Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM NABI S.A.W. (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.578 KB)

Abstract

Demikian pula, kisah tentang kejujuran yang terjadi pada tiga orang yang ditinggalkan oleh oleh kaum muslimin, karena tidak mau bergabung dengan bala tentara muslimin saat Perang Tabuk. Ketika Rasulullah s.a.w. pulang dari perang tersebut, mereka bertiga mengungkapkan dengan jujur kenapa mereka tidak ikut berperang. Kemudian kaum muslimin mengasingkan mereka. Salah seorang di antara mereka adalah Ka’ab bin Malik r.a. Setelah masa pengasingan selama 40 hari berakhir, Ka’ab bin Malik r.a. berkata, “Ketika aku mengucapkan salam kepada Rasulullah s.a.w.. Dengan wajah ceria karena bahagia.  Beliau bersabda,“Berikan kabar gembira dengan hari terbaik yang pernah kamu jalani semenjak ibumu melahirkanmu.”Aku pun bertanya, “Apakah hari terbaik itu yang aku dapatkan darimu, wahai Rasulullah, atau dari Allah?” Rasulullah s.a.w. bersabda,“Tidak, (hari terbaik itu bukan yang kamu dapatkan dariku). Akan tetapi (yang kamu dapatkan) dari Allah. ”Ka’ab r.a. berkata, “Kami semua tahu ketika Rasulullah bahagia wajahnya bercahaya sehingga ia tampak seperti bulan purnama.” Ka’ab pun berkata lagi, “Ketika aku duduk di hadapan Rasulullah, aku pun berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, salah satu bentuk tobatku adalah aku akan melepaskan semua hartaku sebagai bentuk sedekahku kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah s.a.w. bersabda,“Simpanlah sebagian hartamu karena itu lebih baik bagimu.”Ka’ab r.a. berkata, “Aku hanya akan menyimpan anak panahku yang kupakai saat Perang Khaibar.” Dia pun berkata lagi, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah menyelamatkan aku dengan kejujuran. Salah satu bentuk tobatku adalah aku selalu berkata jujur hingga ajalku tiba nanti.” Selanjutkan Ka’ab berkata, “Demi Allah, semenjak aku mengatakan itu kepada Rasulullah sampai detik ini, akau tidak pernah tahu ada seorang muslim pun yang diuji oleh Allah dalam kejujuran berbicara, lebih baik dari apa yang Ia ujikan kepadaku. Demi Allah, sejak itu sampai detik ini, aku tidak pernah dengan sengaja berbohong. Aku berharap semoga Allah menjagaku pada sisa umurku.” Ka’ab kemudian berkata, “Allah pun menurunkan ayat,
Umpan Balik Mempertajam Kreatifitas Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.178 KB)

Abstract

Tulisan sebelumnya telah membahas bahwa sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, ketika masih kecil tidak mempunyai konsep kegagalan, dan kegagalan itu memberi informasi dan umpan balik, sehingga hanya mengenal konsep kesuksesan, kreatifitas, berani mencoba, konsep motivasi, konsep bangkit kembali, konsep kreatifitas, konsep kepasrahan diri dan segudang konsep lain yang sangat luar biasa yang menjadikan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan untuk menjadi pemimpin di bumi. Kegagalan sesungguhnya dapat memberi umpan balik untuk mempertajam kreatifitas, bila kembali menggunakan konsep ketika kita masih kecil. George Land melaporkan dalam Break-Point and Beyond, bahwa kreativitas anak usia 5 tahun mencetak skor 98 %, anak usia 10 tahun mencetak skor 32 %, anak usia 15 tahun mencetak skor 10 %, dan orang dewasa usia 42 tahun mencetak skor hanya 2 %. Betapa tingginya skor kreatifitas anak usia 5 tahun dan sebaliknya betapa rendahnya skor kreatifitas orang dewasa yang usianya 42 tahun, kecuali mereka sejak kecil telah diasah kratifitasnya. Dengan demikian kita harus belajar banyak tentang kreatifitas kepada anak yang berusia 5 tahun ke bawah dan bahkan perlu untuk menjadi anak usia 5 tahun ketika mengalami kegagalan.
