Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Pengetahuan Pekerja Seks Komersial Tentang HIV-AIDS Melalui Upaya Pendidikan Kesehatan Metode Brain Storming Ali Akbar; Uti Rusdian Hidayat; Suciarti Nurwijayanti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.11

Abstract

Pekerja seks komersial merupakan salah satu kelompok resiko yang memegang peranan penting dalam penyebaran HIV AIDS. Upaya yang cukup efektif untuk menekan penyebaran virus tersebut yaitu dengan meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai perilaku seksual yang aman  melalui metode pendidikan kesehatan yang sesuai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan HIV AIDS dengan menggunakan metode brain storming terhadap perubahan pengetahuan pekerja seks komersial. Hasil analisis Simple Paired T Test menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode brain storming (p value = 0,000).
Pengaruh Pemberian Madu Sebagai Antibiotik Saat Pemasangan Terapi Intravena Terhadap Pencegahan Flebitis Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X Pontianak Walida Apriana; Uti Rusdian Hidayat; Revani Hardika
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.42

Abstract

Latar Belakang: Flebitis merupakan komplikasi yang sering terjadi pasca pemasangan terapi intravena. Flebitis dapat dicegah dengan pemberian antibiotik pada area insersi, salah satunya adalah dengan menggunakan madu. Tujuan Penelitian: Tujuannya untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian madu sebagai antibiotik saat pemasangan terapi intravena terhadap pencegahan flebitis di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Jenis penelitian  : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 responden kelompok kontrol dan 18 responden kelompok intervensi sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian : Uji yang digunakan adalah uji Mann-Whitney yang menunjukan hasil yang signifikan terhadap pengaruh pemberian madu untuk pencegahan flebitis (p=0,021). Terdapat pengaruh pemberian madu sebagai antibiotik saat pemasangan terapi intravena terhadap pencegahan flebitis. Hal ini menunjukan bahwa madu bermanfaat dalam mencegah terjadinya flebitis. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya flebitis agar hasil yang di harapkan lebih efektif.
Edukasi Metode Demonstrasi dan Role Play Terhadap Pengetahuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Tentang Pertolongan Pertama Gawat Darurat Kecelakaan Lalu Lintas Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Eka Putri Wahyuningtyas
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.12

Abstract

Pertolongan pertama penting diberikan kepada korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk memberikan keselamatan dan mencegah timbulnya kecacatan. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan role play diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan polantas dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan role play terhadap pengetahuan polantas tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Penelitian quasi experiment dengan menggunakan one group pretest dan post test without control group design. Besar sampel yaitu 15 orang dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh edukasi dengan metode demonstrasi dan roleplay terhadap pengetahuan pada polantas (a 0,001). Pendidikan kesehatan merupakan upaya peningkatan pengetahuan polisi lalu lintas tentang pertolongan pertama gawat darurat pada korban kecelakaan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pengendalian Hipertensi dan Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan dengan Terjadinya Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Kakap Wandira Wandira; Uti Rusdian Hidayat; Aryanto Purnomo
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.25

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi disebut sebagai silent killer karena sebagian besar kasus hipertensi dimasyarakat akibat dari penderita tidak menyadari bahwa dia menderita hipertensi karena tidak mendapat gejala, pengontrolan yang kurang dan tidak rutin serta tidak minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan terjadinya hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap.Metode: penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dengan desain penelitian case control. Besar sampel yaitu 68 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P lebih kecil dari 0,05.Hasil: hubungan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dengan terjadinya hipertensi (p value=0,000) dan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan dengan terjadinya hipertensi (p value=0,002).Kesimpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dan tingkat pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan terjadinya hipertensi.
Rendam Kaki Air Hangat Jahe Dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Nurpratiwi Nurpratiwi; Uti Rusdian Hidayat; Sri Bintang Putri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.55

