Claim Missing Document
Check
Articles

KEBUTUHAN DASAR PELANGGAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika pelanggan merasa bahwa tidak diperlakukan secara tidak adil, maka hubungan dengan pelanggan dikatakan dalam kesulitan. Mereka merasakan bahwa orang lain diperlakukan lebih baik dibandingkan dengannya atau pelanggan lama diperlakukan tidak baik sama dengan pelanggan baru dan mereka tidak tahu mengapa diperlakukan demikian. Hal ini seringkali terjadi dan biasanya tidak diperkirakan oleh perusahaan. Pelanggan dalam posisi demikian, biasanya telah siap untuk mengakiri hubungan dengan perusahaan tersebut. Pelanggan yang akan pindah ke perusahaan lain, biasanya diberi potongan yang besar agar tidak pindah pada pesaing, sedangkan pelanggan lama yang tidak mengeluh dan tidak rewel tidak diberi potongan, bila mengetahui hal ini, maka akan merasa dikecewakan karena merasa pelanggan yang selama ini loyal tidak diberikan diskon sama sekali. Mereka menganggap perusahaan bahwa pelanggan yang jelas-jelas tidak setia, tetapi diberi hadiah, diberi diskon untuk tidak meninggalkan perusahaan, sedangkan pelanggan lama yang setia tidak mendapatkan apa-apa dan merasa dikhianati oleh perusahaan. Hal ini memang posisi sulit bagi perusahaan dan merupakan hal tidak mudah untuk dipantau. Perlakuan dapat dilihat jika pelanggan yang kecewa tersebut menyampaikan keluhan, tetapi jika tidak menyampaikan keluhan, tiba-tiba saja mereka meninggalkan perusahaan. Pengalaman saya mengajarkan bahwa pelanggan yang telah berhubungan lama dengan perusahaan dan mereka telah menjadi pelanggan loyal, maka sakitnya dikhianati oleh perusahaan lebih dalam. Ketika saya memiliki dua kartu kredit bertaraf internasional dan saya adalah pelanggan setia. Saya belanja di luar negeri dan di dalam negeri menggunakan kartu tersebut dan saya telah menjadi pelanggan setia selama 7 tahun. Menurut saya waktu yang tidak pendek. Tetapi karena saya lupa membayar pada saat jatuh tempo dan baru pertama kali, saya mendapat surat peringatan yang bernada mengancam dan seakan-akan saya orang yang tidak bertanggungjawab dan tidak dapat membayar tagihan tersebut. Saya telah membayar selama 7 tahun dengan tepat waktu dan tidak pernah terlambat tidak dipakai sebagai loyalitas pelanggan oleh perusahaan dan saya diperlakukan seperti pelanggan yang baru mempunyai kartu kredit. ?Bagaimana perusahaan yang bertaraf multinasional memperlakukan diri saya seperti pelanggan yang tidak berharga dan dicampakkan begitu saja dengan kata-kata yang tidak pernah saya perkirakan??. Akhirnya saya memutuskan untuk menutup dua kartu kredit saya sekaligus, agar saya tidak diperlakukan menjadi manusia yang tidak berharga. Padahal untuk mencari pelanggan dibutuhkan biaya dan usaha yang sangat besar.  Saya hingga saat ini tidak mempunyai kartu kredit lagi dan tidak tertarik untuk mempunyai kartu kredit. Saya didatangi oleh perusahaan itu lagi untuk mempunyai kartu kredit. Saya katakan kepada mereka yang datang untuk memperbaiki kesalahannya dan tidak memperlakukan pelanggan lama seperti perlakuannya kepada saya, perlakuan yang tidak adil, tetapi sebaliknya perlakukan pelanggan lama secara adil. Kebutuhan dasar pelanggan adalah diperlakukan secara adil. Keadilan adalah sangat dekat dengan taqwa dan membawa kita menuju surga.
