Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Yogurt dan Jeruk Nipis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik Jus Bit (Beta Vulgaris L.) untuk Penyakit tidak Menular -, naura rahadatul aisy; Suwita, I Komang; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4744

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Laporan dari WHO menunjukkan bahwa PTM sejauh ini merupakan penyebab utama kematian di dunia, 60% dari total kesakitan dan 73% kematian di dunia. Umbi Bit merupakan bahan pangan tinggi antioksidan namun kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, jus bit ditambahkan yogurt dan jeruk nipis untuk meminimalisasi rasa dan aroma kurang menyeanngkan pada bit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik untuk penyakit tidak menular. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk aktivitas antioksidan adalah One-Way ANOVA dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kekentalan) dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penambahan yogurt dan jeruk nipis memberikan perbedaan yang signifikan terhadap mutu organolepik yang meliputi warna dan aroma, yaitu pada taraf perlakuan P0 dengan P1, P2, dan P3. Rasa dan kekentalan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Perlakuan terbaik penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit (Beta vulgaris L.) diperoleh pada mutu dengan organoleptik aroma, rasa, dan kekentalan tertinggi yaitu 3,27; 3; 2,6 dengan aktivitas antioksidan IC50 54,9 mg/ml. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan jeruk nipis maka aktivitas antioksidan semakin meningkat. Hasil analisis penelitian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi presentase yogurt dan jeruk nipis maka tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan meningkat. Kata kunci: aktivitas antioksidan; jeruk nipis; mutu organoleptik; umbi bit; yogurt
PENGGUNAAN APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID BAGI MASYARAKAT KELOMPOK TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR: PENGGUNAAN APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID BAGI MASYARAKAT KELOMPOK TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR Suwita, I Komang; Riyadi, Bastianus Doddy
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 2 (2025): JPPMI- April 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i2.70

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu menggunakan aplikasi SIGITA berbasis android, dalam pencatatan dan pelaporan di Puskesmas Garum. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendampingan kolaborasi. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah ahli gizi, bidan, kader, dan orang tua balita di wilayah Puskesmas Garum Kabupaten Blitar sebanyak 12 orang. Jumlah peserta sebanyak 3 dari masing-masing populasi menggunakan teknik pendampingan kolaborasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian, aplikasi SIGITA dapat diakses oleh ahli gizi melalui web laravel sedangkan untuk kader, bidan, dan ibu balita dapat diakses melalui android. Efektivitas dan efisiensi aplikasi SIGITA dengan kategori baik sebanyak 11 responden (92%) sedangkan 1 responden (8%) dengan kategori cukup. Kesimpulan, 1) Aplikasi SIGITA dapat digunakan oleh 4 user. Ahli gizi difasilitasi dalam membuat akun semua user dan mengelola data, bidan memantau balita yang ada di wilayahnya, kader menginput data posyandu dan melakukan penjadwalan, serta ibu balita dalam memantau tumbuh kembang dan status gizi balita. 2) Sebagian besar menyatakan efektivitas dan efisiensi aplikasi SIGITA dengan kategori baik
Substitution Effect of Purple Sweet Potato Flour (Ipomea batatas) and Green Ocra (Abelmoschus esculentus) As a High Dietary Fiber Snack Bar for Obese Adolescent Girls Ramadhani, Siti Nur; Mustafa, Annasari; Suwita, I Komang; Pudjirahaju, Astutik
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3430

