sejak awal tahun 2020 mengakibatkan tatanan hidup masyarakat menjadi berubah. Kebersihan diri menjadi faktor yang berperan penting untuk bisa menjaga berkurangnya penyebaran Covid-19. Tentunya kebersihan diri pribadi merupakan tindakan awal pencegahan terpaparnya seseorang dari Covid-19. Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah mencegah pertambahan penyebaran Covid-19 adalah dengan rajin mencuci tangan. Kegiatan mencuci tangan bisa dilakukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir ataupun dengan mencuci tangan menggunakan hand santizer, terlebih apabila berada dalam perjalanan atau di lokasi yang tidak memungkinkan tersedianya tempat cuci tangan dengan air mengalir. Oleh karena itu, kebutuhan akan adanya hand sanitizer dirasa perlu untuk dimiliki setiap penduduk. Masyarakat Desa Winebetan yang terletak di Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, berjumlah 1725 orang sehingga memungkinkan  dapat membantu program pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 dengan memiliki hand sanitizer pribadi dengan memanfaatkan ekstrak tanaman cengkih yang ada. Oleh karena itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bagi masyarakat Desa Winebetan yang bertujauan agar masyarakat Desa Winebetan memperoleh pengetahuan cara pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan ekstrak daun tanaman cengkih yang dimiliki petani. Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini adalah penyuluhan tentang perlunya hand sanitizer, praktek pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan ekstrak daun cengkih. Luaran yang dicapai dalam kegiatan ini, adalah artikel ilmiah yang akan dipublikasi di jurnal nasional, serta pemuatan berita kegiatan dalam media massa online.
KARAKTERISASI SERAT PANGAN DAN AKTIVITAS PENYERAPAN ION NITRIT DARI CANGKANG BIJI PALA Silvana Yoce Tuwohingide; Edi Suryanto; Harry S.J. Koleangan; Audy D. Wuntu
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kandungan serat pangan dari serbuk cangkang pala serta aktivitas penyerapannya terhadap ion nitrit. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi fisik tepung cangkang pala, penentuan kandungan serat pangan dan penentuan kapasitas penyerapan ion nitrit. Hasil karakteristik secara fisik dengan particle size analayzer menunjukkan rata-rata ukuran partikel serbuk cangkang pala yang tanpa perlakuan (TPCP) lebih tinggi (43,67 µm) kemudiaan diikuti dengan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut aquades (ACP) (41,07 µm) dan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut etano l (ECP) (37,21 µm). Hasil karakterisasi secara fisik serbuk cangkang pala yang dihomogenisasi dengan aquades (ACP), yang dihomogenisasi dengan etanol (ECP) dan cangkang pala tanpa perlakuan (TPCP) dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3425,58 cm-1 yang mengindikasikan gugus hidroksil dari selulosa, bilangan gelombang 2900,94 cm-1 menunjukkan vibrasi C H dari senyawa polisakarida, bilangan gelombang 1265,3 cm-1 yang mengindikasikan adanya vibrasi kerangka aromatik yang berasal dari lignin serta serapan pada 1049,28 cm-1 yang berkaitan dengan C O C dari ikatan glikosidik. Hasil penentuan kapasitas penangkal nitrit menunjukan bahwa penyerapan tertinggi terdapat pelarut aquades kemudian diikuti oleh pelarut etanol dan yang terendah terdapat pada sampel tanpa perlakuan.
Fotodegradasi Rhodamin B Menggunakan Komposit Perak Fosfat- Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Lusiana Eka Sari; Audy D. Wuntu; Max R.J. Runtuwene; Lidya Irma Momuat
Jurnal Ilmiah Sains Volume 23 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.v23i2.50469

Abstract

Hydroxyapatite (HAp) treated with silver would produce silver phosphate (Ag3PO4), which is a semiconducting material and can degrade synthetic dyes. This study aimed to synthesize a composite material with the main components of HAp from skipjack (Katsuwonus pelamis) bone and Ag3PO4 used to degrade the synthetic dye Rhodamin B (RB) in aqueous solution. The resulting material was characterized using X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy with Energy-Dispersive X-Ray (SEM-EDX), and Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. The photodegradation of Rhodamine B was evaluated under visible light irradiation with variations in the number of composites, irradiation intensity, and irradiation time. Characterization results showed the formation of Ag3PO4/HAp composites, and photodegradation tests showed that the higher the amount of photocatalyst used and the higher the light intensity, the more synthetic dyes were degraded. Keywords: Ag3PO4; photodegradation; hydroxyapatite; rhodamine B; skipjack tuna bone
Pemanfaatan Munuman Cap Tikus dan Ekstrak Daun Cengkeh Sebagai Bahan Pembuatan Handsanitizer: (Utilization of Cap Tikus Drinks and Clove Leaf Extract as Ingredients for Hand Sanitizer) Henry F. Aritonang, S.Si., M.Si.; Audy D. Wuntu
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 5 No. 3 (2023): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v5i3.51209

