Claim Missing Document
Check
Articles

KEBAHAGIAAN BUKAN ANGKA-ANGKA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majalah Fortune maupun majalah Forbes menggunakan angka-angka untuk menilai perusahaan tersebut sukses atau gagal. Kesuksesan perusahaan tersebut ditunjukkan oleh besarnya angka penjualan, besarnya angka keuntungan, angka produktivitas, besarnya angka kemampunnya menembus pasar global, besarnya angka yang dikeluarkan  untuk meningkatkan kinerja sumberdaya manusia dan besarnya angka untuk meningkatkan citra perusahaan. Perusahaan yang paling besar angkanya adalah perusahaan yang paling top di dunia. Demikian juga CEO (Chief Executive Officer) perusahaan juga dengan angka-angka tersebut dinilai kesuksesannya. CEO merasa bahagia kalau angka-angka yang telah ditargetkan dapat dicapai.   Angka-angka yang menunjukkan kesuksesan inilah yang dikejar oleh para CEO di antero dunia. Richard McGinn merupakan CEO Lucent Technologies yang pernah sukses mengubah devisi pembuatan peralatan AT&T menjadi bintang Wall Street setelah meraih kenaikan penjualan dua digit (lebih dari 10 %). Tetapi tidak akan bertahan selamanya dan pada 2000, Lucent dua kali gagal  meraih targetnya. Masalahnya berada pada tenaga penjualan. Dari berbagai laporan media bisnis, perintah McGinn kepada pasukan penjualannya adalah wujudkan transaksi, apapun kendalanya. Menurut media Lucent menjanjikan beragam diskon, kredit dan insentif-insentif lain untuk merangsang penjualan. Ketika target kembali gagal diraih, semuanya hancur dan McGinn terkapar, harga saham Lucent jatuh dan masa depan perusahaan kacau balau. McGinn merasa sedih karena tidak dapat memenuhi angka-angka yang dibuatnya.   Pramod Batra dalam bukunya Born To Win mengisahkan tentang Henry Ford dan Penjual bunga. Henry Ford membeli bunga untuk istrinya dari sebuah toko setiap Jum?at malam. Suatu kali ia bertanya pada si penjual bunga yang telah berusia lanjut. ?Pak, toko Anda laris. Mengapa tidak buka cabang?? Tanya Henry Ford. ?Ya, sesudah itu terus?? jawab si penjual bungan sambil bertanya kembali. ?Bapak akan mempunyai beberapa cabang di Detroit.? kata Ford. Penjual bunga, ?Ya, sesudah itu terus??. Henry Ford ?Kemudian di seluruh Amerika?. Penjual bunga, ?Ya, sesudah itu terus??. Henry Ford, dengan agak marah ?Ya ampun. Tentu saja Bapak akan bahagia.?. ?Ya, saya memang sudah bahagia sekarang ini? jawab si penjual bunga. Henry Ford berlalu dengan menahan rasa malu. Itulah perbedaan kebahagian orang diukur dengan angka dan tidak dengan angka. Penjual bunga mengukur kebahagiaan tidak dengan angka, sedangkan Henry Ford mengukur kebahagian dengan angka, yaitu angka cabang perusahaan, ataupun angka keuntungan perusahaan.             Sebagian besar dari kita, seringkali mengukur kebahagiaan dengan angka-angka, yaitu angka jumlah rumah atau harga rumah, jumlah mobil, jumlah perusahaan, jumlah angka-angka dalam tabungan, angka-angka saham kepemilikan perusahaan dan angka-angka lainnya dengan harapan akan bahagia. Justru ternyata angka-angka itu akan menjerumuskan kita, jika kita tidak mampu menggunakan angka-angka itu dengan baik. Jika kita dapat hidup bahagia dengan angka-angka, maka kita dapat mati mengenaskan dengan angka-angka pula. Bukanlah angka yang membuat bahagia. ?Kenanglah anugrah-anugrah Allah supaya kamu bahagia? (Al-A?Raaf,69).
