Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH (PRA)SARANA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL ASYROF BANDAR LAMPUNG Nurhidayati, Indah; Sudirman, Sudirman; Sutrisni, Sutrisni; Harjoko, Harjoko
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v3i1.2236

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian korelasi yang terdiri dari variabel Sarana Prasarana, Lingkungan Kerja dan variabel Kinerja Guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana Sarana Prasarana di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, (2) Bagaimana Lingkungan Kerja di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, (3) Bagaimana Kinerja Guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung, 4) Seberapa Pengaruh Sarana Prasarana Sekolah dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Subjek penelitian ini adalah guru di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan ex-post facto kuantitatif lapangan. Berdasarkan hasil penyebaran angket penelitian yang diisi oleh 25 responden meghasilkan pengaruh Sarana Prasarana terhadap Kinerja Guru hanya sebesar 0,7%. Lingkungan Kerja berada pada kategori cukup dengan rerata sebesar 63,00 dengan 25 responden dan 16 butir pertanyaan, artinya lingkungan kerja memiliki peran penting dalam menunjang kinerja guru di sekolah. Kinerja Guru berada pada kategori baik dengan scor rerata sebesar 121.48 dengan jumlah butir pertanyaan 30 artinya kinerja guru yang di lakukan oleh guru disekolah bisa dibilang baik. Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Asyrof Bandar Lampung. Hal ini ditunjukkan oleh sig = 0,000 < 0,05 artinya bahwa ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi R square sebesar 0,871. Dengan demikian secara parsial pengaruh yang diberikan oleh lingkungan kerja terhadap kinerja guru adalah sebesar 87,1%. dan sisanya 12,9% dipengaruhi oleh variabel lain.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA 1-2 TAHUN Sutrisni, Sutrisni; Mardiana, Hindun; masadi, masadi
Jurnal Bidan Pintar Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v4i2.5148

Abstract

Pola asuh pemenuhan nutrisi adalah praktek dirumah tangga yang diwujudkan dengan tersedianya pangan dan perawatan kesehatan serta sumber lainnya untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola asuh pemenuhan nutrisi yang tidak baik dapat menyebabkan anak menjadi kurang gizi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pola asuh gizi dengan status gizi balita usia 1-2 tahun di Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Metode dalam penelitian ini adalah korelasi dilakukan secara cross sectional, populasinya ibu dan balita usia 1-2 tahun, sampelnya 95 responden, dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. Instrumen dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisa data dilakukan dengan uji korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan yang digunakan 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik d ada Hubungan Antara Pola Asuh Gizi Dengan Status Gizi Balita Usia 1-2 Tahun di Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul kabupaten Kediri. Kekuatan korelasi dinyatakan oleh cukup dengan arah hubungan positif (+) artinya semakin tinggi pola asuh gizi maka semakin baik status gizi balita usia 1-2 tahun. Ada hubungan antara pola asuh gizi dengan status gizi balita usia1-2 tahun di Desa Padangan Kecamatan Kayen kidul Kabupaten Kediri. Diharapkan masyarakat khususnya responden untuk menggali informasi tentang pola asuh gizi yang benar sehingga akan meningkatkan status gizi balitanya. Kata kunci: Pola asuh gizi, status gizi balita.
PELAKSANAAN TRADISI BETANGAS SEBELUM PERKAWINAN ETNIK MELAYU DI DESA SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Sutrisni, Sutrisni; Bahari, Yohanes; Ramadhan, Iwan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i1.90322

Abstract

This research aims to describe the procession and meaning contained in the implementation of the betangas tradition before ethnic Malay weddings in Sungai Raya Village, Sungai Raya Islands District, Bengkayang Regency. Researchers used descriptive qualitative methods. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. This data is presented descriptively using 4 informants. The research results show that the procession in the betangas tradition in Sungai Raya Village is divided into 3, namely the initial process, the core process, and the end. The initial process is preparing the specified tools and materials. The core process is that all the ingredients are put into a pot filled with water while a mantra is read, then boiled until it boils, then the bride and groom are placed on a mat in a sitting position with the boiled water. The final process is that the village shaman bathes the bride and groom with water and a mantra is recited. The meaning contained in the betangas tradition is found in the ingredients used in the boiled water such as the buds of sui, citronella leaves, pandan leaves, and ylang-ylang flowers.
HUBUNGAN KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA Yanuaringsih, Galuh Pradian; Sutrisni, Sutrisni; Wigati, Putri Wahyu
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6463

