Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri kerap menghadapi tekanan kerja, keterbatasan dukungan sosial, serta tantangan adaptasi lintas budaya yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kesiapan menghadapi kepulangan ke Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai Work-Life Balance (WLB), manajemen stres, serta perencanaan reintegrasi sosial dan keluarga berpotensi menimbulkan kesulitan adaptasi pascapulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam menerapkan Work-Life Balance yang terintegrasi dengan kesiapan reintegrasi dan persiapan pulang ke tanah air. Program dilaksanakan secara luring pada 29–30 November 2025 di Taichung, Taiwan, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, dengan melibatkan PMI dari berbagai sektor pekerjaan. Metode pelaksanaan meliputi workshop interaktif, diskusi kelompok, sesi reflektif, serta praktik sederhana manajemen stres, mindfulness, dan perencanaan transisi pascapulang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya keseimbangan kerja-kehidupan, kesehatan mental, serta kesiapan psikologis dan sosial dalam menghadapi kepulangan. Peserta mampu mengidentifikasi tantangan personal, merumuskan strategi adaptif, serta menyusun rencana awal reintegrasi keluarga dan sosial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesiapan mental, kesadaran kesejahteraan, dan arah perencanaan hidup pascapulang PMI. Program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan PMI berbasis kesejahteraan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah penempatan lainnya.