Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Pemantauan Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus Erli Ernita; Rika Agustina; Hikmah Ifayanti; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3490

Abstract

Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari segi kesehatan ibu maupun janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi yang membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Edukasi kesehatan dengan media video menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena penyampaiannya yang menarik, mudah dipahami, dan praktis diakses. Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahui pengaruh edukasi pemantauan tanda bahaya kehamilan dengan media video terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Pra-experiment dengan one group pre test-post test design, populasi penelitian ini ibu hamil 45 orang, sampel penelitian ini mengenai pemantauan tanda bahaya kehamilan dengan media video terhadap pengetahuan ibu hamil, pada tanggal 9-15 Juli tahun 2025 di UPTD Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus. Analisis penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi menggunakan video (pretest) adalah 23,78, sedangkan setelah diberikan edukasi (posttest) meningkat menjadi 75,53. Uji statistik memperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi pemantauan tanda bahaya kehamilan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus. Saran diharapkan Puskesmas untuk meningkatkan kegiatan edukasi Kesehatan bagi ibu hamil, khususnya mengenai tanda bahaya kehamilan, dengan memanfaatkan media yang menarik seperti video agar lebih mudah dipahami. Selain itu, puskesmas dapat rutin mengadakan kelas ibu hamil, penyuluhan, serta pemantauan kehamilan secara teratur guna mencegah risiko komplikasi Pada ibu hamil.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.
Efektivitas Jus Jambu Biji Merah Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Karang Anyar Desi Safitri; Linda Puspita; Nopi Anggista Putri; Wisnu Probo Wijayanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3906

Abstract

Zinc deficiency anemia is a global health problem, especially in pregnant women. Management to deal with the occurrence of anemia in pregnant women is done through various approaches, including the provision of fortified foods. Fortified foods given can be in the form of fruit, one of which is red guava fruit. This study aims to analyze the effectiveness of red guava juice consumption on increasing hemoglobin levels in third trimester pregnant women at Karang Anyar South Lampung Health Center. This research design uses pre-experiment with one group pre test and post test, the research was conducted at Karang Anyar Health Center, South Lampung Regency in December 2024. Researchers collected data for 14 consecutive days. Researchers conducted a paired sample t test. The results showed that the average Hb before administration was 9.4 gr/dl, the average Hb after administration was 9.9 gr/dl. There is an effect of giving red guava juice on Hemoglobin (Hb) levels of anemic pregnant women at the Karang Anyar South Lampung Health Center (p-value = 0.000). Researchers suggest that health workers can socialize the benefits of red guava juice as a complementary therapy accompanied by the fulfillment of nutrition during pregnancy.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Rawat Inap Pasien Tifoid di Rumah Sakit TK IV 020704 Bandar Lampung Amelia Senja; Rini Palupi; Nopi Anggista Putri; Feri Kameliawati
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.134

Abstract

Typhoid fever is one of the most common infectious diseases in Indonesia and has potential complications that can prolong the duration of hospitalization. Length of hospitalization is influenced by various factors such as knowledge and personal hygiene. Identification of these factors is necessary so that the patient management process can be carried out more effectively. This study aims to determine the factors associated with the length of hospitalization of typhoid patients at Class IV Hospital 020704 Bandar Lampung. Using a cross-sectional design involving 59 respondents selected through accidental sampling technique. Data were collected in August-September 2025 using a questionnaire data analysis with the chi-square test with a significance level of p 0.05. The results showed that most patients were hospitalized for less than 6 days. There was a significant correlation between gender (p = 0.026), insurance coverage (p = 0.003), knowledge level (p = 0.026), and personal hygiene (p = 0.001) and length of stay. Low levels of knowledge and personal hygiene were associated with longer hospital stays. It can be concluded that gender, insurance coverage, knowledge level, and personal hygiene influence the length of stay for typhoid patients. Therefore, increasing health education and improving hygiene are crucial to accelerate patient recovery