Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI OPERASI (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.629 KB)

Abstract

Allah menganjurkan untuk mempunyai keahlian. Keahlian merupakan kemahiran dalam suatu bidang ilmu atau suatu ketrampilan atau dalam pekerjaan ataupun aktivitas lain. Surat Saba? ayat 10-11 : Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman) : ?Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang kepada Daud? dan Kami telah melunakkan besi untuknya. Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat yang kamu kerjakan.             Menurut Ibnu Katsier, Allah SWT berfirman tentang Nabi Daud AS yang telah dikaruniai nikmat yang besar berupa kenabian dan kerajaan yang mantap dengan kelengkapan bala tentaranya. Di samping itu pula dikaruniai suara yang enak dan merdu, sehingga bila beliau bertasbih diikutilah tasbihnya itu oleh gunung-gunung yang tegak menjulang tinggi dan berhenti terbang burung-burung yang sedang berlalu lalang di udara mengikuti tasbihnya itu serta menyambutnya dengan berbagai suara dan bahasanya. Rasulullah s.a.w. bersabda ketika mendengar suara Abu Musa Al-Asyari pada suatu malam membaca Al Qur?an ?Orang ini telah dikaruniai Tuhan sebuah seruling di antara seruling-serulingnya keluarga Daud.? Sedangkan menurut Al-Hasan Al-Bashri arti dari ?dan Kami telah melunakkan besi untuknya.? bahwa Nabi Daud AS tidak membutuhkan api dan palu untuk mengelola besi, tetapi cukup dengan membelit-belitkan seperti membelitkan benang. Dan dari besi itu, beliau membuat baju-baju besi yang menurut cerita Ibnu Syaudzah sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi  Hatim, bahwa tiap hari ia menjual sepotong baju besi bikinannya itu dengan harga 6000 dirham, 2000 dirham digunakan untuk kebutuhannya sendiri bersama keluarganya dan 4000 dirham diberikannya kepada Bani Israil berupa barang makanan. Dan menurut Qatadah, Nabi Daudlah orang pertama yang membuat baju besi.
STRATEGI MENEMBUS PASAR GLOBAL (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang perusahaan tidak dapat lagi hanyamemusatkan perhatian pada pasar domestik mereka, betapa pun besarnya pasar ini. Banyak industri yang merupakan industri dunia, dan perusahaan yang beroperasi secara global akan mempunyai tingkat biaya yang lebih rendah serta kemasyhuran merek yang lebih luas. Tindakan-tindakan proteksi hanya mampu memperlambat masuknya produk-produk unggul: cara bertahan terbaik adalah dengan menyerbu seluruh dunia. Sekaligus, pemasaran global mengandung risiko besar karena fluktuasi mata uang, pemerintah yang tidak stabil, hambatan kaum proteksionis, biaya adaptasi produk dan komunikasi yang tinggi, serta beberapa faktor lain. Namun demikian, daur hidup produk internasional memberikan dukungan terhadap gagasan bahwa keunggulan komparatif di banyak industri akan berpindah dari negara biaya tinggi ke negara biaya rendah, dan karenanya perusahaan tidak dapat sekadar bertahan di pasar domestik dan berharap dapat mempertahankan pasar mereka. Langkah pertama adalah memahami lingkungan pemasaran internasional, khususnya sistem perdagangan internasional. Dalam mempertimbangkan pasar asing tertentu, karakteristik ekonomik, hukum politik serta budayanya harus diperhitungkan. PT Sorini Corporation merupakan perusahaan yang menghasilkan sorbitol (monosakarida polyhdric alcohol), yang merupakan bahan baku farmasi, pasta gigi, kosmetik dan sebagainya. PT Sorini Corporation mula-mula mempertimbang pasar yang mempunyai harga sorbitol tertinggi di dunia, yaitu Jepang. Kedua, perusahaan harus mempertimbangkan berapa besar proporsi penjualan di pasar asing terhadap sasaran total penjualannya, apakah perusahaan akan melakukan bisnis di beberapa negara saja atau di banyak negara dan negara seperti apa yang akan dimasuki. Pasar sorbitol di Jepang saja mencapai 400.000 metrik ton. PT Sorini hanya mampu mengekspor 4.000 metrik ton atau % saja. Pasar ekspor Sorini saat ini adalah Jepang (15%), Brazil (14%), Vietnam dan Amerika (12%) serta Nigeria (11%). Untuk pasar Uni Eropa dengan Common Agriculture Policy, semua produk pertanian dan produk turunan dengan bahan baku pertanian masih diproteksi. PT Sayap Mas Utama yang bermula dari Kongo, saat ini pasar ekspornya Nigeria (25 %), Filipina (18%), Kongo (12%), Angola (8 %), Ghana (6 %), Jepang (4%), Malaysia (4%), Thailand (3 %) dan Kamerun (3%). Sisanya, beberapa negara lain di Asia, Afrika, Eropa dan kawasan Pasifik.
