Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis SWOT Guna Pengembangan Strategi Usaha Dewa Egg Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Kumala, Jinny Fitria Nur; Suyanto, Mohammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4311

Abstract

Telur ayam ras merupakan salah satu sumber pangan hewani yang memiliki nilai gizi tinggi serta tingkat permintaan yang relatif stabil di masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan usaha distribusi telur ayam ras memiliki risiko yang relatif rendah dan peluang pasar yang cukup besar. Agen Dewa EGG yang beroperasi di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, memiliki potensi pasar yang luas seiring dengan tingginya kebutuhan telur, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner. Namun demikian, usaha ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan harga antar agen, fluktuasi harga telur, serta ketidakstabilan kualitas pasokan dari pemasok utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan usaha yang tepat agar Dewa EGG mampu bertahan dan berkembang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal usaha Dewa EGG serta merumuskan strategi pengembangan usaha yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha, serta dokumentasi kegiatan operasional. Faktor internal dan eksternal kemudian dianalisis menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) sebagai dasar penentuan posisi usaha dalam Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan nilai Matriks IFE sebesar 1,57 dan Matriks EFE sebesar 1,4, yang menempatkan usaha Dewa EGG pada Kuadran I (Strategi SO). Posisi ini menunjukkan kondisi yang mendukung penerapan strategi pertumbuhan agresif dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi pemasaran digital, peningkatan efisiensi pengiriman, penambahan tenaga kerja sesuai kebutuhan, serta penguatan kerja sama dengan pelaku usaha kuliner guna meningkatkan daya saing dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Analisis SWOT Dalam Pengembangan Usaha Golden Fritter Silooy, Dave Otniel; Suyanto, Mohammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5682

Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis SWOT kuantitatif dengan penekanan pada matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan strategi pengembangan strategis yang paling relevan bagi UMKM kuliner Golden Fritter. Tiga puluh responden yang merupakan pelanggan asli perusahaan dibagikan angket untuk menyatukan data primer dalam upaya memperoleh pandangan pasar yang autentik. Lokasi strategis Golden Fritter berada pada titik koordinat (-0,98; +0,18), yang menempatkan unit bisnis ini di Kuadran II, area Kelemahan-Peluang (W-O), menurut hasil perhitungan matematis. Situasi di Kuadran II menunjukkan bahwa kekurangan internal lebih dominan, terutama terkait dengan rendahnya efektivitas pemasaran digital dan kemungkinan kualitas bahan baku pisang yang tidak konsisten, yang merupakan karakteristik dari produk tersebut. Namun, prospek pasar melalui ekosistem internet masih cukup terbuka dan memiliki banyak ruang untuk berkembang. Oleh karena itu, Strategi WO (Weakness-Opportunity), yang kadang-kadang disebut sebagai Strategi Pembalikan, adalah pendekatan utama yang disarankan dalam penelitian ini. Situasi di Kuadran II menunjukkan bahwa kekurangan internal lebih dominan, terutama terkait dengan rendahnya efektivitas pemasaran digital dan kemungkinan kualitas bahan baku pisang yang tidak konsisten, yang merupakan karakteristik dari produk tersebut. Namun, prospek pasar melalui ekosistem internet masih cukup terbuka dan mempunyai banyak kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, Strategi WO (Weakness-Opportunity), yang kadang-kadang disebut sebagai Strategi Pembalikan, adalah pendekatan utama yang disarankan dalam penelitian ini
PENGARUH INOVASI LAYANAN, KUALITAS PELAYANAN, DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PT. NUSANTARA JAYA TRANS SURABAYA Andika, Rizky Putra; Suyanto, Mohammad
ECONOMOS Vol 5 No 04 (2025): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v5i04.2693

Abstract

Studi berikut bertujuan memahami variabel Inovasi Layanan, Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Konsumen pada PT. Nusantara Jaya Trans Surabaya. pendekatan dilakukan kuantitatif melalui teknik sampel jenuh, melibatkan 43 responden yang merupakan pelanggan perusahaan. Data diperoleh menggunakan kuesioner, sementara diolah dan analisis data dilakukan sofwer IBM SPSS 27 melalui pengujian validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial, uji simultan serta pengujian koefisien determinasi. Penjelasan menunjukkan variabel Inovasi Layanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Kualitas Pelayanan tidak menunjukkan pengaruh signifikan mengenai Loyalitas Konsumen. Sebaliknya, Kepuasan Pelanggan terbukti berpengaruh signifikan berkaitan Loyalitas Konsumen. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian memberikan pengaruh signifikan pada Loyalitas Konsumen. Hasil menunjukan peningkatan loyalitas pelanggan lebih banyak ditentukan oleh tingkat kepuasan pelanggan dibandingkan inovasi maupun kualitas pelayanan yang diberikan.
Pengaruh Ketersediaan Aksesibilitas Pelabuhan, Biaya Transportasi dan Daya Beli Masyarakat Terhadap Efisiensi Distribusi Logistik Pada Umkm Di Kabupaten Banggai Kepulauan Kaape, Arsyil Ramadhani; Suyanto, Mohammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4878

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ketersediaan aksesibilitas pelabuhan, biaya transportasi, serta daya beli masyarakat terhadap efisiensi distribusi logistik pada UMKM di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sebagai daerah kepulauan, wilayah ini menghadapi berbagai kendala distribusi, seperti mahalnya biaya angkutan laut dan keterbatasan sarana prasarana pelabuhan, yang berdampak langsung pada kinerja logistik dan daya saing ekonomi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 96 responden yang terlibat dalam aktivitas distribusi barang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial ketersediaan aksesibilitas pelabuhan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi, ditunjukkan oleh nilai t hitung yang lebih besar dibandingkan t tabel serta tingkat signifikansi di bawah 0,05. Variabel biaya transportasi dan daya beli masyarakat juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi dengan nilai F yang tinggi dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,751 mengindikasikan bahwa 75,1% variasi efisiensi distribusi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan akses pelabuhan, efisiensi biaya transportasi, dan penguatan daya beli masyarakat sebagai dasar perumusan kebijakan logistik daerah guna mendukung keberlanjutan UMKM dan pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.