Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Model spasial daerah potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman S
Depik Vol 1, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.047 KB) | DOI: 10.13170/depik.1.3.108

Abstract

Abstract. On March 2012, the Coastal area of Kabupaten Sukabumi, West Java, was affected by tidal flooding. This tidal flooding occured because of the supermoon phenomenon that combine with heavy rains. The potential of tidal flood disaster in Kabupaten Sukabumi coastal area requires an immediate action in order to manage the disaster. The first step to mitigate the disaster is by mapping the area that potentially affected by tidal flood. The objective of this research is to modelling the tidal flood area in coastal of Kabupaten Sukabumi. The result of this research shows that the area that potentially affected by tidal flood without supermoon phenomenon is covering 29% of the coastal area of Kabupaten Sukabumi and it is increasing to 37% when supermoon phenomenon occured.
RESPON DAN PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP TUMPAHAN MINYAK PADA EKOSISTEM MANGROVE, MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Dena Indriawan; Ankiq Taofiqurohman S; Indah Riyantini; Ibnu Faizal
Jurnal Berdaya Vol 1, No 2 (2021): Desember-Jurnal of Berdaya
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/job.v1i2.36048

Abstract

Ekosistem mangrove di Pulau Jawa mengalami degradasi setiap tahunnya, terlepas dari perannya sebagai salah satu ekosistem utama pesisir. Hal ini diperparah dengan kejadian tumpahan minyak akibat kebocoran pipa pada sumur YYA-1 ONWJ milik Pertamina, yang mencemari wilayah perairan dan pesisir Muara Gembong. Presepsi dan respon masyrakat terhadap kejadian tersebut penting untuk ditelaah lebih lanjut guna menentukan langkah dan kebijakan yang diambil untuk meminimalisir dampak-dampak terkait. Metode yang digunakan dalam riset ini menggunakan teknik survei dengan wawancara langsung masyarakat di Muara Gembong dengan menggunakan skala likert dan juga observasi langsung keadaan di daerah riset. Hasil dari survei wawancara masyarakat di Muara Gembong menyatakan bahwa mayoritas warga sekitar telah memiliki pengetahuan yang baik terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari tumpahan minyak terhadap ekosistem mangrove yang ada di daerah pesisir. Respon dari masyarakat untuk melakukan pembersihan tumpahan minyak di lokasi yang terpapar dapat berdampak meminimalisir kematian mangrove di daerah tersebut perlu didukung.
Model spasial daerah potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman S
Depik Vol 1, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.3.108

Abstract

Abstract. On March 2012, the Coastal area of Kabupaten Sukabumi, West Java, was affected by tidal flooding. This tidal flooding occured because of the supermoon phenomenon that combine with heavy rains. The potential of tidal flood disaster in Kabupaten Sukabumi coastal area requires an immediate action in order to manage the disaster. The first step to mitigate the disaster is by mapping the area that potentially affected by tidal flood. The objective of this research is to modelling the tidal flood area in coastal of Kabupaten Sukabumi. The result of this research shows that the area that potentially affected by tidal flood without supermoon phenomenon is covering 29% of the coastal area of Kabupaten Sukabumi and it is increasing to 37% when supermoon phenomenon occured.
Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.2.722

Abstract

Abstract. Risk assesment of a habitat and its mappingis considerably important in environment appraisal. Biawak Island is a conservation and touristic area, one of its purpose is to bring positive influence to marine resource, both ecologically and economically. Biawak Island is inhibited by coral reefs, where human activities often occurs. Field survey was held during February 2013 in Biawak Island. The observation purpose was to assess coral reef risk in the islandby comparing three marine activities: fishing, diving, and snorkeling. Spatial modelling showed that every coral reef area in Biawak Island had high risk level, especially the southern part. Euclidean calculation result indicated that fishery had been the most influential activity toward coral reef habitat in Biawak Island.Keyword: Biawak Island; Coral reef; Risk assessment. Abstrak . Penilaian risiko terhadap suatu habitat dan pemetaannya sangat penting dalam penilaian keadaan lingkungan. Pulau Biawak merupakan daerah konservasi dan pariwisata, yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada sumber daya laut baik ekologi maupun ekonomi. Pulau Biawak dikelilingi oleh terumbu karang dan banyak aktivitas manusia terjadi pada terumbu karang tersebut.Survey lapangan telah dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Pulau Biawak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko terumbu karang di Pulau Biawak, dengan membandingkan tiga aktivitas kelautan yaitu penangkapan ikan, menyelam dan snorkeling. Pemodelan spasial menunjukan bahwa semua kawasan terumbu karang di Pulau Biawak pada tingkat kondisi risiko tinggi, terutama di daerah selatan. Hasil perhitungan Euclidean menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan memberikan dampak yang paling tinggi terhadap habitat terumbu karang di Pulau BiawakKata kunci: Pulau Biawak; Terumbu karang; penilaian risiko.
Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.2.722