BELAJAR DARI MARILYN HAMILTON Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Marilyn Hamilton adalah mantan guru dan ratu kecantikan dan pengusaha sukses di Fresno, Kalifornia. Ketika usia dua puluh sembilan tahun, ia selamat dari kecelakaan yang mengerikan, terjatuh dari tebing berbatu-batu dalam kecelekaan peluncur gantung yang membuatnya harus menggunakan kursi roda, lumpuh dari pinggang ke bawah pada 1978. Pada saat menghadapi situasi yang sulit inilah yang membedakan orang sukses dan orang gagal dalam menyikapi keadaan. Marilyn Hamilton menyikapinya dengan tidak berfokus pada yang tidak dapat dikerjakan, tetapi hanya berfokus pada kemungkinan yang dapat ia kerjakan. Ia mendapat peluang bisnis justru dari tragedi yang telah ia alami. Pada saat ia memakai kursi roda, ia merasa terkungkung dan merasa kursi roda tersebut menghambatnya. Kemudian ia mendapat ide untuk menciptakan kursi roda yang lebih baik.  Ia menyalurkan energinya untuk merancang kursi roda yang lebih ringan, mudah diatur, dengan kerangka modular, kinerja yang responsif dan sebuah kepribadian yang menyenangkan. Bersama dengan dua kawannya mendirikan perusahaan kursi roda bernama Quickie di Kalifornia dan ikut mendirikan Motion Design pada 1979. Perusahaan tersebut merekrut karyawan untuk pertama kali pada 1981. Pada 1986, dibeli oelh perusahaan Sunrise Medical. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang melakukan revolusi terhadap kursi roda dan sekarang perusahaan tersebut menjadi perusahaan multijutaan dolar. Ia juga mendirikan WOW (Winners on Wheels), yaitu sebuah  program pramuka untuk anak cacat. Marilyn Hamilton saat ini sebagai  Vice President of Global Planning and Strategic Services di Sunrise Medical, Fresno, Kalifornia.             Marilyn Hamilton telah mendapat berbagai penghargaan, menyelesaikan selama hidupnya  lebih dari pasangan tubuhnya. Ia mendapatkan dua medali perak di The Paralympic Ski Championships dan telah memenangkan dua kali The US Women's Open Wheelchair Tennis Tournament. Kemenangan pada kejuaraan Ski dan Tenis tersebut telah menginspirasi sebuah generasi atlit-atlit kursi roda. Marilyn telah menyentuh jutaan kehidupan dan ceritanya telah muncul di berbagai buku, majalah, surat kabar dan program acara televisi. Ia mendapatkan penghargaan California Business Woman of the Year dan sebagai anggota The California Governor's Hall of Fame for People with Disabilities. Marilyn Hamilton telah memberikan dunia lebih dari sekedar kursi roda revolusioner, tetapi ia telah memberikan inspirasi, dorongan dan harapan. Akhirnya pada 2005, ia memenangkan Hall of Fame 2005 untuk kategori Entrepreneur.  Marilyn Hamilton lebih melihat sisi positif dari pada sisi negatif dan berusaha untuk melepaskan keterbatasan-keterbatasan itu. Orang yang mampu melihat sisi positif dan melpaskan dari keterbatasn tersebut yang akan meraih kesuksesan.
