Claim Missing Document
Check
Articles

Structure, Diameter Increment, and Cutting Cycle of Residual Stand in Logged-Over Forest in East Kalimantan M. Taufan Tirkaamiana; Lailan Syaufina
Jurnal Silvikultur Tropika Vol 13 No 01 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.13.01.79-86

Abstract

This study aims to determine the structure, diameter increment, and cutting cycle estimation of residual stand for commercial species at log over forest managed with a selective cutting and line planting system (TPTJ) at PT Balikpapan Wana Lestari East Kalimantan, Indonesia. The residual stand parameter (tree amount, diameter, and increment) measurement was conducted at the log over area for 1 year, 2 years, and 3 years at the inter-planting line in TPTJ block from 3 PUP (Permanent measuring plot) which each with a size of 100 m x 100 m (1 ha). The result presents residual stand structure at the inter-planting line based on diameter class in the 'J' upside-down form indicates the larger diameter class, the smaller tree amount. The average diameter increment of the residual stand at the inter-planting line for commercial species is 1.04 cm/yr, and non-commercial is 0.65 cm/yr. The estimated cutting cycle is 19 years for commercial species with a cutting diameter limit of 40 cm up. The potential of stands in the inter-planting line can be expected to produce logging at the end of the cycle, besides the stand in the planted line, including superior species and having significant increments. Keywords: cutting diameter limit, diameter increment, nucleus tree, stand structure
PERBANDINGAN INDEKS FINE FUEL MOISTURE CODE (FFMC) DAN FIRE WEATHER INDEX (FWI) PADA SISTEM PERINGKAT BAHAYA KEBAKARAN HUTAN/LAHAN LUARAN WRF DENGAN OBSERVASI ( PERIODE: JUNI - AGUSTUS 2013) Eko Heriyanto; Lailan Syaufina; Sobri Effendy
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.759 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v15i2.181

Abstract

Pengembangan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan (SPBK) dilakukan dengan memanfaatkan luaran WRF resolusi 9 km. Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaran disusun menggunakan parameter cuaca, seperti suhu, kelembapan, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan kumulatif. Kondisi klimatologis periode bulan Juni–Agustus 2013 pada umumnya normal, tanpa dipengaruhi El-Nino maupun La-Nina. Dilakukan verifikasi parameter cuaca luaran WRF terhadap data observasi. Indeks FFMC dan FWI luaran WRF dibandingkan dengan hasil observasi pada 8 (delapan) lokasi yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Hasil verifikasi luaran WRF menunjukkan korelasi yang kuat – sangat kuat dengan rentang nilai 0.53–0.80 untuk semua parameter penyusun indeks. Perbandingan indeks FFMC dan FWI luaran WRF dengan observasi mempunyai korelasi diatas 0.56 dengan maksimum persentase kesalahan sebesar 0.57. Berdasarkan hasil verifikasi, luaran WRF dapat digunakan untuk menyusun indeks FFMC dan FWI pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan. Development of Land/Forest Fire Danger Rating System (SPBK) is done using WRF output resolution 9 km. Fine Fuel Moisture Index Code (FFMC) or a level of ease of fire and the Fire Weather Index (FWI) or the level of difficulty of fire control were prepared using weather parameters, such as temperature, humidity, wind speed, and direction, as well as the cumulative rainfall. Climate conditions in the period June to August 2013 at the generally normal, independent of the El-Nino and La-Nina. The WRF output weather parameters have been verified with observation data. FFMC and FWI index WRF outputs compared with observations at 8 (eight) locations are covered in Sumatra and Kalimantan. The result of verification WRF outputs showed a strong - very strong correlation with a value range 0.53-0.80 for all parameters making up the index. A comparison of FFMC and FWI index from WRF's output with observation correlates 0.56 with a maximum percentage error of 0.57. Based on the results of verification, WRF outputs can be used to index FFMC and FWI Land/Forest Fire Danger Rating System.
Density Based Clustering of Hotspots in Peatland with Road and River as Physical Obstacles Prima Trie Wijaya; Imas Sukaesih Sitanggang; Lailan Syaufina
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 3, No 3: September 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v3.i3.pp714-720

