Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Meningkatkan empati anak dengan konseling role-playing untuk rehabilitasi sosial Nina Permata Sari; Muhammad Arsyad; Muhammad Andri Setiawan; Hendro Yulius Suryo Putro; Dhafa Satria Hadiatama; Siti Maisaroh
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p53-62

Abstract

Tingkat empati yang rendah di kalangan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura menjadi hambatan utama dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka. Kondisi ini menyebabkan sulitnya membangun hubungan interpersonal yang sehat dan meningkatkan risiko perilaku antisosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan empati anak binaan agar mereka lebih siap menghadapi kehidupan sosial setelah masa pembinaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan empati anak binaan melalui layanan konseling berbasis role-playing. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan utama: pre-test untuk mengukur tingkat empati awal, intervensi melalui ‘role-playing,’ dan ‘post-test’ untuk mengevaluasi perubahan tingkat empati setelah intervensi. Sebanyak 32 peserta berusia 12–18 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat empati, dengan skor rata-rata meningkat dari 116,13 menjadi 122,72 (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa ‘role-playing’ efektif dalam membantu anak binaan memahami perspektif orang lain serta meningkatkan keterampilan sosial-emosional mereka. Selain itu, pendekatan ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan program rehabilitasi di LPKA dengan metode berbasis pengalaman yang interaktif dan partisipatif.
Gambaran Academic Hardiness Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Periode 2019-2020 Muhammad Arsyad
Journal of Psychological Perspective Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.321182021

Abstract

College is an education unit that is expected to prepare individuals to become members of society who have academic and professional abilities who can apply science and technology, develop science and technology and improve the standard of living of the community. Various demands occur, not only being able to have good knowledge but the world of work also demands that individuals be able to work with good attitudes and soft skills. To face these challenges, it is necessary to have the attitude or character of Hardiness to be able to balance academic needs with the needs for developing soft skills. This study aims to conduct a survey on academic hardiness in Guidance and Counseling students who participate in the Guidance and Counseling Student Association for the period 2019-2020. The number of samples in the study was 38 people. The results showed that most of the students of the guidance and counseling study program had high academic hardiness (52.6%) and some of them had moderate academic hardiness (47.4%). In addition, none of the students had low academic hardiness (0%). The result of this study that, it can be concluded that on average, the Guidance and Counseling Study Program students who are active in organizations as administrators of the Guidance and Counseling Study Program Student Association have high and moderate academic hardiness. There are no students who have low academic hardiness. Abstrak: Pendidikan tinggi merupakan satuan Pendidikan yang diharapkan dapat menyiapkan individu menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan IPTEK, mengembangakan IPTEK dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berbagai tuntutan terjadi, tidak hanya mampu memiliki pengetahuan yang baik namun dunia kerja juga menuntut individu mampu bekerja dengan sikap dan keterampilan soft skill yang baik. Untuk menghadapi tantangan tersebut maka perlu adanya sikap atau karakter Hardiness untuk mampu menyeimbangkan antara kebutuhan akademik dengan kebutuhan pengembangan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survey mengenai akademik hardiness pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling periode 2019-2020. Jumlah sampel penelitian adala 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan data sebagian besar mahasiswa program studi bimbingan dan konseling memiliki akademik hardiness yang tinggi (52.6%) dan sebagiannya lagi memiliki akademik hardiness sedang (47.4%). Selain itu, tidak didapatkan mahasiswa yang memiliki akademik hardiness yang rendah (0%). Berdasarkan penelitian diatas didapatkan hasil bahwa rata-rata dari mahasiswa yang cenderung aktif berorganisasi sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa telah memiliki akademik hardiness yang tinggi dan sedang. Tidak ada mahasiswa yang memiliki akademik hardiness rendah.
PENGARUH PENGGUNAAN MAKE-UP TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWI SEKOLAH MENENGAH Jellyta Norafrigita; Muhammad Arsyad; Noor Ainnah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.12597