INDUSTRI PERHIASAN (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.386 KB)

Abstract

 Malik bin Anas meriwayatkan bahwa dengan penuh gairah orang Arab memberikan penghargaan terhadap barang pecah belah dari emas dan perak pada saat itu, maka Nabi Muhammad s.a.w. berpikir terpaksa untuk melarang memproduksi dan menggunakan emas dan perak untuk pamer yang mengurangi ketaatan beragama. Pembuat perhiasan umumnya adalah orang Yahudi dari Bani Bainuqa yang tinggal di bagian Madinah. Kota ini dikenal secara khusus, karena pengrajin logam mulia pada awal abad pertengahan.  Al-Salihi al-Shami meriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad s.a.w. menundukkan Bani Bainuqa? di Madinah, beliau memperoleh rampasan dalam jumlah besar pedang, peralatan untuk membuat perhiasan dan peralatan pandai besi. Al-Wakidi juga menegaskan bahwa produk utama yang dijual di pasar Bani Qainuq? sebelum lahirnya Islam adalah perhiasan, panah, tombak dan pedang. Tentu saja, pengrajin perhiasan Madinah bersama-sama pengrajin emas dari Fadak dan Khaibar secara regional sangat dikenal dalam kualitas pekerjaan mereka. Al-Samhudi mensitir Ibnu Zubalah menyatakan bahwa terdapat lebih dari 300 pengrajin perhiasan pada waktu itu, hanya di al-Zuhrah yang terletak di pinggiran kota Madinah. Mekah, Taif dan Wadi al-Qura dilaporkan juga terdapat industri perhiasan yang cukup besar. Produk perhiasan di wilayah tersebut disukai oleh pasar.Produk tersebut berupa cincin, anting-anting, kalung, gelang tangan maupun kaki dan perhiasan lainnya. Zainab binti Mu?wiyah al Thaqafiyah dilaporkan mempunyai kalung emas yang beratnya lebih dari 20 mistqal (lebih dari 85 gram). Pelapisan emas dan perak merupakan kerajinan yang juga dilakukan oleh pengrajin Hijaz di pertengahan awal. Pedang yang dipakai Nabi Muhammad s.a.w. yang terkenal tersebut masuk ke kota Mekah pada 630, dijelaskan bahwa pedang tersebut bertatahkan emas dan perak.  Pedang Abu Jahal, yang ditangkap sebagai rampasan perang Badar pada 624, dikatakan mempunyai hiasan yang serupa. Tombak dan perisai juga dihiasi dengan emas dan perak. Al-Azraqi, al-Fasi, dan al-Qutbi menyatakan bahwa pada waktu sebelum munculnya Islam, kepala suku Quraisy akan merasa bangga dengan menghiasi penutup Ka?bah dengan emas dan perak, bahkan sampai sekarang ini.  
STRATEGI PROMOSI NABI SAW (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhammad s.a.w. tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi pelanggan. Rasulullah s.a.w. bersabda :?Allah mengasihi orang yang mudah dalam penjualan, pembelian, pelunasan dan penagihan. Barang siapa memberi penangguhan kepada orang yang dalam kesusahan (untuk membayar hutang) atau membebaskannya, maka Allah akan menghisabnya dengan penghisaban yang ringan. Barang siapa menerima kembali pembelian dari orang-orang yang menyesali pembeliannya, niscaya Allah membatalkan (menghapus) kesalahannya pada hari kiamat.? (Bukhari dan Muslim). Demikian pula permasalah yang terjadi pada orang lain, Nabi Muhammad s.a.w. tetap membantu menyelesaikan permasalah tersebut. Dari Jabir r.a. katanya : ?Abdullah bin ?Amru bin Harani meninggal dunia sedangkan ia mempunyai hutang. Saya minta tolong kepada Nabi saw. Supaya orang-orang yang mempiutanginya sudi meringankan hutangnya. Nabi s.a.w. Menyampaikan permintaan itu kepada mereka, tetapi mereka tidak mau memenuhinya. Nabi saw, bersabda kepadaku, ?Pergilah atur kurma engkau bermacam-macam! Ajwah sebagian dan ?Azqa Zaid. Kemudian beritahukan kepadaku kalau sudah selesai.? Lantas apa yang diperintahkan Nabi saw, itu saya laksanakan, dan setelah selesai kuberitahukan kepada beliau. Beliau duduk diatas atau ditengah tengah kurma itu, lalu beliau bersabda, ?Nah, gantanglah untuk kaum yang berpiutang itu.? Lalu saya gantangi dan saya berikan secukupnya kepada mereka masing-masing Ternyata kurmaku yang tinggal tidak kurang satu jua pun dari semula.? Nabi Muhammad s.a.w. menawarkan pilihan dalam memasarkan produknya. Dari Ibnu Umar r.a., dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau bersabda : ?Apabila dua orang telah melakukan jual beli, maka tiap-tiap orang dari keduanya boleh khiyar (memilih) selama mereka belum berpisah, dan keduanya masih berkumpul, atau salah satu dari keduanya telah memberi khiyar kepada yang lain, dan keduanya telah melakukan jual beli atas dasar khiyar itu, maka sesungguhnya jual beli itu haruslah dilakukan atas yang demikian. Jika keduanya telah berpisah sesudah melakukan jual beli, sedang yang satu lagi belum meninggalkan (tempat) jual beli. Maka jual beli itu harus berlaku demikian.? (Bukhari). Demikian pula dari Ibnu Umar r.a., katanya Nabi saw. Bersabda : ?Dua orang yang jual beli boleh khiyar selama keduanya belum berpisah, atau salah satu diantara keduanya mengatakan kepada yang lain, ?pilihlah !? Dan boleh jadi juga beliau mengatakan, ?Atau jual beli itu dengan khiyar.? Kata Nafi? : ?Pernah Ibnu Umar apabila membeli sesuatu yang disenanginya, dia segera berpisah dengan penjualnya.? (Bukhari).