Abstract

Abstract. Risk assesment of a habitat and its mappingis considerably important in environment appraisal. Biawak Island is a conservation and touristic area, one of its purpose is to bring positive influence to marine resource, both ecologically and economically. Biawak Island is inhibited by coral reefs, where human activities often occurs. Field survey was held during February 2013 in Biawak Island. The observation purpose was to assess coral reef risk in the islandby comparing three marine activities: fishing, diving, and snorkeling. Spatial modelling showed that every coral reef area in Biawak Island had high risk level, especially the southern part. Euclidean calculation result indicated that fishery had been the most influential activity toward coral reef habitat in Biawak Island.Keyword: Biawak Island; Coral reef; Risk assessment. Abstrak . Penilaian risiko terhadap suatu habitat dan pemetaannya sangat penting dalam penilaian keadaan lingkungan. Pulau Biawak merupakan daerah konservasi dan pariwisata, yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada sumber daya laut baik ekologi maupun ekonomi. Pulau Biawak dikelilingi oleh terumbu karang dan banyak aktivitas manusia terjadi pada terumbu karang tersebut.Survey lapangan telah dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Pulau Biawak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko terumbu karang di Pulau Biawak, dengan membandingkan tiga aktivitas kelautan yaitu penangkapan ikan, menyelam dan snorkeling. Pemodelan spasial menunjukan bahwa semua kawasan terumbu karang di Pulau Biawak pada tingkat kondisi risiko tinggi, terutama di daerah selatan. Hasil perhitungan Euclidean menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan memberikan dampak yang paling tinggi terhadap habitat terumbu karang di Pulau BiawakKata kunci: Pulau Biawak; Terumbu karang; penilaian risiko.
Model spasial daerah potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman S
Depik Vol 1, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.3.108

Abstract

Abstract. On March 2012, the Coastal area of Kabupaten Sukabumi, West Java, was affected by tidal flooding. This tidal flooding occured because of the supermoon phenomenon that combine with heavy rains. The potential of tidal flood disaster in Kabupaten Sukabumi coastal area requires an immediate action in order to manage the disaster. The first step to mitigate the disaster is by mapping the area that potentially affected by tidal flood. The objective of this research is to modelling the tidal flood area in coastal of Kabupaten Sukabumi. The result of this research shows that the area that potentially affected by tidal flood without supermoon phenomenon is covering 29% of the coastal area of Kabupaten Sukabumi and it is increasing to 37% when supermoon phenomenon occured.
ANALISIS DATA BATIMETRI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2 (STUDI KASUS: PULAU PUTRI, BATAM) Antares, Pandu Akhbar; Taofiqurohman, Ankiq; Gerhaneu, Nineu Yayu; Khan, Alexander M. A.; Subiyanto, Subiyanto
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.1.2024.852

Abstract

Data batimetri secara konvensional umumnya diperoleh dengan menggunakan teknik echo- sounding yakni dengan instrumen echosounder. Sejumlah masalah atau hambatan dari metode tersebut diantaranya biaya operasional yang mahal, perolehan data tidak multi temporal, kecuali dengan pengukuran ulang. Perkembangan teknologi memungkinkan metode pengukuran batimetri menjadi semakin beragam, salah satu metode alternatifnya adalah menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit atau biasa disebut sattelite derived bathymetry (SDB). Lokasi penelitian ini berada di Pulau Putri, Batam yang dilakukan untuk mengkaji perbandingan data batimetri yang dihasilkan dari citra Sentinel-2 dengan beberapa citra yang diambil pada tanggal berbeda, dengan data pengukuran in situ. Nilai kedalaman dikaji menggunakan metode band ratio dengan memanfaatkan band biru dan hijau. Hasil kedalaman dari Sentinel-2 kemudian dibandingkan berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE), koefisien determinasi (R2), dan Total Vertical Uncertainty (TVU). Hasil penelitian ini menunjukkan citra bulan Januari merupakan citra terbaik dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,372. Hasil RMSE menunjukkan semakin tinggi tingkat kesalahan seiring bertambahnya kedalaman. Nilai RMSE pada kedalaman 0 - 30 meter berkisar antara 0,1 - 0,3 meter. Sedangkan pada kedalaman lebih dari 30 meter nilai RMSE bertambah dari 1 - 3 meter. Kualitas SDB dapat diidentifikasi berdasarkan nilai TVU. Berdasarkan analisis pada 8479 titik data insitu masing-masing hanya 645, 318, dan 179 titik data yang terklasifikasi dalam Ordo 2, Ordo 1, dan Ordo spesial.
KARAKTER ARUS PASUT DI PERAIRAN PULAU PUTRI, NONGSA, BATAM BERDASARKAN PEMODELAN HIDRODINAMIKA 2D Wibawanti, Putri; Taofiqurohman, Ankiq; Geurhaneu, Nineu Yayu; -, Subiyanto; Faizal, Ibnu
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.20.2.2022.764