Abstract

Abstrak Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Salah satu upaya pencegahan adalah pemberian tablet Fe (zat besi) secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe dengan status kesehatan, khususnya kejadian anemia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden terdiri dari 100 siswi SMP di SMP Negeri 3 Kediri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak patuh mengonsumsi tablet Fe, dan 45% dari mereka mengalami anemia ringan. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe berpengaruh terhadap status kesehatan remaja putri. Intervensi promosi kesehatan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Kata kunci: Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Fe, Anemia, Kesehatan Reproduksi
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN SADARI PADA REMAJA PUTRI Hadiyah, Nur; Dewi, Rahma Kusuma; Sutrisni, Sutrisni
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v2i1.1236

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan merupakan salah satu langkah deteksi dini yang efisien untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Survey pendahuluan di SMK PGRI 03 Kota Kediri dapatkan 8 remaja putri (80%)  dari  10 remaja putri tidak mengetahui apa itu SADARI. Sedangkan 2 (20%) lainnya mengetahui namun tidak pernah mencoba mengaplikasikan. Tujuan penelitian ini menganalisis Hubungan Sumber Informasi terhadap Pengetahuan Sadari Pada Remaja Putri Kelas X di SMK PGRI 03 Kota Kediri Tahun 2020. Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel sebanyak 60 responden menggunakan tekhnik total sampling dan data dikumpulkan melalui kuisioner dalam bentuk google form. Hasil menunjukkan hampir seluruhnya sebanyak 54 siswi (90,0%)  mendapatkan sumber informasi kurang dan sebagian besar sebanyak 43 siswi (71,7%) mempunyai pengetahuan kurang. Berdasarkan uji spearman rank nilai significancy (p) adalah 0,000 dan nilai correlation coefisien adalah 0,477. Karena nilai p <0,05 maka H0 ditolak sehingga ada Hubungan antara sumber informasi dengan pengetahaun sadari pada remaja putri kelas x di SMK PGRI 03 Kota Kediri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sumber informasi responden kurang, pengetahuan responden kurang, serta terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahaun sadari pada remaja putri kelas x di SMK PGRI 03 Kota Kediri Tahun 2020. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, Sumber Informasi, SADARI 
The Effect of Health Education on the Level of Knowledge about Toilet Training in Mothers with Toddler Age Children (1-3 Years) Sutrisni, Sutrisni; Putri Wahyu Wigati; Nani Nita; Adisty Dwipayanti; Lilik Bopo Lelono
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 2 (2022): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i2.341

Abstract

Toilet training for children is an attempt to train children to be able to control urination and defecation. The survey was obtained from 10 mothers who have children aged 1-3 years, 5 (50%) mothers said they did not understand toilet training, 3 (30%) children were very difficult to teach toilet training. The purpose of this study was to find out how the effect of the provision of health education on the level of knowledge about toilet training for mothers with toddler age children (1-3 years) at PAUD Al Hidayah Bakung Udanawu, Blitar Regency in 2022. This research method is a pre-experimental type. The subjects of this study were mothers who had toddler age children (1-3 years), with a sample size of 16. The sampling technique used was purposive sampling. Collecting data through primary data using a questionnaire and this study using univariate and bivariate analysis.Results of the study before the mother's level of knowledge about the health pedidikan given toilet training is known almost entirely (76.9 %) of respondents knowledgeable enough, whereas after the mother's level of knowledge about the health pedidikan given toilet training known to most (69.2 %) of respondents knowledgeable either. Based on statistical test using the Wilcoxon signed rank test known that the magnitude of the significant value of 0.014 with α=0.05. ρ value < α , then H0 rejected and H1 accepted.From the results of this study, it is expected that respondents can understand and remain consistent in implementing toilet training for preschool children.
The Relationship Between the Type of Mother's Work and the Development of Preschool-Aged Children in RA Azzahro, Kencong District Jember 2022 sutrisni, sutrisni; Putri Wahyu Wigati; Halimatus Saidah
Journal for Quality in Public Health Vol. 6 No. 1 (2022): November
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v6i1.435

