Claim Missing Document
Check
Articles

MENJADI PERANTARA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Memulai usaha tanpa uang tunai dapat pula Anda lakukan dengan menjadi perantara. Menjadi perantara pada intinya adalah menjual informasi. Informasi merupakan jantung untuk meraih kesuksesan. Pak Ali menjadi perantara ketika STMIK AMIKOM Yogyakarta membeli tanah milik PT. Djarum yang berada di Jalan Ring Road Utara Condong Catur, Sleman Yogyakarta. Luas tanah yang dibeli STMIK AMIKOM Yogyakarta kurang lebih 6000 meter persegi. Harga setiap meter ketika itu Rp. 275.000,-, maka harga keseluruhan Rp. 1.650.000.000,-. Pak Ali mendapat 2,5 % dari harga keseluruhan sebagai perantara, yaitu Rp. 41.250.000,-. Dengan pendapatan yang begitu besar sekali melakukan transaksi, maka menjadi perantara menjadi pekerjaan yang sangat menarik. Demikian juga ketika saya menjual tanah di daerah Monumen Jogja Kembali, seharga Rp. 220 juta, kawan saya sebagai perantara mendapat  Rp. 5,5 juta dari saya. Belum lagi kawan saya juga mendapat bagian dari pembeli tanah saya. Cukup lumayan bukan?. Saya mempunyai kawan bernama Pak Bambang yang tinggal di Surabaya. Salah satu pekerjaanya selain mempunyai Biro Hukum juga menjadi perantara dari kawan-kawannya. Pak Bambang biasanya menjadi perantara jual beli perusahaan-perusahan besar.  Jika Pak Bambang mengatakan bahwa perusahaan tersebut Clear, maka kawannya baru mau membeli perusahaan tersebut. Profesional fee, yang diperoleh bukan lagi dalam jutaan rupiah, tetapi dalam milyaran rupiah. Meskipun kaya, tetapi Pak Bambang orangnya tetap sederhana. Sebagian uangnya digunakan untuk membeli berbagai macam Perguruan Tinggi dan Sekolah dan diberikan kepada kawan-kawannya yang kemampuan finansialnya masih jauh darinya. ?Iki sawah paculono, neng ojo pacul-paculan? kata Pak Bambang memberi nasihat kepada kawan-kawannya. Anda dapat menjadi perantara berbagai macam produk. Di harian Kedaulatan Rakyat  setiap hari selalu muncul iklan-iklan baris yang menawarkan berbagai macam peluang. Mulai dari rumah, tanah, mobil, sepeda motor, handphone, barang-barang elektronik dan berbagai macam yang lainnya. Anda dapat memanfaatkan kesemuanya sebagai informasi yang sangat luar biasa. Anda dapat menjadi perantara dari berbagai macam kebutuhan manusia. Anda sekarang telah menjadi konglomerat baru, karena mempunyai berbagai macam barang dagangan yang tak terhitung jumlahnya. Itupun baru dari satu media. Belum menggunakan media selain Harian Kedaulatan Rakyat. Apalagi di media yang disebut Internet, lebih bertaburan peluang bisnis bagai bintang bertaburan di ruang angkasa.  Menjadi perantara merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan yang menjadikan Anda dapat memulai usaha tanpa uang tunai. Selamat mencoba, semoga Anda berhasil.