Abstract

The trend of obesity among adolescent girls aged 10 – 19 years increased from 4.2% in 2014, 4.5% in 2015, and 4.7% in 2016. Followed by southeast asia in 2014 increased from 1.9% to 2.1% in 2015, and 2.3% in 2016. Riskesdas reported prevalence of obesity in adolescent girls was higher than adolescent boys, which was 1.5% in 2010, 1.9% in 2013, and 4.5 % in 2018. This study aims to analyze the effect of purple sweet potato and green ocra as a subtitutes for snack bars by considering chemical quality, nutritional quality, and organoleptic quality for obese adolescent girls. The study was carried out by using 4 levels of treatment with proportion wheat flour: purple sweet potato flour: green ocra that is P0 (100: 0: 0), P1 (20: 40: 40), P2 (20: 30: 50), and P3 (20: 20: 60). The results of the study showeded that purple sweet potato flour and green ocra had a significant effect (p<0.05) on water content, ash, protein, fat, carbohydrates, energy value, dietary fiber, color, taste, and texture but did not have a significant effect (p>0.05) on aroma snack bars. Furthermore, the best level treatment is P2 (20: 30: 50), with the highest panelist acceptance and high in dietary fiber that is 6,99 ± 0,035 g/100 g in which good for obese adolescent girls. Serving size of snack bar P2 (20: 30: 50) is 55 grams according to Recommended Dietary Allowance for adolescent girls aged 16 – 18 years and 10% of the daily requirement for snacks.
SUBSTITUSI TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine max L.) DAN PISANG RAJA (Musa paradisiaca L. var sapientum) TERHADAP MUTU KIMIA, MUTU GIZI, DAN MUTU ORGANOLEPTIK SNACK BAR BAGI PENDERITA HIPERTENSI: Substitution of Soybean Flour (Glycine Max L.) and Plantain (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum) on Chemical Quality, Nutritional Quality, and Organoleptic Quality of Snack Bars for Hypertension Sufferers Razak, Maryam; Suwita, I Komang; Damayanti, Yuan Dika
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.353

Abstract

World Health Organization (WHO) 2018 shows that around 26.4% of the world's population has hypertension by comparison to 26.6% of men and 26.1% of women. According to Riskesdas (2018), hypertension sufferers in Indonesia reached 8.4% at the age of ≥ 18. One of the ways to prevent this case to develop a snack bars formula made with local ingredients. The processing of this snack bar is expected to become a high-potassium snack. The purpose of this study was to analyze the effect of soybean and plantain flour substitution on chemical quality (moisture content, ash content), nutritional quality (protein, fat, carbohydrates, energy, potassium), and organoleptic quality (color, aroma, taste, texture) snack bar for hypertension sufferers. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatment levels and 12 experimental units, with the proportions of wheat flour: soybean flour: plantain, P0 (100:0:0), P1 (30: 40: 30), P2 (30: 50: 20), and P3 (30: 60:10). The results showed that the substitution of wheat flour, soybean flour, and plantains in the snack bar had a significant effect on the water content. However, it was not significant for ash content, protein, fat carbohydrates, energy value potassium content, color, aroma, taste, and texture. The best treatment of snackbar at P3 (30: 60: 10).
VIDEO DESAIN PRODUK ALAT MONITORING DAN EVALUASI KECEMASAN KESEHATAN MENTAL MENGGUNAKAN YOUTOBE SHORT BAGI MASYARAKAT: DESAIN PRODUK ALAT MONITORING DAN EVALUASI KECEMASAN KESEHATAN MENTAL MENGGUNAKAN YOUTOBE SHORT BAGI MASYARAKAT Yudho Trisnanto, Puguh; Alan Karunia Sakti, Dea; Suwita, I Komang; Maulidah Hariez, Tsalits; Zani Pitoyo, Achmad; Gunawan, Gunawan; Vicky Alvionita, Chyntia
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 1 No 2 (2024): JPPMI- Oktober 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v1i2.52

