Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pertanggung Jawaban Pidana atas Penyebaran Hoaks melalui Media Sosial dalam Tinjauan UU ITE Puspaningrum, Estri; Rahmah, Asya Nurun; Suyoko, Suyoko; Rusmiyanti, Rusmiyanti; Irawan, Candra Wahyu; Nugroho, Wahyu; Siswanto, Jindar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2702

Abstract

Penyebaran hoaks melalui media sosial telah menjadi permasalahan serius di era digital karena dapat menimbulkan keresahan publik, merusak kepercayaan sosial, dan mengancam stabilitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana atas penyebaran hoaks melalui media sosial dalam perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menekankan pada kajian peraturan perundang-undangan, doktrin, dan literatur hukum terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebaran hoaks dapat dijerat dengan Pasal 28 dan Pasal 45A UU ITE, dengan memperhatikan unsur-unsur pidana seperti actus reus (perbuatan menyebarkan berita bohong) dan mens rea (kesengajaan pelaku). Pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan baik kepada pembuat maupun penyebar hoaks yang terbukti menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Namun, penegakan hukum menghadapi kendala berupa kesulitan identifikasi pelaku, pembuktian kesengajaan, serta potensi multitafsir yang memunculkan persoalan kebebasan berekspresi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui kombinasi penegakan hukum yang tegas, peningkatan literasi digital, peran aktif media, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, penyebaran hoaks dapat ditekan guna menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Analisis Kuantitatif Formulir Catatan Terintegrasi Pasien dalam Catatan Medis Elektronik di Rumah Sakit Kota Semarang Agiwahyuanto, Faik; Puspitaloka, Dinar Helmalia; Ayuna, Dribitha Meyra; Nur Maliana, Laelatus Zifa; Setiadi, Deddy; Suyoko, Suyoko
Jurnal Rekam Medic Vol 7, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v6i1.5990

Abstract

Pendahuluan Informasi lengkap tentang penginapan pasien harus dicatat pada formulir catatan medis. Masalah yang signifikan terkait dengan catatan medis adalah entri data yang tidak lengkap atau salah. Tujuan penelitian The study aims to describe the quantitative analysis of the patient records forms integrated into the electronic medical records of the Hospital in Semarang for 2021 as a quality assurance process of the hospital. Metode Metode ini menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif dari November 2021-April 2022 di Unit Rekam Medis Rumah Sakit. Penelitian berfokus pada analisis kuantitatif rekam medis elektronik di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian Hasil analisis kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan item identifikasi, catatan penting, otentikasi dalam semua catatan, kurangnya pemberitahuan pengguna pada nama dan koreksi tanggal, dan penggunaan singkatan dan simbol rumah sakit (100%) lengkap dan tepat. Kesimpulan rumah sakit harus mengadakan ulasan laporan yang baik tentang catatan medis dan petugas disiplin untuk mengisi formulir catatan kesehatan elektronik secara teratur.
REVIEW OF MEDICAL RECORD DISCLOSURE FOR RESEARCH PURPOSES AT CITRA HUSADA HOSPITAL, PANGKALAN BUN, IN 2022 Dyah Cahyanti, Della; Suyoko, Suyoko; Astuti Setijaningsih, Retno; Prasetya, Jaka
VISIKES Vol. 23 No. 1 (2024): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/visikes.v23i1.11061

Abstract

Medical records can be used for health research purposes. However, their disclosure must follow established procedures and adhere to patient data confidentiality principles. This study aims to examine the implementation of medical record disclosure for research purposes. The research method used is qualitative. The study was conducted from May to June 2022 in the medical record department of Citra Husada Hospital, Pangkalan Bun. Data were collected through observation and interviews. The data were analyzed descriptively and presented narratively. The findings revealed that Citra Husada Hospital, Pangkalan Bun, has established regulations regarding the disclosure of medical records for research purposes. The Standard Operating Procedure (SOP) for medical record disclosure aligns with the provisions of Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 concerning Medical Records, which stipulates that medical record disclosure must be addressed to the head of the healthcare facility. Parties involved in medical record disclosure include the director, administration department, training department, and medical record department. The form of information provided is tailored to the researcher's needs with anonymized identities. To maintain the confidentiality of medical record data, Citra Husada Hospital, Pangkalan Bun, mandates that disclosure be conducted solely within the medical record room. However, field implementation does not involve accompaniment. It is recommended that medical record personnel accompany researchers when accessing medical records to minimize the risk of data breaches unbeknownst to the hospital.
ANALISIS PROSEDUR DAN KETENTUAN UMUM DALAM PEMBUATAN VISUM ET REPERTUM TAHUN 2022 Suyoko, Suyoko; Nabila, Azahra Alya; Putri, Amable Firliana; Fadilah, Utami Rahma; Nurkhaliza, Rosiyana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i11.668

Abstract

Dalam mengejar keadilan, penyelidik memiliki wewenang untuk memulai permintaan Visum et Repertum sebagai bahan bukti dengan signifikansi hukum substansial yang diperoleh melalui prosedur, desain, dan format khusus. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis penciptaan Visum et Repertum, dengan penekanan utama pada seluk-beluk prosedural dan keselarasan dengan ketentuan yang telah ditentukan. Dalam penelitian deskriptif kualitatif ini, wawancara dan observasi dilakukan di empat fasilitas medis berbeda pada Juni 2022: RSUD Dr. Asmir Salatiga, RS Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung, Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, dan RS Majenang. Informan adalah mereka yang ditugaskan untuk membuat Visum et Repertum. Analisis data selanjutnya dilakukan melalui teknik deskriptif. Temuan mengungkapkan variasi dalam prosedur Visum et Repertum di seluruh rumah sakit meskipun berakar dari kerangka teoritis yang sama. Beberapa rumah sakit menghilangkan rincian mengenai tingkat peringkat yang diizinkan dari penyelidik yang berwenang untuk meminta Visum et Repertum. Kepatuhan terhadap ketentuan umum Visum et Repertum mencapai 100%. Namun, masih ada kebutuhan untuk membuat peraturan yang tepat dalam kebijakan rumah sakit, terutama dalam hal menetapkan kualifikasi pangkat personel penegak hukum yang memenuhi syarat untuk meminta Visum et Repertum.