DAMPAK PERSYARATAN INDEKS PRESTASI DALAM PENERIMAAN TENAGA EDUKATIF Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.674 KB)

Abstract

       Sebagaimana yang terjadi setiap tahunnya, pemerintah kali ini membuka kesempatan kepada segenap lapisan masyarakat yang ingin mengabdikan diri pada negara dan bangsa melalui jalur pegawai negeri, abdi negara sekaligus abdi masyarakat yang senantiasa harus menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.       Dalam tahun anggaran 1988/89 kali ini pemerintah menyediakan 122.874 formasi untuk diisi oleh para calon pegawai negeri sipil, yang selanjutnya akan didistribusi pada 21 departemen dan 14 lembaga nondepartemen.       Kesempatan menjadi pegawai tersebut oleh sementara anggota masyarakat dipandang sebagai kesempatan emas,  sebab  bisa me-ngabdikan diri pada negara dan bangsa lewat jalur pegawai akan memberikan kepuasan tersendiri, meski masih sering terdengar adanya keluhan yang menyangkut tentang "nafkah".       Di berbagai negara,  pegawai negeri sering dipandang sebagai kelompok minoritas yang sangat potensial guna menentukan kebijakan strategi pembangunan negara yang bersangkutan.  Di negara kita kiranya juga demikian keadaannya.  Dari 160-an juta penduduk negara kita hanya sekitar 3,6 juta yang berstatus pegawai negeri; dan mereka ini merupakan orang-orang yang telah disaring secara selektif karena diharapkan dapat berpotensi dalam ikut menentukan strategi pembangunan negara.
RAHASIA SUKSES Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesudah bangunan Ka?bah yang rusak, diperbaiki setinggi orang berdiri, tiba gilirannya untuk meletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy, siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya. Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hamper saja timbul perang saudara karenanya. Keluarga Abd?d Dar dan keluarganya ?Adi  bersepakat tidak akan membiarkan kabilah manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar ini. Untuk itu mereka mengangkat sumpah bersama. Keluarga Abd?d Dar membawa sebuah baki berisi darah. Tangan mereka dimasukkan ke dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. Karena itu lalu diberi nama La?aqat?d-Damm, yang berarti jilatan darah. Abu Umayya bin?l-Mughira dari Banu Makhzum merupakan orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi. Setelah melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka ?Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini?. Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru : ?Ini al-Amin, kami dapat menerima keputusannya?. Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepadanya. Iapun mendengarkan dan melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu berkata ?Kemarikan sehelai kain?. Setelah kain dibawakan, dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri, kemudian Muhammad berkata ?Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini?. Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu batu itu dari kain dan meletakannya di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan. Muhammad melakukan apa yang dalam manajemen disebut berfikir menang-menang yang dapat mewujudkan sinergi. Pengalaman juga mengajarkan kepada saya, ketika akan mengadakan seminar yang ditujukan kepada anak-anak SLTA tentang ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri. Pembicara baru memberitahu kesediaannya ketika waktu tinggal satu minggu. Seminar rencananya diadakan pada hari Sabtu. Setelah seluruh persiapan telah selesai, pada Rabu pagi jam 10.00 wib, saya mengumpulkan staf saya untuk mendengarkan pendapatnya agar peserta seminar tersebut, banyak pesertanya. Saya telah menulis sepuluh strategi dalam satu lembar kertas untuk mendatangkan peserta. Tetapi strategi tersebut saya simpan di atas meja tanpa seorang stafpun yang tahu. Setelah seluruh staf saya kumpul, kemudian saya meminta ide dari staf saya. ?Kawan-kawan saya mohon ide dari Anda, bagaimana agar seminar kita Sabtu besok banyak pesertanya. Kita tinggal punya waktu 3 hari?. ?Pak Yanto. Kita pasang iklan di koran? kata staf saya yang pertama. ?Bagus ? puji saya, sambil mencoret salah satu strategi saya yang ada di lembar kertas. ?Pasang iklan di radio? kata staf saya yang kedua.  ?Bagus ? puji saya, sambil mencoret lagi salah satu strategi saya yang ada di lembar kertas. ?Kita kerjasama dengan asrama mahasiswa? kata staf saya yang ketiga. ?Bagus ? puji saya, sambil mencoret ketiga strategi saya yang ada di lembar kertas. ?kerjasama dengan bimbingsan tes? kata sta saya yang ketiga. Saya juga melakukan hal yang sama, menghargai ide mereka sambil mencoret ide saya yang sama dengan ide mereka. Saya tidak mengatakan bahwa ide mereka sama dengan ide saya, tetapi saya mencoba menghargai ide mereka, saya seakan-akan tidak punya ide meskipun ide saya telah saya tulis dalam selembar kerta. Saya mengatakan kepada staf saya semua untuk menjalankan idenya masing-masing. Luar biasa, saya tidak menduga kalau jumlah peserta  seminar akhirnya melampaui 1000 peserta. Saya hanya memadukan dan menghargai ide mereka. Itulah yang disebut sinergi, yang merupakan rahasia sukses perusahaan.
PERINTAHLAH KAMI DENGAN BAIK DAN BERKAH Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Meskipun demikian, saat ini banyak jabatan yang diperebutkan dengan segala cara. Ketika mendengar selentingan bahwa Khalifah Sulaiman menyebut calon penggatinya adalah Umar bin Abdul Azis, maka Umar datang menemui Menteri kepercayaan Khalifah Sulaiman yang bernama Raja? bin Haiwah. Umar meminta untuk menyampaikan kepada Khalifah, bahwa ia tidak menyukai itu dan bila Khalifah tidak menyebut namanya, supaya Raja? jangan mengingatkan namanya kepada Khalifah. Ia sekarang sedang asyik dalam membina dirinya untuk menjadi insan taqwa, ia sedang tekun beribadah, mendekat sedekat-dekatnya kepada Allah. Ia ingin lebih banyak bicara dengan Tuhan daripada berbicara dengan manusia. Ia tidak ingin diganggu dengan kesibukan-kesibukan dunia yang fana. Raja? menjawab : ?Apakah Anda mengira, bahwa nama Anda akan dicantumkan sebagai pengganti keluarga Abdul Malik?. Aku tidak mengira, bahwa Anda akan berprasangka seperti itu?. Dengan jawaban Raja? tersebut hati Umar bin Abdul Azis menjadi lega. Pada hari Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik meninggal dunia, berkumpullah rakyat beserta pembesar-pembesar Negara di masjid. Di sanalah dibuka surat wasiat Khalifah yang masih rahasia itu. Tidak ada manusia yang tahu nama siapakah yang tercantum dalam wasiat itu, kecuali seorang saja, yaitu Raja? bin Haiwah sendiri. Menteri yang terpercaya itupun tampillah ke depan membuka surat wasiat itu dan kemudian mengumumkan nama Umar bin Abdul Aziz. Mendengar nama itu yang muncul, maka seluruh hadirinpun serentak menyatakan persetujuannya. Tetapi Umar bin Abdul Aziz yang hadir dalam kalangan orang yang ramai itu sangat terkejut bagaikan disambar petir di siang bolong kata Firdaus A.N., iapun tertipu oleh kecerdikan Raja? dan iapun mengucapkan Inna Lillahi wa Inna ilahi Raji?un, seperti orang yang mendapat musibah, bukan seperti orang yang mendapat rahmat atau seperti orang yang bersyukur. Kemudian Umar berkata ?Demi Allah, ini sama sekali bukanlah atas permintaanku baik secara rahasia ataupun terang-terangan.? Ia tak mengelakkan diri dari jabatan yang besar itu dan kemudian ia naik mimbar dan berkata kepada hadirin ?Wahai manusia, sesungguhnya aku telah dibebani dengan pekerjaan ini tanpa meminta pendapatku lebih dahulu, dan bukan pula atas permintaanku sendiri, tidak pula musyawarah kaum Muslimin. Dan sesungguhnya aku kini membebaskan Saudara-saudara sekalian dari baiat yang terletak di atas pundak Saudara-saudara terhadapku, maka pilihlah siapa yang kamu sukai untuk dirimu sekalian dengan bebas.? Dengan begitu Umar bin Abdul Aziz mencoba mempraktekkan demokrasi musyawarah dalam Islam dengan mengubah praktek-praktek yang selama Bani Umayah memerintah, sejak Zaman Mu?awiah bin Abu Sofyan demokrasi itu telah dilanggar. Tetapi orang ramai telah berteriak serentak berkata ?Kami telah memilih engkau wahai Amirul Mukminin dan kami telah rela terhadap engkau. Perintahlah kami dengan baik dan berkah?.