Abstract

Indonesia has the largest peatland area among tropical countries, covering about 21 milions ha, which spread mainly in Sumatera, Kalimantan, and Papua. Land and forest fires occur almost every year in peatland areas in Indonesia. One of indicators for forest and land fires is hotspot. The objective of this study is to group hotspots with road and river as obstacles using the CPO-WCC (Clustering in Presence of Obstacles with Computed number of Cells) algorithm. Clusters of hotspot data were analyzed based on peatland area distribution. This study also evaluates the results of clustering on peatlands in order to obtain the best clusters. Clustering using CPO-WCC algorithm produces three clusters of hotspot. The area of dense cluster is 10202.10 km2 with number of hotspots per km2 is 0.985. The higest number of hotspots occurrence is found in peatland with type of Hemists /Saprists (60/40) and depth greater than 400 cm.
Ground Water Level as an Indicator of Fire in Tanjung Jabung Timur, Jambi Province Atfi Indriany Putri; Lailan Syaufina; Nining Puspaningsih
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.4.749-756

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya menjadi salah satu isu lingkungan yang menjadi perbincangan masyarakat, baik tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Faktor yang mempengaruhi kebakaran di lahan gambut antara lain: tinggi muka air, hotspot, dan curah hujan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove beberapa tahun ini telah membuat alat dalam bentuk sensor Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA) dengan tujuan pengukuran tinggi muka air. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) menganalisis hubungan tinggi muka air dengan hotspot sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta (2) menganalisis tinggi muka air dengan curah hujan. Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki distribusi hotspot periode Januari 2019 – Desember 2021 senilai 916 titik panas (hotspot). Hasil uji korelasi hubungan hotspot dengan tinggi muka air memperoleh nilai korelasi sedang dengan nilai -0.408 dan P-Value 0.001, hal tersebut menunjukkan bahwa hotspot dengan tinggi muka air mempunyai hubungan negatif, yang artinya tinggi nilai hotspot akan diikuti bersama-sama dengan turunnya nilai tinggi muka air. Adapun untuk korelasi tinggi muka air dengan curah hujan mendapatkan nilai korelasi tinggi dengan nilai 0.705 dengan nilai P-Value sebesar 0.001 dan memiliki notasi positif, yang artinya tingginya jumlah curah hujan akan diikuti Bersama tingginya nilai tinggi muka air.
Forest Fire Threat at Bantimurung Bulusaraung National Park, South Sulawesi Province Lailan Syaufina; Suryawan Ramadhan
Jurnal Silvikultur Tropika Vol 13 No 03 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.13.03.159-265

Abstract

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terletak Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem karst yang unik. Salah satu ancaman kelestarian Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kejadian kebakaran hutan, mengidentifikasi penyebab kebakaran hutan dan pencegahan kebakaran hutan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Data yang digunakan berupa data bulanan kebakaran hutan dari TN Bantimurung Bulusaraung dan data curah hujan bulanan dari BMKG periode 2015-2020, serta informasi tentang penyebab, peran masyarakat dan kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang berasal dari responden yang tinggal di sekitar Taman Nasional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software JASP 0.14.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebakaran di TN Bantimurung terjadi setiap tahunnya, dengan frekuensi kebakaran sebanyak 20 kali dan luas kebakaran sebesar 163,455 ha pada periode tahun 2015-2020. Frekuensi kebakaran tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebanyak 8 kali dengan luas areal terbakar sebesar 97,065 ha. Faktor aktivitas manusia menjadi penyebab terjadinya kebakaran, yaitu adanya kelalaian masyarakat dalam menggunakan api. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak TN Bantimurung Bulusaraung berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengendalian kebakaran hutan. Kegiatan pencegahan kebakaran hutan dengan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan menjadi faktor kunci dalam pengendalian kebakaran hutan di TN Bantimurung Bulusaraung. Kata Kunci: ekosistem karst, peran masyarakat, pencegahan kebakaran, penyebab kebakaran
Analisis Pertumbuhan Jenis Dipterocarpaceae pada Sistem Silvikultur Tebang Pilih dan Tanam Jalur dengan Arah JalurTanam Berbeda di Kalimantan Utara M. Taufan Tirkaamiana; Lailan Syaufina; Jumani Jumani
Jurnal Silvikultur Tropika Vol 13 No 03 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.13.03.266-273

