Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Prototype Monitoring Kelayakan Tower Base Transceiver Station (BTS) Berbasis Android Benyamin, Sam; Akbar Gumilang, Yandhika Surya; Nachrowie, Nachrowie; Dirgantara, Wahyu
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 8 No. 1 (2023): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v8i1.496

Abstract

Tower Base Transceiver Station (BTS) adalah fasilitas telekomunikasi yang berperan penting dalam menyediakan komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi (klien) dan jaringan operator. Biasanya, BTS dibangun di daerah pemukiman yang padat untuk memastikan distribusi sinyal telekomunikasi yang efektif. Namun, mengingat lokasinya yang berada di daerah padat penduduk, perawatan tower BTS menjadi sangat penting. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memastikan tower BTS dapat beroperasi secara optimal dan mengurangi risiko keruntuhan. Dalam pengembangan prototipe, beberapa komponen digunakan, seperti sensor MPU-6050, layar LCDNodeMCU ESP8266 dan Arduino Uno. Sensor MPU-6050 digunakan untuk mendeteksi kemiringan sudut sebuah tower BTS. Setelah melakukan 10 pengujian sudut pitch dan roll, sistem prototype kelayakan BTS menghasilkan rerata kesalahan sebesar 1,077 sudut derajat untuk sudut pitch dan 1,703 sudut derajat untuk sudut roll. Meskipun terdapat kesalahan, hasil tersebut masih dianggap valid dalam memonitoring kemiringan tower BTS. Namun, dalam pengujian pengiriman data ke aplikasi Android pada prototype, terdapat keterlambatan antara NodeMCU dan aplikasi Android. Sensor MPU-6050 menghasilkan data dengan resolusi hingga mikrodetik, sehingga membutuhkan koneksi internet yang cepat untuk mengirimkan data tersebut.
Prototype Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Otomatis Menggunakan Komunikasi LoRa RFM95 Sucahyo, Febrianto Eko; Dirgantara, Wahyu; Sari, Resi Dewi Jayanti Kartika
Energy - Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Energy Vol. 14 No. 2 November 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/energy.v14i2.2210

Abstract

Railway crossing doors are railway facilities or infrastructure to protect train travel and provide warnings to road users. This prototype automatic railway crossing door bar uses Arduino Nano, LoRA RFM 95, 5 kg Load Cell, MG996R Servo Motor, LED, and Buzzer. In component testing, there are Load Cell, LoRa RFM 95, and MG996R Servo Motor tests. In LoRa RFM 95 testing succeeded up to a distance of 350 meters, more than that distance failed to transmit signals, tests such as RSSI, SNR and Delay were also carried out on lora testing in obtained slave results 1 data produced -34 to - 104 (dBm) at a distance of 0 - 350 meters and slave 2 data produced (-32 to - 107) (dBm) at a distance of (0 - 350) meters but at a distance of 400 - 450 but each slave could not send, SNR on slave 1 has 8 data including (9.50 – 4.50) dB and slave 2 (9.50 – 3.00) dB which are relatively down and the delay from delivery depends on the distance and delivery obstacles. MG996R Servo Motor test showed error (0.07%). Load cell testing showed errors in Slave 1 (0.27%), Slave 2 (0.07%), and Master (0.20%). As well as on testing the overall system shows success as well as in opening or closing the door bars can work appropriately. Keywords: Railway Crossing Gate, Train, Infrastructure, Facilities
Baby Room Temperature and Humidity Control System Using Fuzzy Logic Arifuddin, Rahman; Dirgantara, Wahyu; Sumarahinsih, Andrijani; Putri Intan Hafsari1, Rizky; Iqbal Maulana, Fairuz; Trisna Nugraha, Anggara; Arya Sobhita, Rama
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 24, No 3: November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/emitor.v24i3.6403