RIBA DALAM BERBAGAI AGAMA (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.16 KB)

Abstract

 Mengenai Perjanjian Lama, tiga referensi mengenai riba berasal dari Pentateuch (lima kitab pertama dari Kitab Injil), Hukum Musa, Mazmur, dan dihubungkan dengan Daud. Menurut urutan historisnya, tiga referensi itu adalah :   Jika engkau meminjamkan uang kepada siapa saja dari umatku yang miskin, janganlah engkau menjadi pemungut riba (usury) baginya, jangan jika engkau membebankan riba padanya. (Eksodus 22:25)   Dan jika saudaramu bertambah miskin, dan hancur karenamu; maka engkau harus membebaskannya: ya, meskipun ia orang tak dikenal, atau orang yang singgah; agar ia bisa hidup karenamu. Jangan memungut riba darinya, atau tambahan: melainkan takutlah kepada Tuhanmu; sehingga saudaramu bisa hidup karenamu. Janganlah engkau memberinya uang dengan riba, dan jangan juga meminjaminya makanan-makanan untuk mendapatkan tambahan (Letivikus 25:35-7).   Janganlah engkau meminjamkan dengan riba kepada saudaramu; riba dari uang, riba dari makanan, riba dari apa pun yang dipinjamkan berdasarkan riba: Kepada orang yang tidak dikenal engkau boleh meminjamkan dengan riba; tapi kepada saudaramu engkau tidak boleh meminjamkan dengan riba (Ulangan 23:19-20).   Tuhan, siapa yang akan tinggal dalam tempat peribadatanmu, siapa yang akan berdiam di bukit kudusmu? Dialah orang yang tidak membungakan uangnya, tidak juga meminta imbalan atas orang yang tidak berdosa. Orang yang melakukan ini tidak akan pernah dipindahkan. (Mazmur 15:1,5).   Dalam Eksodus dan Ulangan, istilah Alkitab (bahasa Yahudi) untuk bunga neshekh, meskipun dalam Letivikus istilah neshekh muncul bersama dengan tarbit atau marbit. Dalam Encyclopedia Judaica dikatakan bahwa neshekh, yang artinya ?gigitan?, adalah istilah yang digunakan untuk permintaan bunga dari sudut pandang debitur, dan tarbit atau marbit, yang artinya ?tambahan? adalah istilah yang digunakan untuk perolehan bunga oleh kreditur (Cohn, 1971:28). Namun dalam kedua arti itu nampak bahwa pelarangan atas bunga bukanlah pelarangan atas riba (usury) dalam pengertian masa kini dari istilah tersebut, yaitu, bunga yang berlebihan, melainkan pelarangan terhadap semua bunga, meskipun sedikit. Cohn menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hukum di antara berbagai macam tingkat bunga, karena semua bunga dilarang (Lewis and Algaoud, 2001:269). Tiga segi lainnya dari perintah Musa adalah: Pertama, paling tidak dalam dua hal, pelarangan riba dikaitkan dengan pinjaman untuk kemiskinan dan pinjaman untuk konsumsi (kemungkinan merupakan bentuk pinjaman yang paling banyak pada masa itu). Kedua, dua dari pasal-pasal itu memperluas pelarangan sampai pada setiap bentuk pinjaman, tidak hanya uang, termasuk makanan (pinjaman makanan) yang diberikan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu perjanjian bersyarat bisa dianggap sebagai perjanjian ribawi. Ketiga, tiga segi itu semuanya menjelaskan bahwa pelarangan tersebut menunjuk kepada pinjaman terhadap ?saudara?, yaitu sesama anggota suku atau penganut agama yang sama. Membebankan bunga kepada ?orang asing? dibolehkan. Dengan demikian, kaum Yahudi membolehkan penarikan bunga dari non-Yahudi, dan kaum Kristen membebankan bunga pada kaum ?Saracen? (sebutan untuk bangsa Arab dan, lebih luas lagi, kaum muslim pada umumnya pada Abad Pertengahan)  