KEADILAN UMAR BIN ABDUL AZIZ (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.6 KB)

Abstract

Dalam kitab At-Tibr al-Masbuuk fi Nashihah al-Mulk, yang ditulis oleh Imam al-Ghazali mengenai Umar bin Abdul Aziz. Ibnu Abi Hatim mengeluarkan riwayat dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurazi; Umar bin Abdul Aziz memanggil saya, lalu berkata,” Terangkanlah tentang perkara besar. Jadilah kamu sebagai bapak untuk anak yang masih kecil, anak terhadap orang tua, sudara kepada yang sebaya dan demikian pula untuk kaum wanita. Kemudian jatuhkanlah hukuman kepada manusia sesuai dengan dosa dan ukuran tubuhnya dan janganlah kamu memukul karena kemarahanmu dengan sekali mencambuk, sehingga kamu termasuk orang-orang yang melampaui batas.” Demikian piua Mahmud al-Mishri dalam Mausuu’ah min Akhlaaqir-Rasuul, menceritakan tentang Umar bin Abdul Aziz. Beliau adalah seorang Khalifah bani Umayah yang mendapat petunjuk. Malik bin Dinar berkomentar tentangnya, “Orang-orang mengatakan, ‘Malik adalah orang yang zuhud.’ Zuhud apakah yang ada dalam diriku? Sesungguhnya orang yang zuhud adalah Umar bin Abdul Aziz. Dunia telah datang dengan melimpah kepadanya, namun ia meninggalkannya secara keseluruhan.”
MENGAMBIL HIKMAH Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Hikmah merupakan sesuatu yang mempunyai arti atau makna yang mendalam atau sesuatu yang berupa kebijakksanaan yang berasal dari Allah. Meskipun kebijaksanaan itu dari Allah, tetapi tidak semua orang dapat menerima kesulitan, penderitaan, kesedihan dan kegagalan. Cara mengambil hikmah ini yang membedakan orang sukses dan orang yang gagal. Orang yang gagal begitu jatuh, ia tak pernah bangun lagi dan tidak dapat mengambil hikmah. Sedangkan orang yang sukses, begitu jatuh ia akan bangun dan mengambil hikmah. Filosofi keluarga Tionghoa belum mau putus asa sebelum gagal lebih dari tiga kali, sedangkan orang Jepang akan bangkit terus sebelum gagal tujuh kali. Itulah cara mereka menyikapi dari kegagalan dan mengambil hikmah.           Ketika saya gagal memasuki Perguruan Tinggi yang saya idam-idamkan, yaitu Institut Teknologi Bandung jurusan Mesin, Maka saya menerima dengan lapang ketika diterima di FMIPA Fisika UGM. Saya dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Barangkali Tuhan menghendaki saya untuk ada di dunia pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya telah mengelola lebih dari sepuluh Perguruan Tinggi dari Akademi sampai Universitas. Ketika Primagama didirikan dengan modal yang sangat kecil, hanya mampu menyewa ruangan Rp25.000,00 per bulan. Setelah 3 bulan kita disuruh untuk pindah. “Dik Purdi biasanya kita berbicara masalah kekeluargaan, tetapi kali ini saya mau bicara masalah bisnis. Mengingat Anda belum melunasi sewa rumah saya selama tiga bulan, maka saya mohon semua barang yang ada di rumah saya ini Anda bawa pulang”, kata pemilik rumah. Pak Purdi menjawab, “Saya bersama kawan-kawan, baru saja menyebar brosur Pak. Mohon saya diberi kesempatan”. “Saya beri waktu satu minggu rumah saya harus bersih”, kata pemilik rumah. Kemudian Pak Purdi pulang menemui saya dan menyampaikan apa yang dikatakan si pemilik rumah. Ketika itu saya menjawab, “Insya Allah ada hikmahnya”. Kemudian kita berdua berjuang menyebar brosur agar dapat siswa dan tidak menyia-nyiakan waktu satu minggu itu. Dalam satu minggu itu akhirnya kami mendapatkan uang Rp50.000,00. Kemudian, saya bersama Pak Purdi mencari tempat lain dan akhirnya mendapat tempat dengan sewa Rp30.000,00 per bulan. Setelah menandatangani perjanjian, kemudian Pak Purdi saya ajak untuk melihat kantor yang baru dari depan. Kemudian saya katakan, “Kantor kita yang baru sedikit lebih baik dibanding kantor yang lama kan. Itulah hikmahnya”. Pak Purdi mengangguk.           Demikian juga ketika saya mendirikan STMIK AMIKOM Yogyakarta, saya minta kepada Primagama untuk disewakan tempat atau kantor. Tetapi Primagama tidak mau menyewakan tempat atau kantor. Saya harus mengambil hikmah dari kejadian tersebut. “Barangkali saya harus belajar menemukan cara ketika tidak mempunyai uang untuk menyewa kantor” kata saya dalam hati. Dari kesulitan ini akhirnya saya menemukan jalan, yaitu mendatang pemilik rumah kosong di Jl. Monginsidi No. 8. Hal itu terjadi pada bulan April 1994.. Pemilik rumah itu bernama Bapak Drs. Budi Sutrisno. “Pak, saya ingin menyewa rumah Bapak selama dua tahun” kata saya. “Boleh. rumah itu kosong” kata Pak Budi. Kemudian saya mencoba untuk menyewa dengan membayar bulan Agustus dan September. Pak membolehkan untuk disewa dengan syarat dinotariskan. Setiap kegagalan selalu ada hikmahnya. Jika kita telah mengetahui sisi positifnya atau kita dapat mengambil hikmah, maka itulah awal dari kesuksesan.  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”  (Alam Nasyrah : 5-6).