Abstract

The health and comfort of infants are highly sensitive to room environmental factors, particularly temperature and humidity, which play a critical role in supporting their well-being. Managing these factors becomes complex due to constant fluctuations in ambient conditions, necessitating the use of advanced technology to ensure stability and adaptability. This study explores the application of fuzzy logic in designing a temperature and humidity control system for infant rooms, aiming to maintain an optimal environment for infant care. Fuzzy logic offers a robust approach for handling variability, enabling precise adjustments based on a set of predefined rules and inputs. The system operates by processing real-time input values of temperature and humidity and producing adaptive responses through control outputs, such as cooler, heater, and blower settings. These adjustments are determined by a series of if-then rules that interpret the input conditions to produce the necessary responses. Experimental testing and evaluation confirm that the fuzzy logic-based control system effectively maintains room temperature and humidity within the desired range. The results indicate that this approach can successfully sustain a stable and comfortable environment, underscoring its potential application in enhancing infant health and comfort through controlled indoor climate conditions.
Kontrol Prototipe Ruang Monitoring Kesehatan Berbasis Node-Red Sirait, Millenia Zwi Sabatina; Sonalitha, Elta; Dirgantara, Wahyu
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 2 (2022): Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i3.17280

Abstract

Perkembangan teknologi membantu berbagai bidang salah satunya bidang kesehatan pada divisi informasi. Teknologi informasi kesehatan mencakup berbagai teknologi mulai dari grafik sederhana untuk dukungan keputusan yang lebih maju dan integrasi dengan teknologi medis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat prototipe ruang monitoring kesehatan yang terkontrol otomatis berbasis Node-Red. Penelitian ini memliki dua bagian data yaitu data monitoring kesehatan dan data pengontrolan kondisi ruangan. Data monitoring kesehatan terdiri dari data suhu tubuh, saturasi oksigen, dan denyut jantung. Sedangkan data pengontrolan kondisi ruangan terdiri dari data suhu dan kelembaban ruangan yang telah dikontrol. Prototipe ruang monitoring kesehatan terdiri dari sistem monitoring kesehatan terhadap denyut jantung, suhu tubuh, dan saturasi oksigen, dimana kondisi suhu dan kelembapan dari ruang monitoring kesehatan tersebut terkontrol juga. Komponen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari rangkaian kontroller Arduino Mega 2560, Sensor MAX30102, LM35, AM2301, driver MOSFET D4184, SSR, serta komponen pendukung lainnya. Seluruh hasil data yang diperoleh dari sistem penelitian tersebut tersinkron otomatis di dalam cloud Node-Red agar mempermudah proses pemantauan serta pendistribusian data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan persentase keberhasilan pemonitoringan kesehatan dan dalam pengontrolan suhu dan kelembapan ruang monitoring kesehatan berada diatas tingkat 90%.
Pengimplementasian Metode Fuzzy Logic pada Kontrol Rumah Jamur Otomatis Berbasis Node-RED Awi, Fransiskus Belicoy; Rabi, Abd; Dirgantara, Wahyu
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 2 (2022): Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i3.17278

