Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANTI KORUPSI SISWA SMP N 2 MANGGAR BELITUNG TIMUR: PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANTI KORUPSI SISWA SMP N 2 MANGGAR BELITUNG TIMUR Satrio, Ndaru; Anwar, Muhammad Syaiful; Asista, Aruna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v11i1.5009

Abstract

Anti korupsi merupakan jiwa dan nilai yang harus dimiliki sejak dini. Pembentukan jiwa anti korupsi harus diterapkan di setip sektor, tidak terkecuali sekto pendidikan, baik tingkat dasar, menengah maupun atas. Pembentukan karakter atau kepribadian anti korupsi dibentuk dan diterapkan kepada siswa-siswi SMP N 2 Manggar sebagai bekal awal dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Pemantapan nilai-nilai anti korupsi dilakukan oleh Tim Pengabdi dari Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. Metode yang dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya survei serta koordinasi awal yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dialami mitra yakni siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Setelah melakukan koordinasi awal, tim pengabdian akan berkoordinasi kembali terkait rencana pembentukan komunitas antikorupsi di SMP N 2 Manggar. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan atau sosialisasi mengenai nilai-nilai antikorupsi. Setelah sosialisasi ini, tim pengabdian dan Kepala Sekolah SMP N 2 Manggar meresmikan pengurus komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar. Penerapan anti korupsi sudah dilakukan oleh Sekolah, namun diharapkan melalui penanaman karakter nati korupsi yang dilakukan oleh Tim Pengabdi FH UBB akan menjadi pendorong implementasi anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Solusi yang diterapkan dalam layanan ini adalah membentuk kepribadian anti korupsi bagi siswa-siswi SMP N 2 Manggar. Tahapan selanjutnya yang dilakukan yakni membentuk komunitas anti korupsi di SMP N 2 Manggar agar lebih mudah berkoordinasi dan membuat buku saku anti korupsi.
Penggunaan Konjungsi “Kecuali” dan “Selain” dalam Bahasa Buku Kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie) Asista, Aruna; Sari, Rafiqa
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.16211

Abstract

The Use Of The Conjunction "Except" And "Besides" In The Language Of The First Book Of The Civil Code (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie)ABSTRAKHukum dan bahasa adalah dua entitas yang terpisah, tetapi sangat erat hubungannya. Hukum bergantung pada bahasa, dan tanpa bahasa hukum tidak dapat memanifestasikan bentuknya sehingga dapat dipahami oleh mereka yang kepadanya hukum itu disampaikan. Penulisan yang dilakukan untuk memaknai konjungsi “kecuali” dan “selain” yang terdapat dalam buku kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) bersumber pada Burgerlijk Wetboek peninggalan kolonial Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diresmikan melalui Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847, BAB IV tentang Perkawinan. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah jenis analisis deskriptif. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa penggunaan konjungsi “kecuali” dan “selain” dalam buku kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bersumber pada Burgerlijk Wetboek, sudah sesuai dengan penempatannya, yaitu pasal 31 ayat 1, pasal 33, 34, 39, 45, 57, 69, 70 aline pertama, 99 dan 100. Sedangkan, satu pasal yang terdapat konjungsi “selain”, yaitu pasal 36.Kata kunci: undang-undang, bahasa, konjungsiABSTRACTLaw and language are two separate entities, but they are very closely related. The law depends on language, and without language the law cannot manifest its form so that it can be understood by those to whom it is delivered. The writing carried out to interpret the conjunction "except" and "besides" contained in the first book of the Civil Code (Civil Code) is sourced from Burgerlijk Wetboek of Dutch colonial heritage which was translated into Indonesian and inaugurated through the Staatsblad No. 23 of 1847, CHAPTER IV on Marriage. The approach used in this writing is a descriptive qualitative approach.  The type of research used by theauthor is a type of descriptive analysis.   The results of this paper show that the use of the conjunction "except" and "besides" in the first book of the Civil Code sourced from Burgerlijk Wetboek, is in accordance with its placement, namely article 31 paragraph 1, articles 33, 34, 39, 45, 57, 69, 70 first inline, 99 and 100. Meanwhile, one article that has a conjunction "besides", namely article 36.Keyword: legislation, language, and conjunctions
Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Laras Hukum pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Asista, Aruna; Suntara, Reza Adriantika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20970

Abstract

This study aims to describe the variations of errors that arise in the use of Indonesian with elements of legal language contained in the Directory of Decisions of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in the Decisions of the Supreme Court of the Republic of Indonesia.This research is a qualitative descriptive research that is documentative or library research. Data collection is carried out through documentation techniques by examining several references to the use of legal language, both in the form of books, journals, magazines, newspapers, research reports, and legal documents relevant to the problem under study. The author records all matters related to the phenomenon of using legal language obtained from the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia as well as relevant documents, into a prepared notebook (Korpus). The data in this study is the use of legal language in the Directory of Decisions of the Supreme Court of the Republic of Indonesia with the determination of decision number 111/Pdt.P/2022/PN Pgp. The results of the analysis show that there are still many deep language errors in legal decisions seen from phonology, morphology, semantics, and syntax.
Penguatan Nasionalisme Generasi Z pada Era Disrupsi sebagai Upaya Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Bangsa di SMA Negeri 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat: Strengthening Generation Z's Nationalism in the Era of Disruption as an Effort to Increase National Character Values at SMA Negeri 1 Kelapa West Bangka Regency Suntara, Reza Adriantika; Satrio, Ndaru; Asista, Aruna
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i1.5792

Abstract

The disruption era has presented a dynamic pattern of life in all aspects; this has also touched the realm of national and state life. Generation Z, or the younger generation as supporters of the nation's future, is one part of life experiencing turmoil and disruption. Digital activities close to the younger generation have resulted in many positive and negative things. This is a good catalyst for the nation's progress and a bigger challenge in national life. Instilling nationalism as part of the nation's character values for the younger generation is necessary and must be instilled massively and sustainably to keep the younger generation from leaving the values of a good life that have long been adhered to by the Indonesian nation. Based on this, the service team from Universitas Bangka Belitung considers that strengthening nationalism for Generation Z needs to be conveyed through socialization steps to increase understanding and internalization of national character values.
KESALAHAN BERBAHASA MAHASISWA UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG: STUDI KASUS MAKALAH MAHASISWA Rozani, Muhammad; Asista, Aruna; Hartati, Lasmi
Jurnal Bindo Sastra Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Bindo Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbs.v8i1.7094

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai bentuk kesalahan bahasa tulis yang ditemukan dalam makalah mahasiswa. Manfaat hasil penelitian ini dapat menjadi khazanah pengetahuan dan acuan penulisan bagi pembaca terkait berbagai bentuk kesalahan yang harus dihindari dalam penulisan makalah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan cara mengkaji kesalahan berbahasa pada aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Selanjutnya, data divalidasi dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, yakni membandingkan atau mengecek data hasil kesalahan berbahasa makalah mahasiswa dengan sumber teori yang relevan. Data penelitian ini berupa makalah yang ditulis mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan berbahasa tulis dalam berbagai aspek, diantaranya aspek ejaan dan tanda baca, kata dan kalimat, dan pengembangan paragraf. Kesalahan tersebut bersumber pada penggunaan tanda baca, penggunaan huruf tebal dan huruf miring, pemakaian ungkapan bahasa asing, gabungan kata dasar, dan pembuatan kalimat serta pengembangan paragraf yang baik. Hasil analisis kesalahan berbahasa dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi formulasi dan rujukan dalam menulis makalah.