DIIMPOR DARI SYIRIA DAN IRAK : ANGGUR (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk yang diimpor dari Syiria dan Irak lainnya adalah anggur. Anggur merupakan buah dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung.  Di dalam Al Qur’an disebutkan beberapa kali, misalnya : Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. (Al Baqarah : 266). Anggur juga terdapat dalam dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 11 : Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan). Anggur terdapat pula dalam surat Al An’aam ayat 99 : Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijaun itu butir yang banyak dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai dan kebun-kebun anggur dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya diwaktu pohonnya berbuah dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Memeras anggur sebagai mimpi yang harus dita’birkan (diartikan) oleh nabi Yusuf. Surat Yusuf ayat 36 : Dan bersama dengan dia masuk pula dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah seorang di antara keduanya: “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras anggur.” Dan yang lainnya berkata : “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagian dimakan burung.” Berikan kepada kami ta’birnya, sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena’birkan mimpi) (Yusuf : 36). Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur (Yusuf : 49).  Al An’aam ayat 141 :Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak sama.
Menjadi yang Pertama Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JACK Trout dalam bukunya Trout On Strategy, salah satu inti dari strategi adalah menjadi berbeda. Menjadi yang pertama, penguasaan atribut, kepemimpinan, senjata, bagaimana produk dibuat, dan kejadian. Jika tidak bisa, maka dengan harga rendah. Michael Dell memutuskan menjual PC dengan cara berbeda, yaitu menjadi pertama yang menjual PC langsung ke konsumen dan merakit pesanan. Michael Dell tidak menjual PC ke distributor. Kini, setiap orang dalam industri ini sedang mencoba meniru strategi Dell, tetapi sudah terlambat. “Ketika hanya ada Anda dan pelanggan, Anda sebenarnya telah memulai hubungan dengan pelanggan “ kata Michael Dell. Harvard adalah universitas pertama di Amerika dan saat ini dianggap sebagai Universitas yang terpandang di dunia, terutama dalam bidang bisnisnya. Harvard Business School didirikan 1908 dan mewisuda gelar master pertama kalinya dalam manajemen di 1910. Harvard Business School merupakan sekolah bisnis pertama yang mensyaratkan gelar universitas untuk memasuki program manajemennya. Untuk mempertahankan kepemimpinannya Harvard Business School meluncurkan The Harvard Business Review, yang menjadi tonggak penerbitan. Selama lebih dari 75 tahun The Harvard Business Review telah berpengaruh dalam membentuk pemikiran manajemen di dunia. Strategi handal untuk bersaing adalah menjadi yang pertama dalam kategori produk yang Anda masuki. Band Aid merupakan plester luka yang pertama. Charles Schwab adalah perusahaan broker saham dengan diskon yang pertama. CNN, jaringan TV kabel yang pertama. Compaq, PC portabel yang pertma. Domino’s, kedai pizza antara yang pertama. ESPN, jaringan TV kabel olah raga yang pertama. Gore-Tex, kain anti air yang pertama. Hewlett-Packard merupakan penghasil printer laser desktop yang pertama. Intel, mikroprosesor yang pertama. Jell-O, agar-agar pencuci mulut yang pertama. Kentucky Fried Chicken, restoran ayam goreng yang pertama. Q-Tips, kapas penyeka pertama. Reynold Wrap, alumunium foil yang pertama. Rollerblate, sepatu luncur yang pertama. Di Yogyakarta, Anda juga dapat mengenal Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai universitas yang pertama di Yogyakara. STMIK AMIKOM Yogyakarta sebagai tempat kuliah orang berdasi yang pertama. Al-Fath toko busana muslim yang pertama. Karita toko busana muslim untuk remaja yang pertama. Primagama merupakan bimbingan tes dengan program jaminan diterima yang pertama. Retjo Buntung merupakan radio swasta yang pertama. Geronimo adalah radio swasta untuk remaja yang pertama. Menjadi yang pertama merupakan salah satu strategi bersaing yang cukup handal
