Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Profile of Laying Chicken Farm and Analysis of Factors Causing West Nusa Tenggara to Not Self-Sufficient in Producing Eggs for Consumption Mohammad Hasil Tamzil; Budi Indarsih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.439 KB) | DOI: 10.29303/jitpi.v5i2.61

Abstract

The aim of this study is to collect profile of laying chicken farms in West Nusa Tenggara Province to understand factors causing the province to still not self-sufficient in producing egg for consumption purposes. Samples for the study was taken in Lombok Island as the central of laying chicken eggs production in West Nusa Tenggara Province. Samples were taken using Stratfied Random Samling method and were tracked using snow ball method. Data collected consists of primary data and secondary data. Primary data consists of profile of laying chicken farms and number of eggs brought to West Nusa Tenggara. On the other hand, secondary data consists of laying chicken population and number of egg production in the West Nusa Tenggara region and neighboring provinces (provinces in Java, Bali and East Nusa Tenggara). The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that laying chicken farms in West Nusa Tenggara were dominated by small scale farms owning from 500 to 9,000 chickens. Most of the farmers tend to practice good farming system. The combination of low number of farmers and chickens population is the reason why West Nusa Tenggara still has to import 6,480 tons of consumption eggs per year.
Production of Joper Chickens with Commercial Feed and Free Choice feeding Indarsih, Budi; Mohammad Hasil Tamzil; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukartha Jaya; Asnawi; I Nyoman Widhiana
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi ayam Joper yang diberi pakan komersial dan bebas memilih dari pakan komersial, jagung dan dedak dari umur 3 sampai 7 minggu.  Sebanyak 120 ekor anak ayam Joper berumur 1 hari dipelihara selama tiga minggu pada suhu lingkungan sekitar 24±1°C. Mulai dari hari ke 21, anak ayam dibagi menjadi empat sistem pemberian pakan yang berbeda berdasarkan rancangan acak lengkap. Perlakuan R1, ayam diberi pakan  komersial -511; R2: ransum komersial -BR1; R3:  pilihan  pakan 511,  jagung dan dedak dan R4: pilihan BR1, jagung dan dedak. Setiap perlakuan   mendapat 3 kali ulangan.  Performan produksi yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot badan akhir Hasil penelitian menunjukkan bahwa performan produksi dipengaruhi oleh sistem pemberian pakan (p<0,05).  Sistem pemberian pakan bebas memilih menghasilkan konversi pakan lebih baik  dengan nilai 2,87 dan 2,85  pada R3 dan R4  dibanding  pemberian pakan komplit dengan  bobot badan akhir  yang hampir sama dengan pakan dua pakan komersial komplit (p>0,05).
The Addition of Rice Bran in Commercial Feed of Jowo Super (Joper) Chicken Tamzil, Mohammad Hasil; Budi Indarsih; Lalu Mohammad Sidik
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bekatul dalam pakan komersial pada pertumbuhan ayam Joper. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah menggunakan 200 ekor DOC (day old Chick) ayam Joper un-sex. Anak-anak ayam tersebut dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, dan masing-masing kelompok perlakuan diulang 5 kali, sehingga masing-masing ulangan menggunakan 5 ekor anak ayam. Setiap kelompok ayam dari masing-masing ulangan dipelihara selama 2 bulan dalam petak kandang beralaskan litter berukuran 120 x 45 cm dengan pakan dan air minum ad libitum. Perlakuan pertama adalah kelompok ayam yang diberi pakan komersial broiler merk SB 11 produksi PT. Charoen Pokphand. Perlakuan kedua, ketiga, dan keempat masing-masing diberi pakan komersial yang ditambahkan bekatul masing-masing 15%, 30%, dan 45%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan perubahan harga pakan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis varian, dan uji Lanjut Duncan New Multiple Range test pada taraf nyata 0.05. Didapatkan bahwa penambahan 30% bekatul dalam pakan komersial untuk ayam Joper menghasilkan pertumbuhan yang sama dengan penggunaan 100% pakan komersial.
Effects of Adding Vitamin C in Commercial Feed to Reduce Heat Stress in Joper (Java Super) Chickens Kept in Open Cage Beny, Radius; Mohammad Hasil Tamzil; Made Sriasih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai efek penambahan vitamin C dalam pakan komersial sehingga mampu mereduksi stres panas pada ayam Joper. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2023 di Laboratorium Terapan (Teaching Farm) Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Sebanyak 100 ekor ayam Joper dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu P0 (kelompok kontrol); P1-P3 (kelompok dengan pemberian vitamin C masing-masing dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB). Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Darah sampel diambil kemudian diperiksa di Laboratorium Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat. Variabel yang diamati adalah gambaran hematologi darah yang meliputi jumlah eritrosit, hemoglobin, nilai hematokrit, leukosit dan diferensiasi leukosit, serta rasio heterofil/limfosit (H/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh (P>0,05) dari pemberian vitamin C terhadap gambaran eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit. Pemberian vitamin C terhadap total leukosit berpengaruh nyata (P<0,05) Hasil pemeriksaan profil hematologi eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit menunjukkan kondisi normal. Suhu lingkungan yang berkisar antara 26,4°C-31,9°C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan rasio H/L. Penambahan vitamin C sebesar 100 mg/kg pakan, 200 mg/kg pakan, 300 mg/kg pakan mampu mengurangi tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh stres panas.
Live Maggot for Pekin Ducks During Growing Period Indarsih, Budi; Mohammad Hasil Tamzil; Ni Ketut Dewi Haryani; I Nyoman Sukartha Jaya; Asnawi; I Komang Yuda Wiradnyana
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan itik Peking yang diberi berbagai maggot hidup. Anak itik Peking betina (n=90) dipelihara dalam kandang terpisah dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan M-0, kelompok itik tanpa maggot, M-10 diberi maggot 10% dan M-20 diberi maggot 20%.  Pada masa starter (0-3 minggu), itik diberi pakan komersial dan umur diatas 3 minggu diberi pakan dari bahan lokal (roti afkir, ganggang hijau, dedak kasar, ikan lokal giling dan maggot).  Penelitian berakhir umur 7 minggu. Variabel yang diamati yaitu konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan biaya pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan dengan maggot 20% memberikan performa pertumbuhan dan konversi pakan (P>0.05) terbaik selama penelitian 7 minggu. Maggot mampu sebagai pengganti sebagian sumber protein dari ikan lokal maupun pakan komersial dengan biaya rendah.
Exterior and Interior Quality of Peking Duck Eggs Reared by the Monggelemong Duck Farmer Group Dasan Cermen Sandubaya Mataram Tamzil, Mohammad Hasil; Bulkaini; Budi Indarsih; Ami Rahmawati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.211