RIBA DALAM BERBAGAI AGAMA (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.134 KB)

Abstract

 Tiga kualifikasi ini ternyata membantu penghapusan larangan riba. Bahkan pada waktu itu, ?standar ganda Ulangan?, demikian Nelson (1949) menyebutnya, sulit dihilangkan dengan alasan apapun oleh kaum Kristen, karena Yesus telah menyatakan kesatuan dan kesamaan kawan dan lawan. Selain itu, pemikiran bahwa riba bagi sesuatu kelompok bisa dianggap benar secara agamis, dikontradiksikan dengan pasal dari kitab Mazmur tersebut di atas. Satu cara yang mungkin di sekitar teka-teki ucapan ini adalah mengikuti arahan para pemimpin Gereja Yahudi yang mempertahankan praktik saudara mereka yang memberi pinjaman berbunga kepada kaum non-Yahudi dengan alasan bahwa ayat dari kitab Mazmur dapat dinisbatkan kepada Daud yang merupakan murid Musa dan, karena itu, tidak bisa memosisikan dirinya secara bertentangan dengan gurunya dengan cara mengubah hukum Musa  (Cohn, 1971). Proses evolusi yang sama terjadi pada Gereja Kristen awal, dan undang-undang gereja dibuat oleh dewan gereja, para Paus dan Uskup. Gereja awal pertama-tama mengutuk riba dengan Peraturan Apostolik ke-44 pada Dewan Arles, 314, disusul oleh Nicea pada 325, dan Laodicia pada 371. undang-undang Gereja pertama yang menentang riba adalah Ensiklik Kepausan Nec hoc quoque Santo Leo yang Agung, Paus dari 440-61 dan seorang Doktor Gereja. Ensiklik Kepausan terakhir yang menentang riba Vix pervenit dikeluarkan pada 1745 oleh Paus Benedict XIV (meskipun itu bukanlah sebuah dekrit yang mutlak). Di antaranya, gereja Katolik mempertahankan penentangannya terhadap praktik riba, meskipun penekanannya benar-benar berubah sepanjang waktu. Pertama-tama, pelarangan gereja atas riba tidak menyalahi kependetaan, meskipun ketidaksepakatan yang lebih umum diungkapkan kepada kaum awan oleh Dewan Carthage pertama (345). Roll (1953) menyatakan bahwa tidak perlu diadakan pelarangan yang lebih luas. Tiadanya sebuah perekonomian uang dan pasar modal yang sudah berkembang, dan diberikannya hak-hak paling feodal yang sepadan, posisi gereja tidak hanya sebagai unit produksi paling besar, tetapi juga sebenarnya merupakan satu-satunya penerima uang paling banyak. Terlepas dari apa kata Injil, bagi gereja membebankan bunga atas pinjaman konsumtif kepada orang miskin pasti akan dianggap sebagai eksploitasi. Glaeser dan Scheinkman (1998) mengemukakan alasan lain. Pinjaman tanpa bunga adalah ?bisnis yang baik? karena menghasilkan antusiasme di tengah masyarakat terhadap agama. Juga, penghalalan riba bisa mendorong pengambilan keuntungan pribadi yang berlebih-lebihan oleh para pendeta dan barangkali membuka pintu untuk simony (jual beli surat pengampunan gereja untuk kepentingan duniawi). Karena perdagangan dan perniagaan meluas pada Abad Pertengahan terakhir, dan permintaan akan pinjaman bertambah, untuk memerangi ?nafsu merampok dari retenir yang tidak puas-puasnya? maka larangan Gereja atas riba pun diperluas kepada orang-orang awam dengan nada yang sangat keras (Divine, 1967). Kutukan terhadap riba dilontarkan oleh Dewan Lateran Agung. Lyon II, dan Vienne. Dewan Lateran Kedua (1139) mengutuk riba sebagai hal yang ?tercela?. Lateran III (1179) mengajukan excommunication (pengusiran dari komunitas Kristen) untuk para rentenir yang terang-terangan memungut riba. Terakhir, Dewan Vienne (1311) membolehkan  excommunication terhadap para pangeran, legislative, dan pejabat publik yang menggunakan atau melindungi rentenir, atau yang berusaha membedakan antara bunga (interest) yang dibolehkan dan riba (usury). Praktek ini sering dirasionalisasikan sebagai instrumen kesejahteraan. Paus Alexander III pada 1159 menyatakan bahwa kaum Saracens dan ahli bidah yang tidak mungkin ditaklukkan dengan kekuatan senjata akan dipaksa di bawah beban riba untuk menyerah kepada Gereja (Nelson, 1949:15).
