Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Sosial Media Marketing untuk Pengembangan Usaha dan Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Bagi Masyarakat Desa Wisata Karang Sidemen - Nusa Tenggara Barat: Pemanfaatan Sosial Media Marketing untuk Pengembangan Usaha dan Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Bagi Masyarakat Desa Wisata Karang Sidemen - Nusa Tenggara Barat Tri Widarmanti; Maria Apsari Sugiat; Arry Mustikawan
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8562

Abstract

Setelah gempa Lombok tahun 2018, Desa Wisata Karang Sidemen menghadapi berbagai tantangan, termasuk kerusakan infrastruktur, ketidakpastian dalam pengelolaan wisata, serta penurunan jumlah wisatawan. Meskipun memiliki potensi besar seperti keindahan alam, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan seni dan budaya lokal, desa ini membutuhkan strategi efektif untuk menjaga keberlanjutan dan mendorong pengembangan yang lebih baik. Pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran menjadi penting karena teknologi informasi dapat memperluas jangkauan promosi destinasi wisata. Selain itu, pengembangan kompetensi kewirausahaan masyarakat setempat dapat mendukung terciptanya ekonomi kreatif yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan warga. Untuk menjawab kebutuhan ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dirancang dalam bentuk pelatihan dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR), yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas, organisasi, dan peneliti. Kegiatan ini menyoroti perlunya pelatihan penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran dan pengembangan kompetensi kewirausahaan bagi masyarakat Desa Wisata Karang Sidemen di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Program ini mendukung pencapaian tujuan SDGs melalui kemitraan, dengan Telkom University berperan sebagai mitra akademik desa. Pelatihan ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi mitra dan tujuan yang ingin dicapai, serta mendapat sambutan baik dan antusias dari peserta. Ke depannya, tim pengabdian merekomendasikan pendampingan lanjutan agar pengelola desa wisata dan ekonomi kreatif dapat mengoptimalkan pemasaran digital secara berkelanjutan.
Country of Origin, Brand Image, and Attitude Toward the Brand on Wuling EV Purchase Intention Roni Irawan; Maria Apsari Sugiat; Dedi Iskamto
Husnayain Business Review Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia (ADPEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/hbr.v6i1.1448

Abstract

Purpose – This study aims to examine the influence of country of origin on purchase intention of Wuling electric vehicles in Indonesia, with brand image and attitude toward the brand as mediating variables. Methodology/Approach – A quantitative survey design was employed using a structured questionnaire to collect data from respondents who own Wuling electric vehicles. The purposive sampling technique was applied with an inclusion criterion of age between 21 and 55 years. A total of 419 respondents were successfully collected and included in the analysis. The analysis used SEM-PLS to evaluate the direct and indirect relationships between variables. Findings – The results revealed that country of origin does not exert a direct impact on the intention to purchase but significantly influences attitude toward the brand and brand image. Both mediators, attitude toward the brand and brand image, exert a significant impact on the intention to purchase and serve as effective pathways in strengthening the indirect influence of country of origin. Novelty/Value – This study highlights the strategic importance of brand image and consumer attitudes in shaping purchase intentions, particularly for Chinese automotive brands entering competitive markets. It also provides practical insights for Wuling and theoretical guidance for future research on international brands and consumer behavior in emerging markets.
The Influence of Work Motivation, Work Facilities, and Compensation on Job Satisfaction Bira, Marthen Ragowino; Wulansari , Puspita; Apsari Sugiat, Maria
International Journal of Indonesian Business Review Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/ijibr.v5i1.1531

Abstract

This study aims to identify Work Motivation, Work Facilities, and Compensation of Pokdarwis Members of Prai Ijing Traditional Village, and to identify how Work Motivation, Work Facilities, and Compensation contribute to job satisfaction partially and simultaneously. The method used is descriptive analysis through descriptive analysis techniques and multiple regression with SPSS 26 analysis tools. The sample used is a Saturated Sample with Non-Probability Sampling Technique to 500 Members of Pokdarwis Prai Ijing Traditional Village. The preliminary research results suggest that Work Motivation, Work Facilities, and Compensation are in the good range, and that Work Motivation, Work Facilities, and Compensation contribute partially and simultaneously. The conclusion in this study is that Work Motivation has an effect on Job Satisfaction. Work Facilities have an effect on Job Satisfaction. Compensation has an effect on Job Satisfaction and Work Motivation, Work Facilities, and Compensation have an effect simultaneously on Job Satisfaction of Pokdarwis Kampung Adat Prai Ijing.
Membangun Kesejahteraan dan Kesiapan Pulang: Pendampingan Work-Life Balance bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Ratna Komala Putri; Maria Apsari Sugiat; Dian Indiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i2.1720

