Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Stilistika

PROBLEMATIKA KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU YANG MEMENGARUHI KARAKTER PESERTA DIDIK Gede Sutrisna; Gede Sidi Artajaya
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 1 (2022): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.827 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7416908

Abstract

Kepribadian merupakan karakteristik individu yang menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan suatu individu dengan yang lainnya. Karakteristik yang dimaksud disini bersifat internal dengan kata lain berkaitan dengan emosi, perasaan, pembawaan yang berpengaruh pada perilaku individu. Selama ini para guru kurang menyadari jika kepribadian yang mereka tunjukkan didepan anak didiknya sangat berpengaruh pada perkembangan karakter anak didik itu sendiri. Para guru cenderung hanya menunaikan tugas utama mereka yaitu mengajar, tanpa memperhatikan jika apa yang mereka lakukan dilihat, didengar, dan ditiru oleh peserta didiknya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji problematika kompetensi kepribadian guru yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini merupakan studi pustaka atau library research yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber dan literasi terkait dengan topik bahasan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan karakter serta moralitas peserta didik merupakan cerminan dari kompetensi kepribadian guru itu sendiri. Oleh sebab itu, guru harus mampu menjadi good role-model serta menampilkan kepribadian yang terpuji untuk dicontoh oleh peserta didiknya.
AFIKSASI BAHASA TALIABU DIALEK MANGE Umiatun Sa’diyah; Gede Sidi Artajaya
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2023): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v11i2.2714

Abstract

The Taliabu language of the Mange dialect is one of the regional languages in the Taliabu Island Regency, North Maluku Province. The Taliabu language of the Mange dialect also has affixations in the structure of its language. This study aims to determine the types of affixes or affixations found in the Taliabu language of the Mange dialect. The method of providing data in this study is to use the capable method. The data analysis method in this study is to use the intralingual matching method. The result of this study is that the Taliabu language of the Mange dialect has one prefix, three prefixes, and one suffix.
PAPINDAN DALAM BAHASA BALI Ida Ayu Iran Adhiti; Gede Sidi Artajaya; Ida Ayu Pristina Pidada
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2023): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v11i2.2855

Abstract

Abstrak Paribasa Bali adalah bahasa rinengga, yang dipakai sebagai alat untuk memperindah kata-kata dan pada saat berbicara atau melawak. Bahasa rinengga ini juga dapat dipakai sarana untuk mengeluarkan isi hati atau pikiran dengan perbandingan, sindiran mengenai keadaan dan tingkah laku manusia. Sementara yang dipakai untuk membandingkan adalah benda atau binatang. Beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut peribahasa dalam bahasa Bali seperti: basita paribasa, basita parihasa, paribahasa Bali, dan pralambang bahasa Bali. Sedangkan dalam karya sastra, ungkapan tradisi Bali yang kemudian dikenal dengan Paribasa Bali merupakan salah satu aspek dari kesenian Bali yang mengadung nilai-nilai luhur serta berpengaruh bagi pandangan masyarakat penuturnya. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data skunder. Sumber data primer diperoleh dari sejumlah penutur asli yang digunakan sebagai informan. Sumber data skunder diperoleh dari sumber data yang sudah ada, terutama sumber-sumber kajian pustaka sebagai perbandingan.Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan yakni mengumpulkan beberapa sumber yang terkait dengan papindan bahasa Bali. Metode ini dibantu sourcesdalam bahasa Bali. Papindan merupakan salah satu bentuk dari paribasa Bali. Ditinjau dari segi fungsi, papindan berguna dalam kehidupan berbahasa bagi masyarakat Bali. Di samping ditinjau dari segi bentuk dan fungsi, papindan juga dapat dikatakan mempunyai ciri-ciri yang spesifik. Abstract Paribasa Bali is a rinengga language, used as a tool beautify words in general conversation as well as in jest. Rinengga is also used as a means to realize one’s heart’s content or thoughts for comparison, as well as express satire concerning the state and the behavior of mankind. At the same time, it is used to compare objects and animals. A number of terms are used to describe proverbs in Balinese language, such as: basita paribasa, basita parihasa, paribasa bali, and pralambang bahasa bali. Within literature, tradisional Balinese phrases, known as Paribasa Bali, make up one aspect of Balinese art containing noble values, which influence the view of society’s speakers.tive speakers as informant.The secondary data sources are taken from the existing data sources, especially in literature review sources as comparison. The data collection is done from library method which is collecting several sources related to Balinese papindan.This method is helped bynote taking techniques which is collecting data belonging to the form and fuction of papindan in Balinese. The data source of this research consists of primary data sources and secondary data sources are taken from the numbers of na. Papindan constitutes a forms of Balinese proverb. Reviewed from a functional perspective, papindan is useful within the speaking life of Balinese society. Apart from being reviewed from a structural and functional perspective, papindan can also be said to have specific characteristics.
ANALISIS KATA STAYCATION PADA INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI AKOMODASI PERHOTELAN DI BALI Artajaya, Gede Sidi; Rina, Ni Made Rinayanthi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 12 No. 1 (2023): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v12i1.3220