BELAJAR DARI PENGUSAHA BECAK (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.358 KB)

Abstract

 Pelajaran berikutnya dari dari pengusaha becak adalah tentang bertindak efektif. Mengapa, dalam dua tahun milik Saudara kita Jawa, bermula dari 2 becak, setelah 2 tahun, tetap saja 2 becak? Dan mengapa Saudara kita Tionghoa, dari 2 becak menjadi 12 becak? Selain pemberian nama yang baik, juga yang dilakukan oleh pengusaha becak Saudara Tionghoa tersebut adalah bertindak efektif.  Pengusaha becak Saudara kita Jawa, menganggap bahwa kepemilikan becak itu dimiliki secara mutlak, tukang becak tidak boleh memiliki becak, sehingga Tukang becak itu menggunakan dan memelihara becak sewajarnya saja, karena bukan miliknya.Sedangkan pengusaha becak Saudara kita Tionghoa memberikan kesempatan kepada tukang becak dan memberi jalan keluar untuk memiliki becak. Pengusaha becak Saudara kita Tionghoa memiliki becak sejumlah 12 tersebut, sesungguhnya bukan becak miliknya semua, sebagian dari becak itu miliknya tukang becak. Tukang becak tersebut disuruh setor lebih tinggi dari biasanya, tetapi dalam waktu tertentu (misalnya 2 tahun), becak tersebut menjadi milik tukang becak. Karena merasa memiliki, maka tukang becak tersebut menggunakan dan memelihara becak tersebut sebaik mungkin. Apa yang dilakukan Pengusaha becak Saudara kita Tionghoa terhadap Tukang becak, mitranya, menurut Stephen R Covey, disebut efektivitas, yang merupakan keseimbangan antara produksi dan kemampuan produksi. Produksi merupakan hasil yang dinginkan, yaitu uang yang disetorkan. Sedangkan kemampuan produksi adalah kemampuan atau aset yang menghasilkan uang setoran, yaitu Tukang becak dan becaknya. Pengusaha saudara kita Tionghoa berusaha untuk memelihara dan menjaga Tukang becak sebaik-baik, agar Tukang becak tersebut tetap menghasilkan uang setoran dan memelihara becaknya dengan baik, karena dalam jangka waktu tertentu becak itu akan menjadi miliknya. Semakin besar setoran, semakin cepat pula becak itu menjadi miliknya. Pengusaha saudara kita Tionghoa melakukan tindakan yang efektif. Seringkali kita bertindak sebaliknya, dengan mencari keuntungan atau hasil jangka pendek dengan merusak kemampuan produksi atau aset fisik, misalnya mobil, komputer, telepon, fax, bahkan tubuh kita atau lingkungan kita. Kita jarang memelihara atau merawat mobil, komputer, telepon dan fax. Setelah aset tersebut rusak, maka kita baru sadar bahwa aset tersebut merupakan aset kunci. Biaya untuk memperbaiki aset tersebut jauh lebih mahal daripada memelihara aset tersebut secara rutin. Maka kita telah melakukan hal yang tidak efektif.             Kita juga sering berbicara tentang pelayanan pelanggan. Kita sering mengabaikan orang yang berurusan dengan pelanggan, yaitu karyawan. Sehingga kita baru sadar setelah sedikit demi sedikit pelanggan meninggalkan kita. Kepercayaan dan loyalitasnya kepada kita hilang. Biasanya justru kita menyalahkan karyawan. Itulah tindakan yang tidak efektif. Kalau kita ingin karyawan kita memperlakukan pelanggan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan karyawan seperti pelanggan kita. Kita harus dapat memikat hati karyawan, karena hati adalah sumber semangat, loyalitas dan sumber kebaikan karyawan yang dapat membuat perusahaan hidup dan bercahaya.  