KOLABORASI PENELITIAN ANTAR PERGURUAN TINGGI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.311 KB)

Abstract

       Salah satu tolok ukur dari masyarakat yang sudah "maju",  atau yang diistilahkan sebagai masyarakat pasca industri (post industrial society) ialah masyarakat yang sudah mendudukkan para ilmuwan (scientists) dan peneliti (researcher sebagai "idola".  Sedangkan ditengah-tengah masyarakat tersebut telah berdiri berbagai universitas, maksudnya perguruan tinggi,  dan lembaga penelitian yang benar-benar telah menyatu dengan sistem sosio-kultural masyarakatnya.       Demikian  pandangan yang dikemukakan oleh seorang futu-rolog "elite" setingkat Alvin Toffler,  yaitu Daniel Bell, dalam salah satu karyanya yang banyak menyita perhatian, "The Coming of Post Industrial Society" (1976).       Apabila kita amati perkembangan masyarakat dunia, maka pandangan Daniel Bell tersebut memang tetap relevan sampai saat ini.  Apabila kita perhatikan dengan teliti maka hampir setiap negara maju sekarang ini mempunyai berbagai perguruan tinggi yang cukup qualified,  di samping  berbagai lembaga atau asosiasi penelitian yang semakin bonafide saja.       Amerika Serikat dapat diangkat sebagai contoh. Di negara ini banyak terdapat perguruan tinggi "elite" yang diakui oleh seluruh masyarakat dunia. Harvard University yang konon banyak mencetak calon birokrat, University of Iowa yang sangat terkenal dengan program-program pendidikannya,  University of Syracuse dengan spesialisasinya pada pengembangan teknologi informasi, dan sebagainya.
BENCANA MEMBAWA KESUKSESAN BISNIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana dapat pula menjadi pelajaran yang dapat membawa kesuksesan bisnis. Salah satu yang dapat mengambil pelajaran dari bencana adalah Soichiro Honda. Pada 1922, ia sudah harus keluar dari sekolah untuk bergumul dengan penderitaan. Ia hanya mengenyam pendidikan selama delapan tahun. Anak yang baru berusia 15 tahun dari kota kecil, merasa bangga dengan memperbaiki 10 mobil pada saat ramai. Ia diangkat sebagai asisten mekanik, tetapi pekerjaannya kadang-kadang sebagai "baby-sitter" anak laki-laki pemilik bengkel tersebut. Honda bermimpi untuk menjadi ahli mekanik mobil dan ia tidak pernah mendapat kesempatan itu..  Ia kemudian minta ijin untuk pulang jika tidak dijadikan mekanik, kemudian mengemasi tasnya dan keluar dari pekerjaannya dan meninggalkan kota besar. Ia tidak hanya pasrah tetapi berusaha dan bekerja keras untuk dapat menggapai mimpinya. Enam bulan kemudian, setelah terjadi bencana, bengkelnya membutuhkannya karena beberapa mekaniknya tidak kembali lagi, ia dipanggil untuk membantu memperbaiki mobil, akhirnya terbuka peluang baginya untuk meraih mimpinya