BELAJAR KECERDASAN SPIRITUAL DARI ORANG KECIL (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.329 KB)

Abstract

 Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai atau kecerdasan untuk menempatkan perilaku hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Cinta sejati telah ditunjukkan oleh seorang Bapak kepada Istrinya yang telah lumpuh tersebut merupakan kecerdasan spiritual yang tinggi. Cinta sejati tersebut tidak hanya dijalani setahun atau dua tahun, tetapi telah dijalin lebih dari 25 tahun. Perjalan waktu yang panjang. Ia merawat isterinya sambil membesarkan keempat buah hati mereka. Kini anak-anak mereka sudah dewasa dan si bungsu sudah kuliah. Sementara di antara kita, telah mempunyai istri yang cantik dan anak yang manis-manis, sehat jasmani dan rohani, dari mulutnya keluar kalimat yang indah dan merdu, orang pertama yang paling kita cintai di dunia ini dan tidak ada duanya dan telah mempertaruhkan nyawanya untuk anak kita, tetapi kadangkala kita masih mencoba untuk mencari istri yang lain. Meninggalkan istri dan anak-anak yang manis-manis. Pengalaman istri saya mendapingi ibu-ibu yang ditinggal suaminya menikah lagi mengatakan ”Datangnya cinta suami saya kepada wanita lain itu tiba-tiba saja. Seperti badai, dan kemudian rumah tangga itu berantakan”. Sedangkan para suami yang meninggalkan istrinya tersebut mengatakan ”Sudahlah cobaan ini cukup saya saja”. Memang kita harus banyak belajar kecerdasan spiritual kepada Bapak tersebut, sambil berdoa kepada Tuhan agar kita tidak tertarik dengan wanita lain dan mencotoh cinta sejati Bapak kepada istrinya yang lumpuh tersebut..             Pak Gondo melanjutkan ceritanya ”Suatu hari ketika mereka berkumpul, anak sulungnya bertanya :”Pak, sejak kecil kami melihat Bapak merawat Ibu dengan tulus, kami tidak pernah mendengar sedikitpun keluhan yang keluar dari bibir Bapak, ketika kami sudah dewasapun  Bapak tidak mengijinkan kami untuk merawat Ibu seperti yang Bapak lakukan” “Mengapa Bapak tidak menikah lagi supaya ada yang mengurus Bapak dan kami yang mengurus Ibu ?” Jawab Bapak tersebut : “Anak-anakku, jika perkawinan dan hidup ini hanya sekedar untuk memenuhi hawa nafsu belaka, Bapak pasti sudah menikah lagi. Tapi satu hal yang perlu kalian ketahui, dengan adanya Ibu disamping Bapak, itu sudah cukup”. Ibu telah melahirkan kalian, anak-anak yang selalu rindukan dan memberi kebahagian buat Bapak. Bapak sangat menghargai Ibu kalian, karena ia sudah mengambil resiko menjadi pendamping Bapak, terutama saat kalian hadir didunia ini. Coba tanya Ibu kalian, apakah dia mengingnkan keadaanyya seperti yang sekarang ini ? Bapak bahagia karena kalian memikirkan kebahagiaan Bapak, tetapi apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibu kalian dalam keadaan seperti ini ?”.Anak-anaknya terdiam, mereka tak dapat menahan air mata haru mereka. Hari itu mereka menyelami kesejatian cinta Pria yang sudah menikahi Ibu mereka, yang sekaligus telah membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang.” Hawa nafsu merupakan musuh kita tanpa akhir, yang membuat kita buta dan tuli, yang menjadikan kita cinta dunia dan yang menghalangi kita mengabdi pada Tuhan. Pendidikan cinta sejati dalam keluarga yang mampu mengalahkan hawa nafsu perlu kita tiru. ”Pendidikan yang terbaik justru terjadi ditengah keluarga, yang memberikan teladan yang baik, yang memberikan pengaruh yang positip. Jikalau sebagian dari para pemuda-pemudi, para pemimpin bangsa ini juga para publik figur memiliki mental, moral, integritas dan cinta kasih seperti Bapak tersebut, pastilah bangsa ini akan menjadi bangsa besar yang bisa menjadi teladan untuk mewarnai dunia ini.” kata Pak Gondo mengakhiri tulisannya.