Abstract

Potensi Hutan Tropis Indonesia, khususnya di Kalimantan, dari tahun ke tahun terus menyusut. Sistem Tebang Pilih dan Tanam Jalur (TPTJ) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hutan tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan riap diameter tegakan Dipterocarpaceae yang ditanam pada arah tanam Barat-Timur (B-T) dan Utara-Selatan (U-S) pada Sistem TPTJ di areal konsesi PT. Intracawood Manufacturing, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Indonesia. Data pertumbuhan dan riap diameter Dipterocarpaceae diperoleh berdasarkan pengukuran lapangan pada 4 (empat) plot permanen berukuran 100 m x 100 m dengan arah B-T dan U-S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan riap diameter rata-rata terbesar pada tegakan berumur lima tahun adalah Shorea parvifolia dengan arah tanam B-T sebesar 8,5 cm dan 1,92 cm/tahun. Sedangkan yang terkecil adalah Dryobalanops lanceolata dengan arah tanam U-S sebesar 4,6 cm dan 0,99 cm/th. Arah jalur tanam tidak mempengaruhi pertambahan diameter. Hal ini disebabkan posisi tegakan pada jalur antara merupakan areal bekas tebangan, yang berada pada sisi kanan dan kiri jalur tanam dengan kerapatan yang rendah dan tinggi tegakan rata-rata yang rendah (17,62 m). Dengan demikian, intensitas cahaya pada arah jalur tanam U-S pada tegakan di jalur antar tidak terhambat. Kata kunci: Arah jalur tanam, intensitas cahaya, riap
KORELASI TINGGI MUKA AIR DAN POTENSI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Atfi Indriany Putri; Lailan Syaufina
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18196

Abstract

Salah satu permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi topik saat ini adalah kebakaran di lahan gambut. Faktor yang mempengaruhi kebakaran di lahan gambut antara lain: tinggi muka air dan curah hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis korelasi tinggi muka air gambut dengan hotspot sebagai indikator kebakaran; 2) menganalisis korelasi tinggi muka air gambut dengan curah hujan; dan 3) menganalisis korelasi  hotspot dengan curah hujan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis memiliki jumlah hotspot sebanyak 991 titik panas (hotspot) pada periode Oktober 2018 – Oktober 2019, dengan peningkatan jumlah hotspot terbanyak pada bulan Februari 2019 – Maret 2019 serta bulan Juli 2019 – September 2019. Hasil uji korelasi hotspot dengan curah hujan mendapatkan nilai korelasi sedang dengan nilai -0.408 dan P-Value 0.001, hal ini menunjukkan bahwa curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan positif, yang artinya semakin tinggi curah hujan maka nilai hotspot akan semakin rendah, sedangkan pada tinggi muka air dengan hotspot memiliki korelasi cukup dengan nilai P-Value sebesar 0.001 serta nilai korelasi -0.245 , dan memiliki notasi negatif atau terbalik, yang artinya penurunan tinggi muka air akan diikuti dengan kenaikan hotspot. Hasil uji statistik tinggi muka air dan curah hujan memperoleh nilai korelasi sedang sebesar 0.388 dengan nilai P-Value 0.001 uji statistik tersebut menunjukkan adanya hubungan positif, notasi positif menyatakan bahwa nilai tinggi muka air akan meningkat setelah memperoleh pasokan air hujan yang tinggi dan menurun  jika curah hujan rendah.
Knowledge Management System For Forest and Land Fire Mitigation in Indonesia: A Web-Based Application Development Unik, Mitra; Rizki, Yoze; Sukaesih Sitanggang, Imas; Syaufina, Lailan
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.30.1.12