tersebut. Iapun akhirnya melanjutkan sekolah. Seperti halnya negara lain, Jepang dihantam depresi besar pada tahun 1930 -an. Pada tahun 1938, Soichiro Honda masih sekolah, ketika memulai membuka bengkel dan mengembangkan konsep piston berbentuk cincin. Ia berencana untuk menawarkan idenya kepada Toyota   Ia bekerja siang dan malam, bahkan sering tidur di bengkel. Ia selalu percaya bahwa ia dapat menyempurnakan rancangan dan memproduksi suatu produk yang bermanfaat. Untuk memulai usaha menggunakan modal berupa perhiasan dari istrinya. Ketika rancangan tersebut dibuat sempel dan ditawarkan kepada Toyota, piston tersebut tidak memenuhi standar. Para teknisi mentertawakan rancangannya. Meskipun gagal, ia tetap kukuh pada pendiriannya dan belajar dari kegagalannya. Setelah dua tahun lebih bertahan dan merancang ulang, akhirnya memenangkan kontrak dari Toyota. Kemudian Soichiro Honda membangun pabrik untuk memenuhi permintaan Toyota. Tetapi pabriknya di bom dua kali semasa perang sehingga menjadi berantakan. Ia tetap gigih untuk mewujudkan impiannya untuk mendirikan pabrik, tetapi sekali lagi pabriknya dihancurkan oleh gempa bumi yang dahsyat. Ia memang tidak pernah lepas dari bencana. Setelah selesai perang, terjadi kekurangan bahan bakar , memaksa orang-orang untuk berjalan atau menggunakan sepeda. Honda membuat mesin kecil dan dapat dipasang di sepeda, tetapi kesulitan material, sehingga tidak memenuhi permintaan. Honda menulis surat kepada 18.000 pemilik toko sepeda, tetapi hasilnya hanya memperoleh uang yang sedikit. Meskipun demikian, dengan uang seadanya tersebut, ia membuat mesin kecil untuk sepeda. Pada model pertama, memakan tempat agar dapat bekerja secara baik, maka ia mengembangkan dan mengadaptasi terus-menerus sampai akhirnya menghasilkan mesin yang kecil. ?The Super Cub? menjadi kenyataan dan meraih sukses. Sukses di Jepang, Honda mulai mengekspor ke Eropa dan Amerika Pada 1970-an terjadi kelangkaan bahan bakar, maka di Amerika berpindah dari kendaraan besar ke kendaraan yang lebih kecil. Honda dengan cepat menangkap tren ini. Sekarang, Honda Corporation mempunyai karyawan lebih dari 100.000 orang di Amerika dan Jepang, membawahi 43 perusahaan di 28 negara, yang merupakan salah satu perusahaan kendaraan terbesar di dunia dan menjadi perusahaan peringkat 26 yang paling mengagumkan dunia pada tahun 2003. ?Yang dilihat orang pada kesuksesan saya hanya 1 %,  tetapi apa yang tidak mereka lihat 99 %, yaitu kegagalan-kegagalan saya? kata Soichiro Honda. Bencana membawanya pada kesuksesan dalam dunia bisnis. Barang siapa bersabar dan mengembalikan bahwa kita milik Allah jika ditimpa musibah, maka Allah kelak akan meletakkan pada surga yang paling Allah sukai.  