Abstract

The Covid-19 pandemic, which began in mid-2019, has changed the way people live. Hand-washing activities can be done using soap and running water or by washing hands using a hand sanitizer, especially if you are in a location that does not allow the availability of a place to wash your hands with running water. Therefore, the need for hand sanitizers is deemed necessary for every resident. The people of Talaitad Village, Suluun Tareran District, South Minahasa Regency can assist government programs in tackling the spread of COVID-19 by making personal hand sanitizers through the use of cap tikus liquor and clove leaf extract in the village. Most of the people of Talaitad Village did not know how to make hand sanitizers. Therefore, this PKM activity was carried out with the aim that the people of Talaitad Village would gain knowledge on how to make hand sanitizers by utilizing the cap tikus liquor and clove leaf extract owned by the farmers. The method applied in this PKM activity is counseling about the need for hand sanitizers and the practice of making hand sanitizers by utilizing cap tikus liquor and clove leaf extract. The participants were able to make hand sanitizers and the resulting hand sanitizer products showed a clear yellow color and had the aroma of alcohol and cloves. Keywords:  Hand sanitizer; clove leaf extract; Cap tikus drink; Talaitad Village  ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang dimulai sejak pertengahan Tahun 2019 mengakibatkan tatanan hidup masyarakat menjadi berubah. Kegiatan mencuci tangan bisa dilakukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir ataupun dengan mencuci tangan menggunakan hand santizer, terlebih apabila berada di lokasi yang tidak memungkinkan tersedianya tempat cuci tangan dengan air mengalir. Oleh karena itu, kebutuhan akan adanya hand sanitizer dirasa perlu untuk dimiliki setiap penduduk. Masyarakat Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan dapat membantu program pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 dengan membuat hand sanitizer pribadi melalui pemanfaatan minuman cap tikus dan ekstrak daun cengkeh yang ada di desa tersebut. Sebagian besar masyarakat Desa Talaitad belum mengetahui cara pembuatan hand sanitizer. Oleh karena itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan agar  masyarakat Desa Talaitad memperoleh pengetahuan cara pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan minuman cap tikus dan ekstrak daun cengkeh yang dimiliki petani. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan PKM ini adalah penyuluhan tentang perlunya hand sanitizer serta praktek pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan minuman cap tikus dan ekstrak daun cengkeh. Masyarakat yang hadir dapat membuat hand sanitizer dan produk hand sanitizer yang dihasilkan memiliki warna kuning bening dan memiliki aroma alkohol dan cengkih.  Kata Kunci:  Hand sanitizer; ekstrak daun cengkeh; minuman cap tikus; Desa Talaitad
Pelatihan Pengolahan Bakasang Bagi Ibu-ibu Nelayan Kampung Loyang Molas, Kecamatan Bunaken, Sulawesi Utara Fatimah, Feti; Wuntu, Audy Denny; Gugule, Sanusi; Maanari, Chaleb Paul
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i1.51879