Abstract

Forest and land fires in Indonesia have serious impacts on many aspects, including the environment, health, economy, politics, and international relations. They cause haze pollution that extends to neighboring countries and peatland degradation. Despite extensive research and mitigation efforts, forest and land fires continue to occur and cost lives. Therefore, effective management and mitigation strategies are required. This research developed a web-based knowledge management system (KMS) using the Laravel framework as an effective forest and land fire mitigation platform. The KMS aims to support decision-making, facilitate knowledge exchange, improve coordination between stakeholders, and expand access to relevant information, while maintaining the sustainability of forest and land resources in Indonesia. The KMS evaluation results cover two important aspects: blackbox evaluation and performance evaluation. The blackbox evaluation showed that KMS provides knowledge retrieval features based on expert knowledge. The performance evaluation revealed that the KMS provides easy and quick access to information on forest and land fire prevention and management. Thus, this research has great potential to help overcome the problem of forest and land fires in Indonesia and protect the environment and society from their adverse effects.
Implikasi Kebijakan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Kebutuhan Dukungan Teknologi Syaufina, Lailan; Sitanggang, Imas Sukaesih; Purwanti, Endang Yuni; Rahmawan, Hendra; Trisminingsih, Rina; Ardiansyah, Firman; Wulandari; Albar, Israr; Krisnanto, Ferdian; Satyawan, Verda Emmelinda
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.70-77

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan isu lingkungan yang penting di kawasan Asia Tenggara, terkait dengan polusi kabut asap yang melintas batas. Pemerintah Indonesia telah mengubah paradigma dengan memprioritaskan kegiatan pencegahan kebakaran dari pemadaman sejak tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematik perkembangan kebijakan terkait karhutla dan untuk mengevaluasi penggunaan aplikasi mobile dan web dari Sistem Informasi Patroli Pencegahan Karhutla (SIPP Karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Metode penelitian mencakup: kajian pustaka secara sistematik kebijakan karhutla di Indonesia., survei lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan para pemadam kebakaran di tujuh provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Kebijakan terkait karhutla mengalami peningkatan sejak tahun 2014, yang mendorong perbaikan pengendalian karhutla. Aplikasi SIPP Karhutla telah digunakan secara luas di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Aplikasi tersebut terbukti menurunkan waktu pencatatan dan pembuatan laporan patroli secara signifikan. Aplikasi ini mendukung kegiatan patroli secara efektif dan efisien. Kata kunci: manajemen kebakaran, Sistem Informasi Patroli Pencegahan Karhutla, polusi kabut asap lintas batas
Model Prediksi Perubahan Tutupan Lahan Pada Area Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan Model Cellular Automata Markov Awal, Elsa Elvira; Sukaesih Sitanggang, Imas; Syaufina, Lailan
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 1 No. 3: Januari 2023
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v1i3.141