KOMUNITAS MINAT (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari survey Media Metrix pada 2000, 500 perusahaan Top Dunia versi majalah Fortune, meningkatkan aktivitasnya dan memberikan kontribusi lebih besar dari tahun-tahun sebelumya pada pendapatan iklan di Internet. Dari 500 perusahaan top versi Fortune tersebut seluruhnya menggunakan iklan on-line (mempunyai situs web). Periklanan dan pemasaran yang sifatnya one-to-one, pemasaran target, bisa menjadi sangat mahal. Akan tetapi, periklanan ini juga sekaligus menawarkan keuntungan menggiurkan. Misalnya, menurut Taylor (1997), iklan berdasarkan target yang sukses dibuktikan sangat efektif bagi mobil-mobil Lexus (169 dolar per mobil yang terjual).  Menitikberatkan target iklan lebih ke komunitas (kelompok-kelompok) ketimbang ke perorangan juga terbukti sangat efektif-biaya. Salah satu komunitas di Internet adalah komunitas minat. Komunitas minat terdiri dari orang-orang yang berinteraksi terhadap topik tertentu, misalnya topik hiburan, topik keluarga, topik perkebunan, topik cuaca dan sebagainya. Contoh sukses perusahaan yang melakukan segmentasi berdasarkan komunitas minat adalah perusahaan retailer industri musik N2K. N2K berkembang cukup cepat setelah bergabung dengan Telebase, yang mengoperasikan toko musik internet, yaitu Music Boulevard (www.musicboulevard.com) Situs ini berisi informasi yang sangat bervariasi sesuai dengan yang dinginkan  peminat, misalnya biografi artis, jadwal tour, contoh musik, dan kajian tentang musik. N2K menjual CD, T-shirt dan perlengkapannya. Pendapatannya mencapai 85000 dolar pada tiga bulan pertama setelah merger dengan Telebase. N2K menganggap kalau hanya satu situs Web untuk seluruh peminat dirasa kurang. Akhirnya N2K mengkhususkan lagi dengan membagi peminatnya ke dalam kelompok musik jazz (www.jazzcentralstation.com) musik klasik (www.classicainsite.com) dan musik rock (www.rocktroplis.com) . Pendapatan N2K naik secara dramatis dari 85000 dolar menjadi 450000 dolar dalam tiga bulan dan menjadi 3,6 juta dolar dalam satu tahun kemudian. Untuk dapat bersaing dengan Amazon.com dan menjadi toko musik online terbesar, akhirnya N2K melakukan merger dengan CDNOW. Para analis mengatakan bahwa bergabungnya kedua retailer musik online ini menandai semakin ketatnya persaingan ritel musik online. Laporan dari The Wall Street Journal merger dari CDNOW dan N2K dengan menggunakan merek CDNOW (www.cdnow.con) menguasai pasar sekitar 45 % atau sekitar 1,2 juta pelanggan. N2K dan CDNOW membelanjakan uang untuk bertempur dengan Amazon.com. N2K menggandeng America Online, Ntscape, Excite dan WebTV, sedangkan CDNOW berhubungan dengan Yahoo dan Lycos.