PASAR ADEN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aden merupakan pasar yang di adakan pada tanggal satu sampai sepuluh bulan Ramadhan. Aden kuno merupakan pelabuhan alam yang terletak pada kawah gunung berapi yang tidak aktif yang sekarang merupakan semenanjung yang berpadu dengan tanah daratan yang menjorok ke laut. Aden merupakan kota pelabuhan berjarak sekitar 370 km di sebelah selatan San?a di Yaman.  Pelabuhan ini digunakan pertama kali oleh kerajaan Awsan antara abad ke tujuh sampai abad ke lima sebelum masehi. Pada abar pertama sebelum masehi, Aden merupakan kota penting kedua kerajaan Himyar, setelah Zafar. Zafar atau Sapphar atau Sephar merupakan ibukota kerajaan Himyar. Meskipun peradabannya adalah Himyar, tetapi sebutan rajanya adalah raja Saba dan Dzu Raydan yang kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Orang Himyar menjadi pewaris budaya dan perdagangan Saba-Minea. Posisi pelabuhan dan pasar yang baik sekali ini, yaitu terletak antara jalur pedagangan India dan Eropa membuat Aden dibutuhkan oleh para penguasa yang melihatnya dan berusaha untuk menguasainya di sepanjang waktu dalam sejarah. Pada abad pertama sebelum Masehi, Aden dikenal sebagai Eudaemon Arab, merupakan titik perpindahan angkutan untuk perdagangan Laut Merah, tetapi perasaan yang kuat setiap kali kapal baru berlayar melewatinya dan membuat keberanian melintasinya untuk menuju India. Aden juga digambarkan sebagai desa tepi pantai yang akan dilukiskan sebagai kota kawah dengan baik yang perkembangannya kecil. Tidak mempunyai benteng, tetapi lebih dari sekedar pulau yang dikelingi lautan atau sebagai semenanjung.             Daya tarik Aden dan San?a, baik secara ekonomi maupun keagamaan, membuat Abissinia mengincar kota tersebut dan berusaha merebutnya dari kerajaan Himyar. Sejak 525 Masehi akhirnya kerajaan Himyar dikuasai oleh Abissinia dengan gubernur bernama Abrahah. Kenangan tersisa dinasti Himyar ada di timur kota Aden. Di kota San?a dibangun sebuah katedral yang paling besar.  Katedral dibangun di atas reruntuhan kota Ma?rib kuno dan disebut al-Qalis atau al-Qulays atau al-Qullays yang berasal dari bahasa Yunani, ekklesia yang berarti gereja. Para penguasa Abissina berhasil mengembangkan tempat suci keagamaan untuk menyaingi kota Mekah sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah haji. Menurut penguasa Abissinia ibadah haji saat itu menjadi sumber pendapatan terbesar bagi mereka yang tinggal di kota itu. Hal tersebut mendorong komandan tertinggi Abrahah untuk menghancurkan Ka?bah dengan menggunakan pasukan gajah. Pasukan gajah tersebut dihancurkan oleh Allah. Di dalam Al-Qur?an diabadikan dalam Surat Al-Fiil. Peristiwa itu terjadi pada kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. 571 M.
SENJATA BISNIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyum merupakan tawa tanpa suara yang hanya tampak pada sikap bibir, mata dan wajah. Senyum hiasan wajah yang indah dari manusia. Senyum merupakan bumbu sedap dalam meramu bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Pengalaman pribadi mengajarkan demikian. Ketika saya bersama keluarga datang ke salah satu toko elektronik A, setelah melihat barang-barang elektronik yang akan saya beli dan sudah cocok akhirnya saya bertemu customer service-nya, seorang wanita. ?Mbak saya bisa nggak bertemu dengan Bosmu??. Saya dijawab dengan nada yang tidak enak di dengar di telinga tanpa senyum ?Tidak bisa! Dia pergi ke luar kota?. Begitu saya sampai di toko F, saya langsung disambut oleh karyawannya dengan senyum ramah. ?Bagaimana kabarnya Pak Yanto? Lama tidak ke sini?? tanya mereka. Kemudian saya jawab ?Baik?. Kemudian istri saya menanyakan beberapa barang elektronik yang ingin dibelinya. Kemudian saya bertanya ?Bosmu ada??. ?Ada Pak Yanto, tapi masih ada tamu? jawab mereka sambil menyediakan minuman aqua untuk saya dan keluarga. Saya minta secarik kertas, kemudian saya menulis nama saya dan sedikit saya minta dilayani. ?Bolehkan saya minta tolong kertas ini Anda sampaikan kepada Bosmu??. Secarik