BELAJAR DARI COCA-COLA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca-Cola dibuat pertama kali di Atlanta, Georgia, oleh seorang ahli farmasi bernama John Styth Pemberton. Minuman yang dibuat dari dedaunan pohon di Amerika Selatan dan biji-bijian dari Afrika Barat serta caramel, asam fosfor dan kombinasi tujuh citra rasa alami yang tetap dirahasiakan dengan baik sampai saat ini. Nama Coa-Cola dan dituliskan dengan huruf miring yang menarik diusulkan oleh Frank Robinson yang merupakan Pemegang Pembukuan Pemberton. Meskipun Coca-Cola pertama kali dibuat di Amerika Serikat, tetapi pada tahun 1906 pabrik botolnya telah dibuka di Kanada, Kuba dan Panama serta segera mengikuti di beberapa negara lainnya. Sekarang Coca-Cola memproduksi lebih dari 300 merek di lebih dari 200 negara. Lebih dari 70 % pemasukan berasal dari luar Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa Coca-Cola merupakan benar-benar perusahaan global. Pada tahun 2003 ini, Coca-Cola terpilih menjadi Perusahaan Yang Paling Mengagumkan Dunia peringkat ke 9 versi majalah Fortune. Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dengan harga 5 sen per gelas dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan pendistribusian ribuan kupon iklan yang menawarkan minuman gratis. Hasilnya pada adalah rata-rata 6 gelas per hari, sehingga menghasilkan pendapatan 50 dolar pada tahun pertama tersebut. Dengan demikian mengalami kerugian pada tahun pertama. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan. Pada Atlanta Journal Coca-Cola menampilkan slogan “Coca-Cola. Nikmat! Menyegarkan! Menyenangkan! Menggairahkan! Minuman Soda Pop Baru, mengandung bahan-bahan tanaman Coca yang menakjubkan dan kacang Cola yang terkenal itu”. Laporan sekolah Georgia memuat iklan Coke yang menyatakan bahwa minuman tersebut “Nikmat dan Menyegarkan”. Kesuksesan menonjol Coca-Cola pada saat melakukan promosi yang cerdik lewat kompetisi mendesain botol pada tahun 1915. Pemenang kompetisi tersebut adalah Perusahaan Root Glass. “Kami membutuhkan sebuah botol di mana seseorang akan mengenalnya sebagai Coca-Cola bahkan ketika dia merasakannya di kegelapan” kata Asa Candler, yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Coke. Botol Coca-Cola membedakan merek dan menambah identitas merek dan dipertahankan sampai 1955, baru setelah itu Coca-Cola tersedia dalam kemasan kaleng. Kehebatan Coca-Cola adalah kemampuannya membidik pasar yang pas, melakukan penempatan posisi produk yang baik, menjaga kualitas produk, mernacang kemasan yang dapat membedakan dengan minuman lainnya, mengelola distribusinya secara luar biasa, melakukan promosi dengan asosiasi yang positif dan menggunakan modus operandi penjualan serta melibatkan komunitas dan inisiatif lokal.