STRATEGI OPERASI (6) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.642 KB)

Abstract

Allah membolehkan menggunkan binatang ternak itu untuk diberdayakan, baik dipakai sebagai alat angkutan maupun untuk disembelih. Dalam surat Al An?aam ayat 142-144 : Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Katakanlah ?Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?? Terangkanlah kepadaKu dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar. Dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: ?Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan inni bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Demikian pula disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 27: Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
PENDAPATAN PRIMER KEUANGAN NEGARA PADA PERIODE AWAL ISLAM (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada masa hidup Nabi yang mulia, jumlah kuda di Arab sangat sedikit terutama kuda yang dimiliki orang-orang Islam karena digunakan untuk kebutuhan pribadi dan jihad. Misalkan pada perang Badar, pasukan muslim yang jumlahnya 313 orang hanya memiliki dua kuda. Pada saat pengepung Bani Quraisy (5A.H) pasukan muslim memiliki 36 kuda. Pada tahun yang sama, di Hudaybiya mereka mempunyai sekitar dua ratus kuda. Karena zakat dibebankan atas barang-barang yang produktivitas, maka seorang budak atau sekedar kuda yang dimiliki muslim telah dibebaskan dari zakat (Baladhuri, 1966:156). Pada periode selanjutnya, kegiatan beternak dan memperdagangkan kuda dilakukan secara besar-besaran di Syria dan bagian lain dari daerah kekuasaan. Bebarapa kuda mempunyai nilai jual yang tinggi (pernah disebutkan bahwa seekor kuda Arab Taghlabi, nilainya diperkirakan sebesar 20.000 Dirham) (Baladhuri 1966:157)   dan orang-orang Islam terlibat dalam perdagangan ini. Karena maraknya perdagangan kuda, mereka menanyakan kepada Abu Ubayda Gubernur Syria, tentang kewajiban membayar zakat kuda dan budak. Gubernur memberitahu bahwa tidak ada zakat atas keduanya. Kemudian mereka mengusulkan kepada Khalifah agar ditetapkan kewajiban zakatnya, tetapi permintaan orang tidak dikabulkan. Mereka kemudian datang kembali kepada Abu Ubayda dan bersikeras ingin membayar. Akhirnya Gubernur menulis surat kepada Umar (mungkin dilengkapi dengan data yang detail) dan Umar menginstruksikan Gubernur untuk menarik zakat dari mereka dan mendistribusikannya kepada fakir miskin serta budak-budak.?    Sejak itu zakat atas kuda ditetapkan sebesar satu dinar atau atas dasar ad valorem i.e. satu dirham untuk setiap empat puluh dirham (Baladhuri, 1966:158). Di antara beberapa barang, Abu Bakar membebani zakat atas war (rumput herbal yang digunakan untuk membuat bedak dan parfum), sementara Umar mengenakan khums-zakat atas karet yang ditemukan di semenanjung Yaman, antara Aden dan Mukha dan produk lain dari laut (Seyubu-behar). Karena barang-barang tersebut diperlakukan sebagai ?hadiah dari Allah.? Taiff terkenal dengan peternakan tawonnya dan menurut beberapa laporan, Bilal datang kepada Nabi dengan ushr atas madunya dan meminta agar lembah Salba dicadangkan untuknya. Permintaannya diterima. Pada masa Umar, Gubernur Taif melaporkan bahwa pemilik sarang ? sarang tawon tidak membayar ushr tetapi menginginkan sarang-sarang tawon tersebut dilindungi secara resmi. Umar katakan bahwa bila mereka mau membayar ushr, maka sarang tawon mereka akan dilindungi. Apabila tidak, tidak akan medapat perlindungan. Menurut laopran Abu Ubayd, Umar membedakan madu yang diperoleh dari daerah pegunungan dan yang diperoleh dari lading. Zakat yang ditetapkan adalah seperduapuluh untuk madu yang pertama dan sepersepuluh untuk madu jenis kedua (Baladhuri, 1966:173-176). Sebelum Islam, setiap suku atau kelompok suku yang tinggal di pedesaan biasa membayar pajak (ushr) pembelian dan penjualan (Maqs). Besarnya 10 persen dari nilai barang atau satu dirham setiap transaksi. Tetapi setelah Negara Islam berdiri di Arabia. ?Nabi mengambil inisiatif untuk mendorong usaha perdagangan dengan menghapuskan bea masuk antar provinsi yang masuk dalam daerah kekuasaan dan masuk dalam perjanjian yang ditandatangani oleh beliau bersama suku-suku yang tunduk kepada kekuasaannya. Secara jelas dikatakan bahwa pembebanan sepersepuluh hasil pertanian kepada pedagang Manbij (Hierapolis) dikatakan sebagai yang pertama dalam masa Umar (Sabzwari, 1984).