Abstract

Jamur Kuping (Fungi Kuping) dimanfaatkan menjadi bahan kuliner yang bernilai gizi serta mempunyai rasa, aroma serta kelezatan yang khas [1]. Keterbatasan kemampuan petani jamur kuping dan faktor cuaca di sekitar rumah jamur kuping dalam membudidayakan jamur kuping membuat hasil panen jamur kuping seringkali tidak maksimal. Jamur kuping membutuhkan suhu 22-28ºC, 70-90%, kelembaban, dan pH 5-7,5 untuk media tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe rumah jamur kuping yang dikendalikan secara otomatis dengan metode logika fuzzy Sugeno yang dapat dipantau melalui Node-Red menggunakan Raspberry Pi-3B sebagai penghubung antara awan Node-Red dengan rumah jamur kuping. prototipe. Data yang dikontrol oleh ESP-32 pada penelitian ini digunakan untuk mengontrol kadar pH media tanam, PWM-Cooling, PWM-Fog Pump, PWM-Fan-RH, dan PWM-Heating diperoleh dengan menggunakan sensor DHT22 untuk membaca data suhu dan kelembaban prototipe, sensor pH SEN0161-V2 untuk pembacaan pH air, dan DFRobot Gravity untuk larutan pH asam dan pH basa. Berdasarkan hasil penelitian ini, monitoring suhu dan kelembapan pada ruangan rumah jamur kuping dapat terlaksana dengan baik serta sesuai dengan yang diharapkan. Metode Fuzzy Sugeno yang digunakan untuk menentukan set poin dari suhu dan kelembapan pada ruangan rumah jamur berjalan dengan baik. Pemantauan secara keseluruhan melalui Node-Red dan kontrol rumah jamur otomatis berhasil dilakukan dengan keberhasilan lebih dari 90%.
Prototype Alat Perataan dan Pemadatan Tanah Berbasis Internet of Things (IoT) Amin, Muchammad Fahrul; Dirgantara, Wahyu; Gumilang, Yandhika Surya Akbar
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 1 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i1.3978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype alat perataan dan pemadatan tanah berbasis Internet of Things (IoT) Saat ini, banyak proyek masih menggunakan alat manual dalam perataan dan pemadatan tanah, yang dapat mengakibatkan kurangnya efektivitas, kurangnya keamanan bagi pekerja, dan tingkat kecapekan yang tinggi. Oleh karena itu, alat ini dilengkapi ESP32-Cam, Motor DC dan Driver Motor BTS 7960 dan akan dioperasikan dari jarak jauh melalui remote control dari smartphone Android, memanfaatkan teknologi IoT untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam perataan dan pemadatan tanah. Dari hasil dengan 3 kali percobaan tanah berpasir lebih signifikan mengalami penurunan dibandingkan tanah berbatu dengan rata-rata yaitu 3,6 mm dengan waktu 4 detik dengan jenis tanah berbatu dengan tiga percobaan dengan rata-rata yaitu 3,3 dengan waktu 5,3 detik.
Deteksi Sleep Apnea Menggunakan Metode Decision Tree dengan Fitur Statistik RR Interval Subairi, Subairi; Permatasari, Delila Cahya; Dirgantara, Wahyu; Surya Akbar Gumilang, Yandhika; Zahroya J.M.F. , Isvine; Haitsam, Haitsam
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v16i3.1603

Abstract

Obstructive sleep apnea (OSA) atau sleep apnea adalah gangguan tidur langka yang memerlukan penggunaan sinyal aktivitas listrik, biasa disebut sebagai elektrogram (ECG), untuk dideteksi. Sinyal ECG terdiri dari bentuk gelombang, durasi, ritme bentuk gelombang, dan orientasi sinyal, yang dapat digunakan ahli jantung untuk mengevaluasi kondisi jantung pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi sleep apnea menggunakan dataset ECG yang ada. Sistem pendeteksi sleep apnea ini diharapkan mampu mendeteksi gangguan pada pasien secara dini dan membantu dokter mendiagnosis pasien secara lebih akurat dan cepat sehingga dapat memberikan penanganan lebih lanjut. Penelitian ini mengusulkan bagaimana mendeteksi sleep apnea dengan perangkat lunak dengan menggunakan parameter statistik dari sinyal interval RR dalam dataset sinyal ECG dan kemudian mengklasifikasikannya menggunakan metode DecisionTree. Proses deteksi sleep apnea yang peneliti usulkan menggunakan interval RR dan proses decision tree memiliki tingkat akurasi 99,5%.
Pengembangan Sistem Otomatis Berbasis ESP32 Untuk Pengendalian Suhu Dan Kelembapan Kandang Maggot BSF Menggunakan Logika Fuzzy Jehamat, Caecilia E. Alfita; Arifuddin, Rahman; Dirgantara, Wahyu
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 4 No 3: September 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UNIRA Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v4i3.7676