Abstract

Penduduk Molas sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, sedangkan kaum wanita biasanya berperan dalam menjual ikan di pasar. Sampai saat ini, jeroan ikan belum dimanfaatkan dan hanya dibuang oleh penjual ikan di Molas. Hal tersebut mendorong perlunya dilakukan pelatihan pemanfaatan jeroan ikan menjadi produk bakasang berkualitas tinggi agar dapat bernilai ekonomis yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para keluarga nelayan. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pelatihan kepada para ibu-ibu nelayan dan pedagang ikan di kampung Loyang Molas tentang cara pengolahan bakasang jeroan ikan Cakalang yang berkualitas tinggi. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, sosialisasi, implementasi teknologi, evaluasi dan follow up. Pada tahap implementasi teknologi, dilakukan pelatihan pengolahan bakasang dengan teknologi terkontrol. Pelatihan yang dilakukan meliputi: teknik menyiapkan jeroan ikan, penentuan jumlah garam yang ditambahkan, teknik menyiapkan alat pengolahan bakasang, teknik pengolahan bakasang, pengaturan suhu dan waktu fermentasi serta teknik pengambilan produk bakasang. Kegiatan implementasi teknologi pelatihan kepada para ibu-ibu nelayan dan pedagang ikan di kampung Loyang Molas tentang cara pengolahan bekasang jeroan ikan Cakalang telah terlaksana dengan baik. Hasil dari kegiatan ini adalah: adanya peningkatan pada masyarakat mitra meliputi: peningkatan pengetahun tentang nilai gizi bakasang, peningkatan pengetahun tentang teknologi pengolahan bakasang, peningkatan nilai ekonomis jeroan ikan serta peningkatan ketrampilan pengolahan bakasang yang baik dan bermutu.
Photodegradation of Remazol Yellow Using A-Type Zeolite/TiO2 Tumbel, Elsa D.; Wuntu, Audy D.; Abidjulu, Jemmy
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 3 No 1 (2015): Edisi Bulan Juli (Edition For July)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2015.3-els

Abstract

The research aimed to study photodegradation of remazol yellow (RY) using TiO2-impregnated A-type zeolite (zeolite-A/TiO2) has been conducted. The materials having zeolite/TiO2 ratio of 1:0.2, 1:0.4, 1:0.6, 1:0.8, 1:1.0, 1:1.2, dan 1:1.4 g/g were used to degrade remazol yellow (RY) under ultraviolet irradiation for 3 hours and percentages of RY degraded were determined using spectrophotometer at 414 nm. Those with zeolite/TiO2 ratio of 1:0.2, 1:0.8, and 1:1.2 were used to study photodegradation kinetics at time range up to 3 hours. The results showed that the highest amount of RY degraded (82.17%) was attained by the use of material with zeolite/TiO2 ratio of 1:0.2. This material generated the highest value of rate constant (k=0.074 min-1), followed by those of 1:1.2 (0.045 min-1) and 1:0.8 (0.025 min-1).
Co-Authors Abdul R.H. Korompot Andre G Kalensun Bando, Reksih Evander Bolilera, Theressa Bungan, Gladys K Christmas Togas Colling, Erningsi Dewi A Bukasa Djoni Hatidja Djoni Hatidja Edi Suryanto Edi Suryanto Feti Fatimah Ghazaly R. Umaternate Grace Aprianne Bellatrix Patiung Guntur Pasau Haider Ali Ginting, Haider Ali Harry Koleangan Harry S. J. Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J. Koleangan Harry S.J. Koleangan Henry Aritonang Henry F. Aritonang, S.Si., M.Si. Herling D. Tangkuman Jacobus, Meyffi Merrylin Jemmy Abidjulu Johnly Alfreds Rorong Julius Pontoh Julius S. Pontoh Kakame, Dewi Y. N. Koleangan, Harry Korompot, Abdul R.H. Kumanaung, Maureen Lengkong, Vanda Lidya I Momuat Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lusiana Eka Sari Maanari, Chaleb Paul Ma’ruf, Hasna Makatipu, Christian D. Marini Runtu Mariska Margaret Pitoi Martin Aprilino Tambunan, Martin Aprilino Maureen Kumaunang Maureen Kumaunang Max R.J. Runtuwene Meiske S Sangi Meiske S Sangi Meiske S. Sangi Meiske Sientje Sangi, Meiske Sientje Michelle Poluakan, Michelle Mira Marlinda Muzakir Rahalus, Muzakir Norrytha L Wuntu Onggeteua, Fita M. Pandelaki, Elmi C.J. Pangajow, Stoflly E. M. Prasetyo, Yudhie E Pujiarti, Pujiarti Rizky B. Holle Rosdiana Tidore Runtu, Marini Sanusi Gugule Silvana Yoce Tuwohingide Stifanus Billy Pelle Suhardi Titdoy, Suhardi Syamsi, Ibnu Darmawan Talita Kojong Taringan, Agres K. Tatinting, Gabriel Dinnydio Tumbel, Elsa D. Tumbelaka, Riddel M M Y Tumbelaka, Riddel M.M.Y. TUMUAHI, FIRGIN PRITTY DEISYELLA Vanda Kamu Vanda Lengkong Vanda S Kamu Vanda S. Kamu Vanny H. Siwi Wuntu, Norrytha L Wuntu, Norrytha L. Yudhie E Prasetyo