Abstract

Alat Monitoring dan Evaluasi Kecemasan Kesehatan Mental merupakan bentuk alat monitoring kesehatan dengan metode control dalam bentuk tombol tingkat kecemasan memiliki pola warna, ungu, merah tua, merah, dan merah muda yang dimplementasikan kedalam informasi kode penyakit ICD-10 output tampilan menyertakan nama dan kode penyakit yang rentan akan diderita. Solusi yang diberikan hasil proses pengiriman tingkat kecemasan pengguna, mendapat respon dalam bentuk email, video call, watshaap dll. Untuk memudahkan dalam terapi kesehatan mental secara berkala dan pereodik. Hasil yang didapatkan tidak berkaitan dengan penyimpanan data saja. Melainkan juga feedback dari system keapada pengguna sehingga pengguna dengan respon cepat dapat memberikan informasi kembali berkaitan dengan kesehatan mental yang didapatkan. Yang terpenting disini bagaimana Unit Rekam Medis memiliki pengembangan sistem informasi rekam medis jangka pendek, menengah, dan jangka panjang informasi data yang disampaikan akan disimpan dan dirahasiakan Aplikasi ini bertujuan jelas memberikan masukan dan solusi dalam merencanakan Sistem informasi rekam medis bersama beberapa pakar ahli sistem baik dibidang sistem informasi, manajemen, dan pengelolaan SDM untuk memperoleh hasil monitoring dan evaluasi kecemasan kesehatan mental secara akurat dan tepat.
Effect of Sorghum bicolor L. and Moringa oleifera Leaf Flour Substitution on the Nutritional and Organoleptic Quality of Snack Bars for Type 2 Diabetes Mellitus Patients Amin, Fawwiz Aulya; Puspita, Theresia; Suwita, Komang
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2025.9.1.17729

Abstract

According to the International Diabetes Federation (IDF), the prevalence of type 2 diabetes mellitus (DM) had increased from 10.5% in 2021 to 11.1% in 2025. The need for the development of functional foods can support dietary management in diabetes sufferers. The purpose of this study was to analyze the effect of substituting sorghum flour and moringa leaf flour on nutritional quality (moisture, ash, protein, fat, carbohydrate content, and energy), organoleptic quality (color, aroma, taste, and texture), and functional quality (fibre and antioxidant activity) of snack bars for type 2 diabetics. This study used a Completely Randomized Design (CRD) using three levels of treatment with the following proportions of sorghum flour to moringa leaf flour: P1 (85:15), P2 (90:10), and P3 (95:5). A total of 25 semi-trained panelists were selected using a purposive sampling technique. Data’s were analyzed using One-Way ANOVA for nutritional parameters and functional quality, Kruskal Wallis test for organoleptic data with a 95% confidence level. The results showed that the substitution of sorghum flour and moringa leaf flour had a significant effect on protein, fibre, and snack bar taste (p<0.05). However, it had no significant effect on moisture, ash, fat, carbohydrate, color, aroma, texture, or antioxidant activity of snack bars. It was also found that the best treatment level was P3 (95:5). The snack bar formulation based on sorghum and moringa leaves has the potential to be developed as a low glycemic index functional food that supports diet management in type 2 DM patients.
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM SMART-JKN BERBASIS KECERDASAN BUATAN UNTUK PENANGANAN PESERTA JKN PADA SITUASI BENCANA DI INDONESIA: IMPLEMENTASI SISTEM SMART-JKN BERBASIS KECERDASAN BUATAN UNTUK PENANGANAN PESERTA JKN PADA SITUASI BENCANA DI INDONESIA Yudho Trisnanto, Puguh; Vidia Marselina, Elystia; Doddy Riyadi, Bastianus; Suwita, I Komang
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2025): JTKD- September 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengimplementasikan sistem SMART-JKN (Smart Jaminan Kesehatan Nasional) berbasis kecerdasan buatan sebagai solusi digital dalam penanganan peserta JKN pada situasi bencana di Indonesia. Sistem ini mengintegrasikan Decision Support System (DSS), Artificial Intelligence (AI), dan Geographic Information System (GIS) untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan medis. Dengan metode System Development Life Cycle (SDLC), hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata 96%, dengan fitur terbaik Simpan & Ekspor Laporan (100%) dan Decision Cepat (99%). Sistem mempercepat pengambilan keputusan medis hingga 65% lebih cepat dibandingkan metode manual. Temuan ini mendukung teori Digital Health Efficiency (Pannunzio, 2023) dan Health Information System Integration (Chen, 2024), yang menegaskan bahwa inovasi digital dapat memperkuat respons, interoperabilitas, dan efektivitas layanan kesehatan. SMART-JKN berpotensi menjadi model nasional dalam transformasi digital JKN menuju era Health 5.0 yang tanggap bencana dan berbasis data cerdas.
ANALISIS LABEL, INFORMASI NILAI GIZI, KANDUNGAN GIZI, DAN KLAIM GIZI PADA PRODUK MP-ASI KOMERSIAL Soctmada, Dycco Nur; Suwita, I Komang; Pudjirahaju, Astutik
Jurnal Pendidikan Kesehatan (e-Journal) Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v14i2.4959

