Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Nanas Terfermentasi Terhadap Recahan Karkas Ayam Kampung Super Umur 10 Minggu Silvester Nandus; I Nyoman Kaca; Ni Ketut Etty Suwitari
GEMA AGRO Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ga.29.1.7791.1-9

Abstract

Abstrak Ayam kampung super merupakan salah satu komodite sumber penghasil daging yang semakin banyak dikembangkan. Untuk mencapai produktivitas ini harus di dukung oleh pakan yang berkualitas salah satunya memanfaatkan limbah kulit nanas terfermentasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit nanas terfermentasi terhadap recahan karkas ayam kampung super umur 3-10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yaitu N0 = Ransum tanpa kandungan tepung kulit nanas terfermentas, N1 = Ransum mengandung 5% tepung kulit nanas terfermentasi, N2 = Ransum mengandung 10% tepung kulit nanas terfermentasi, N3 = Ransum mengandung 15% tepung kulit nanas terfermentasi, N4 = Ransum mengandung 20% tepung kulit nanas terfermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi pengaruh yang signifikan (p>0,05) dengan penambahan kulit nanas terfermentasi dalam ransum terhadap recahan karkas ayam kampung super 10 minggu. Perlakuan N1 memiliki nilai rataan yang paling tinggi tetapi tidak berbeda nyata dibandingkan N0, N2, N3, dan N4 pada variabel yang di amati yaitu berat berat karkas, berat dada, berat paha, berat sayap kecuali berat punggung pada perlakuan N2. Pemberian tepung kulit nanas terfermentasi pada level 5% menunjukan hasil rataan yang paling baik terhadap recahan karkas ayam kampung super umur 10 minggu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian tepung kulit nanas terfermentasi dalam ransum berpengaruh tidak nyata, terhadap recahan karkas ( berat karkas, berat dada, berat paha, berat sayap dan berat punggung) ayam kampung super 10 minggu.
Budidaya Rumput Odot di Desa Sulangai Kecamatan Petang Kabupaten Badung-Bali I Nyoman Kaca; Luh Suariani; Ni Ketut Etty Suwitari; I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.29-33

Abstract

Penganekaragaman dalam pemberian hijauan sebagai pakan ternak ruminansia penting untuk dilakukan. Dengan adanya penganekaragaman jenis hijauan maka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia diharapkan akan terpenuhi. Salah satu varian yang sedang dikembangkan dan diperkenalkan kepada peternak sebagai hijauan pakan ternak-ternak adalah rumput gajah odot atau yang lebih populer dengan rumput odot. Sulangai adalah sebuah desa di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali yang mempunyai jumlah penduduk 4.649 jiwa dengan luas wilayahnya adalah 12, 59 km2. Gapoktan Simantri 171 Banjar Sandakan Desa Sulangai merupakan salah satu gapoktan yang ada di desa Sulangai. Gapoktan ini khusus tempat berkumpulnya para peternak sapi. Salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya pakan pada musim kemarau, sehingga perlu dilakukan usaha penanaman (budidaya) pakan unggul, salah satunya adalah rumput odot. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan metode partisipatif aktif dari mitra dan pembuatan demplot. Demplot dilakukan berupa penanaman rumput odot disekitar kandang dan di pematang. Sampai dengan tahap evaluasi, petani sudah mampu memanen rumput odot sebagai pakan ternaknya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membudidayakan rumput odot di desa Sulangai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode eksploratif dan partisipasi aktif masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah kegiatan program pengabdian ini terlaksana dengan baik dengan mengikuti beberapa tahapan dalam pelaksanaannya. Kesimpulannya, kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas SDM kelompok pendamping anggota mitra untuk mebudidayakan rumput odot sebagai usaha pemenuhan kebutuhan pakan ternaknya sehingga diharapkan tidak mengalami kesulitan lagi pada saat musim kemarau ataupun mengurangi waktu untuk menyediakan pakan ternak, karena pakan sudah tersedia disekitar kandang.