Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DENGAN METODE DESIGN THINKING DI PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK YOGYAKARTA Budi Suyanto; Gatan Agrasyach D
Jurnal Informatika Dan Tekonologi Komputer (JITEK) Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Informatika dan Tekonologi Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jitek.v4i1.2916

Abstract

DigiKnow is a Knowledge Management Collaboration Tool that functions as an enabling process for Acquisition, Repository, Sharing & Utilizing Knowledge in TelkomGroup and 12 SOE clusters. But Digiknow is still not working properly so it cannot be used internally by PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. The Business/System Anlyst has the task of collecting data on the opinions of Telkom employees regarding the Digiknow website and application. After getting the data, we made Crazy 8 based on the opinions we got to generate new ideas that we could develop in this project.
“Tidak Ada Brand” sebagai Brand dalam Praktik Branding Informal Warung Madura di Ruang Urban Suyanto, Budi; ajar Thalib, Raja F
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 10 No. 01 (2026): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v10i01.222

Abstract

Artikel ini membahas fenomena Warung Madura sebagai bentuk branding informal di ruang urban. Penelitian ini berangkat dari kritik terhadap pemahaman brand yang cenderung direduksi pada sistem identitas visual formal seperti logo, slogan, dan strategi komunikasi terencana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, penelitian ini mengkaji bagaimana Warung Madura membentuk dan mempertahankan identitas brand tanpa sistem branding formal melalui praktik keseharian masyarakat di wilayah Jakarta. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap aspek visual, spasial, dan praktik layanan Warung Madura, serta analisis narasi sosial terkait penggunaan istilah “Warung Madura” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Madura memiliki tingkat pengenalan publik yang tinggi meskipun tidak didukung oleh identitas visual formal. Identitas brand terbentuk melalui konsistensi praktik visual sederhana, fleksibilitas layanan, serta relasi sosial yang berulang antara pemilik warung dan pelanggan. Penamaan “Warung Madura” berfungsi sebagai label kolektif yang dilekatkan oleh masyarakat dan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan pengenalan. Temuan ini menegaskan bahwa brand dapat tumbuh secara organik sebagai praktik sosial, bukan semata sebagai hasil perancangan komunikasi visual yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep “tidak ada brand” perlu dibaca secara kritis, karena ketiadaan sistem branding formal tidak berarti ketiadaan identitas atau makna. Warung Madura menunjukkan bahwa branding informal dapat berfungsi secara efektif dalam konteks ekonomi informal dan ruang urban. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian branding dan Desain Komunikasi Visual yang lebih kontekstual dan peka terhadap praktik keseharian masyarakat.