Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kualitas Pelayanan Administrasi Munjin, R. Akhmad; Dewi, Siti Murti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.11729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kualitas pelayanan administrasi di SMK Amaliah 2 Ciawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan admnistrasi di SMK Amaliah 2 Ciawi Bogor berjalan dengan sangat baik dan kepuasan pelanggan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas pelayanan.
Implementasi Program Revitalisasi KUA dalam Pelayanan Pencatatan Nikah Maulana, Fiqih; Pratidina, Ginung; Apriliyani , Neng Virly; Munjin, R Akhmad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14256

Abstract

Implementasi Program Revitalisasi KUA merupakan suatu upaya pemerintah dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam bidang agama dengan tujuan guna memberikan peningkatan dalam hal kualitas umat beragama, peranan KUA di tengah masyarakat, layanan dan kapasitas kelembagaan KUA. Program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 758 Tahun 2021. Adapun tujuan penelitian ini yaitu guna memberikan gambaran perihal pelaksanaan program tersebut dan apa saja faktor penghambat dalam melaksanakan program tersebut khususnya di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciawi, Bogor. Pada penelitian ini penulis memakai metode kualitatif deskriptif untuk memahami suatu kondisi ataupun karakteristik hal tertentu dengan tujuan memberikan penjelasan mengenai peristiwa atau fenomena tertentu. Dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dan menganalisis data melalui reduksi data, tampilan data, dan membuat sebuah kesimpulan. Adapun hasil dalam penelitian tersebut menunjukkan Implementasi Program Revitalisasi KUA di KUA Ciawi, Bogor masih belum optimal, dalam proses pelaksanaannya masih terhambat oleh permasalahan mengenai kejelasan informasi program dan minimnya sumber daya manusia untuk melaksanakan program tersebut. hambatan yang terjadi berupa pemahaman para pelaksana program mengenai tujuan dan isi dari program tersebut masih rendah, selain itu jumlah sumber daya manusia berupa petugas pencatat nikah masih sangat tidak mencukupi hal tersebut tentunya akan menurunkan kualitas layanan pencatatan nikah khususnya di KUA Ciawi, Bogor. Kesimpulan dari penelitian ini penulis menemukan bahwa implementasi program belum berjalan dengan baik, oleh karena itu untuk mencapai tujuan implementasi program, masih diperlukan upaya dalam peningkatan kualitas komunikasi dan jumlah sumber daya manusia agar tujuan-tujuan program tersebut bisa tercapai.
Analisis Manajemen Kinerja Pegawai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional Sifa, Siti Khoiriyah; Purnamasari, Irma; Apriliyani , Neng Virly; Munjin, R. Akhmad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14338

Abstract

Manajemen kinerja adalah suatu konsep yang melibatkan serangkaian langkah dan proses untuk mengelola dan meningkatkan performa individu, dan organisasi secara keseluruhan. Manajemen kinerja pegawai dibentuk untuk meraih tujuan bersama, untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien dan efektif, diperlukan manajemen yang baik dan tepat. Dalam penerapannya manajemen kinerja di PPSDM BNN Lido, Bogor adanya indikasi masalah yang terjadi diantaranya: Penempatan pegawai di bagian yang tidak sesuai dengan kompetensinya, Beberapa pegawai PPSDM dalam pekerjaannya tidak sesuai dengan tupoksi pekerjaannya, Kurangnya pemantauan dan evaluasi kinerja pegawai yang tidak dilakukan secara berkala yaitu selama per tiga bulan sekali, komunikasi yang tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kinerja pegawai di PPSDM BNN Lido, Bogor, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawacara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan rumus weigt Mean Score. Sedangkan sampel diambil dengan teknik sensus/sampling jenuh dengan menggunakan seluruh populasi sebanyak 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Kinerja Pegawai di PPSDM BNN Lido, Bogor telah dilaksanakan dengan Baik, mendapatkan hasil akhir rata-rata skor nilai 3,84. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya manajemen kinerja pegawai di PPSDM BNN Lido, Bogor sudah sesuai dengan perintah dan peraturan yang ada.
Mengurangi Risiko Kebakaran di Daerah Wisata: Pendekatan Proaktif dan Solusi Efektif Syafitri, Riska Adita; Khamila, Gadizka Azzahra Endah; Renaldi, Muhamad; Santoso, Aji; Anugrah, Rizky; Subagdja, Oetje; Munjin, R Akhmad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.15212

Abstract

Sebagai sebuah tempat bermukim sekaligus kawasan daerah wisata, Tugu Selatan semakin memiliki risiko tinggi jika terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T Universitas Djuanda mengadakan Sosialiasi Pencegahan Kebakaran dengan pendekatan yang proaktif, yakni pendekatan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu keadaan atau lingkungan. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode ceramah dan tanya jawab, serta metode demonstrasi. Populasi yang menghadiri kegiatan terdiri atas 25 orang warga setempat.  Hasil kegiatan diawali menunjukkan jika warga menyimak betul dan tertarik dengan bahasan yang diberi, di mana diawali dengan pembekalan materi pengertian kebakaran, klasifikasi atau jenisnya, dan langkah penanganannya. Kemudian disambung dengan demonstrasi pemadaman api dari gas elpiji menggunakan fire blanket. Adanya sosialisasi ini dapat memastikan warga desa Tugu Selatan yang tinggal dan berkegiatan di kawasan daerah wisata mendapatkan pengetahuan tata cara pencegahan dan penanganan kebakaran jika suatu saat kejadian tersebut terjadi.
PENYELENGGARAAN DAN PENANGANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL GELANDANGAN DAN PENGEMIS Utami Tuarita, Tridita Yuniar; Hernawan, Denny; Apriliyani, Neng Virly; Rusliandy; Wahyudin, Cecep; Salbiah, Euis; Ramdani, Faisal Tri; Munjin, Akhmad
Jurnal Governansi Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Governansi Volume 10 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v10i2.15397