Abstract

This study aims to analyze the effect of make-up use on the self-confidence of female secondary school students. Previous studies generally indicate that make-up use is associated with increased self-confidence; however, most of these studies remain descriptive and have rarely measured its quantitative contribution among female secondary school students. This study employed a quantitative approach with a causal-associative method. The research was conducted at SMA Negeri 2 Banjarmasin and involved female students in grades X and XI as respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were then analyzed through prerequisite tests and simple linear regression with the assistance of SPSS. The results showed that make-up use had a positive and significant effect on students’ self-confidence, although the effect was very small. These findings indicate that make-up is not the main factor determining self-confidence, as students’ self-confidence is more strongly influenced by other psychosocial factors. Therefore, school Guidance and Counseling services should focus on strengthening self-concept, self-acceptance, and positive body image so that students can develop healthy and authentic self-confidence without relying solely on physical appearance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan make-up terhadap kepercayaan diri siswi sekolah menengah. Penelitian terdahulu umumnya menunjukkan bahwa penggunaan make-up berkaitan dengan peningkatan kepercayaan diri, tetapi sebagian besar masih bersifat deskriptif dan belum banyak mengukur kontribusinya secara kuantitatif pada siswi sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Banjarmasin dengan melibatkan siswi kelas X dan XI sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji prasyarat dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan make-up berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri siswi, tetapi pengaruh tersebut tergolong sangat kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa make-up bukan faktor utama yang menentukan kepercayaan diri, karena kepercayaan diri siswi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikososial lain. Oleh karena itu, layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah perlu diarahkan pada penguatan konsep diri, penerimaan diri, dan citra tubuh positif agar siswi dapat membangun kepercayaan diri yang sehat dan autentik tanpa bergantung pada penampilan fisik semata.
Toward Mental Health-Oriented School Management: Systematic Review and Development of the MH-OELF Muhammad Arsyad; Aslamiah Aslamiah
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1677

Abstract

This study systematically reviews literature on educational leadership in school mental health contexts and develops the Mental Health-Oriented Educational Leadership Framework (MH-OELF) for Indonesian secondary schools. Guided by PRISMA 2020, the review searched Scopus, Web of Science, SSCI/ESCI, PubMed, DOAJ, and SINTA for English articles published from 2020–2025. From 212 records, 23 studies met the inclusion criteria and were analyzed through thematic coding. The synthesis yielded five interrelated dimensions: wellbeing-oriented vision, collaborative and distributed structures, tiered and systemic management, data-informed reflective practice, and cultural-contextual alignment. Findings show that effective mental health leadership depends on integrating these dimensions into a coherent whole-school ecosystem rather than applying isolated interventions. The proposed MH-OELF positions principals as adaptive system leaders who align policy, culture, and practice to sustain mentally healthy schools. The framework offers theoretical and practical guidance for school leaders, teachers, and policymakers in designing context-responsive mental health management in secondary education settings.
Pemetaan Psychological Well-Being Mahasiswa pada Perguruan Tinggi di Kota Banjarmasin: Analisis Berdasarkan Dimensi Ryff Rizqi Amalia Aprianty; Muhammad Arsyad; Nurhaliza Nurhaliza
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24152

Abstract

Psychological well-being is an important aspect for college students because it relates to an individual’s ability to cope with various academic and social demands during their college years. The various pressures experienced by students can affect their psychological condition and overall well-being. This study aims to determine the profile of psychological well-being among college students in Banjarmasin. This study employs a quantitative approach using a descriptive survey design. The study sample consisted of 120 students from several universities in Banjarmasin City, selected using purposive sampling. Data collection was conducted online using Ryff’s Scales of Psychological Well-Being, adapted from Khumayroh’s study. The research instrument consisted of 36 statement items with a reliability coefficient of 0.906. Data analysis was performed using descriptive statistics. The results of the study indicate that the psychological well-being of students in Banjarmasin City is generally in the moderate category. Based on the dimensional analysis, life purpose is the dimension with the highest category, while self-acceptance and personal growth are in the lowest category. These findings suggest that students already have a fairly good sense of direction and life purpose; however, they still need to improve their ability to accept themselves and develop their potential optimally to achieve better psychological well-being.____________________________________________________________________Psychological well-being merupakan aspek penting bagi mahasiswa karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun sosial selama menjalani kehidupan perkuliahan. Berbagai tekanan yang dialami mahasiswa dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada mahasiswa di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Kota Banjarmasin dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being yang diadaptasi dari penelitian Khumayroh. Instrumen penelitian terdiri dari 36 item pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,906. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being mahasiswa di Kota Banjarmasin secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis dimensi, tujuan hidup merupakan dimensi dengan kategori tertinggi, sedangkan penerimaan diri dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki arah dan tujuan hidup yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kemampuan menerima diri serta mengembangkan potensi diri secara optimal guna mencapai kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Pengaruh Father Involvement Terhadap Self-Confidence Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hasmi Amalia; Muhammad Arsyad; Ali Rachman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24231

