Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL EDUKASI DAN SIMULASI GLADI RUANG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TATALAKSANA KORBAN BENCANA PADA PERAWAT Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Hendri Tamara Yuda
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v15i2.25410

Abstract

Penatalaksanaan tanggap darurat bencana merupakan tanggung jawab bagi berbagai pihak, juga petugas kesehatan, salah satunya tenaga medis. Simulasi gladi ruang merupakan salah satu metode simulasi yang saat ini dikembangkan dan dimodifikasi dengan menggunakan media papan bergambar daerah bencana sehingga lebih komunikatif, menyenangkan serta meningkatkan motivasi dalam pembelajaran peserta didik didalam ruangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model edukasi dan simulasi gladi ruang terhadap kemampuan perawat dalam tatalaksana korban bencana. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental with non equivalent control group. Subjek penelitian adalah perawat yang masuk dalam tim medis berjumlah 60 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pemberian tindakan edukasi pada kelompok kontrol serta simulasi gladi ruang menggunakan media papan bergambar pada kelompok intervensi. Observasi dilakukan selama subjek penelitian mengikuti kegiatan yang terdiri dari 3 parameter yaitu komunikasi, triase korban, pertolongan pertama pada korban dan keputusan rujukan. Hasil didapatkan perbedaan dalam melakukan tanggap darurat atau tatalaksana korban bencana antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi p = 0.000 (p<0.005). Kelompok yang diberikan simulasi gladi ruang memiliki nilai rata-rata lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang diberikan edukasi (77.75). Simulasi memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu, karena melibatkan beberapa panca indera, seperti penglihatan dan pendengaran sekaligus, serta melakukan tindakan sebagai bentuk belajar langsung dari ilmu yang sudah didapatkan. Kesimpulan didapatkan bahwa simulasi gladi ruang terbukti lebih efektif meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam tatalaksana korban bencana pada situasi tanggap darurat oleh perawat.
Studi Kasus : Efektivitas ROM dan Terapi Genggam Bola Karet dalam Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Stroke Yunita Dwi Rahmawati; Hendri Tamara Yuda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah penyakit yang terjadi adanya penyempitan pada pembuluh darah otak. Serangan stroke dapat membuat melemahnya fungsi motorik, sehingga terjadi penurunan kekuatan otot. Penanganan stroke harus segera ditangani supaya mengembalikan kontrol gerakan tubuh. Latihan gerak aktif dengan ROM dan terapi genggam bola karet merupakan latihan yang efektif untuk penderita stroke non hemoragik.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik dengan latihan ROM dan terapi genggam bola karet untuk peningkatan kekuatan otot. Jenis karya tulis ilmiah menggunakan metode deskriptif berupa studi kasus. Studi kasus menggunakan 3 responden yang mengalami stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Asuhan keperawatan berlangsung selama 5 hari dalam 10 pertemuan. Instrumen yang digunakan berupa standar operasional prosedure, lembar pengukuran kekuatan otot dan bola karet. Hasil studi kasus menunjukan terjadi peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas klien. Kesimpulan Latihan ROM dan terapi genggam bola karet dapat digunakan untuk masalah stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik karena dapat terjadi peningkatan kekuatan otot.