BELAJAR DARI KEGAGALAN SONY Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERUSAHAAN Jepang, Matsushita mengembangkan video VHS pada 1970-an dan kemudian melisensikan teknologinya. Sony mengembangkan video Betamax yang lebih baik dari VHS, tetapi gagal melisensikan teknologinya. Padahal menurut para pengkaji produk secara teknis sepakat bahwa Betamax merupakan produk lebih baik daripada VHS. Perekam Betamax menghasilkan gambar dan suara dengan kualitas lebih bagus dibandingkan perekam VHS. Betamax dapat merekam TV dalam waktu satu jam, tetapi untuk VHS membutuhkan waktu dua jam atau empat jam. VHS kasetnya lebih besar dan pitanya bergerak lebih lambat. Selisih waktu tersebut dapat digunakan untuk melihat film atau bermain game. Akhirnya standar dunia video adalah VHS dan Betamax mengalami kegagalan, yang merupakan pelajaran berharga dari Sony. ?Jika Anda tidak mengetahui seluk beluk hukum, maka Anda tidak mungkin melakukan bisnis di Amerika Serikat,? kata Akio Morita. Akhirnya Sony sangat hati-hati dalam menganalisis potensi terhadap masalah hukum sebelum mengeluarkan produk barunya. Prosedur ini merupakan bagian penting dalam mengembangkan produknya, terutama dalam teknologi dari perekaman video analog ke digital. Sebelum pita audio digital diluncurkan, pembuat perangkat keras dan perangkat lunak bekerja sama dalam membuat draft proposal yang berkaitan dengan isu-isu hak cipta. Saat ini Sony menjadi perusahaan yang superior dalam teknologi audio visual yang tergabung dengan periperal komputer. Sony juga telah menciptakan media penyimpanan komputer, mulai dari floppy disk sampai CD-ROM dan DVD-ROM. Sony telah mengembangkan produk yang mengkombinasikan teknologi magnetik dan optik. Lebih dari itu, menciptakan layar komputer Trinitron dengan resolusi tinggi. Kegagalan Sony berikutnya adalah ketika membeli Columbia Pictures dan CBS Records pada 1989. Hal ini dilakukan karena arogansinya terhadap Barat, agar Sony dikukuhkan sebagai penakhluk dunia Barat dari Jepang. Sony mengeluarkan biaya Rp 3,2 miliar untuk membiayai operasional filmnya. Kegagalan ini merupakan salah satu cacat dari Sony, yang merupakan salah satu perusahaan dunia yang inovatif. Tetapi di balik itu, sesungguhnya Morita mempunyai tujuan lain, yaitu merupakan strategi untuk melindungi perangkat lunak yang kualitasnya tinggi agar dapat melengkapi produk perangkat keras yang merupakan kekayaan Sony pada abad 21. Sony telah siap untuk memicu sebuah reputasi yang kokoh sebagai pensuplai produk inovatif dan kualitas tinggi yang berhubungan dengan teknologi, misalnya perekaman magnetik, piranti optis, semi konduktor dan pengolahan sinyal digital. Sebagai tambahan, teknologi berbasis perangkat keras ini, membuat Sony mempunyai kemampuan menyatukan perangkat lunak dan perangkat keras sebagai cetak biru bisnis audio visual dalam abad 21. Sony membayar masa depan dengan kegagalan sebagai strategi.
SYARIAH DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara etimologi, syariah berarti peraturan atau ketetapan yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya. Syariah adalah kaidah baku yang diciptakan Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia. Syaria?ah merupakan sistem hukum yang didasarkan pada wahyu, atau juga disebut syara? atau syir?ah (Qardhawi, 1990:37). Ismail (1992) dalam mengembangkan perbankan dan keuangan Islam, memulai dari pemahaman Islam yang terdiri dari elemen dasar, yaitu Aqidah, Syariah dan Akhlaq. Aqidah menyangkut segala bentuk keyakinan dan kepercayaan kepada Allah yang menjadi pegangan setiap Muslim. Syariah berhubungan dengan segala bentuk tindakan dalam praktek yang diambil seorang Muslim dalam mewujudkan keyakinan dan kepercayaannya. Sedangkan Akhlaq mencakup seluruh aspek dari perilaku, sikap dan etika kerja seorang Muslim yang dilakukan dalam tindakan prakteknya. Aspek Syariah dapat dibagi dalam dua bidang, yaitu Ibadah dan Muamalah. Ibadah berhubungan dengan praktek seorang Muslim untuk mengabdi kepada Allah, sedangkan Muamalah berhubungan dengan hubungan antara manusia dengan manusia. Namun demikian, aktivitas ekonomi, aktivitas politik dan aktivitas sosial merupakan bagian dari