Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI PADA SEDIAAN SABUN BERBAHAN BAKU VCO DAN EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) TUMUAHI, FIRGIN PRITTY DEISYELLA; Sangi, Meiske Sientje; Wuntu, Audy Denny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): JLPPM SAINTEK 8(2), 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.8.2.2023.44227

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Pada Sediaan Sabun Berbahan Baku VCO dan Ekstrak Etanol Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt). Metode yang digunakan adalah preparasi sampel, ekstraksi sampel, uji aktivitas antioksidan ekstrak dengan metode DPPH, uji antibakteri ekstrak dengan metode difusi cakram, pembuatan sabun, uji aktivitas antioksidan formula sabun, uji antibakteri formula sabun, uji mutu dan karakteristik organoleptik sabun. Diperoleh hasil ekstrak etanol daging buah dengan rendemen sebesar 16,67%. Ekstrak etanol yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antioksidan dan antibakteri. Ekstrak etanol daging buah pala memiliki nilai IC50 sebesar 126,94 μg/mL yang tergolong dalam kategori sedang. Ekstrak etanol daging buah pala memiliki kemampuan menghambat bakteri yang tergolong dalam kategori kuat dan sangat kuat terhadap S.epidermidis dan E.coli. Ekstrak etanol daging buah pala lebih efektif menghambat E.coli daripada S.epidermidis. Ekstrak etanol daging buah pala kemudian dibuat sebagai bahan tambahan dalam formula sabun. Formula sabun kemudian diuji aktivitas antioksidan dan antibakteri dari masing-masing formula sabun. Formula sabun 1, 2, 3 dan 4 memiliki nilai IC50 yaitu sebesar 164,34 μg/mL (Lemah), 55,86 μg/mL (Kuat), 10,00 μg/mL (Sangat Kuat), 3,61 μg/mL (Sangat Kuat). Formula sabun juga memiliki aktivitas antibakteri yang baik terhadap S.epidermidis dan E.coli dengan daya hambatannya masuk dalam kategori yang kuat.
Karakterisasi Serat Pangan Dari Ampas Kelapa Sebagai Adsorben Zat Pewarna Sintetik Bolilera, Theressa; Wuntu, Audy D.; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.1.2024.53024

Abstract

ABSTRACT The prupose of this study was to determine the characteristics of food fiber from coconut dregs with variations of coconut dregs based on size and its application as an adsorbent of several synthetic dyes, namely Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Coconut dregs with variations in size produced was characteristics using X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The characteristics showed the presence of hemicellulose, cellulose and lignin. Analysis of coconut dregs activity with variations in size, namely 50, 100 and 200 mesh as a dye adsorbent for Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, and Eriochorome Black T. Showed that the coconut dregs with a size of 200 mesh has the best ability as a dye adsorbent with the highest % adsorption value for all dye. On dyes Methylene Blue, the percentage of adsorption was 83,91%, while on Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet and Eriochorome Black T were 83,91%, 92,01%, 83,66%, and T 89,81% respectively.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serat pangan dari ampas kelapa dengan variasi ampas kelapa berdasarkan ukuran serta aplikasinya sebagai adsorben dari beberapa zat pewarna sintetis yaitu Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Ampas kelapa dengan variasi ukuran yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil karakterisasi tersebut menunjukkan adanya hemiselulosa, selulosa dan lignin. Analisis aktivitas ampas kelapa dengan variasi ukuran yaitu 50, 100 dan 200 mesh sebagai adsorben zat warna Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ampas kelapa sebagai adsorben zat pewarna terbaik adalah pada ampas kelapa dengan ukuran 200 mesh dengan nilai % adsorpsi tertinggi yang di hasilan pada setiap zat warna. Pada zat warna Methylene Blue, % adsorpsi yang dihasilan 89,27%, zat warna Rhodamin B 83,91%, zat warna Congo Red 92,01%, zat warna Crystal Violet 83,66% dan zat warna Eriochorome Black T 89,81%.
Material Berbasis Hidroksiapatit/Zeolit untuk Fotodegradasi Pewarna Sintetik di Bawah Cahaya Tampak Wuntu, Audy D.; Kamu, Vanda S.; Siwi, Vanny H.; Wuntu, Norrytha L.
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.2.2024.58744