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri kerap menghadapi tekanan kerja, keterbatasan dukungan sosial, serta tantangan adaptasi lintas budaya yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kesiapan menghadapi kepulangan ke Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai Work-Life Balance (WLB), manajemen stres, serta perencanaan reintegrasi sosial dan keluarga berpotensi menimbulkan kesulitan adaptasi pascapulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam menerapkan Work-Life Balance yang terintegrasi dengan kesiapan reintegrasi dan persiapan pulang ke tanah air. Program dilaksanakan secara luring pada 29–30 November 2025 di Taichung, Taiwan, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, dengan melibatkan PMI dari berbagai sektor pekerjaan. Metode pelaksanaan meliputi workshop interaktif, diskusi kelompok, sesi reflektif, serta praktik sederhana manajemen stres, mindfulness, dan perencanaan transisi pascapulang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya keseimbangan kerja-kehidupan, kesehatan mental, serta kesiapan psikologis dan sosial dalam menghadapi kepulangan. Peserta mampu mengidentifikasi tantangan personal, merumuskan strategi adaptif, serta menyusun rencana awal reintegrasi keluarga dan sosial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesiapan mental, kesadaran kesejahteraan, dan arah perencanaan hidup pascapulang PMI. Program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan PMI berbasis kesejahteraan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah penempatan lainnya.
Pemberdayaan PMI melalui Pelatihan Kewirausahaan Digital Berbasis AI di Taiwan Maria Apsari Sugiat; Ratna Komala Putri; Irni Yunita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i2.1723

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri umumnya masih menghadapi keterbatasan dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan, sehingga ketergantungan terhadap remitansi menjadi tantangan jangka panjang bagi kemandirian ekonomi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam kewirausahaan digital berbasis ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Program dilaksanakan secara luring pada 30 November 2025 di ASEAN Business District, Taichung, Taiwan, dengan melibatkan 50 PMI dari berbagai latar belakang pekerjaan. Metode yang digunakan meliputi workshop interaktif, diskusi, serta praktik langsung penggunaan teknologi digital sederhana dan aplikatif, seperti Canva, Gemini, ChatGPT, dan CapCut, untuk mendukung promosi usaha melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang kewirausahaan digital serta kemampuan awal dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pemasaran dan pengelolaan usaha. Peserta juga mampu mengidentifikasi ide usaha yang realistis sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan PMI dalam merintis usaha mandiri. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan PMI berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Technology-Driven Digital Marketing Strategies and their Impact on E-commerce Purchase Decisions Devi Setyowati; Maria Apsari Sugiat
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 3 (2026): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i3.2502

Abstract

The rapid growth of internet penetration and digital platforms has transformed marketing practices in Indonesian Vocational Training Centers (LPKs). However, inconsistent outcomes in trainee recruitment highlight a gap in understanding the effectiveness of digital marketing in this context. This study aims to examine the effect of digital marketing on purchase intention, with consumer engagement as a mediator and consumer trust as a moderator. Data were collected from 384 trainees in East and West Java using online surveys and analyzed with Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 4.0). The structural model explained 62.1% of the variance in purchase intention (R² = 0.621). Digital marketing significantly influenced purchase intention (β = 0.455, p < 0.001), and consumer engagement partially mediated this relationship (β = 0.217, p < 0.001). In contrast, consumer trust did not moderate the relationship (β = 0.054, p = 0.055). These findings advance digital marketing system development in the education sector by highlighting the role of engagement-driven strategies over trust-building mechanisms during initial recruitment stages. The implications are aligned with Sustainable Development Goal (SDG) 9 on industry, innovation, and infrastructure, suggesting that localized and technology-driven approaches are essential for strengthening LPK competitiveness and sustainable labor mobility.