kertas tersebut dibawa masuk ke ruang Bosnya dan disampaikan kepada Bosnya. Tidak begitu lama Bosnya, keluar menemui saya dan istri saya, sambil menyapa saya ?Bagaimana kabarnya Pak Yanto? Kemudian dilanjutkan kepada istri saya ?Lama nggak ke sini ya Bu??. Percakapan berlangsung dengan senyum penuh keakraban. Istri saya menanyakan barang-barang kepada Bos toko F tersebut dan istri saya diberi harga istimewa. Saya melihat bahwa harga untuk Televisi di toko F lebih mahal Rp. 25.000 dibandingkan toko A demikian juga harga mesin cuci dan harga lemari es, tetapi kami berdua memutuskan untuk membeli di toko F tersebut. ?Bu apa ada lagi yang dapat saya bantu?? tanya Bos toko F kepada istri saya. ?Sudah cukup? jawab istri saya. ?Saya ke dalam dulu ya Bu? Bos toko F minta izin kepada istri saya. ?Silakan Bu? jawab istri saya. Kemudian istri saya dilayani oleh karyawannya. ?Saya belum bawa uang untuk membeli barang-barang ini? kata istri saya. ?Tidak apa-apa Bu. Barangnya di antar sekarang atau besok Bu?? kata karyawan tersebut. ?Bayarnya bagaimana?? tanya istri saya. ?Gampang Bu. Pakai Credit Card atau Debit Card Bu atau ditransfer lewat ATM. Nanti setelah Ibu transfer dititipkan saja kertas cetakannya pada yang mengantar barang? jawab karyawan tersebut. Akhirnya saya dan istri saya memutuskan untuk membeli di toko F tersebut. Hal ini juga didukung oleh survei dari US News and World Report, bahwa pelanggan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, 69% disebabkan oleh karena tidak dilayani oleh karyawannya dengan baik. Produk yang tidak sesuai hanya menempati urutan kedua, yaitu 12% dan harga hanya 10% serta lokasi hanya 9%. Ternyata senyum merupakan awal dari pelayanan yang baik yang nilainya puluhan juta, bahkan miliaran rupiah. Senyum dapat meredakan konflik sebesar 94%. Senyum adalah sodaqoh.
MENELADANI AKHLAK RASULULLAH S.A.W. Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.348 KB)

Abstract

Allah SWT memberikan pujian tentang budi pekerti kepada Rasulullah s.a.w.. Dalam surat Al Qalam ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang yang berperilaku lemah lembut, pemaaf, memohonkan ampun untuk orang lain, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 159 :  Maka disebabkan dari rahmat Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabatnya dalam Taurat dan Injil dimuat dalam surat Al Fath ayat 29 : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku? dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Budi pekerti yang luhur merupakan salah satu senjata tidak hanya dalam bisnis, tetapi dalam segala kehidupan. Rasulullah s.a.w. bersabda : Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan budi pekerti (Ahmad, Hakim dan Baihaqi). Demikian pula dari ?Atha? bin Yasar r.a, katanya dia bertemu dengan Abdullah bin ?Amr bin ?Ash, lalu katanya : ?Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw. Seperti yang tersebut dalam Kitab Taurat?.Jawab Abdullah, ?Baiklah ! Demi Allah sesungguhnya Rasulullah saw. Telah disebut di dalam Kitab Taurat dengan sebagian sifat beliau yang tersebut didalam Al Qur?an : ?Wahai, Nabi ! Sesungguhnya  Aku mengutus engkau untuk menjadi saksi, memberi kabar gembira, memberi peringatan dan memelihara orang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan pesuruh-Ku. Aku namakan engkau orang yang tawakkal (berserah diri), tidak jahat budi, tidak kesat hati, tidak pula orang yang suka berteriak di pasar-pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi pemaaf dan memberi ampun. Dan Allah belum akan mencabut nyawanya sehingga dia menegakkan agama selurus-lurusnya, yaitu supaya mereka mengucapkan : ?Laa illaaha illallaah? sehingga dengan ucapan itu Allah membukakan mata yang buta dan telinga yang tuli serta hati yang tertutup.? (Bukhari). Demikian pula Rasulullah s.aw. bersabda : ?Kamu semua tidak mungkin dapat mempergauli orang lain dengan hartamu saja, tetapi hendaklah seseorang dari kamu semua mempergauli mereka dengan muka berseri-seri dan budi pekerti yang baik.?(Thabrani dan Baihaqi).  