Abstract

Mother's employment status is one of the factors that influence the occurrence of developmental disorders in children. The results of a preliminary survey conducted in May 2022, on 10 preschool children experiencing language development disorders 2 (20%), psychosocial development disorders 4 (40%) preschool age children, the purpose of this study was to determine the relationship between mother's employment status and child development at age preschool children at RA Azzahro, Kencong District, Jember Regency in 2022. This study uses research methods Analytical Correlation. In this research, sampling techniques or sampling technique used is the technique of the total sample (total sampling). This study was conducted on 42 respondents parents and pre-school children. The results showed that based on the results of the Chi Square test with a significant level of 0.05, p value = 0.009 = 0.05 then H0 was rejected and H1 was accepted, which means that there is a relationship between the mother's work status and child development while the value (r ) = 0.538 shows that the relationship between mother's work status and child development has a moderate correlation with a positive direction, which means that the better the mother's job status, the better the development of children in RA Azzahro, Kencong District, Jember Regency in 2022. Lack of stimulation given to children can cause developmental disorders such as children not trained for balance, then the child will have difficulty in moving so physically untrained child.
Klasifikasi Sindhenan Isen-Isen Dalam Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan Kirana, Nadilla Sekar Thalenta; Sutrisni, Sutrisni; Wijayanto, Bayu
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10720

Abstract

Skripsi dengan judul “Klasifikasi Sindhenan Isen-Isen Dalam Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan” ini membahas tentang sindhenan isen-isen baik unsur teks maupun musikal serta penerapannya pada gending. Setiap gending memiliki garap yang berbeda terutama garap ricikan ngajeng (rebab, gender, kendang, dan sinden). Sinden dalam karawitan berfungsi sebagai pengisi melodi ketika penyajian gending berlangsung. Hasil aktivitas atau pengolahan sinden ini yang disebut dengan sindhenan. Salah satu jenis yang dibahas dalam penelitian ini adalah sindhenan isen-isen. Jenis sindhenan ini tidak baku sehingga jumlahnya begitu banyak dan bervariasi tergantung pada kreativitas pesinden. Oleh karena jumlahnya yang banyak, maka perlu adanya klasifikasi sesuai dengan jenis balungan gending. Salah satu unsur dalam sindhenan isen-isen adalah teks/cakepan. Teks dalam sindhenan ini bervariasi dan memiliki penerapan yang berbeda-beda, oleh sebab itu perlu diketahui bentuk dan penerapannya. Atas dasar permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi sindhenan isen-isen dan untuk mengetahui bentuk teks, unsur musikal serta penerapannya dalam gending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan konsep mungguh. Proses pengumpulan data juga dilakukan dengan wawancara kepada beberapa narasumber agar memperoleh data terbaik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sindhenan isen-isen dibagi menjadi 7 jenis yaitu isen-isen mbalung, isen-isen cengkok, isen-isen nglagu, isen-isen sungsun, isen-isen plesedan, isen-isen pematut, dan isen-isen wiletan. Teks yang m sindhenan isen-isen berbentuk teks bebas dan bentuk parikan. Penerapan sindhenan isen-isen secara umum terletak pada gatra ganjil jika didasarkan atas padhang ulihan, maka kedudukan isen-isen terletak pada kalimat padhang.Kata kunci: klasifikasi, sindhenan, isen-isen, lirihan.The thesis entitled "Classification of Sindhenan Isen-Isen in Gending Uyon-Uyon Garap Lirihan" discusses sindhenan isen-isen both textual and musical elements and their application to gending. Each piece has a different composition, especially the front ricikan (rebab, gender, drums and sinden). Sinden in karawitan use as a melodic filler in the performance. The result of this sinden activity or processing is called sindhenan. One of the types discussed in this research is sindhenan isen-isen. This type of sindhenan is not standard, so there are so many of them and they vary depending on the creativity of the singer. Because of their large number, it is necessary to classify according to the type of balungan gending. One of the elements in sindhenan isen-isen is text/cakepan. The texts in this sindhenan are varied and have different applications, therefore it is necessary to know their form and application. On the basis of these problems, this study aims to classify sindhenan isen-isen and to find out the form of the text, musical elements and their application in gending. The method used in this study is a qualitative research, namely a descriptive method of analysis using the true concept. The data collection process was also carried out by interviewing several informants in order to obtain the best data. The results obtained in this study indicate that sindhenan isen-isen is divided into 7 types, namely isen-isen mbalung, isen-isen cengkok, isen-isen nglagu, isen-isen sungsun, isen-isen plesedan, isen-isen pematut, and isen-isen wiletan. The text used in the sindhenan isen-isen is in the form of free text and parikan form. The application of sindhenan isen-isen in general lies in an odd gatra if it is based on padhang ulihan, then the position of isen-isen lies in padhang sentences.Keywords: classification, sindhenan, isen-isen, lirihan.
Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo Utari, Puput Sri; Suhardjono, Suhardjono; Sutrisni, Sutrisni
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10722