Pengaruh Aerobic Low Impact : Senam Tera Pada Penderita Hipertensi Stage 1 Gombong Hendri Tamara Yuda; Yohanes Feriga Susilo; Irmawan Andri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2018), prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran penduduk usia 18 tahun keatas, Indonesia sebesar 34,1%, untuk provinsi Jawa Tengah sebesar 37,5%. Berdasarkan profil kesehatan kabupaten Kebumen (2018), kabupaten kebumen dengan jumlah penduduk 1.195.092 jiwa dan kasus hipertensisebanyak 23.735 kasus. Berdasarkan data dari Puskesmas Gombong I Kabupaten Kebumen, dengan jumlah penduduk wilayah tersebut sebanyak 4.644 jiwa didapatkan hasil 558 (12,01%) penduduk memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan terapi aktivitas fisik aerobic low impact: senam tera. Mengetahui pengaruh serta keefektifan dari Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Penelitian ini adalah jenis penelitian quasy eksperimen pre test-post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 56 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stetoskop, sphygmomanometer, serta lembar pemeriksaan tekanan darah. Hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistolik sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kontrol 78,26% pada rentan 140-160, tekanan darah diastolik sebelum perlakuan kelompok intervensi 53,57% pada rentan 80- 90 dan kelompok kontrol 64,29% pada rentan 80-90. Tekanan darah sistolik sesudah perlakuan pada kelompok intervensi mengalami perubahan hasil persentase 57,14% pada rentan 120-140 sedangkan kelompok kontrol pasih pada rentan 140-160 dengan persentase 78,57%, tekanan darah diastolik sesudah perlakuan kelompok intervensi 96,53% pada rentan 80-90 dan kelompok kontrol 57,14% pada rentan 80-90. Dari analisa data menggunakan Uji Independent Sample T-Test memiliki perbedaan yang signifikan, hasil signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya adanya pengaruh Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh Aerobic Low Impact: Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Gombong I. Kepada peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain untuk membandingkan tingkat pengaruh dan kefektifannya dengan Aerobic Low Impact: Senam Tera.
Nyeri Injeksi Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus Irmawan Andri Nugroho; Basuki Riyanto; Hendri Tamara Yuda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian teratas. Prevalensi DM di dunia meningkat dari tahun ke tahun yakni 463 juta atau 9.3%. Di Indonesia pada tahun 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥ 15 sebanyak 2,0%. Pengobatan bagi penderita diabetes melitus dengan peningkatan kadar gula darah puasa lebih dari sama dengan 126 mg/dL dapat menggunakan obat hipoglikemia oral (OHO). Insulin disuntikan pada pasien DM tipe 2 secara subkutan. Penyuntikan dapat dilakukan dilengan, diperut, paha bagian atas, dan bagian pantat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dimana dilakukan sekaligus pada waktu yang bersamaan. Penelitian ini melibatkan 32 responden dengan kriteria inklusi merupakan pasien rawat inap, berusia 30-65 tahun, dan mendapat terapi insulin 3 kali sehari. Kriteria ekslusinya yaitu memiliki komplikasi penyakit lain, dan mendapat injeksi IM selain terapi insulin. Hasil penelitian didapatkan gambaran nyeri sebagian besar adalah responden dengan kategori ringan sejumlah 106 orang (82.8%), dan terendah adalah responden yang memiliki tingkat nyeri dengan kategori berat sejumlah 1 orang (0.8%).
Peningkatan Kapasitas Relawan MDMC Kebumen dalam Memberikan Tindakan Kegawatan Henti Jantung pada Korban Bencana Hendri Tamara Yuda; Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Muhammad Agus Afif; Kukuh Alfiano Wibowo; Syahrul Gunawan; Ahmad Anwar Rosyidi; Kuntoro Ihsan
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v2i1.2139