Abstract

Kualitas telur itik antara lain dipengaruhi oleh sistem budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas eksternal dan internal telur itik Peking yang dihasilkan di Kelompok Peternak itik Monggelemong dasan Cermen Sandubaya kota Mataram. Telur itik diperoleh dari anggota kelompok peternak yang tergabung pada Kelompok Peternak itik Monggelemong. Pengambilan telur dilakukan secara bergiliran setiap hari pada setiap anggota kelompok peternak dengan mengambil secara random 10% dari total produksi telur, sehingga terkumpul 170 butir telur. Telur-telur sampel yang diambil setiap hari selanjutnya diukur kualitas eksternal dan internalnya di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mutu internal telur itik Peking yang dihasilkan Kelompok Peternakan Itik Monggelemong termasuk dalam kategori mutu sangat baik (grade AA), namun mutu eksternalnya rendah.
IDENTIFIKASI KUALITAS TELUR ITIK LOKAL YANG DIPELIHARA SECARA INTENSIF DI DESA BAGIKPOLAK, LOMBOK BARAT Tamzil, Mohammad Hasil; Indarsih, Budi; Haryani, Ni Ketut Dewi; Jaya, I Nyoman Sukartha; Septian, I Gede Nano; Dewi, Nurul Afriani
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 11 No 1 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v11i1.101

Abstract

One of the factors that affect egg quality is the rearing system. The purpose of this study was to determine the quality of fresh local duck eggs obtained from members of the Karya Mandiri Duck Farmers Group. Egg collection was carried out in turns for 5 days from 5 farmers who had ducks in the egg-laying phase. Each farmer was randomly taken 10% of the total egg production, so that 105 eggs were collected. The external and internal quality of the sample eggs were then measured at the Animal Product Processing Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram. The results of the study found that the internal quality of the fresh duck eggs observed was classified as very good, but the external quality of 50% was classified as low. The local duck eggs from Lombok, produced by the Karya Mandiri Duck Farmers Group, are mostly of high quality, with 50% classified as grade AA. It is recommended to improve the housing system to further enhance quality.