Abstract

This study was motivated by the low level of self-confidence among junior high school students, characterized by a lack of courage in expressing opinions, withdrawal from social environments, and low confidence in personal abilities. This study aimed to analyze self-confidence and father involvement and to examine the effect of father involvement on self-confidence among students at SMP Negeri 8 Banjarmasin. A quantitative correlational design was employed, involving 267 students selected through a simple random sampling technique. Data were collected via questionnaires that had been tested for validity and reliability, and subsequently analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS version 31. The analysis revealed that the majority of students displayed a moderate level of self-confidence (78.3%) and a moderate level of father involvement (72.7%). The results of the regression test indicated that father involvement significantly influenced students’ self-confidence, with a p-value of 0.002 and a contribution of 3.7% (R Square = 0.037). The positive association suggested that higher levels of father involvement were linked to greater student self-confidence. Therefore, while father involvement plays a role in developing students’ self-confidence, its overall impact remains relatively modest. _____________________________________________________________Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa SMP yang ditandai dengan kurang berani mengemukakan pendapat, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri. Penelitian ini berupaya guna menelaah self-confidence serta father involvement serta menguji dampak father involvement atas self-confidence pada siswa SMP Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional pengaruh. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa yang dipilih mempergunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan angket yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis mempergunakan analisis deskriptif kuantitatif serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 31. Temuan mengindikasikan mayoritas siswa mempunyai tingkat self-confidence kategori sedang tercatat 78,3% serta father involvement kategori sedang 72,7%. Temuan uji regresi linear sederhana mengindikasikan father involvement berdampak signifikan atas self-confidence dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 serta kontribusi 3,7% (R Square = 0,037). Arah korelasi positif mengindikasikan semakin tinggi father involvement maka semakin tinggi pula self-confidence siswa. Dengan demikian, keterlibatan ayah berperan dalam perkembangan kepercayaan diri siswa meskipun pengaruhnya relatif rendah.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka: Perspektif Manajemen Pendidikan di Sekolah Menengah Muhammad Arsyad; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Guidance and counseling services in schools have a strategic role in supporting the implementation of the Independent Curriculum which emphasizes flexible, student-centered learning, and focuses on character development and mental health of students. However, in practice, the implementation of these services still faces various challenges that hinder the optimization of the role of guidance and counseling teachers in educational units. This study aims to explore the role of guidance and counseling in fostering students’ character, mental well-being, and potential within the framework of the Independent Curriculum. Using a qualitative descriptive approach and literature review method, the study draws on secondary sources such as policy documents, academic journals, and reports from professional organizations. The findings show that implementation remains constrained by issues including an imbalanced counselor-to-student ratio, stigma against counseling, inadequate training, limited facilities, and low technological integration. Furthermore, the role of guidance counselors is not yet fully embedded in project-based learning and the development of the Pancasila Student Profile. The study concludes that adopting an open systems approach in school management, advancing supportive policy reforms, and improving counselor professionalism are essential steps. These efforts will enable guidance and counseling services to become a foundational element in delivering holistic, empowering, and student-centered education. Keywords: Guidance and Counseling; Independent Curriculum; Student Mental Health; Educational Management Abstrak: Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kesehatan mental peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi layanan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi peran guru bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran layanan bimbingan dan konseling dalam membina karakter, kesehatan mental, dan pengembangan potensi peserta didik di bawah kebijakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan organisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rasio guru dan siswa yang tidak ideal, stigma terhadap konseling, minimnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Peran guru bimbingan dan konseling juga belum terintegrasi secara menyeluruh dalam pelaksanaan kurikulum berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan sistem terbuka dalam organisasi sekolah, reformasi kebijakan yang mendukung, dan peningkatan profesionalisme guru bimbingan dan konseling agar layanan ini mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan dan menyejahterakan siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling; Kurikulum Merdeka; Kesehatan Mental Siswa; Manajemen Pendidikan
Pemetaan Psychological Well-Being Mahasiswa pada Perguruan Tinggi di Kota Banjarmasin: Analisis Berdasarkan Dimensi Ryff Rizqi Amalia Aprianty; Muhammad Arsyad; Nurhaliza Nurhaliza
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24152