Abstract

ABSTRAK Isu lingkungan terkait pencemaran zat warna sintetis dari limbah industri masih relevan dan terus dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis material fotokatalis berbahan dasar tulang ikan dan zeolit ​​A (ZA) serta mengaplikasikannya untuk degradasi metilen biru, merah kongo, kristal violet, metil jingga, dan eriochrome black-T dalam larutan air. Tulang ikan dikalsinasi untuk memperoleh hidroksiapatit (HAp) dan HAp yang diperoleh dicampur dengan larutan silikat dan aluminat dalam sintesis zeolit ​​A. Bahan yang dihasilkan kemudian perlakukan dengan AgNO3 dan diperoleh bahan komposit yang selanjutnya dikarakterisasi dengan teknik difraktometri sinar-X. Fotodegradasi zat warna sintetik dilakukan dengan cara menginteraksikan bahan komposit dengan larutan zat warna di bawah penyinaran cahaya tampak dan konsentrasi akhir zat warna diukur dengan spektrofotometer UV-vis. Analisis difraktogram komposit menunjukkan adanya komponen HAp, Ag-ZA, Ag3PO4, dan Ag. Berdasarkan jumlah zat warna yang terdegradasi per satuan massa komposit, komposit ini memiliki kemampuan terbesar dalam mendegradasi eriochrome black-T tetapi sulit untuk mendegradasi metil jingga. Jumlah komposit yang digunakan memengaruhi kemampuan komposit dalam mendegradasi zat warna. Semakin banyak jumlah komposit yang digunakan, semakin rendah jumlah zat warna yang dapat terdegradasi per satuan massa komposit..   ABSTRACT Environmental issues related to the pollution of synthetic dyes from industrial waste remain relevant and are continuously being studied. This research aimed to synthesize a photocatalyst material based on fish bones and zeolite A (ZA) and apply it for the degradation of methylene blue, congo red, crystal violet, methyl orange, and eriochrome black-T in aqueous solutions. Fish bones were calcined to obtain hydroxyapatite (HAp), and the obtained HAp was mixed with silicate and aluminate solutions in the synthesis of zeolite A. The resulting material was then treated with AgNO3 and a composite material was obtained, which was then characterized using X-ray diffractometry technique. The photodegradation of synthetic dyes was carried out by interacting the composite material with a dye solution under visible light irradiation, and the final concentration of the dye was measured using a UV-vis spectrophotometer. Analysis of the composite diffractogram showed the presence of HAp, Ag-ZA, Ag3PO4, and Ag components. Based on the amount of dye degraded per unit mass of composite, this composite has the greatest ability to degrade eriochrome black-T but has difficulty degrading methyl orange. The amount of composite used affected the ability of the composite to degrade dyes. The more composite used, the lower the amount of dye that could be degraded per unit mass of composite.  
Pembuatan Sabun Mandi Mengandung Bahan Alami Bagi Kelompok Ibu PKK Lingkungan 6 Kelurahan Pakowa Kota Manado Momuat, Lidya Irma; Wuntu, Audy D.; Suryanto, Edi
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58570

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lingkungan 6 Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Masalah yang dihadapi mitra, yaitu keterampilan apa yang dapat diberikan kepada ibu-ibu sehingga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitasnya dalam mewarnai aktivitasnya sehari-hari di rumah? Solusi yang ditawarkan berupa memberikan pelatihan cara membuat sabun mandi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara membuat sabun mandi mengandung bahan alami kepada mitra. Metode yang diberikan adalah melatih mitra mereaksikan trigliserida (minyak/lemak) dan natrium hidroksida (NaOH) dengan jumlah yang ekivalen, sehingga menghasilkan sabun yang berkualitas baik, serta dapat menambahkan bahan-bahan alami lainnya yang tidak membahayakan kesehatan seperti rempah-rempah yang kaya akan senyawa antioksidan alami ke dalam proses pembuatan sabun mandi. Sabun mandi merupakan salah satu produk yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membersihkan tubuh. Pada pelaksanaan PKM ini mitra dapat membuat dan menghasilkan produk sabun mandi. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini, mitra dapat mengembangkan ketrampilan membuat sabun mandi yang dapat digunakan sendiri dan keluarga sehingga mengurangi biaya konsumsi sabun, serta kelak bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK PETANI DI DESA TETEY Aritonang, Henry Fonda; Wuntu, Audy Denny; Pasau, Guntur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.63391