Abstract

Artikel ini menganalisis tren penggunaan kata "staycation" melalui iklan perhotelan Bali di Instagram. Staycation, yang merupakan gabungan dari kata "stay" dan "vacation," mengacu pada konsep menghabiskan waktu liburan di dalam kota atau di sekitar tempat tinggal seseorang. Dalam artikel ini, kami menggunakan data dari iklan perhotelan di Bali yang diposting di platform Instagram untuk memahami tren dan pola penggunaan kata staycation. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis konten iklan perhotelan yang menggunakan kata staycation dalam teks atau keterangan iklan. Penulis mengumpulkan dan menganalisis sejumlah iklan perhotelan Bali yang diposting di akun Instagram resmi mereka. Fokus utama analisis adalah untuk mengidentifikasi seberapa sering kata staycation digunakan, bagaimana kata tersebut dipasangkan dengan elemen visual iklan, serta konteks dan strategi pemasaran yang terkait dengan penggunaan kata tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kata staycation dalam iklan perhotelan Bali di Instagram mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya tren yang berkembang di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang santai dan nyaman tanpa harus bepergian jauh dari tempat tinggal mereka. Penggunaan kata staycation dalam iklan tersebut biasanya diperkuat dengan visual menarik yang menggambarkan fasilitas hotel yang memanjakan, kolam renang yang indah, dan makanan lezat yang disajikan di tempat.
KEKERABATAN BAHASA JAWA, BAHASA GORAP, DAN BAHASA TETUN: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Sa’diyah, Umiatun; Artajaya, Gede Sidi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 13 No. 1 (2024): STILISTIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v13i1.4109

Abstract

Bahasa Jawa (BJ), bahasa Gorap (BG), dan bahasa Tetun (BT) merupakan rumpun bahasa Austronesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan ketiga bahasa tersebut meliputi persentase kekerabatan, waktu pisah, dan jangka kesalahan. Tujuan selanjutnya adalah mendeskripsikan korespondensi fonemis ketiga bahasa itu yang dianalisis melalui teknik rekonstruksi fonem dan perubahan bunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (teknik leksikostatistik dan teknik glotokronologi) dan kualitatif (deskriptif kulitatif) dengan kajian Linguitik Historis Komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, BJ, BG, dan BT berdasarkan klasifikasi bahasa berada pada tingkat rumpun (stock). BJ lebih berkerabat dekat dengan BG dibandingkan dengan BT atau BG dengan BT. Kedua, hasil perhitungan glotokronologi BJ dan BG berpisah dari bahasa induk antara 1227– 681 SM (terhitung berdasarkan tahun penelitian, yaitu tahun 2024). BJ dan BT serta BG dan BT berpisah dari bahasa induk antara 2.457–1.681 SM (terhitung berdasarkan tahun penelitian, yaitu tahun 2024). Ketiga, bahasa Gorap lebih banyak mempertahankan bahasa protonya dibandingkan dengan bahasa Jawa dan bahasa Tetun.