Abstract

Psychological well-being is an important aspect for college students because it relates to an individual’s ability to cope with various academic and social demands during their college years. The various pressures experienced by students can affect their psychological condition and overall well-being. This study aims to determine the profile of psychological well-being among college students in Banjarmasin. This study employs a quantitative approach using a descriptive survey design. The study sample consisted of 120 students from several universities in Banjarmasin City, selected using purposive sampling. Data collection was conducted online using Ryff’s Scales of Psychological Well-Being, adapted from Khumayroh’s study. The research instrument consisted of 36 statement items with a reliability coefficient of 0.906. Data analysis was performed using descriptive statistics. The results of the study indicate that the psychological well-being of students in Banjarmasin City is generally in the moderate category. Based on the dimensional analysis, life purpose is the dimension with the highest category, while self-acceptance and personal growth are in the lowest category. These findings suggest that students already have a fairly good sense of direction and life purpose; however, they still need to improve their ability to accept themselves and develop their potential optimally to achieve better psychological well-being.____________________________________________________________________Psychological well-being merupakan aspek penting bagi mahasiswa karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun sosial selama menjalani kehidupan perkuliahan. Berbagai tekanan yang dialami mahasiswa dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada mahasiswa di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Kota Banjarmasin dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being yang diadaptasi dari penelitian Khumayroh. Instrumen penelitian terdiri dari 36 item pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,906. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being mahasiswa di Kota Banjarmasin secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis dimensi, tujuan hidup merupakan dimensi dengan kategori tertinggi, sedangkan penerimaan diri dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki arah dan tujuan hidup yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kemampuan menerima diri serta mengembangkan potensi diri secara optimal guna mencapai kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Pengaruh Father Involvement Terhadap Self-Confidence Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hasmi Amalia; Muhammad Arsyad; Ali Rachman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24231

Abstract

This study was motivated by the low level of self-confidence among junior high school students, characterized by a lack of courage in expressing opinions, withdrawal from social environments, and low confidence in personal abilities. This study aimed to analyze self-confidence and father involvement and to examine the effect of father involvement on self-confidence among students at SMP Negeri 8 Banjarmasin. A quantitative correlational design was employed, involving 267 students selected through a simple random sampling technique. Data were collected via questionnaires that had been tested for validity and reliability, and subsequently analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS version 31. The analysis revealed that the majority of students displayed a moderate level of self-confidence (78.3%) and a moderate level of father involvement (72.7%). The results of the regression test indicated that father involvement significantly influenced students’ self-confidence, with a p-value of 0.002 and a contribution of 3.7% (R Square = 0.037). The positive association suggested that higher levels of father involvement were linked to greater student self-confidence. Therefore, while father involvement plays a role in developing students’ self-confidence, its overall impact remains relatively modest. _____________________________________________________________Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa SMP yang ditandai dengan kurang berani mengemukakan pendapat, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri. Penelitian ini berupaya guna menelaah self-confidence serta father involvement serta menguji dampak father involvement atas self-confidence pada siswa SMP Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional pengaruh. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa yang dipilih mempergunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan angket yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis mempergunakan analisis deskriptif kuantitatif serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 31. Temuan mengindikasikan mayoritas siswa mempunyai tingkat self-confidence kategori sedang tercatat 78,3% serta father involvement kategori sedang 72,7%. Temuan uji regresi linear sederhana mengindikasikan father involvement berdampak signifikan atas self-confidence dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 serta kontribusi 3,7% (R Square = 0,037). Arah korelasi positif mengindikasikan semakin tinggi father involvement maka semakin tinggi pula self-confidence siswa. Dengan demikian, keterlibatan ayah berperan dalam perkembangan kepercayaan diri siswa meskipun pengaruhnya relatif rendah.
Dukungan Keluarga sebagai Prediktor Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Menengah Nurhaliza Nurhaliza; Muhammad Arsyad; Eklys Cheseda Makaria
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2026.v6i2-8

Abstract

Purpose – Emotional intelligence is an important aspect of adolescent development that influences how students manage emotions, interact socially, and respond to challenges. However, emotional instability is still observed among secondary school students, indicating the need to examine contextual factors, particularly family support. This study aims to analyze the role of family support as a predictor of students’ emotional intelligence. Methods – This study employed a cross-sectional quantitative survey design. The sample consisted of 551 students from SMAN 1 Gambut and SMKN 1 Gambut selected using non-probability quota sampling. Data was collected using Likert-scale questionnaires measuring family support based on Friedman’s theory and emotional intelligence based on the Wong and Law Emotional Intelligence Scale. Data analysis was conducted using descriptive statistics and non-linear quadratic polynomial regression with the assistance of IBM SPSS Statistics version 30. Findings – The results showed that family support among students was generally in the high category. The regression model was statistically significant, indicating that family support serves as a meaningful predictor of students’ emotional intelligence. The coefficient of determination (R²) was 0.116, indicating that family support is associated with 11.6% of the variance in emotional intelligence, which can be interpreted as a small to moderate effect size.Research Implications – These findings suggest that support is one of several factors related to students’ emotional intelligence, although its role appears relatively limited. Practically, schools and parents can collaborate to support students’ emotional development through consistent emotional support, appreciation, and effective communication at home. A limitation of this study is that it was conducted in only two schools using non-probability sampling, which may limit generalizability. Future studies are recommended to involve more diverse samples and examine additional related factors.