Muamalah. Sistem perbankan Islam merupakan bagian dari aktivitas ekonomi, sehingga berkait dengan prinsip syariah melalui Muamalah. Menurut Imam Al-Ghazali, tujuan utama syariah adalah mendorong kesejahteraan manusia, yang bertujuan untuk perlindungan terhadap agama (diin) diri (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (maal). Apa saja yang menjamin terlindungnya lima perkara ini berarti melindungi kepentingan umum dan dikehendaki (Chapra, 2000:101). Tugas syariah berorientasi pada terwujudnya tujuan kemanusiaan yang terdiri atas kemaslahatan primer, sekunder dan tersier (Qardhawi, 2003:77). Kemaslahatan primer artinya sesuatu yang harus ada guna terwujudnya kemaslahatan agama dan dunia. Apabila sesuatu itu hilang, kemaslahatan manusia akan sulit terwujud, bahkan akan menimbulkan kerusakan, kekacauan dan kehancuran. Di sisi lain, kebahagiaan dan kenikmatan akan lenyap dan kerugian yang nyata akan muncul. Untuk menjaga hal tersebut diperlukan dua hal. Pertama, sesuatu yang dapat menjaga dan mengukuhkan pondasi dan kaidah syariah dan merupakan aspek utama untuk menjaga keberadaan syariah. Kedua, sesuatu yang dapat mencegah pelanggaran langsung atau tidak langsung terhadap syariah dan merupakan aspek untuk menghindari kepunahan syariah. Kemaslahatan sekunder adalah segala hal yang dibutuhkan untuk memberikan kelonggaran dan mengurangi kesulitan yang biasanya menjadi kendala dalam mencapai tujuan. Jika kemaslahatan sekunder tidak dipelihara, kendala tersebut akan menghambat pencapaian tujuan, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan langsung terhadap kemaslahatan umum. Adapun kemaslahatan tersier adalah melakukan tindakan yang laik menurut adat dan menjauhi perbuatan-perbuatan aib yang ditentang oleh akal sehat  (Al-Syathibi, 1388:243). Selanjutnya Al-Syathibi menyatakan bahwa tujuan-tujuan pokok syariah terdiri dari lima komponen, pemeliharaan agama, jiwa, keturunan, harta dan akal seperti yang disampaikan Al-Ghazali. Al-Qurafi menambahkan komponen yang keenam, yaitu kehormatan yang sering disebut sebagai harga diri (Qardhawi, 1990:63). Dasar Syariah adalah kebijaksanaan dan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Kemaslahatan ini terletak pada keadilan, kasih sayang, kesejahteraan dan kebijaksanaan yang sempurna. Apapun yang menyimpang dari keadilan menjadi penindasan, dari kasih sayang menjadi kekerasan, dari kesejahteraan menjadi kemiskinan, dan dari kebijaksanaan menjadi kebodohan adalah sama sekali tidak ada kaitannya dengan syariah (Al-Jauziyyah, 1955).  
BELAJAR DARI KEGAGALAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan begitu diterapkan, label ini membuat kita dikatakan orang yang tidak mampu. Hal ini menurunkan semangat kita untuk menjadi orang yang sukses. Pada saat kita masih kecil, kegagalan tidak mempunyai makna, karena kita tidak mempunyai konsep ?kegagalan?. Jika kita memiliki konsep kegagalan, maka kita  tidak akan dapat berbicara, tidak akan dapat menulis dan  tidak akan dapat berjalan. Karena untuk berbicara, menulis dan berjalan harus melalui kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Demikian juga dalam dunia bisnis juga dapat meniru kegagalan kita di masa kecil dan kita dapat belajar dari kegagalan tersebut. Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan kupon iklan. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan. Matsushita memproduksi untuk pertama kali adalah adaptor steker. Adaptor ini sesungguhnya telah diusulkannya kepada majikannya terdahulu tetapi tidak memperoleh tanggapan. Untuk membuat produk ini, Matsushita bersama empat kawannya membutuhkan waktu empat bulan. Setelah produk ini jadi, ternyata tidak seorangpun mau membeli produk ini. Pada tahun 1993, Compaq yang pada saat itu sebagai pemimpin pasar penjualan PC, melalukan pemotongan harga untuk menyaingi Dell. Hasilnya Dell Computer menderita kerugian 65 juta dolar pada enam bulan pertama, yang menyebabkan hampir bangkrut. Dell belajar dari kegagalan ini. Ia mencoba mencari cara lain untuk menjual komputer. Akhirnya Dell melakukan perubahan yang sangat mendasar dalam proses bisnisnya yang disebut rekayasa ulang. dalam bisnisnya dengan mengenalkan