BISNIS ORANG SABA’ (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada periode kedua (610 ? 115 SM), penguasa mulai menghilangkan karakteristik kependetaannya. Ibukota Saba?, Sharwah dipindahkan ke Ma?rib. Kotan Ma?rib yang berjaraki sekitar 100 km di sebelah timur San?a. Kota Ma?rib merupakan kota titik temu berbagai rute perjalanan dagang yang menghubungkan negeri-negeri penghasil wewangian dengan pelabuhan-pelabuhan di Mediterania terutama Gazza. Kota ini terkenal karena bendungan Saad Ma?rib, disamping tiga benteng yang dibangun pada periode ini. Sarana publik yang dibangun orang Saba? ini menunjukkan bahwa orang Saba? merupakan masyarakat yang cinta damai yang sangat maju, baik dalam bidang perdagangan maupun di bidang teknik. Ada beberapa bagian yang dibangun pada periode pertama. Sumhu?alay Yanuf dan putranya Yatsa?amar Bayyin disebutkan sebagai pembangun utama bendungan Ma?rib.  Al-Mas?udi, al-Ishfahani dan Yaqu menyatakan bahwa yang membangun adalah Luqman ibn ?Ad. Bendungan ini  dipugar pada masa Abrahah dari Abissinia (543 M) dan Sharahbi Il Ya?fur (449-450 M). Sejak 115 SM wilayah tersebut jatuh di tangan suku Himyar, yang berasal dari dataran tinggi sebelah barat daya dan Himyar memindahkan ibukota Ma?rib menjadi Zhafar, sekitar 160 km timur laut Mukha di atas jalan menuju San?a. Meskipun peradabannya adalah Himyar, tetapi sebutan rajanya adalah raja Saba dan Dzu Raydan yang kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Orang Himyar menjadi pewaris budaya dan perdagangan Saba-Minea. Pada masa tersebut tampak tanda-tanda keruntuhan. Perdagangan mereka mengalami kegagalan besar karena pengaruh dari perdagangan Nabasia (Anbat) di sebelah utara Hijaz. Sedangkan perdagangan laut dikuasai Romawi setelah membentangkan kekuasaannya ke Mesir, Suriah dan sebelah utara Hijaz. Persaingan antar kabilah juga memperburuk suasana perdagangan. Pada masa tersebut sering dilanda kerusuhan, perang saudara, kudeta, sehingga mereka menjadi sasaran bagi negara lain untuk merampas kemerdekaan mereka. Selain agama Kristen, muncul pula agama Yahudi. Persaingan kedua agama tersebut juga memicu munculnya kekerasan. Raja Himyar terakhir, Dzu Nuwas yang memeluk agama Yahudi memaksa orang Kristen Najran untuk berpindah agama. Karena mereka menolak, akhirnya merekadimasukkan dalam parit dan dibakar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur?an, Surat Al-Buruuj, ayat 4-7. : Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ketika mereka duduk disekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman.   Akhirnya diduki oleh Abrahah dari Abessinia dan puncaknya diberikan cobaan banjir, karena mereka sudah sangat kafir. Firman Allah dalam Al-Qur?an, Surat Saba? ayat 16-17 : Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikian Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
BELAJAR KECERDASAN SPIRITUAL DARI ORANG KECIL (4) HABIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.213 KB)

Abstract

                Istri saya melanjutkan tulisannya ?Seperti yang kita ketahui angka perceraian setiap tahun terus meningkat, sebagian besar kasus perceraian saat ini adalah karena gugatan cerai dari pihak istri. Meningkatnya jumlah kasus perceraian  khususnya cerai karena  gugatan yang diajukan istri disebabkan oleh beberapa faktor antara lain oleh karena semakin banyak wanita yang telah mandiri secara finansial. Kemandirian istri secara finansial pada awalnya mempunyai tujuan yang mulia, disamping emansipasi wanita juga dengan bekerjanya istri sangat membantu keuangan keluarga. Tetapi dampak dari bekerjanya istri juga tidak kalah rumitnya. Pada perkawinan model baru, pria dan wanita ingin memiliki kedudukan yang setara,mereka membagi tugas rumah tangga dengan adil dan memutuskan bersama masalah masalah besar. Keduanya boleh bekerja di luar rumah. Ketika kelahiran anak anak, mereka berbagi tugas sama rata. Di atas kertas, semua terasa bagus, dan merupakan perbaikan dari perkawinan yang tidak sederajat di masa lalu. Pada kenyataanya, perubahan dari paradigma lama ke paradigma baru penuh rintangan dan hambatan. Adalah suatu kebohongan jika masyarakat menyatakan perkawinan sederajat (modern) lebih mudah daripada perkawinan tradisional. Yang benar menurutnya perkawinan sederajat mengizinkan kita menegosiasikan perbedaan dengan lebih adil tapi sering dengan kesulitan besar. Selain kebohongan tersebut diatas masih ada 6 enam lagi kebohongan perkawinan yang lainya, diantara yang cukup menarik adalah suatu kebohongan  jika anak anak memperkuat perkawinan justru sebaliknya bahwa kehadiran anak bisa menjadi ancaman serius bagi perkawinan. Untuk mempertahankan  perkawinan ternyata tak cukup hanya dengan cinta. Lepas dari setuju ataupun tidak  dengan pendapatnya,  buku  ini tetap  menarik untuk dibaca, ditulis dengan bahasa yang sederhana dan  mudah dicerna,   dilengkapi  dengan contoh kasus kasus nyata yang dialami oleh pasienya. Mungkin saja terasa menyakitkan jika dibaca oleh pembaca yang sedang atau sudah  pernah mengalaminya. Akan tetapi tetap terasa manfaatnya bagi kita semua yang  mempunyai  komitmen  untuk mempertahankan perkawinan sampai ajal menjemput.? Bapak empat putra tersebut telah mengajarkan kepada kita, bahwa istrinya telah mengambil resiko besar dan sebenarnya juga tidak mau kakinya lumpuh. Istrinya telah berkorban banyak. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam surat An.Nisa 20 : ?Mereka (kaum istri) itu telah mengambil suatu perjanjian yang berat dari padamu sekalian?.  Oleh karena itu kita memang harus berusaha untuk mempergauli istri kita dengan baik, berkomunikasi dnegan baik sebagai tanda kasih sayang. Tuhan juga menganjurkan kepada kita untuk mempergauli istri kita dengan baik. Kita juga perlu untuk berusaha tidak menyakiti hatinya,  berusaha untuk mengajak bersendau-gurau dan memujinya untuk menyenangkan hatinya.  Bahkan Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Jabir r.a. : ?Alangkah baiknya kalau istrimu itu seorang gadis yang engkau dapat bermain-main dengannya dan ia dapat bermain-main denganmu? (Bukhari dan muslim). Bapak yang sederhana tersebut mampu mengalahkan salah satu musuh yang kita bertempur sepanjang hidup kita, yang merupakan penyakit hati yang besar dan tidak semua orang mampu mengalahkannya. Ia tetap mempergaulinya dengan baik, menyenangkan hatinya, melayaninya dengan luar biasa. Perang yang lebih besar dari Perang Badar adalah adalah perang mengalahkan hawa nafsu.
PASAR PADA MASA RASULULLAH (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumadi al Awwal atau berlangsung sebulan penuh. Hijar merupakan salah satu provinsi dari Bahrain pada masa Nabi Muhammad s.a.w.. Bahrain terletak di bagian timur Semenanjung Arabia, ditegaskan dalam hadits dengan Musnad Ahmad, yang membentang pada pantai Teluk Persia dari Basrah sampai Selat Hormuz yang lebih luas dari Bahrain saat ini. Penduduk yang tinggal di provinsi ini merupakan keturunan dari suku Bani Abdul Qais. Bahrain pada masa Rasulullah. terdiri dari tiga provinsi, yaitu Hijar (saat ini bernama Al-Hasa terletak di Saudi Arabia), Al-Katt (saat ini bernama Al-Qatif juga terletak di saudi Arabia) dan Awal (saat ini daerah inilah yang bernama Bahrain). Nama Awal digunakan sampai abad ke delapan, diambil dari nama sebuah berhala yang dijadikan sesembahan oleh penduduk di pulau tersebut sebelum datangnya Islam. Pusat pemujaan Awal bernama Muharraq. Orang Bahrain merupakan di antara orang-orang pertama yang memeluk Islam. Orang Bahrain memeluk Islam pada 629 (tahun ke tujuh hijriah). Rasulullah memerintah Bahrain melalui perwakilannya, Al-Ala?a Al-Hadhrami. Ketika ratusan utusan datang pada Nabi setelah kemenangan kota Mekah, seorang diantaranya Abdul Qais, datang menemui Nabi. Selanjutnya, meminta agar mereka memanggil dan memberitahukan pemimpin mereka, yaitu Al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan, tentang penduduk berbagai kota dan urusan-urusan mereka. Secara khusus Nabi juga menyebutkan nama-nama Sofa, Musyaqqar, Hijar dan beberapa kota lainnya. Pemimpin mereka Al-Ashajj, sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Nabi tentang negerinya sehingga ia mengatakan ?Ayah dan ibuku akan berkorban  untuk demi Anda, karena Anda tahu banyak tentang negeriku dibanding aku sendiri dan mengetahui nama-nama lebih banyak kota di negeri kami daripada yang kami ketahui.? Bahkan Nabi mengetahui kebiasaan orang Bahrain, cara hidup penduduk Bahrain, cara mereka minum dan cara mereka makan. Pengetahuan ini menunjukkan bahwa Nabi berkunjung ke Bahrain berkali-kali. Kunjungan Nabi ke Bahrain diperkirakan antara usia 18 sampai 25 tahun. Pada periode ini Abu Thalib meminta Nabi untuk menjalankan bisnis sendiri guna meringankan bebannya, sebab Abu Thalib tidak begitu kaya dan harus menghidupi keluarga besar. Berdasarkan ini seluruh perjalanan Nabi ke negara-negara tetangga merupakan perjalanan bisnis (Afzalurrahman, 1982). Pada saat Bahrain di bawah pemerintahan Islam tidak berpengaruh pada perdagangan dan kemakmurannya berkesinambungan dengan menggantungkan pada pasar di Mesopotamia. Setelah Bagdad berkembang menjadi pusat pemerintahan Islam, Bahrain memperoleh keuntungan yang besar dengan berkembangnya peningkatan permintaan untuk barang asing khususnya dari Cina dan Asia Selatan. Bahrai menjadi pusat utama pengetahuan mulai dari awal Islam (abad ke enam) sampai abad ke sembilan.  