PASAR NAZAT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah selesai dari Mina, selanjutnya pasar diadakan di Nazat yang terletak di wilayah Khaibar diadadakan mulai pada sepuluh sampai akhir bulan Muharram.  Pada abad ke tujuh masehi, Khaibar merupakan sebuah daerah yang subur ditengah-tengah gurun, di situ terdapat air (oase) dengan berbagai perkebunan dan pepohonan kurma terletak sekitar 150 km sebelah utara Medinah (dahulu Yatsrib) Saudi Arabia.  Pada saat itu perjalanan dari Medinah sampai Khaibar dibutuhkan waktu selama tiga hari. Penduduknya adalah orang-orang Yahudi yang mempelopori pemberdayaan oase dan menjadikan hidup mereka berkembang dari hasil tanaman kurma, maupun dari bisnis dan kerajinan yang secara keseluruhan menjadikan hidup mereka sejahtera. Nazat salah dari wilayah Khaibar, disamping wilayah Syaqq dan Katibah. Masing-masing wilayah tersebut dipisahkan secara alami, misalnya wilayah gurun, wilayah aliran lava dan wilayah rawa. Disamping itu, tiap-tiap wilayah tersebut terdapat benteng-benteng yang di dalamnya terdapat pertokoan, perumahan dan kandang-kandang. Masing-masing benteng dihuni oleh keluarga-keluarga secara terpisah dan dikelilingi oleh ladang yang mereka berdayakan dan pohon palem serta kuburan. Agar benteng tersebut mempunyai kemampuan untuk bertahan lebih baik, maka dibuat di atas bukit dengan dasar bangunan dari batu. Di wilayah Nazat terdapat benteng Na?im, Sha?ab, Katabiyyah dan Buqlah. Di wilayah Syaqq dapat ditemukan benteng Ubay dan Bari. Sedangkan di wilayah Katibah mencakup benteng Qumush, Wathih dan Salalim. Ketika pasukan Muslim memasuki kota Khaibar, pasukan Muslim menemukan senjata perang, 20 bal pakaian Yaman dan 500 mantel yang menunjukkan bisnis yang dilakukan oleh orang Yahudi. Pendapat dari para ahli senjata perang tersebut dapat berupa pedang, tombak, perisai atau senjata lain yang dijual orang Yahudi kepada orang Arab. Demikian pula pakaian dan mantel oleh orang Yahudi dimaksudkan untuk dijual, tidak dimungkinkan dalam jumlah besar sebagai barang mewah untuk digunakan sendiri secara eksklusif. Setelah benteng terkepung selama 14 hari dan mereka meyakini tidak akan menang dalam pertempuran, maka putra pemimpin mereka, Ibnu Abi Al-Haqiq menghadap Rasulullah s.a.w. mengajukan tawaran damai dan meminta Rasulullah s.a.w. menjamin keselamatan penduduk setempat. Sebagai imbalannya, kaum Islam dipersilakan mengambil tanah, harta benda, perhiasan dan seluruh binatang ternak yang ada. Rasulullah s.a.w. kemudian menerima tawaran tersebut. Khaibar ditundukkan Islam pada bulan Muharram tahun ketujuh Hijriah yang bertepatan dengan bulan Agustus 628 M.