E-Commerce. Pada 1999, Dell dapat menjual 1,7 juta dolar per hari lewat situs E-Commercnya. Saham Dell naik 2000 persen dalam dua tahun. Dell mampu bersaing dengan perusahaan berkelas dunia seperti IBM, Compaq, HP, dan Bell-Nec. Bahkan pangsa pasar dan keuntungannya terus meningkat dan akhirnya menjadi penjual PC terbesar di dunia. Ketika saya memulai usaha bersama kawan-kawan, sayapun mengalami kegagalan yang berulang ulang. Diawali dengan kegagalan saya menjadi Salesman Buku, Salesman telex lewat telepon, dan Salesman bahan pengkilap mobil. Primagama yang hanya mendapatkan 2 siswa pada hal telah melakukan promosi yang cukup gencar. CV. Wijaya, yaitu perusahaan yang melayani jasa perawatan mobil yang akhirnya mati. Demikian juga memulai usaha pusat pendidikan komputer ?IMKI?, hanya mendapatkan 3 siswa serta AMIKOM hanya dipercaya oleh 6 siswa. Saya bersama kawan-kawan mencoba untuk belajar dari kegagalan, kemudian melakukan koreksi dan mecoba memperbaikinya untuk meraih keberhasilan
STRATEGI PENGEMBANGAN SDM NABI S.A.W. (8) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.928 KB)

Abstract

Rasulullah s.a.w. selain merekrut Abu Bakar r.a. dan Umar Ibnu Khattab juga merekrut Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Khalifah-khalifah ini memimpin dengan menonjolkan keadilannya. Khalifah Utsman, adalah seorang yang jujur dan saleh, tetapi sangat tua dan lemah lembut. Dia adalah salah seorang dari beberapa orang terkaya diantara sahabat Nabi. Kekayaannya membantu terwujudnya Islam di beberapa peristiwa penting dalam sejarah. Pada awal pemerintahannya dia hanya melanjutkan dan mengembangakan kebijakan yang sudah diterapkan khalifah kedua. Menurut Mahmud al-Mishri, Utsman adalah manusia yang memiliki hati yang lembut dan penyayang dalam hidupnya. Sifatnya ini menjadi cahaya dalam semua tingkah lakunya. Pada suatu hari, ia marah kepada pembantunya lalu menjewer telinganya hingga menimbulkan rasa sakit. Tidak lama setelah itu, ia memanggil pembantunya tersebut dan memerintahkannya agar membalas dengan perbuatan yang serupa. Namun, pembantunya tidak mau. Ia tetap bersikukuh kepadanya agar membalasnya. Akhirnya pembantunya mau menuruti perintahnya. Ia berkata, ?Lakukanlah dengan keras wahai anak muda, karena sesungguhnya pembalasan di dunia lebih ringan daripada pembalasan di akhirat!?
STRATEGI BISNIS PEDAGANG EMPEK-EMPEK (5) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.635 KB)

Abstract

Strategi bisnis pedagang empek-empek berikutnya adalah bekerja keras itu adalah ibadah. ?Berkerja itu ibadahkan Pak Yanto? katanya. ?Ya?ya? jawab saya. Setelah saya berbicara panjang dan menguak rahasia sukses pedagang empek-empek, tidak begitu lama empek-empek pesanan saya yang dibuat oleh Mamanya dan adiknya telah selesai. ?Ini empek-empek yang dipesan Pak Yanto? katanya, sambil menyerahkan dua bungkusan yang dimasukkan tas kresek yang berwarna putih kepada saya. ?Terima kasih? jawab saya, saya sekalian pamit ya, sampaikan salam ke Om Anda, kalau saya ke sini. ?Mampir ke sini lagi ya Pak? pintanya. ?Insya Allah? jawab saya. Saya berjalan menuju mobil dan saya melambaikan tangan. Ia membalas melambaikan tangan juga. Mobil yang saya tumpangi meninggalkan warungnya. Kemudian warung tersebut lenyap dari pandangan mata saya, tetapi ada yang masih menggores hati saya dan membekas di pikiran saya adalah kata ?Bekerja itu adalah ibadah?. Di sepanjang perjalan pulang saya merenung sambil melihat sawah-sawah yang hijau di sekitar jalan yang saya lewati. Saya teringat bahwa sebagian besar orang yang dikatakan sukses, kebanyakan mengerjakan pekerjaan dengan apa yang disukainya. ?Ketika sedang bekerja, saya rileks, tidak mengerjakan apa-apa? kata Pablo Picasso. Bill Gates menyukai komputer sejak kecil, bahkan tertarik pada perangkat lunak dan pemrograman komputer pada usia 13 tahun. Pada usia 18 tahun telah mampu mengembangkan sebuah versi bahasa pemrograman Basic untuk pertama kalinya pada komputer mikro MITS Altair di Harvard University. Ia rela meninggalkan Harvard untuk pekerjaan yang disenanginya dengan mencurahkan energinya pada perusahaan perangkat lunak yang baru didirikannya bersama kawan kecilnya Paul Allen, yaitu Microsoft. Perusahaan tersebut memperoleh pendapatan 39,79 miliar dolar Amerika pada akhir tahun fiskal Juni 2005, mempunyai lebih dari 61.000 karyawan, tersebar di 102 negara.  