AKTUALISASI DIRI TOKOH DUNIA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abraham Maslow meneliti tokoh-tokoh dunia yang disebut orang-orang luar biasa. Tokoh-tokoh tersebut antara lain, George Washington, Abraham Lincoln, Thomas Jefferson, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, Goethe, D.T. Susuki, Benyamin Franklin, William Russel, Jane Addams, William James dan tokoh-tokoh dunia lainnya. Orang-orang tersebut disebut teraktualisasi dirinya. Ciri paling universal dan umum dari tokoh-tokoh tersebut adalah kemampuan mereka melihat hidup dengan jernih, melihat hidup apa adanya bukan menurut keinginan mereka, bersifat sabar, bersifat lebih obyektif terhadap hasil-hasil pengamatan mereka, hasrat pribadi tidak menyesatkan pengamatan mereka, mempunyai kemampuanjauh di atas rata-rata dalam hal menilai orang secara tepat dan dalam menyelami kepalsuan. Umumnya, pilihan pasangan mereka dalam perkawinan jauh lebih baik daripada rata-rata, sekalipun tidak sempurna. Berkat persepsi mereka yang ampuh, tokoh-tokoh yang teraktualisasi diri ini lebih tegas dan memiliki pengertian yang lebih jelas tentang yang benar dan yang salah. Mereka lebih jitu meramalkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Kemampuan melihat secara efisien, menilai secara lebih tepat pada orang-orang yang ?manusiawinya penuh? ini ternyata merembes pula ke banyak kehidupan lainnya, berupa pemahaman bukan hanya atas orang tetapi atas seni, musik, masalah-masalah politik dan filsafat. Tokoh-tokoh tersebutmampu menembus dan melihat realitas-realitas tersembunyi serba membingungkan secara lebih gesit dan lebih tapat dibandingkan rata-rata orang. Namun demikian, mereka memiliki sifat rendah hati, mampu mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran, mau mengakui bahwa mereka tidak tahu segalanya dan mau belajar dari orang lain. Orang lain akan mampu mengajari mereka sesuatu. Persepsi yang ampuh ini  sebagian lahir dari dan dalam pemahaman lebih baik tentang diri sendiri. Konsep ini dapat juga dilukiskan sebagai sifat lugu pada anak-anak serta tiadanya kesombongan. Anak-anak sering mendengarkan tanpa prakonsepsi atau penilaian sebelumnya. Seperti anak-anak yang memandang dunia dengan mata lebar, jauh dari kritik dan tanpa dosa, mengamati persoalan apa adanya, tanpa mempermasalahkan perkara atau menuntut perkara. Allah :?Wahai Musa apakah engkau mengerti mengapa aku berbicara langsung kepadamu?. Musa : ?Engkau Maha Tahu tentang itu semua?. Allah : ?Aku mengetahui setiap hati manusia, tetapi tidak pernah melihat hati yang lebih rendah hati seperti hatimu, karena itulah aku berbicara langsung denganmu?. Demikialah firman Allah yang diriwayatkan Kaa?ab Al-Ahbar.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (6) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.308 KB)

Abstract