Abstract

Kegawatdaruratan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara tiba-tiba yang dapat disebabkan oleh kejadian alam, bencana teknologi, perselisihan atau kejadian yang disebabkan oleh manusia, dan menuntut suatu penanganan segera. Salah satu kejadian gawat darurat saat bencana yaitu kejadian henti jantung. Henti jantung (cardiac arrest) adalah penghentian tiba-tiba aktivitas pompa jantung efektif, mengakibatkan penghentian sirkulasi. Relawan bencana yang terlibat dalam penanganan atau pertolongan pertama pada korban harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik . Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam memberikan tindakan kegawatdaruratan henti jantung pada korban bencana. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi menggunakan phantom RJP. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan kepada relawan meliputi pre tes, penyampaian materi, simulasi dan post tes. Hasil pengetahuan dan keterampilan meningkat setelah mengikuti pengabdian masyarakat.
PENGETAHUAN, PERILAKU TENTANG COVID 19 DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DM PADA MASA PANDEMI DI WILAYAH PUSKESMAS GOMBONG Hendri Tamara Yuda; Podo Yuwono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 3 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN (EDISI KHUSUS COVID-19)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i3.648

Abstract

Latar belakang : Indonesia menduduki peringkat keempat dari sepuluh besar negara di dunia, kasus diabetes melitus tipe 2 dengan prevalensi 8,6% dari total populasi. Masa pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) mempengaruhi segala aktivitas, mulai dari lingkup luas yaitu pemerintahan hingga lingkup sosial terkecil yaitu keluarga. Salah satu pengaruh yang cukup dirasakan bagi penderita diabetes adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penderita DM yang biasa kontrol Kesehatan rutin di fasilitas Kesehatan terganggu. Akibatnya, perlu melakukan adaptasi pada berbagai aktivitas harian, penyesuaian ekonomi, menghadapi kejenuhan, menghadapi kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan, menghadapi ketidakpastian kapan keadaan Pandemi Covid-19 akan berakhir, dan sebagainya. Hal ini dapat menjadi stres harian dan akibatnya kualitas hidup pasien DM akan terganggu.Tujuan : untuk mengetahui pengetahuan tentang COVID 19 pada penderita DM, perilaku tentang COVID 19 pada penderita DM dan kualitas hidup penderita DM.Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 83 responden. Analisa data menggunakan Analisa univariat.Hasil Penelitian: pengetahuan tentang Covid-19 pada penderita DM paling banyak adalah pengetahuan baik (85,55%), perilaku tentang Covid-19 pada penderita DM adalah baik yaitu sejumlah 60 responden (72,29 %) dan kualitas hidup penderita DM adalah baik yaitu sejumlah 65 responden (78,31 %)Rekomendasi: Penderita DM hendaknya tetap menjaga kesehatan dan kualitas hidup selama pandemik Covid-19 
Simple Coaching Clinic to Improve Nurse's Knowledge of Genetic Counseling among Thalassemia Patients Firmansyah, Andan; Yuda, Hendri Tamara; Putri, Tri Antika Rizki Kusuma; Hidayat, Nur; Richard, Selvia David; Arifin, Hidayat; Setiawan, Henri
Genius Journal Vol. 5 No. 2 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i2.281

Abstract

Introduction: The coaching clinic is one of the strategies designed to increase nurses' knowledge in conducting genetic counseling for patients and families of thalassemia patients. Nurses will not only be given information, but they will also be taught how to communicate and how to use genetic counseling to make sure the coaching clinic's goals are met. Objective: This study aims to describes the effect of a simple coaching clinic on nurses' knowledge of genetic counseling implementation in thalassemia care. Methods: This research used a quantitative approach and was conducted on August 20th–21st , 2022. The design of this study was quasi-experimental without a control group. This study obtained a total sample of 29 nurses using a proportional sampling technique and inclusion criteria. The inclusion criteria in this study were nurses with a diploma degree, an undergraduate education background, and registered nurses. The data collection instrument was a 30-questions genetic counseling questionnaire. IBM SPSS version 25.0 was used to analyze the data using the Wilcoxon test. Results: Simple coaching clinic proved to have a significant effect in improving the knowledge level of nurses in general with p-value = 0.004. Knowledge level improvement can be seen from Mean (+SD) 53.67 (+13.64) to 69.67 (+8.26). Likewise with nurses' knowledge about thalassemia, genetic counseling and bio-informatics, the majority of respondents experienced positive changes. In contrast to the genetic topic, the majority of respondents did not experience a change in their level of knowledge so that a p-value >0.05 was obtained. Conclusions: Changes in level of knowledge indicated that the coaching clinic's effects on level of knowledge are significant and have an impact on health services across a variety of health institutions, including clinics and hospitals. As a result, it is critical to have a health strategy that promotes the accessibility of genetic counseling services for patients with thalassemia and other genetic illnesses.
Simple Coaching Clinic to Improve Nurse's Knowledge of Genetic Counseling among Thalassemia Patients Firmansyah, Andan; Yuda, Hendri Tamara; Putri, Tri Antika Rizki Kusuma; Hidayat, Nur; Richard, Selvia David; Arifin, Hidayat; Setiawan, Henri
Genius Journal Vol. 5 No. 2 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i2.281