Pada 27 Jun 2008, Bill Gates pensiun dari hari ke hari-kegiatan perusahaan, berikut dua tahun periode transisi dari perannya sebagai Chief Software Architect, yang diambil oleh Ray Ozzie, tapi Ia tetap menjadi Chairman perusahaan, Ketua Dewan Direksi dan akan bertindak sebagai penasihat pada proyek-proyek yang kunci. Keichiro Toyoda sangat mencintai otomotif. Sampai-sampai perusahaan tenun ayahnya, ketika diserahkan kepadanya diganti perusahaan otomotif dan namanya diganti dari ?Toyoda? menjadi ?Toyota?. Saat ini merupakan salah satu perusahaan otomotif yang terunggul di dunia. Dari Januari 2008 sampai dengan Desember 2008, Toyota mampu menjual mobil sebanyak 8,547 juta unit. Mulai dari Toyota Lexus, Daihatzu dan Hino. Toyota mempunyai 12 pabrik di Jepang dan 53 pabrik di 27 negara. Karyawannya mencapai 265.800 orang dan penjualannya mencakup 170 negara. Penjualan Toyota, termasuk bisnis keuangan mencapai 21,35 triliun yen pada akhir Maret 2006. Pada awal 2009, cucu laki-laki dari Keichiro Toyoda, Akio Toyoda diangkat menjadi Presiden Toyota. Bill Gates dan Keichiro Toyoda mengembangkan pekerjaan yang dicintainya menjadi perusahaan legenda dunia. Kita membutuhkan pekerjaan yang kita senangi yang dapat membangkitkan semangat kita, menantang kita dan membawa kita ke tempat yang kita impikan. Mereka memandang bahwa berkerja adalah waktu bermain. Bekerja merupakan tempat untuk mengembangkan diri, mempelajari hal-hal baru, menjelajahi cara-cara baru dan mempraktikkannya dalam perilaku baru. ?Rahasia sukses adalah menjadikan pekerjaan Anda sebagai hiburan Anda? kata Mark Twain. Tetapi semua kata sukses tersebut hanya bersifat duniawi belaka. Saya terus mencari esensi yang dikatakan pedagang empek-empek itu, tetapi tidak terasa mobil saya telah sampai di rumah. Anak kecil saya telah menunggu di depan pintu sambil tersenyum dan mengayun-ayunkan kakinya untuk menyambut oleh-oleh yang saya bawa.
CALON PEMIMPINKU (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calon pemimpinku harus mempunyai lima sifat yang berikutnya, Keenam, Janganlah engkau memandang rendah orang-orang yang memiliki kebutuhan yang menunggu di depan pintumu. Hati-hatilah terhadap mereka. Manakala salah seorang rakyatmu memiliki kebutuhan terhadapmu, maka janganlah engkau malah tidak memperdulikan mereka karena sibuk dengan ibadah-ibadah sunah, bahkan hanya rapat-rapat yang tidak begitu penting. Sebab,memenuhi berbagai kebutuhan kaum rakyat adalah lebih utama daripada menunaikan ibadah-ibadah sunnah ataupun rapat-rapat yang tidak begitu penting. Suatu hari, Umar bin Abdul Aziz memenuhi berbagai kebutuhan rakyatnya. Ia kemudian duduk bersandar karena kelelahan Setelah itu ia masuk ke rumahnya untuk beristirahat menghilangkan kepenatan. Anaknya kemudian berkata kepadanya ?Apa yang telah membuat Ayah merasa aman sementara kematian bisa saja datang saat ini, sedangkan pada saat yang sama di depan pintu Ayah ada orang membutuhkan yang sedang menunggu sementara Ayah malah mengabaikan haknya??. Umar bin Abdul Aziz berkata ?Engkau benar!?. Maka, saat itu juga Umar bangkit dan pergi ke majelisnya. Ketujuh, janganlah engkau membiasakan dirimu sibuk mengurusi berbagai keinginan seperti ingin pakaian kebesaran atau memakan makanan yang lezat atau ingin hartamu bertambah terus dengan cara tidak halal. Akan tetapi, hendaklah engkau bersikap qana?ah (keseimbangan dalam harta, tidak boros dan tidak kikir) terhadap seluruh perkara. Sebab, tidak akan ada keadilan tanpa sifat qana?ah. Umar bin Kaththab bertanya kepada seorang Salih ? Apakah engkau melihat sesuatu pada diriku yang engkau benci??. Orang itu berkata ?Aku mendengar bahwa engkau pernah meletakkan roti di atas meja makanmu, dan engkau punya dua baju, satu dipakai untuk malam hari dan satu lagi untuk siang hari. Apakah selain itu ada sesuatu??. Umar menjawab ?Tidak?. Orang itu berkata ?Demi Allah, kedua perkara ini tidak akan selamanya? . Kedelapan, sesungguhnya engkau, jika memang mampu melakukan setiap