BELAJAR KECERDASAN SPIRITUAL DARI TUKANG KAYU (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.423 KB)

Abstract

 Kita telah belajar banyak dari tukang kayu dalam menjalani hidup, terutama dalam menyikapi anaknya yang menderita autis. Kita telah belajar bagaimana tukang kayu memandang anak sebagai titipan Tuhan yang tidak bisa ditukar dengan yang anak yang lain dan berusaha menjaga titipan Tuhan tersebut dengan baik. Kita juga telah belajar bagaimana tukang kayu tersebut menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran, ketabahan dan penuh kasih sayang dalam mendapingi, mendidik dan mengobati anaknya dengan harapan anaknya sembuh di kemudian hari. Doa ia lantunkan setiap hari kepada Allah, karena Allah yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit, tetapi hingga kini anak itu belum diberikan kesembuhan. Kisah tukang kayu tersebut mengingatkan saya kepada kawan saya yang juga mempunyai anak yang menderita autis. Kawan tersebut tiba-tiba berkunjung ke kantor saya. Setelah dipersilakan masuk oleh sekretaris saya, ia mengucapkan salam kepada saya dan sayapun membalas salam tersebut. Kemudian saya berjabat tangan dengannya.  Saya mempersilakan duduk dan menanyakan kabar keluarganya. Ia menjawab seperti biasanya baik-baik saja. Ia mengemukakan keinginannya untuk mengundang saya mengisi seminar Entrepreneurship di kampusnya. Ia telah membaca buku saya yang sederhana dengan judul SMART IN Entrepreneur : Belajar dari Pengusaha Top Dunia., yang memotivasinya untuk menjadi pengusaha dan ingin menularkan kepada mahasiswanya. Setelah berbicara panjang mengenai entrpreneurship dan bagaimana jiwa entrepreneurship tersebut tertanam pada mahasiswanya, ia mulai berbicara mengenai keluarganya.  Ia mulai bercerita tentang anak-anaknya. ”Anak saya yang kecil menderita autis Pak Yanto. Saya bersama istri sudah berusaha untuk mengobatinya dengan biaya yang banyak, tetapi belum diberi kesembuhan” kata kawan saya tersebut. ”Saya berdoa kepada Allah mudah-mudah putra Bapak diberi kesembuhan dari-Nya. Allah yang menurunkan penyakit, sekaligus yang menyembukan penyakit itu” saya menghibur. ”Saya berusaha saya kuat-kuatkan Pak Yanto, tetapi kadangkala istri saya merasa tidak kuat, karena mendapat cobaan yang berat. Saya juga berusaha untuk membesarkan hatinya untuk tetap kuat” kata kawan saya.  ”Andaikan saya yang menjadi Bapak, barang kali saya juga tidak kuat” saya mencoba memahami perasaannya. Sejenak kemudian, ia melanjutkan ceritanya : ”Sebenarnya saya dan istri saya masih kuat Pak Yanto, tetapi kadangkala tetangga dan kawan saya memojokkan saya dan istri saya. Lebih-lebih orang tua dan mertua saya yang membuat saya semakin berat.” Kemudian ia menirukan apa yang dikatakan orang tuanya ”Kamu itu dosanya apa to nak, kok anakmu seperti itu”. Kawan saya tersebut tidak bisa menjawab dan merasa bertambah sedih. Memikirkan anaknya saja sudah bersedih, apalagi dikomentari oleh orang tua, kawan dan tetangganya. Saya dapat merasakan betapa sedihnya andaikata saya menjadi kawan saya tersebut. Kemudian saya berkata kepada kawan saya tersebut ”Sesungguhnya Bapak itu manusia pilihan Tuhan. Anak penderita autis itu hanya dititipkan kepada manusia pilihan saja. Tidak ditipkan kepada orang biasa, seperti saya”. Dengan mata berkaca-kaca kawan saya tersebut mengatakan ”Hanya Pak Yanto yang mengatakan seperti itu. Selama ini saya tidak pernah ada orang yang mengatakan seperti itu”. Saya sangat beruntung bertemu dengan orang-orang pilihan Tuhan dan belajar dari mereka kecerdasan spiritual yang sangat tinggi, untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, manusia pilihan Tuhan.