BISNIS KAUM TSAMUD (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum Tsamud merupakan orang Arab kuno, baik sebagai suku atau kelompok yang hidup dari 2300 SM sampai 200 SM. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan berasal dari Arab Selatan, sekelompok besar rupa-rupanya berpindah menuju ke utara pada awal tahun tersebut, secara tradisional menempati lereng Gunung Athlab. Hasil temuan dari para arkeolog, sejumlah batu karang dari hasil budaya kaum Tsamud tidak hanya di temukan di Gunung Athlab, tetapi juga di seluruh Arab Tengah.  Berdasarkan sumber Al-Qur?an, Catatan orang Assyiria dan prasasti di candi Yunani dari Barat Laut Hijaz pada 169 Masehi. Sumber sejarah menyatakan bahwa orang yang disebut Tsamud sungguh-sungguh ada. Komunitas al-Hijr dimuat di dalam Al-Qur?an dianggap sama dengan orang Thamud. Nama lain orang Thamud adalah Ashab al-Hijr. Maka, kata ?Tsamud? merupakan nama orang atau kaum, sementara kota al-Hijr merupakan satu dari kota yang didirikan oleh orang ini. Penjelasan ahli geografi Yunani, Pliny sepakat dengan pendapat ini. Pliny menulis bahwa Domatha dan Hegra (Hijr) berlokasi di tempat tinggal Thamud dan kemudian membuat kota Hijr yang sekarang ini. Hijr merupakan jalur utama perdagangan, karena pada 1900 SM sampai 200 SM berhubungan dagang dengan kaum Nabasia. Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah belah (tembikar) yang unik, berkualitas tinggi dan mempunyai seni yang tinggi serta mempunyai kemampuan berproduksi dalam jumlah yang besar. Produk yang diperdagangkan kaum Tsamud antara lain kemenyan, myrrh dan rempah-rempah dari Arab Selatan. Dari hasil perdagangan tersebut memberikan kekayaan, sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat dan makam pada batu karang. Kota tersebut berada 347 km di sebelah utara Medinah. Pada sekitar 200 SM, kaum Nabasia menggantikan kaum Tsamud menguasai kota Dedan (Al Ula) sampai Al Hijr (Madain Saleh). Situs arkeologi penting ditemukan di kota Al Ula yang telah dihuni sampai 1970, yang merupakan sebuah percontohan kota Islam yang dikenali kembali pada abad ke-11 Masehi. Khuraibah merupakan sebuah situs Kerajaan Lihyanite, yang terdapat sejumlah besar makam. Ditemukan pula, Ikmah yang merupakan sebuah sungai (wadi) pada batunya memuat prasasti Lihyanite dan Minea. Al Mabiyat yang merupakan bangunan sebuah kota Islam yang luas yang telah digali  dan memang benar Al Hijr merupakan kota kematian. Juga ditemukan peninggalan Jalam Kereta Api Hijaz yang digunakan untuk mengangkut jamaah haji dari Damaskus ke Medinah. Al Hijr merupakan lembah tempat kaum Tsamud mengambil air pegunungan Madain Saleh, sehingga kota ini dikenal pula dengan sebutan Madain Saleh (kota Nabi Saleh). Dataran tingginya terhampar lembah Al-Qura dengan aliran airnya melewati al?Ula yang berjarak 25 km dari arah utara. Sumber paling kuno yang terkenal yang meberi referensi terhadap Thamud adalah sejarah kemanangan Raja Babilonia, Sargon II (abad ke-8 SM),  yang menundukkan orang Thamud di Arab Utara. Yunani juga memberi referensi bahwa orang ini sebagai ?Tamudaei? atau Thamud dalam tulisan Aristpteles, Ptolomeus dan Pliny.             Kaum Tsamud hidup pada masa Nabi Saleh dan kaum Tsamud sebagai penyembah berhala dan menjadi pemakmur bumi dengan melakukan perdagangan. Kemudian Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk menyembah Allah kepada mereka. Dalam Al Qur?an surat Al A?raaf ayat 73 : Dan (Kami telah mengutus), kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan pedih. Dalam surat Huud ayat 61-62 :  Dan kepada kaum Tsamud (Kami telah mengutus) saudara mereka, Saleh. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do?a hamba-Nya).