urusan dengan penuh kasih sayang dan kelemah lembutan, maka janganlah melakukan dengan kekerasan, sikap kasar dan marah-marah. ?Ahli surga ada tiga: Pertama, orang yang mempunyai kekuasaan hukum yang adil dan bersodaqoh kepada kaum fakir, selalu taat kepada Allah. Kedua, seorang yang hatinya lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap sanak saudara. Ketiga, orang sholeh yang menahan dirinya dari hal-hal yang haram, mempunyai keluarga, tapi cintanya terhadap keluarga tidak mendorong untuk berbuat yang haram. Kesembilan, hendaklah engkau berupaya dengan sungguh-sungguh untuk meraih keridhaan rakyatmu melalui cara-cara yang sesuai dengan syariah. ?Sebaik-baik umatku adalah orang-orang yang mencintai kalian, dan kalian mencintai mereka. Dan seburuk-buruk umatku adalah orang-orang melaknat kalian, dan kalian melaknat mereka? sabda Rasulullah. Kesepuluh, janganlah engkau mencari keridhaan seorang manusia melalui cara-cara yang bertentangan dengan syariah. Siapa saja yang marah karena adanya pelanggaran syariah, maka marahnya tidak membawa bahaya. Mu?awiyah menulis surat kepada Aisyah r.a. agar memberikan nasihat dengan nasihat yang singkat. Maka, Aisyah menulisnya: Aku mendengar Rasulullah bersabda ?Siapa saja yang mencari keridhaan Allah walaupun manusia marah kepadanya, maka Allah akan ridha kepadanya, demikian pula manusia akan ridha kepadanya. Siapa saja mencari keridhaan manusia dengan cara dimurkai Allah, maka Allah akan murka kepadanya, demikian pula seluruh makhluk akan marah kepadanya?. Sepuluh pokok nasihat Al-Ghazali tersebut merupakan nasihat untuk untuk calon pemimpinku, yaitu pemimpin calon penghuni surga.
STRATEGI MEMBANGUN MEREK (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pemasaran sesungguhnya strategi membangun merek di benak konsumen. Jika kita mempunyai kemampuan untuk membangun merek, artinya kita mempunyai program pemasaran yang tangguh. Strategi lain untuk membangun merek adalah dengan memberdayakan merek lini produk. Merek lini produk merupakan strategi meletakkan nama merek pada sebuah lini produk yang berhubungan. Merek lini produk berfokus dan memberikan keunggulan biaya dengan mempromosikan lini produk daripada masing-masing produk. Strategi ini efektif jika perusahaan mempunyai satu atau lebih lini produk yang masing-masing mengandung sebuah hubungan antara item-item produk tersebut. Satu keunggulan merek lini produk adalah penambahan item-item produk dapat dikenalkan dengan memberdayakan nama merek yang telah dibangun. Strategi yang digunakan perusahaan besar untuk membangun merek, biasanya dengan menggunakan merek perusahaan. Merek perusahaan merupakan strategi membangun identitas merek menggunakan nama perusahaan untuk mengidentifikasi produk yang dihasilkan. Toyota, Panasonic, Polytron, Sony, IBM, Intel, Nokia, Sharp, Sanyo, Toshiba, Yamaha, Honda dan McDonald?s menggunakan merek perusahaan (corporate brand) untuk mengiklankan produknya. Iklan Honda baik Mega Pro 1600 maupun Karisma tetap menonjolkan merek Honda sebagai merek perusahaan. Kesuksesan Kijang dan Avanza sebagai Top Brand Indonesia, salah satunya karena karena menggunakan merek perusahaan Toyota. Toyota dalam membangun merek tidak hanya merupakan perusahaan yang menjualmobil, tetapi perusahaan yang menawarkan Total Ownership Experience, mulai dari pelanggan menghubungi diler sampai pelayanan purna jual yang optimal. Toyota Kijang dengan citra bahwa kendaraan yang awet dan mudah dirawat serta harga purnajualnya relatif tinggi dibandingkan dengan merek pesaing menjadikan merek tersebut kuat di benak konsumen. Toyota Avanza, dengan menggunakan merek perusahaan Toyota yang telah dipercaya seluruh dunia yang memiliki produk unggul, pelayanan memuaskan penjualan kembali yang tinggi membuat mereknya menjadi Top Brand Indonesia. Panasonic dengan AC dan mesin cuci juga menjadi Top Brand Indonesia, keduanya menggunakan merek perusahaan. Polytron dengan audionya, yang memberikan citra produk elektronik relatif murah, tetapi berkualitas di Indonesia. Demikian pula Sharp dan Toshiba dengan pesawat televisi dan lemari esnya, kesemuanya menggunakan strategi merek perusahaan untuk meraih keunggulan.    
