Muhammad Arsyad
Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Gadget Addiction terhadap Kecemasan Akademik Siswa TJKT SMK Negeri 2 Banjarmasin: The Influence of Gadget Addiction on Academic Anxiety of TJKT Students at SMK Negeri 2 Banjarmasin Anisyah Puan Maharani; Nina Permata Sari; Muhammad Arsyad
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7622

Abstract

Students at the secondary education level, especially in vocational high schools, face various academic demands that require cognitive and emotional readiness. The development of digital technology has made gadgets an inseparable part of students' lives, both for academic and non-academic purposes. However, uncontrolled gadget use has the potential to lead to gadget addiction, which can disrupt learning concentration, reduce effective learning time, and increase academic stress. This condition can trigger academic anxiety in students. Therefore, it is important to examine the effect of gadget addiction on students' academic anxiety. This study aims to analyze the effect of gadget addiction on the academic anxiety of students majoring in Computer Network and Telecommunication Engineering (TJKT) at SMK Negeri 2 Banjarmasin. This study uses a quantitative approach with an influence research type. The research sample consisted of 89 students, selected through a cluster sampling technique. Data were collected using a gadget addiction scale and an academic anxiety scale, and analyzed using simple linear regression. The results of the analysis show that gadget addiction has a positive and significant effect on students' academic anxiety, as evidenced by a regression significance value of <0.05 and a coefficient of determination of 0.244. Thus, it can be concluded that gadget addiction is one of the factors contributing to increased academic anxiety in students.
Meningkatkan empati anak dengan konseling role-playing untuk rehabilitasi sosial Nina Permata Sari; Muhammad Arsyad; Muhammad Andri Setiawan; Hendro Yulius Suryo Putro; Dhafa Satria Hadiatama; Siti Maisaroh
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p53-62

Abstract

Tingkat empati yang rendah di kalangan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura menjadi hambatan utama dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka. Kondisi ini menyebabkan sulitnya membangun hubungan interpersonal yang sehat dan meningkatkan risiko perilaku antisosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan empati anak binaan agar mereka lebih siap menghadapi kehidupan sosial setelah masa pembinaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan empati anak binaan melalui layanan konseling berbasis role-playing. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan utama: pre-test untuk mengukur tingkat empati awal, intervensi melalui ‘role-playing,’ dan ‘post-test’ untuk mengevaluasi perubahan tingkat empati setelah intervensi. Sebanyak 32 peserta berusia 12–18 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat empati, dengan skor rata-rata meningkat dari 116,13 menjadi 122,72 (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa ‘role-playing’ efektif dalam membantu anak binaan memahami perspektif orang lain serta meningkatkan keterampilan sosial-emosional mereka. Selain itu, pendekatan ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan program rehabilitasi di LPKA dengan metode berbasis pengalaman yang interaktif dan partisipatif.