Abstract

Budidaya maggot (larva) Black Soldier Fly (BSF) memiliki peran penting dalam pengelolaan limbah organik dan produksi pakan berprotein tinggi. Namun, proses pengendalian suhu dan kelembapan dalam kandang masih dilakukan secara manual, menyebabkan kondisi lingkungan yang kurang stabil dan berpotensi menghambat pertumbuhan larva. Suhu optimal untuk mendukung pertumbuhan maggot berada pada kisaran 24–30°C. Penelitian ini mengembangkan sistem otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi sensor suhu DS18B20 dan sensor kelembapan soil moisture sebagai input utama. Sistem ini menerapkan logika fuzzy Mamdani untuk mengendalikan tiga actuator utama, yaitu heater, exhaust fan, dan mist maker secara otomatis dan mandiri. Sebanyak 9 aturan fuzzy digunakan untuk merespons kondisi kandang secara real time dan menghasilkan durasi kerja actuator yang adaptif serta tepat sasaran. Hasil pengujian menunjukkan sensor suhu memiliki tingkat akurasi tinggi dengan error antara 0.01%–0.07%. Dengan pengaturan otomatis ini, kondisi kandang dapat dijaga tetap stabil, mendukung pertumbuhan maggot yang optimal, efisien, konsisten, dan berkelanjutan.
Implementasi Kontrol PID Untuk Optimasi Suhu Boiler Pada Mesin Kopi Espresso Hidayatulloh, Fajar Suryansyah; Dirgantara, Wahyu; Permatasari, Delila Cahya
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v5i2.6162

Abstract

Teknologi pada mesin kopi pembuat espresso mulai banyak digunakan pada coffee shop maupun rumahan dan menjadi perceppatan dalam pembuatan kopi saat ini. Teknologi yang umum digunakan pada mesin kopi adalah proses ekstraksi pada pembuatan kopi hanya menggunakan satu sistem saja dimana untuk pembuatan jenis kopi lain akan menseting ulang.  Namun pada penelitian ini teknologi mesin kopi menggunakan tiga jenis tombol yang dimana memiliki sistem variann ekstraksi di masing-masing sistem. Mesin kopi espresso adalah pengekstrak bubuk kopi. Bubuk kopi dimasukkan pada portafilter, kemudian pompa mendorong air dari boiler yang sudah dipanaskan oleh heater menuju group head dan bubuk kopi akan didorong keluar oleh air untuk diekstrak sari kopi tersebut. Untuk menghasilkan kopi secara kontinyu maka suhu pada boiler    harus diatur secara tepat dan dikontrol dengan heater secara tepat. Sistem kontrol suhu pada mesin kopi ini menggunakan metode PID, pengaturan suhu pada bagian boiler dengan heater yang akan memanaskan air dalam boiler. Hasil penelitian menggunakan metode PID untuk kontrol suhu mesin kopi ini diperoleh nilai Kp=51, Ki=2,8 dan Kd=229,5 dapat stabil disuhu  93°C.
Sistem Perataan dan Pemadatan Tanah Berteknologi IoT untuk Aplikasi Konstruksi Amin, Muchammad Fahrul; Dirgantara, Wahyu; Gumilang, Yandhika Surya Akbar
INTRO : Journal Informatika dan Teknik Elektro Vol 3 No 1 (2024): INTRO : Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Edisi Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/intro.v3i1.1941

Abstract

The purpose of this research is to design a prototype of a soil leveling and compaction tool based on the Internet of Things (IoT). Currently, many projects still rely on manual tools for soil leveling and compaction, which can result in reduced effectiveness, lack of safety for workers, and high levels of fatigue. Therefore, this tool is equipped with ESP32-Cam, DC Motor, and BTS 7960 Motor Driver, and will be operated remotely via a smartphone's Android remote control, utilizing IoT technology to enhance efficiency and accuracy in soil leveling and compaction. By three trials result on sandy soil showed a more significant reduction, with an average of 3.6 mm in 4 seconds, compared to rocky soil, which had an average reduction of 3.3 mm in 5.3 seconds over three trials.