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kompleks yang menurunkan kualitas hidup pasien dengan akibat terjadinya komplikasi. Penangganan dapat diberikan rendam kaki air hangat jahe. Kandungan jahe yaitu minyak atsiri dapat memperlebar pembuluh darah yang nantinya berefek menurunkan tekanan darah. Sudah banyak yang menggunakan rendam kaki untuk menurunkan tekanan darah di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengalaman rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling pengumpulan data diperoleh melalui teknik wawancara terstruktur. Hasil: Pengalaman partisipan yaitu perasaan yang dirasakan oleh partisipan memberikan rasa enak dan nyaman, manfaat dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri, waktu melakukan pada pagi hari dan waktu yang dilakukan sekitar 10-20 menit, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe dengan jahe diiris-iris ditumbuk digeprek, jenis jahe yang sering digunakan yaitu jahe putih dan jahe kuning, tidak ada efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Kesimpulan: Didapatkan 6 tema yaitu perasaan setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe, manfaat rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah, waktu melakukan rendam kaki air hangat jahe, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe, jenis jahe yang digunakan, efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Rekomendasi : Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat memanfaatkan terapi rendam kaki air hangat jahe sebagai terapi alternatif dalam menurunkan tekanan darah.
Edukasi Mnemonic Sambas sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Defa Arisandi; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11954

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah edukasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is counselling on first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic. The results of community service obtained data on the increase in community knowledge before and after education about first aid in trauma cases. Increased public knowledge about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases.  Keywords: First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Efektifitas Video Pembelajaran Bantuan Hidup Dasar pada Henti Jantung dengan Model Selamat terhadap Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak Uti Rusdian Hidayat; Debby Hatmalyakin; Fauzan Alfikrie
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i8.10874

Abstract

ABSTRACT The high incidence of Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) requires not only many prevention programs but also fast and appropriate initial treatment to make victims survive. In fact, the phenomenon of OHCA strongly involves the role of lay people (not medical personnel) who are around the victim's location. This study aims to determine the effectiveness of basic life support learning videos in cardiac arrest with the SELAMAT model on the knowledge of the Pontianak City Community. The research method used quasy experimental with a sample size of 70 respondents. The research data was collected using an online questionnaire with google form Statistical analysis uses the wilcoxon test. The results showed that video media can increase public knowledge in performing basic life support (p=0.000). It is expected that the government or related agencies can work together in socializing the SELAMAT Model learning video to increase public knowledge about basic life support in cardiac arrest victims. Keywords: Video, Cardiac Arrest, Basic Life Support, SELAMAT Model   ABSTRAK Tingginya angka kejadian Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) membutuhkan tidak hanya banyak program pencegahan namun juga penanganan awal yang cepat dan tepat untuk membuat korban tetap dapat bertahan hidup. Faktanya, fenomena OHCA sangat melibatkan peran orang awam (bukan tenaga medis) yang berada di sekitar lokasi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas video pembelajaran bantuan hidup dasar pada henti jantung dengan model SELAMAT terhadap pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak. Metode penelitian meggunakan quasy experimental dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner online dengan google form. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melakukan bantuan hidup dasar (p=0,000). Diharapkan pemerintah atau instansi terkait dapat bekerjasama dalam mensosialisasikan video pembelajaran Model SELAMAT untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar pada korban henti jantung. Kata Kunci: Video, Henti Jantung, Bantuan Hidup Dasar, Model SELAMAT
Persepsi Masyarakat Pesisir tentang Vaksin Booster selama Masa Pandemik Covid-19 Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Debby Hatmalyakin; Ihsan Angga Anjarwadi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i8.9301