SMART ENTREPRENEUR (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah Entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria yang bernama Joseph Schumpeter (1883 ? 1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perbuahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu entrepreneur (wiraswastawan) Kewiraswastawan (entrepreneurship) pertama kali menyakut perubahan. Para wiraswastawan melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka tidak menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri biasanya bukan penemu. Namun demikian, ini menentukan wiraswastawan dan kewiraswastaan. Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya secara kreatif dan inovatif. Kewiraswastaan berbeda dengan manajemen. Kewiraswastaan merupakan penggabungan kekuatan untuk memulai perubahan dalam prosuksi sedangkan manajemen meliputi penggabungan untuk mem pro duksi. Oleh karena itu manajemen merujuk kepada koordinasi tanpa henti dari proses produksi yang dapat dilihat sebagai penggabungan tanpa henti dari proses produksi, yang dapat dilihat sebagai penggabungan terus menerus dari faktor?faktor produksi. Sedangkan kewiraswastaan merupakan gejala yang tidak sinambung, yang muncul untuk memulai perubahan-perubahan proses produksi dan kemudian hilang sampai muncul kembali untuk memulai perubahan lain lagi. Sedangkan informasi adalah data yang dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Informasi merupakan ?Jantung persoalan karena membuka pintu sukses?? kata Herb Cohen. Smart berarti cerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan ?Jika Anda tidak pandai, maka Anda harus cerdas.? Definisi yang lebih luas smart enrteprenuer adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil risiko dan ketidak pastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara meng indentifikasi peluang dan ancaman serta meng gabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya. Inti dari smart entrepreneur penggunakan otak kanan dan otak kiri secara optimal atau penggunaan intuisi dan informasi secara cerdas. Intuisi merupakan bisikan hati. Intuisi merupakan kemampuan mengetahui sesuatu tanpa difikirkan secara sadar. Orang-orang yang termasuk smart enterpreneur adalah Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple Macintosh), Walt Disney (Disney), Asa Candler (Coca-Cola), Henry Ford (Ford Motor), Seichiro Honda (Honda), Akio Morita (Sony), Konusuke Matsushita (Matsushita), Anita Roddick (The Body Shop), Sam Walton (Wal-Mart), Jerry Yang (Yahoo), Jeff Bezos (Amazon), Piere Omidyar (eBay) dan sebagainya. Sebagian besar enterpreneur top dunia sebagai entrepreneur yang smart entrepreneur . Mereka menggabungkan informasi dan intuisi untuk meraih kesuksesan bisnisnya. Bill Gates misalnya, ketika melihat peluang bahwa Apple dan IBM tidak mau memberi lisensi sistem operasinya kepada pembuat komputer, maka informasi ini oleh Bill Gates ditangkap dan dengan intuisinya, dia memutus kan untuk membuat sistem operasi dan memberikan lisensi untuk dapat dipakai oleh si pembuat komputer. Sistem operasi yang pertama dibuat oleh Bill Gates adalah Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) yang akhirnya menguasai pasar 80 % dari seluruh sistem operasi yang dipakai saat itu. Kesusksesan Bill Gates pun berlanjut dengan munculnya Windows yang saat ini begitu sukses dan telah munculnya Windows yang baru yaitu Windows XP. Steve Jobs telah mendapatkan informasi bahwa di pasar ada kebutuhan komputer yang dipakai secara personal. Steve Jobs dengan intuisinya untuk membuat computer personal (PC) yang mudah dipakai oleh orang biasa. Produk yang pertama, yaitu Apple Macintosh. Steve Jobs, bersama rekannya rekannya Steve Wozniak membuat mesin pertamanya ini di sebuah garasi.
MENEMBUS PERGURUAN TINGGI DI JEPANG :ANALISIS KOMPARATIF AKADEMIK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.425 KB)

Abstract

       Konon sejak dulu kala perguruan tinggi merupakan sebuah "simbol elite": elite akademik, elite intelektual, elite sosial, elite kultural, dan entah elite apa lagi. Artinya, setiap orang yang mampu "menundukkan" perguruan tinggi maka dia akan memiliki status akademik, status intelektual, status sosial dan status kultural yang elite di mata masyarakat.             Bahkan sekarang ini perguruan tinggi di berbagai negara ada yang berkecenderungan sebagai simbol elite ekonomik, karena hanya orang-orang yang mempunyai status ekonomi tinggilah yang lebih mempunyai peluang masuk ke perguruan tinggi.       Itulah sebabnya maka hampir setiap orang memiliki motivasi untuk "menundukkan" perguruan tinggi, agar bila sudah berhasil kelak dirinya akan memiliki status sosial akademik yang tinggi di mata masyarakat.       Manifestasi dari semua itu dapat diamati dengan jelas pada setiap tahun akademik baru akan tiba. Hampir semua perguruan tinggi disetiap negara selalu "diserbu" oleh peminat atau oleh para kandidatnya. Keadaan semacam ini sangat dirasakan baik di negara yang sudah maju, maupun di negara yang sudah maju, maupun di negara berkembang; tidak terkecuali di negara kita yang tercinta ini.