Abstract

Targeted policies and programs that consider the needs of the community must be supported by government efforts to establish appropriate policies. Effective policies are essential for ensuring that programs can be implemented successfully. The purpose of this study is to assess the effectiveness and efficiency of the policy for handling social welfare services for the homeless and beggars at the Social Service Office of Bogor City. This research utilizes a policy implementation theory consisting of four main components: Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic Structure. A descriptive quantitative analysis approach is employed in this study. Data were collected through field observations and questionnaires distributed to 24 respondents. For data analysis, the Weight Mean Score (WMS) formula was used, and measurement was conducted using a Likert scale. The results indicate that the communication dimension scored 4.81, categorized as very good; the resource dimension scored 4.61, also categorized as very good; the disposition dimension scored 4.25, categorized as very good; and the bureaucratic structure dimension scored 4.65, categorized as very good. Consequently, the overall score for the policy implementation assessment was 4.58, categorized as very good. It is hoped that this research will assist the Social Service Office of Bogor City in evaluating or reconsidering the policies for handling social welfare services for the homeless and beggars in Bogor city.
SWOT ANALYSIS OF BOGOR CAREER CENTER COLLABORATIVE GOVERNANCE PROGRAM IN THE EMPLOYMENT SERVICE IN BOGOR DISTRICT Syahrudin, Dede; Setiawan, Koesworo; Sa'diah, Halimatu; Salsabila, Vidya Zahra; Seran, Gotfridus Goris; Salbiah, Euis; Apriliani, Afmi; Saepudin; Munjin, R. Akhmad
Jurnal Governansi Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Governansi Volume 11 Nomor 1, April 2025
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v11i1.16403

Abstract

Bogor Career Center (BCC) is a program from the Bogor Regency Manpower Office to improve job opportunities and workforce skills. However, the effectiveness of this program still faces challenges, such as synergy between stakeholders, limited resources, and workforce readiness in facing industrial competition. This study aims to analyze the SWOT factors in the implementation of collaborative governance in the BCC program and measure its effectiveness which emphasizes trust, communication, and implementation capacity, as well as analysis that includes program success, target achievement, user satisfaction, input-output levels, and overall goal achievement. This study uses qualitative methods with interview techniques, documentation studies, and observations. The results of the study indicate that BCC has strengths in policy support and partnership networks, but still faces coordination constraints and resource limitations. The opportunities for this program lie in the utilization of technology and industry collaboration, while the threats include labor market dynamics and budget constraints. The analysis shows that trust and communication between stakeholders still need to be strengthened, and implementation capacity is not optimal. In terms of effectiveness, target achievement and user satisfaction still need to be improved to ensure the sustainability of the program. In conclusion, the success of collaborative governance in the BCC program depends on strengthening trust, communication, and implementation capacity, as well as the effectiveness of the program in achieving targets and user satisfaction.
TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PELAKSANAAN PELATIHAN DAN SERTIFIKASI MANAJEMEN APARATUR SIPIL NEGARA Salbiah, Euis; Apriliani, Neng Virly; Nabilah, Siti; Seran, Gotfridus Goris; Pratidina, Ginung; Munjin, R. Akhmad; Sastrawan, Berry; Subagdja, Oetje
Jurnal Governansi Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Governansi, Volume 11 Number 2, October 2025
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v11i2.20002

Abstract

Improving the quality of Human Resources for the State Civil Apparatus (ASN) is a fundamental step in enhancing the effectiveness of public service delivery amidst increasing demands for professionalism and adaptability. Collaborative governance is viewed as a strategic approach to address the complexity of implementing integrated and participatory training and certification programs for State Civil Apparatus (ASN). This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in the management training and certification of ASN in 2024. A descriptive quantitative approach was employed, using purposive and total sampling techniques with 82 respondents comprising both participants and organizers. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Weighted Mean Score (WMS) method. The results show that efforts to apply collaborative governance principles in ASN training have been initiated through inter-agency cooperation. However, the implementation has not fully reflected the theoretical framework, particularly Emerson et al. (2012), which emphasizes shared motivation, joint capacity for collective action, and mutual understanding of change. Furthermore, based on Kirkpatrick's training evaluation model, the impact of these efforts has not yet reached significant levels of behavioral change or measurable results. This indicates that the current application of collaborative governance remains partial and has yet to contribute optimally to the overall effectiveness of ASN training. The findings highlight a gap between theoretical concepts and field practices, providing a foundational basis for the development of a more applicable and impactful collaborative model for future ASN training initiatives.