Abstract

Introduction: The coaching clinic is one of the strategies designed to increase nurses' knowledge in conducting genetic counseling for patients and families of thalassemia patients. Nurses will not only be given information, but they will also be taught how to communicate and how to use genetic counseling to make sure the coaching clinic's goals are met. Objective: This study aims to describes the effect of a simple coaching clinic on nurses' knowledge of genetic counseling implementation in thalassemia care. Methods: This research used a quantitative approach and was conducted on August 20th–21st , 2022. The design of this study was quasi-experimental without a control group. This study obtained a total sample of 29 nurses using a proportional sampling technique and inclusion criteria. The inclusion criteria in this study were nurses with a diploma degree, an undergraduate education background, and registered nurses. The data collection instrument was a 30-questions genetic counseling questionnaire. IBM SPSS version 25.0 was used to analyze the data using the Wilcoxon test. Results: Simple coaching clinic proved to have a significant effect in improving the knowledge level of nurses in general with p-value = 0.004. Knowledge level improvement can be seen from Mean (+SD) 53.67 (+13.64) to 69.67 (+8.26). Likewise with nurses' knowledge about thalassemia, genetic counseling and bio-informatics, the majority of respondents experienced positive changes. In contrast to the genetic topic, the majority of respondents did not experience a change in their level of knowledge so that a p-value >0.05 was obtained. Conclusions: Changes in level of knowledge indicated that the coaching clinic's effects on level of knowledge are significant and have an impact on health services across a variety of health institutions, including clinics and hospitals. As a result, it is critical to have a health strategy that promotes the accessibility of genetic counseling services for patients with thalassemia and other genetic illnesses.
Effectiveness of a Family Empowerment Module in Reducing Blood Pressure among Elderly with Hypertension: A Community-Based Quasi-Experimental Yuda, Hendri Tamara; Rahim, Syed Sharizman Bin Syed Abdul; Madrim, Mohd Faizal; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i10.7940

Abstract

Introduction: Hypertension is a prevalent chronic condition among the elderly, often leading to cardiovascular complications. Family involvement in care has been identified as a potential strategy to improve hypertension control. This study aimed to evaluate the clinical impact of a family empowerment module on reducing systolic and diastolic blood pressure in elderly patients with hypertension. Methods: A quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest procedure was used. The study recruited elderly participant in Indonesia between the ages of 60 and 90 who had been diagnosed with hypertension. Families of participants received a structured family empowerment intervention and provided care for one month. Blood pressure was taken before and after the intervention with a digital sphygmomanometer. With SPSS version 27, the Wilcoxon signed-rank test was used to examine the data. Ethical permission was received from the Health Research Ethics Committee of Universitas Muhammadiyah Gombong Results: There was a significant reduction in both systolic and diastolic blood pressure following the intervention. The mean systolic pressure decreased with a test statistic of Z = -4.901, p < 0.001, while diastolic pressure showed Z = -4.938, p < 0.001. Conclusion: The family empowerment module demonstrated significant clinical effectiveness in lowering blood pressure among elderly hypertensive patients. This approach may serve as a valuable strategy in community-based hypertension management.
TEKNIK EVAKUASI BENCANA TANAH LONGSOR UNTUK WARGA DESA TUNJUNGSETO KECAMATAN SEMPOR Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Yuda, Hendri Tamara; Prasetyaningsih, Wati; Isnaeni, Wahidah; Amalia, Septi Ayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia secara geografis terletak pada pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Australasia, lempeng Pasifik, lempeng Eurasia dan Filipina. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan terhadap geologis. Disamping itu, kurang lebih 5.590 daerah aliran sungai yang terdapat di Indonesia, yang terletak antara Sabang dan Merauke, mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko tinggi terhadap ancaman bencana gempa bumi, tsunami, deretan gunung api (129 gunung api aktif) dan gerakan tanah. Berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2011 yang disusun oleh BNPB, potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, jumlah kerugian fisik, ekonomi dan lingkungan berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi dimana Jawa merupakan wilayah yang paling banyak mengalami potensi bencana. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan informasi dan teknik evakuasi bencana tanah longsor. Selain itu, merencanakan dan mendorong latihan kesiapsiagaan bencana pada warga Masyarakat. Proses Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi bantuan hidup dasar dan teknik evakuasi transportasi korban bencana. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan soal dari rata-rata nilai 36 menjadi 82. para peserta juga antusias dan saling bergantian dalam mempraktikan teknik bantuan hidup dasar dan evakuai korban bencana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dan praktik langsung dalam penanganan korban bencana diperlukan sebagai salah satu langkah pra-bencana dalam pengurangan risiko bencana.