Abstract

Pulau Putri merupakan pulau kecil terdepan bagian dari Nongsa, Batam yang sempat terancam hilang akibat perubahan garis pantai besar-besaran. Arus dan pasang surut ini merupakan parameter oseanografi yang penting diketahui dalam menganalisis karakteristik perairan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan arus pasang surut di perairan Pulau Putri Pada penelitian ini digunakan pendekatan numeris 2D dengan menggunakan model Delft3D- FLOW. Simulasi dimulai pada Maret-Mei 2020 Validasi model dengan data elevasi muka air laut menghasilkan nilai yang baik, yaitu dengan RMSE 0,135 dan bias 0,018. Adapun validasi komponen pasang surut menujukkan selisih yangkecil yaitu 0 - 8 cm untuk amplitudo dan 0o - 9o untuk fase. Berdasarkan simulasi, pasang surut di Pulau Putri termasuk tipe condong semidiurnal dan termasuk perairan microtidal dan sedikit mesotidal dengan tunggang pasut kurang dari 2 - 2,5 m. Hasil model arus pasut menghasilkan nilai rata-rata residu 0,1 m/s dan rata-rata arus pasang surut yang dapat mencapai 0,5 m/s. Pola pergerakan arus pasut yang dihasilkan adalah bidirectional, yaitu dari barat menuju timur dan tenggara.
Analysis of Land Suitability for Mangrove Ecotourism in Tanjung Lesung, Banten Province Tahapary, Gifano Gias Gemayal; Riyantini, Indah; Pamungkas, Wahyuniar; Taofiqurohman, Ankiq
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2023.011.01.03

Abstract

Mangrove ecosystems are generally found in all coastal areas of Indonesia, which are affected by tides and inundate these ecosystems along the coast. The function of the mangrove ecosystem as ecotourism is an alternative that can be developed in coastal areas. The purpose of this study was to identify the diversity of flora and fauna, determine the allocation of mangrove ecosystem land for ecotourism and determine the carrying capacity of the mangrove ecosystem area to be used for ecotourism. This research was carried out from January to February 2021 in the Tanjung Lesung area, Banten, with three research stations based on the initial survey and the data provided by the manager. The data taken in this study are mangrove ecosystems, associated biota, mangrove thickness, and respondents from visitors who aim to find out how long it takes their visit. The results obtained are there are nine types of mangroves from six families. The mangrove density of the research location is 796 ind.ha-1. The biota found at the research site found seven biota. The results of the calculation of ecotourism suitability at Station I have a value of 58.3% with the S2 category, and Station II has a value of 72.2% with the S2 category. Station III has a value of 33.3% with the S3 category. The calculation results of the area's carrying capacity for tracking activities are 180 people per day with a usable area of about 2200 m2. Keywords: Carrying Capacity, Ecotourism, Land Suitability, Mangroves, Tanjung Lesung.
Model Transpor Sedimen Terhadap Kesesuaian Labuh Kapal di Dermaga Pelabuhan Patimban: Model of Sediment Transportation on The Suitability of Ship Anchorage at Patimban Port Syahrullah, Abas Akbar; Subiyanto; Ankiq Taofiqurohman; Yuliadi, Lintang Permatasari; Rabbani, Fathunnisa Auliya
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.382

Abstract

Sedimentasi yang terjadi di Pelabuhan Patimban menyebabkan pendangkalan pada alur pelayaran dan kolam labuh kapal, sehingga mengganggu aktivitas yang terjadi pada pelabuhan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, diperlukan kegiatan pemeliharaan dengan cara melakukan pengerukan sedimen yang mengendap secara berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola transpor sedimen yang terjadi selama satu bulan dalam mempengaruhi kedalaman di kolam labuh kapal yang diakibatkan oleh sedimen yang terbawa dari Sungai Sewu menuju kolam labuh kapal di Pelabuhan Patimban. Metode yang digunakan adalah metode numerik dengan pemodelan hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan MIKE. Hasil menunjukkan bahwa pada area labuh kapal terjadi erosi dan sedimentasi yang tergolong sangat kecil yaitu erosi maksimal -0,0000754 meter dan sedimentasi maksimal sebesar 0,000026 meter. Sedangkan pada area alur pelayaran kapal juga terjadi erosi dan sedimentasi yang tergolong sangat kecil yaitu erosi maksimal sebesar -0,00006 meter dan sedimentasi maksimal sebesar 0,00000833 meter.