STRATEGI BISNIS PEDAGANG EMPEK-EMPEK (6 HABIS) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.9 KB)

Abstract

Senyuman yang manis yang dihiasi lesung pipit pipi anak saya yang menyambut di depan pintu, membuat rasa kelelahan seharian bekerja seakan hilang begitu saja. Kita selalu berusaha berdoa kepada Tuhan untuk menjadikan agar istri dan anak kita sebagai penyejuk hati dan memimpin mereka menjadi orang yang beriman. Setelah saya cium dahinya, kemudian saya berikan tas kresek putih berisi empek-empek tersebut dan dibawa lari ke belakang dengan riangnya, seakan-akan mendapatkan oleh-oleh yang luar biasa mahal harganya. Seampainya di belakang diberikan pembantu saya. Anak kecil saya tersebut meminta untuk digorengkan empek-empek. Sambil menunggu anak saya tersebut mengajak saya bermain badminton di dalam rumah. Saya melayani bermain badminton sambil bersendagurau. Saya berusaha untuk menyenangkan hatinya, sampai akhirnya empek-empek itu selesai digoreng dan anak saya meminta untuk berhenti bermain badminton. Anak saya menuju ke meja makan dan menikmati empek-empek istimewa oleh-oleh dari ayahnya. Setelah selesai mandi, saya menuju perpustakaan dan duduk di kursi sambil merenungkan kata pedangang empek-empek bahwa bekerja adalah ibadah. Ibadah kepada Allah merupakan buah dari iman kepada-Nya, percaya kepada ketuhanan-Nya, percaya kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Percaya bahwa Dialah satu-satunya yang berhak disembah, karena Dia adalah Raja yang menguasai dan mengatur segalanya. Dialah satu-satunya yang menciptakan dan memberi rizki, tidak ada satupun yang membantu-Nya dalam melakukan semua itu. Dia saja yang berhak untuk disembah dan kita tidak boleh menyembah dengan bentuk sesembahan apapun selain kepada-Nya. Dalam surat Adz Dzaariyaat ayat 56 Allah berfirman : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Allah juga merupakan Sang Pemberi Rezki. Dalam surat Al Ankabuut ayat 17 : Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu, maka mintalah rezki itu dari sisi Allah, sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu kembali. Sebuah kata yang sulit kita raih adalah ikhlas beribadah kepada Allah, baik dalam ibadah yang sedikit maupun yang banyak. Kita ikhlas beribadah kepada Allah adalah beribadah tidak merasakan apapun kecuali keberadaan Allah dihadapan kita, hingga kita mampu memusatkan ibadah kepada-Nya, memurnikan-Nya, membersihkan-Nya dari segala yang mengotori kesucian ibadah kepada-Nya atau mengurangi kesempurnaan ibadah kepada-Nya. Ikhlas membawa kita menuju kerendahan hati dalam perkataan dan perbuatan. Ikhlas membawa ketulusan hati menuju tujuan yang dikehendaki Tuhan, berusaha menyenangkan orang lain dan jauh dari kepentingan dunia dari ibadahnya sebagai modal utama bagi kebaikan dunia dan akhiratnya. Amalan kita akan bernilai jika dilandasi niat yang ikhlas. Dari Umar bin Khaththab r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Sesungguhnya amal itu dinilai bila disertai dengan niat. Dan sesungguhnya masing-masing orang mendapatkan balasan dari perbuatannya sesuai dengan niatnya (Bukhari dan Muslim). Pada saat sekarang bekerja adalah ibadah merupakan hal yang langka. Seringkali kita bekerja mengejar uang untuk memenuhi kebutuhan kita yang tidak pernah tercukupi. Bahkan kalau perlu mengumpulkan harta untuk tujuh keturunan. Berbagai cara kita lakukan, bahkan kadangkalan cara yang melanggar aturan Tuhan. Apalagi bekerja sebagai ibadah dengan ikhlas merupakan sesuatu yang sangat sulit kita capai. Meskipun demikian kita berusaha untuk dapat bekerja sebagai ibadah dengan ikhlas karena merupakan modal yang luar biasa nilainya.