Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran pada siswa SD Negeri 58 Kota Bima Sry Rahmawaty Rahmawaty; Suwarjo Suwarjo
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2016): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.322 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i1.10692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penggunaan metode bermain peran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 58 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain penelitian Kemmis dan McTaggart. Penelitian tindakan kelas ini diimplementasikan pada siswa kelas V SD Negeri 58 Kota Bima, pada semester I tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari tiga tindakan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, implementasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes unjuk kerja, dan pedoman observasi, kemudian dianalisis secara  kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada skor rata-rata siswa 78, 61 pada  siklus 1 dengan klasifikasi baik, dan skor rata-rata siswa siklus 2 menjadi 81,04 dengan klasifikasi sangat baik. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dari rata-rata 81,00 pada siklus 1 menjadi 92,00 pada siklus 2 dengan klasifikasi sangat baik. Jadi pelaksanaan tindakan menggunakan metode bermain peran telah mencapai indikator keberhasilan dalam penelitian ini yakni skor perolehan rata-rata keterampilan berbicara siswa  ≥75,00 dan ketuntasan  belajar klassikal mencapai 75%. Peningkatan ini disebabkan karena adanya perubahan prosedur teknik, perubahan materi, dan perubahan anggota kelompok. 
Identifikasi permasalahan perancangan program bimbingan dan konseling pada guru SMK di Kota Yogyakarta Muh Farozin; Suwarjo Suwarjo; Budi Astuti
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2017): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.897 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v10i1.16795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan perancangan program bimbingan dan konseling pada guru bimbingan dan konseling SMK di kota Yogyakarta meliputi: rasional, dasar hukum, visi dan misi, deskripsi kebutuhan, tujuan, komponen program, bidang layanan, rencana operasional, pengembangan tema/topik, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut, anggaran biaya, sarana prasarana,dan ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan jam mata pelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa pada proses perancangan program bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan konseling mengalami permasalahan pada aspek: (1) evaluasi pelaporan dan tindak lanjut; (2) anggaran biaya; (3) sarana prasarana; serta (4) ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan mata pelajaran. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lanjutan yang terkait dengan perancangan program bimbingan dan konseling terutama pada kesulitan pada aspek evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut; anggaran biaya; sarana prasarana; dan ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan mata pelajaran.
Kampung Ramah Anak: Upaya Penerapan Program Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Di Kampung Karanganyar Kelurahan Brontokusuman Kemantren Mergangsan Kota Yogyakarta Apriliyani Apriliyani; Suwarjo Suwarjo
POPULIKA Vol. 14 No. 1 (2026): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v14i1.2178

Abstract

Since implementing the Child-Friendly City (KLA) program in 2009, Yogyakarta City has successfully obtained the Nindya predicate in 2018-2019, one of which is through the Child-Friendly Village (KRA) Program strategy. However, over time, the implementation of the KRA Program is not without problems. One of the problems is the high population dynamics and mobility and the density of personal activities which are one of the causes of several KRA Villages experiencing stagnation in their activities. This study aims to describe the implementation of the KRA Program in the Child-Friendly Village of RW 16, Karanganyar Brontokusuman Mergangsan Village, Yogyakarta City. This study uses a qualitative approach with informants from the KRA Task Force administrators and several related agencies. Triangulation techniques are used to test the validity of the data obtained before being presented. The results of the study indicate that the implementation of the KRA Program in Karanganyar Village RW 16 in 5 (five) clusters has not been running well. The implementation model from Edwards III shows the existence of communication factors, resources, implementer attitudes, and bureaucratic structures that are less than optimal in supporting program implementation. The decline in communication and coordination between administrators since 2020 due to their busy schedules is one of the contributing factors. Furthermore, limited program funding sources also hamper the implementation of the KRA program. Government funding remains severely limited. Government assistance is provided primarily in the form of counseling and mentoring. To support funding, efforts have been made to raise funds from community contributions, but the amounts are relatively small. The business sector has also provided assistance in the form of goods or facilities. Keywords: Program Implementation; Child-Friendly Villages; Child Protection.