Untuk membagi pengalaman saya menjadi entrepreneur ini, karena saya tidak mendapat pendidikan jurnalistik secara khusus, kadangkala lepas kontrol, meluncur tanpa rem, sehingga melanggar etika dan aturan jurnalistik yang baik. Hal itu terjadi pada tulisan saya sebelumnya. terutama tulisan saya mengenai sikap mental positif. Semata-mata itu adalah kekhilafan saya. Saya baru saja menyadari, setelah saya mendapat surat klarifikasi dari Bapak Rektor UPN Yogyakarta, kemudian saya baca dengan hati-hati. Semua yang beliau tulis adalah benar adanya. Sekali lagi adalah saya yang khilaf, maka saya langsung meminta sekretaris saya untuk dapat menghadap Bapak Dr. Didit Welly Udjianto, M.S.,Rektor UPN Yogyakarta untuk meminta maaf atas kekhilafan saya. Setelah saya mendapat informasi saya dapat diterima Beliau pada jam 14.00, langsung saya berjalan dari kantor saya menuju kantor Bapak Didit, karena hanya bersebelahan. Setelah saya dipersilakan masuk dan dipersilakan duduk Bapak Didit,   ?Pak saya minta maaf. Tulisan tersebut semata-mata adalah kekhilafan saya. Saya menyadari kalau tulisan itu menyudutkan mahasisawa UPN dan menyudutkan institusi UPN. Saya juga minta maaf kepada seluruh sivitas akademika dan alumni UPN Yogyakarta. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas klarifikasi Bapak? permintaan maaf saya. ?Kalau tidak begini saya kan tidak bisa ketemu Pak Yanto langsung. Saya mohon Pak Yanto untuk tidak menulis seperti itu lagi. Saya senang kalau Pak Yanto mengklarifikasi tulisan itu? kata beliau. ?Baik Pak. Sekali lagi saya minta maaf Pak. Itulah kelemahan saya yang kadangkala tidak bisa saya kontrol ? jawab saya. Setelah saya minta maaf, saya mulai berbicang dan belajar bermacam hal. Berkait tulisan saya tentang mimpi, sesungguhnya UPN Yogyakarta adalah mimpi saya dan mimpi kawan-kawan saya yang paling dekat, karena di depan mata saya. Ketika AMIKOM masih menyewa, di sebelah gedung UPN, saya sering menghadap kearah gedung UPN sambil bermimpi suatu saat AMIKOM ingin mempunyai tanah luas seperti UPN, mempunyai gedung seperti UPN dan memiliki auditorium yang bagus yang bentuknya seperti pesawat siluman. Aktivitas mahasiswanya hidup dan kegiatan mahasiswanya banyak sekali. Saya sangat merindukan kehidupan kampus seperti itu. Untuk menggapai mimpi saya tersebut, saya banyak belajar dari alumni UPN. Pembatu Ketua I  dan Ketua Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta adalah alumni dari UPN Yogyakarta. Saya banyak mendapat pelajaran tentang pengelolaan mahasiswa dari mereka. Belajar kedisiplinan dari mereka. Saya banyak belajar dari sahabat saya dosen-dosen UPN. Saya juga sering diundang mengisi di Fakultas Komunikasi dan Ekonomi, juga mendapat pelajaran yang sangat berharga dari mahasiswa UPN Yogyakarta. Dari sedikit demikit sedikit mimpi saya tersebut mulai terwujud, meskipun belum seperti UPN. Dari tidak mempunyai tanah, sekarang sudah mempunyai tanah sekitar 12.000 meter persegi. Dari gedung sewa, sekarang telah memiliki empat unit gedung berlantai tiga dan lima. Berawal dari Akademi telah menjadi Sekolah Tinggi. Mimpi saya bersama kawan-kawan STMIK AMIKOM kelak berkeinginan menjadi Universitas dengan jumlah mahasiswa yang banyak seperti UPN. Saya bersama kawan-kawan merasa sangat beruntung berdampingan dengan UPN Yogyakarta, karena dapat mempercepat dalam menggapai mimpi-mimpi saya. Keberuntungan saya semakin lengkap setelah saya mendapat pelajaran langsung dari Pimpinan tertinggi UPN Yogyakarta, Bapak Rektor, Bapak Didit, baik dalam mengelola perguruan tinggi, penjaminan mutu dan pengalaman hidup yang sangat berharga, yang menggores hati saya yang paling dalam. Semoga UPN Yogyakarta yang banyak memberi pelajaran yang sangat berharga bagi AMIKOM dilindungi dan diberkahi Allah s.w.t.  amin?