Abstract

In Indonesiam there are still discrepancies in labels, nutritional value information (NVI), nutrient content and nutritional claims found in processed food products from several studies that have been conducted, including commercial complementary foods. This research aims to analyze the suitability of nutritional labels, the suitability of nutritional value information, the suitability of nutritional substances, and the suitability of nutritional claims on commercial complementary foods product packaging in overcoming the acceleration of stunting reduction in toddlers. The type of research used is exploratory using a descriptive-qualitative method design by collecting the necessary data from commercial complementary foods product packaging labels, then it is described in its entirety and an overview is given regarding conformity to the label, inclusion of NVI, nutritional content, and nutritional claims. based on existing laws and regulations in Indonesia. A discrepancy was found in the product label for the minimum information category (list of ingredients used) and other information (product designation); The inclusion of NVI is in accordance with the standards; Discrepancies were found in protein content, several vitamins and minerals; Discrepancies were found in claims for iron sources and protein sources; Several violations were found regarding label suitability, nutritional content, and nutritional claims based on Law No. 1 Year 1999 regarding Consumer Protection. There are still discrepancies found in labeling, some nutritional content based on standards, and nutritional claims for iron sources and nutritional claims for protein sources.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL TENAGA KESEHATAN MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR: LITERASI DIGITAL TENAGA KESEHATAN MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI SIGITA BERBASIS ANDROID DI PUSKESMAS GARUM KABUPATEN BLITAR Riyadi, Bastianus Doddy; Suwita, I Komang
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 3 (2025): JPPMI -Oktober 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i3.95

Abstract

Transformasi digital pada era Society 5.0 mendorong penerapan sistem pencatatan berbasis aplikasi dalam pelayanan posyandu untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi data. Di Puskesmas Garum Kabupaten Blitar, proses pencatatan status gizi balita masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi keterlambatan pelaporan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital tenaga kesehatan melalui penggunaan aplikasi SIGITA berbasis Android. Metode yang digunakan adalah collaborative mentoring dengan melibatkan 12 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader posyandu, dan orang tua balita. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi penggunaan aplikasi, dan evaluasi melalui kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan pengguna secara signifikan. Rata-rata skor literasi digital meningkat dari 2,26 sebelum pelatihan menjadi 4,4 setelah pendampingan. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek penilaian, termasuk kemudahan penggunaan aplikasi, kecepatan pencatatan, kelancaran pelaporan digital, aksesibilitas data, dan kepuasan pengguna. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi SIGITA efektif dalam meningkatkan literasi digital dan mendukung percepatan proses pencatatan serta pelaporan status gizi balita di Puskesmas Garum Kabupaten Blitar
MODEL INTEGRATIF SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERBASIS AI DCS, API DAN CLOUD STORAGE Trisnanto, Puguh Yudho; Kesuma, Sandry; Suwita, I Komang; Sakti, Dea Alan Karuania
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v11i1.8820

Abstract

Penelitian ini mengusulkan model konseptual sistem informasi rumah sakit berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan Deci-sion Control System (DCS), Application Programming Interface (API), dan penyimpanan cloud. Model dirancang untuk mendukung pengel-olaan data rekam medis elektronik, manajemen pasien, interaksi pub-lik, serta pengambilan keputusan klinis secara real-time. Melalui pen-dekatan rekayasa sistem, dilakukan analisis kebutuhan, desain arsi-tektur, pemodelan proses, dan simulasi data. Hasil pengujian menun-jukkan nilai Function Point (FP) sebesar 5,896 dengan kompleksitas sistem sederhana dan risiko rendah. Uji Measuring Effort menghasilkan estimasi effort sebesar 3,30 orang-bulan, dengan probabilitas perbaikan hanya 5%. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi AI-DCS-API dapat meningkatkan efisiensi sistem informasi rumah sakit dan layak diimplementasikan sebagai dasar pengembangan smart hospital.