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur garap dalam karawitan iringan Wayang Othok Obrol. Fokus pembahasan penelitian meliputi bentuk dan fungsi gending, struktur adegan dan sajian gending, serta garap penyajian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yang dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wayang Othok Obrol merupakan bentuk pertunjukan wayang kulit yang termasuk dalam jenis pakeliran padat. Pertunjukan Wayang Othok Obrol lakon Prasetya Adipati Karno terbagi menjadi tiga (3) bentuk adegan yang terdiri dari jejer, adegan, dan strat. Iringan yang digunakan memiliki bentuk gending yang berbeda dengan bentuk gending pada umumnya. Hal tersebut terlihat dari tabuhan kolotomik yang terdiri dari ketuk, kenong, dan kempul. Iringan Wayang Othok Obrol terdiri dari gending khusus dan lagu glenukan. Gending khusus merupakan gending yang sudah dibakukan untuk mengiringi pertunjukannya. Gending tersebut terdiri dari Ayak obrol, Srepeg obrol, gending Kasatriyan dan Sampak titir. Adapun Glenukan merupakan bentuk iringan yang berfungsi sebagai pembentuk suasana adegan dalam pertunjukan Wayang Othok Obrol.Presentation of the Wayang Othok Obrol Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style PakeliranThis study is entitled "Presentation of the Othok Obrol Wayang Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno Play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style Pakeliran". The purpose of this research is to describe the form and structure of the work on the musical accompaniment of Wayang Othok Obrol. The focus of the research discussion includes the form and function of the piece, the structure of the scene and presentation of the piece, as well as the work on the presentation. The research method used in this research is descriptive analysis method, which is carried out by means of literature studies, interviews, observation, and documentation. Wayang Othok Obrol is a form of wayang kulit performance which is included in the solid type of puppetry. The performance of the Wayang Othok Obrol play by Prasetya Adipati Karno is divided into three (3) forms of scenes consisting of sequences, scenes and strat. The accompaniment used has a form that is different from the form of music in general. This can be seen from the colotomic wasp which consists of tap, kenong, and kempul. The accompaniment of the Wayang Othok Obrol consists of special renditions and glenukan songs. Special gending is a gending that has been standardized to accompany the performance. The pieces consist of Ayak obrol, Srepeg obrol, Kasatriyan and Sampak titir songs. The Glenukan is a form of accompaniment that functions as a setting for the atmosphere of the scene in the Wayang Othok Obrol performance.