Abstract

During 2016 Riau Province experienced 10,676 hectares of forest and land fires on fire, where Rokan Hilir District was the largest area of forest fires that reach 3,416 hectares. The area of peatlands in Indonesia is currently experiencing degradation because of peatland fires that, result land-use, land-use changes, and forestry. The purpose of this study was to create a prediction model of land cover change in land fire areas using the Cellular Automata Markov model. The Markov Cellular Automata model is used to predict changes in land cover because this model is very suitable to be applied in high-detail spatial phenomena. The results of this study indicate that in the 2000-2003 period is used to predict land cover changes in 2006 due to forest the land fire in March 2002. The results show that plantations has the most significant change, namely 25.36% with a Kappa value of 95.74%. The prediction model of the period 2006-2009 is used to predict land cover changes in 2012 due to forest the land fire in July 2007. The results show that swamp shrub experienced a change of 74.94% with a Kappa value of 93.22%. The prediction model of the period 2014-2016 is used to predict land cover changes in 2018 due to forest the land fire in June 2015. The results show that swamp bushland cover class experienced the most significant reform of 55.07% with a Kappa value of 68.59%. The prediction results from the three periods show good and acceptable results, however the area of land cover as the result of prediction model has quite large difference with the actual land cover. Keywords: cellular automata markov, land fires, peatlands, land-use land-use changes and forestry
Co-Authors Afina, Fakhri Sukma Agus Buono Agus Siswono Agus Siswono Ahmad Ainuddin Nuruddin Aisyah Anggraini Albar, Israr Andi Gunawan Andini Tribuana Tunggadewi, Andini Tribuana Anggie Yohanna Mandalahi Anissa Rezainy Anita Zaitunah Annisa Puspa Kirana Arzyana Sunkar Asri Buliyansih Atfi Indriany Putri Atfi Indriany Putri Ati Dwi Nurhayati Awal, Elsa Elvira Bahruni . Bambang Hero Saharjo Boedi Tjahjono Chandrasa E Sjamsudin Daniel Happy Putra Denni Prasetia Diah Zuhriana Didik Suharjito Dinda Aisyah Fadhillah Hafni Drucella Benala Dyahati Eduardo Fernando Martins de Carvalho Efendi, Zuliar Eka Intan Kumala Putri Eko Heriyanto Entin Kartini Erfan Noor Yulian Erianto Indra Putra Ernawati, Titik Firman Ardiansyah Fransisxo GS Tambunan Gatot Setiawan Gatot Setiawana Gusti Zainal Anshari Hariyadi Hendra Rahmawan Hendra Rahmawan Hidayat, Assad I Nengah Surati Jaya Iin Ichwandi Imam Suyodono Imas Sukaesih Sitanggang Indah Prasasti Indah Prasasti Irdika Mansur Irwansyah, Muh Yosrilrafiq Istiqomah, Nalar Istomo . Jamaluddin Basharuddin James Thomas Erbaugh Jumani Jumani Khaira, Ulfa Khairia Nafia Khulfi M Khalwani Komarsa Gandasasmita Krisnanto, Ferdian Kurniawati Purwaka Putri Lai Food See LILIK BUDIPRASETYO M. Syamsul Maarif M. Taufan Tirkaamiana M. Taufan Tirkaamiana Meti Ekayani Mirzha Hanifah Mochamad Asep Maksum Mohid Rashid Mohd Yusof Muhammad Ardiansyah Muhammad Hawari Azka Muhammad Hudzaifah Rihuljihad Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Nugraha Muhammad Nur Aidi Nadhifah, Putri Addini Arsya Nining Puspaningsih Noor Farikhah Haneda Nova Puspitasari Nuniek Sutanti Nurheni Wijayanto Prima Trie Wijaya Purwanti , Endang Yuni Purwanti, Endang Yuni Putra, Aditya Handoyo Putri Thariqa Rinenggo Siwi Rizaldi Boer Rizki, Yoze Samsuri Samsuri, Samsuri Sandhi Imam Maulana Satyawan, Verda Emmelinda Sigit Purwanto Sitanggang, Imas S. Siti Badriyah Rushayati Sobri Effendy Sofia Fitriana Sri Mulatsih Sugiarto, Dwi Putro Supriyadi, Andi Supriyanto Supriyanto Suryawan Ramadhan Syaiful Anwar Taihuttu, Helda Yunita Tri Tiana Ahmadi Putri Trisminingsih, Rina Unik, Mitra Vera Linda Purba Wahida Annisa Wardana Wardana Widiatmaka Wiwin Ambarwulan WULANDARI Wulandari, Ratu Mutiara Yenni Vetrita Yuli Sunarti