Abstract

ABSTRACT The acceptance of booster vaccines in the community is still low. The low acceptance of boosters in the community is associated with the safety level, efficacy and side effects of the vaccine that can be experienced. This study aims to identify community perception of receiving the COVID-19 boosters in the Coastal Areas of West Kalimantan, Indonesia. The research design used in this study was descriptive analytic with a cross-sectional study approach. A total of 90 respondents involved in this study were selected randomly, where the proportion of each respondent was selected based on the achievement of receipts advanced vaccines in the region. The statistical test used in this study is the chi square test. The results of this study most of the respondents had a basic education level of 30%, 62,2% female, 12,2% history of being infected with Covid-19, 55,6% not working, 53,3% the distance between home and vaccination service centre is more than 1 km. The results of the perception analysis with vaccination status obtained a value of p = 0.029 (0.05). People who have a good perception of the COVID-19 vaccine choose to receive the follow-up vaccine to prevent transmission of COVID-19 Keywords: Perception, Booster Vaccines  ABSTRAK Penerimaan vaksin lanjutan pada masyarakat masih rendah. Rendahnya penerimaan vaksin lanjutan pada masyakat dikaitkan dengan tingkat keamanan vaksin, kemanjuran vaksin dan efek samping vaksin yang dapat dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat dalam penerimaan vaksin COVID-19 lanjutan di Wilayah Pesisir Kalimantan Barat, Indonesia.  Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Sebanyak 90 responden terlibat dalam penelitian ini dipilih secara random, dimana proporsi setiap respoden dipilih berdasarkan pada capaian penerimaan vaksin lanjutan di wilayah tersebut. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah chi squere test. Hasil penelitian menjelaskan sebagian responden berpendidikan SD sebanyak 30%, perempuan 62,2%, sebagian pernah terinfeksi COVID-19 yaitu 12,2%, sebagian dari mereka tidak bekerja 55,6%, dan jarak rumah dengan sentral pelayanan vaksin lebih dari 1 km yaitu 53,3%. Hasil analisis persepsi dengan status vaksinasi diperoleh nilai p= 0,029 ( 0,05). Masyarakat yang memiliki persepsi yang baik tentang vaksin COVID-19 memilih menerima vaksin lanjutan untuk mencegah penularan COVID-19. Kata Kunci: Persepsi, Vaksin Booster
Edukasi Penolong Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Ali Akbar; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Hendra Priyatnanto
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.5198

Abstract

Trauma menjadi kasus yang paling sering terjadi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat berupa peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada kasus trauma masyarakat di wisata pulau. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan/edukasi tentang pertolongan pertama kasus trauma pada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan oleh 1 orang penyuluh dan dibantu oleh 2 rekan dari STIKes YARSI Pontianak. Peserta pada kegiatan ini sebanyak 30 orang. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sudah pelaksanaan edukasi. Waktu pelaksanaan kegiatan pada tanggal 2 September 2022. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama kasus trauma pada wisata pulau. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama kasus trauma menjadi upaya penanganan kegawatdaruratan di Pulau Lemukutan.
HUBUNGAN C-REAKTIF PROTEIN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK: PILOT STUDY Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Akbar, Ali; Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Nurpratiwi, Nurpratiwi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.248

Abstract

Background: Diabetic foot ulcer (DFU) is a major complication in patients with diabetes mellitus which has a significant impact on quality of life with the main complication being the risk of amputation. C-Reactive Protein (CRP) is one of the most widely used markers of inflammation. With DFU of any severity. Objective: The aim of this study was to determine the relationship between the value of C-reactive protein (CRP) and the healing of diabetic foot ulcer. Methods: The type of research used is an analytic observational study with a cross-sectional approach, where data relating to independent and dependent variables will be collected at the same time. This research was conducted at a clinic in Pontianak City. The number of samples is 23 respondents. Data collection was carried out by conducting interviews for data on the characteristics of the respondents. For data on the characteristics of the ulcer, it was carried out using observation techniques. CRP data was taken from secondary data from laboratory examination of patients when they first came to the clinic. Data from respondents will be analyzed using the SPSS program with the test used to test the hypothesis is the bivariate test with the Pearson product moment test. Result: CRP value with diabetic foot ulcer healing experienced by a person with the results of bivariate analysis using the Pearson product moment test shows a p value of 0.74. Conclusion: There is a relationship between C-Reactive Protein (CRP) on diabetic foot ulcer healing.