Abstract

Every year, the amount of corn cob waste continues to increase. In Tetey Village, Dimembe District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province, corn cobs are considered to have no significant economic value by the community and are generally only used as animal feed. To address this issue, efforts were made to process corn cob waste into briquettes—an alternative energy source produced from carbon-based materials through a high-temperature pyrolysis process. The utilization of corn cob waste aimed to reduce waste while simultaneously boosting the economy of the people in Tetey Village. This activity was carried out through training and assistance in making briquettes from corn cobs. The preparation and coordination phase involved discussions on training materials and checking the availability of corn cobs in Tetey Village. In the implementation phase, the formulation of corn cob briquettes was analyzed to ensure it met the standards, along with the provision of training materials regarding the manufacturing process. The monitoring and evaluation phase involved measuring the partners' understanding of briquette making before and after the training, as well as analyzing the briquette formulation tested in the laboratory. The results of the assistance showed an increase of more than 60% in the partners' understanding of corn cob briquette production after receiving training. The briquette formulation test showed that using 72% water (v/b from the mass of corn cobs) and 10% tapioca flour (b/b from the mass of corn cobs) could be recommended for the development of corn cob charcoal briquette production by the partners. Setiap tahun, jumlah limbah tongkol jagung terus bertambah. Di Desa Tetey, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, tongkol jagung dianggap tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan oleh masyarakat, sehingga umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket. Briket merupakan sumber energi alternatif yang dihasilkan dari bahan berkarbon melalui proses pirolisis pada suhu tinggi. Pemanfaatan limbah tongkol jagung bertujuan untuk mengurangi limbah yang terbuang percuma sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tetey. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan briket dari tongkol jagung. Tahap persiapan dan koordinasi dilakukan melalui diskusi mengenai materi pelatihan serta pengecekan ketersediaan tongkol jagung di Desa Tetey. Pada tahap implementasi, dilakukan analisis formulasi briket tongkol jagung untuk memastikan sesuai dengan standar, serta pemberian materi pelatihan mengenai proses pembuatannya. Tahap monitoring dan evaluasi melibatkan pengukuran pemahaman mitra tentang pembuatan briket sebelum dan sesudah pelatihan, serta analisis formulasi briket yang diuji di laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra hingga lebih dari 60% mengenai pembuatan briket tongkol jagung setelah menerima pembekalan. Uji formulasi briket arang menunjukkan bahwa penggunaan air sebesar 72% (v/b dari massa tongkol jagung) dan tepung tapioka 10% (b/b dari massa tongkol jagung) dapat dijadikan rekomendasi untuk pengembangan produksi briket arang tongkol jagung oleh mitra.
Co-Authors Abdul R.H. Korompot Andre G Kalensun Bando, Reksih Evander Bolilera, Theressa Bungan, Gladys K Christmas Togas Colling, Erningsi Dewi A Bukasa Djoni Hatidja Djoni Hatidja Edi Suryanto Edi Suryanto Feti Fatimah Ghazaly R. Umaternate Grace Aprianne Bellatrix Patiung Guntur Pasau Haider Ali Ginting, Haider Ali Harry Koleangan Harry S. J. Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J. Koleangan Harry S.J. Koleangan Henry Aritonang Henry F. Aritonang, S.Si., M.Si. Herling D. Tangkuman Jacobus, Meyffi Merrylin Jemmy Abidjulu Johnly Alfreds Rorong Julius Pontoh Julius S. Pontoh Kakame, Dewi Y. N. Koleangan, Harry Korompot, Abdul R.H. Kumanaung, Maureen Lengkong, Vanda Lidya I Momuat Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lusiana Eka Sari Maanari, Chaleb Paul Ma’ruf, Hasna Makatipu, Christian D. Marini Runtu Mariska Margaret Pitoi Martin Aprilino Tambunan, Martin Aprilino Maureen Kumaunang Maureen Kumaunang Max R.J. Runtuwene Meiske S Sangi Meiske S Sangi Meiske S. Sangi Meiske Sientje Sangi, Meiske Sientje Michelle Poluakan, Michelle Mira Marlinda Muzakir Rahalus, Muzakir Norrytha L Wuntu Onggeteua, Fita M. Pandelaki, Elmi C.J. Pangajow, Stoflly E. M. Prasetyo, Yudhie E Pujiarti, Pujiarti Rizky B. Holle Rosdiana Tidore Runtu, Marini Sanusi Gugule Silvana Yoce Tuwohingide Stifanus Billy Pelle Suhardi Titdoy, Suhardi Syamsi, Ibnu Darmawan Talita Kojong Taringan, Agres K. Tatinting, Gabriel Dinnydio Tumbel, Elsa D. Tumbelaka, Riddel M M Y Tumbelaka, Riddel M.M.Y. TUMUAHI, FIRGIN PRITTY DEISYELLA Vanda Kamu Vanda Lengkong Vanda S Kamu Vanda S. Kamu Vanny H. Siwi Wuntu, Norrytha L Wuntu, Norrytha L. Yudhie E Prasetyo