SEGMENTASI PERILAKU DI INTERNET Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berdasarkan komunitas, segmentasi pasar dapat pula menurut Pesonify segmentasi pasar di Web berdasarkan perilakunya dapat dikelompokkan sebagai Comfort creatures, Connected suites, Country clubbers, Credit Checkers, Detail divers, Electron, Explorer, Gear heads, Geeks, Gift boxers, Knowledge wokers, Novices, Surgical shoppers dan  Looks-loos Comfort creatures berorientasi pada perasaan. Mereka ingin mengetahui apakah warna tertentu ditawarkan, ataukah desain kursi yang ergonomis ditawarkan dengan jenis kulit tertentu. Connected suites terbiasa di lingkungan Net, dan mencari data banyak dalam waktu singkat, beberapa kali sehari, dan selalu menggunakan feature search yang canggih, cenderung menjadi customer yang baik. Country clubbers : merupakan pembeli yang berorientasi pada status, mereka mengendarai BMW dan tas bermerk serta mencari discount untuk barang bermerk. Credit Checkers adalah pembeli muda yang memiliki neraca kredit yang mengkhawatirkan dan cenderung datang dari situs tempat anak muda, dan cenderung untuk membelanjakan kartu kredit mereka. Detail divers merupakan pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana sesuatu bekerja. Mereka seperti looky-looks tetapi juga dapat bertugas untuk menyarankan suatu pembelian walaupun bukan yang memberikan keputusan final. Mereka cenderung datang pada saat jam kerja, dan dari search engine yang berorientasi teknis. Segmentasi yang lainnya adalah Electron. Pengunjung ini cenderung berpindah-pindah dengan cepat ke seluruh bagian situs tanpa suatu alur yang jelas, dan memiliki interes yang luas. Mungkin mereka tergolong multi tasking atau tanpa pikiran yang terfokus. Mereka membeli produk tetapi tidak produk yang sama secara konsisten. Explorer merupakan pengunjung yang tidak meninggalkan situs sebelum mengunjungi semua bagian. Menyukai merchandise dan juga promosi, product review, rekomendasi. Perlu diperhatikan, mungkin mereka tergolong pensiunan, anak-anak, atau pegawai yang memiliki waktu terlalu banyak. Gear heads adalah pengunjung yang cenderung tidak terlalu tertarik pada teknologi suatu produk tetapi lebih kepada gizmo (perangkat) baru yang lagi trendi, ataupun produk yang langka. Tipe ini merupakan customer yang potensial bila dapat ditawari dengan tepat. Geeks adalah mereka yang sering sekali menggunakan Web dan selalu lebih dari rekan-rekannya. Mereka harus diberi penawaran khusus, atau mereka akan berpaling ke sumbernya langsung secara offline. Gift boxers adalah mereka yang berbelanja online untuk orang lain, misal untuk hadiah. Perilaku belanja mereka tidak konsisten, dengan sejarah belanja mereka. Knowledge wokers merupakan pengguna situs yang mengumpulkan informasi untuk digunakan di pekerjaan mereka. Novices  adalah mereka yang biasanya berpengetahuan kurang, tetapi sangat antusias. Pengguna jenis ini, seringkali menjadi customer yang baik sekali. Mereka akan menyukai situs tersebut, karena mereka dapat bertanya dengan pertanyaan bodoh tanpa takut malu. Surgical shoppers adalah mereka yang mengetahui dengan pasti apa yang mereka inginkan. Dan menginginkan proses pembelian dilakukan dengan langkah sedikit mungkin. Berikanlah yang mereka inginkan dan mereka akan datang lagi. Sedangkan Looks-loos adalah mereka yang hanya tertarik dengan banner yang menarik, dan mengkliknya, tetapi mereka tidak bertahan lama. Selamat berburu pelanggan di Internet.