Syamsu A Kamaruddin
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Republik Indonesia, Kampus II, Jl. Baruga Raya Antang, Makassar 90145, Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PESHUM

Dampak Agama Pada Politik Rara Noviana Sari; Syamsu A Kamaruddin; Octamaya Tenri Awaru
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11179

Abstract

Abstract: Agama merupakan salah satu pengaruh signifikan dalam membentuk landskap politik, kebijakan publik, orientasi politik. Interpretasi dan aplikasi agama. Politik juga dapat memunculkan sikap yang konservatif yang menentang perubahan sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka (library research) atau penelitian yang menggunakan data pustaka berupa buku atau atau sumber data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ajaran agama dalam sistem politik dapat berdampak signifikan dalam membentuk dinamika sosial, politik, dan budaya dalam tatanan masyarakat. Penelitian ini menjadi penting untuk dibahas dikarenakan Indonesia merupakan negara yang mayoritas berpegang teguh pada agama, tetapi juga menjadi negara yang demokratis akan politik.
Inovasi Kurikulum: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Di Era Digital Muh. Akhyar Al Haris All; Syamsu A Kamaruddin; Ahmadin, Ahmadin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7068

Abstract

Inovasi kurikulum menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan di era digital. Pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan zaman sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Artikel ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum di era digital, dengan fokus pada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, perubahan kebutuhan masyarakat, serta tuntutan keterampilan masa kini. Inovasi kurikulum harus mencakup prinsip-prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas agar dapat mendukung perkembangan peserta didik yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan global. Selain itu, faktor-faktor penghambat, seperti kurangnya pemahaman pendidik tentang pentingnya inovasi kurikulum dan keterbatasan sumber daya, juga perlu diidentifikasi dan diatasi untuk mencapai pengembangan kurikulum yang optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kontribusi dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.
Kolaborasi Guru dan Stakeholder dalam Pengembangan Kurikulum IPS: Sebuah Analisis Ichwan Erlangga Ruhushandy; Ahmadin, Ahmadin; Syamsu A Kamaruddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7080

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya kolaborasi antara guru dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang efektif dan relevan. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga memerlukan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif. Keterlibatan guru sebagai praktisi pendidikan yang berinteraksi langsung dengan siswa sangat krusial, karena mereka memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik peserta didik dan tantangan pembelajaran di lapangan.Melalui kolaborasi yang erat, kurikulum IPS dapat dirancang untuk mencakup isu-isu terkini, seperti keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, dan komunitas lokal, memungkinkan terjadinya pertukaran perspektif yang kaya, sehingga kurikulum yang dihasilkan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pembentukan tim pengembang kurikulum yang inklusif menjadi strategi fundamental untuk memastikan bahwa berbagai sudut pandang dan kebutuhan terakomodasi. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi dalam proses kolaborasi, seperti kesenjangan komunikasi dan perbedaan kepentingan antarstakeholder. Solusi untuk mengatasi tantangan ini, termasuk pendekatan berbasis dialog dan perencanaan kolaboratif, akan diuraikan. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan kurikulum IPS yang dihasilkan tidak hanya kaya dan relevan, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang sesuai dengan tuntutan abad ke-21.Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan panduan praktis bagi pengembangan kurikulum IPS yang responsif terhadap tantangan dan peluang di era modern.