TIPPING POINT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuksesan suatu perusahaan bergantung pada strategi yang diterapkan, tetapi kadangkala justru di luar dari strategi dari hal-hal yang kecil. Bahkan hal-hal yang kecil kadangkala dapat membuat perubahan besar tanpa sengaja. Jika hal ini terjadi pada perusahaan, maka perusahaan tersebut akan sukses dalam penjualan. Peristiwa ini terjadi pada Wolverine, perusahaan pembuat sepatu dengan merek Hush Puppies. Sepatu klasik berkulit suede dengan sol ringan dari karet mentah buatan Amerika tersebut penjualannya menurun tajam, hingga hanya 30.000 pasang per tahun dan kebanyakan di toko-toko atau gerai-gerai sederhana di kota kecil yang jauh dari keramaian.  Bahkan perusahaan Wolverine berpikir untuk menghentikan produksinya. Tiba-tiba, pada akhir 1994 dan awal 1995 terjadi keajaiban. Pada acara pembukaan cabang sebuah rumah mode, dua eksekutif Hush Puppies, Owen Baxter dan Geoffrey Lewis bertemu dengan seorang perancang mode dari New York yang dalam perbincangan santai bercerita kepada mereka bahwa Hush Puppies klasik mendadak digandrungi para hipster di mklub dan kafe-kafe di kawasan pusat bisnis Manhattan. “Beberapa toko barang bekas di Village dan Soho menjual sepatu buatan kami. Banyak orang yang menyerbu toko-toko kecil itu, memborong semuanya” kata Owen Baxter. “Isaac Mizrahi juga memakai Hush Puppies” kata Sang Perancang mode. Untuk beberapa lama cerita tersebut, bagi Baxter dan Lewis cerita tersebut hanya gurauan. Bagi mereka tidak masuk akal bila sepatu yang begitu ketinggalan zaman tiba-tiba menjadi terkenal. Perancang mode John Barlett, yang menggunakan Hush Puppies dalam koleksi mesin seminya. Kemudian disusul, Anna Sui yang digunakan untuk pergelaran busana. Jooel Fitzgerald membuat dan memasang balon setinggi tujuh setengah meter berbentuk anak anjing berbulu lembut, berkaki pendek dan bertelingan panjang yang merupakan simbol dari merek Hush Puppies. Bahkan Fitzgerald memasang simbol tersebut di atas atap tokonya di Hollywood dan mengosongkan galeri seni di sebelahnya untuk dijadikan butik khusus Hush Puppies. Ketika ia sedang mengecat dan menata rak-rak, aktor Pee-wee Herman datang dan meminta disediakan beberapa pasang. “Promosi dari mulut ke mulut betul-betul ampuh” kata Joel Fitzgerald. Pada 1995, Hush Puppies terjual 430.000 pasang dan tahun berikutnya dapat menjual empat kali lipat dan 1997 terjual lebih banyak lagi yang akhirnya Hush Puppies mengukuhkan diri sebagai pelengkapan busana ngetren kaum remaja di Amerika. Hush Puppies juga memenangkan penghargaan asesori terbaik dari Council of Fashion Designers dalam sebuah jamuan makan malam di Lincoln Center dan presiden perusahaan tersebut naik panggung bersama Calvin Klein dan Donna Karan untuk menerima penghargaan atas pretasi Hush Puppies. Meledaknya penjualan sepatu Hush Puppies, hanya gara-gara ulah remaja iseng di East Village dan Soho yang hanya segelintir saja. Remaja-remaja itu, siapapun mereka sama sekali tidak bermaksud mempromosikannya. Mereka mengenakan sepatu ini semata-mata hanya ingin tampil beda. Namun, entah bagaimana keisengan itu menular ke remaja lain sampai akhirnya akhirnya ada dua perancang mode yang menggunakannya untuk menawarkan mata dagangan mereka yang lain. Sepatu ini muncul di permukaan karena kebetulan. Sepatu tersebut mencapai titik popularitas tertentu karena kebetulan tersebut menurut Malcolm Gladwell dikatakan mencapai tipping point. Doa dapat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang sepele menjadi luar biasa. Doa yang diikuti dengan usaha yang keras dapat menjadikan tipping point.