Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI NON EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS PUTAT JAYA KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA Iis Fatimawati; Rahel Santika; Nuke Amalia; Astrida Budiarti; Nur Chabibah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.174

Abstract

Faktor penyebab kegagalan ibu dalam memberikan ASI ekslusif dapat disebabkan kurangnya motivasi menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan Pemberian ASI non Ekslusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Putat Jaya Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Dengan jumlah responden 60 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Putat Jaya kecamatan Sawahan yang dipilih menggunakan teknik sampling Simple random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner motivasi ibu , kuesioner pemberian ASI ekslusif. Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan motivasi tinggi sebanyak 25orang (41,7%), motivasi cukup sebanyak 18 orang (30 %) dan motivasi rendah sebanyak 17 orang (28,3 %). Berdasarkan uji statistik chi-square menunjukkan nilai (ρ = 0,069) yang mana ρ > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan pemberian ASI ekslusif. Ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di harapkan tetap memberikan ASI secara ekslusif, karena jika tidak maka dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang anak dan mudah terserang infeksi
6. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Gigi dan Mulut dengan Cara Menggosok Gigi pada Balita di Dusun Losari Desa Pekukuhan Kecamatan Mojosari Mojokerto Iis Fatimawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 1 No 1 (2009): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dan mulut pada balita dengan cara ibu menggosok gigi pada balita di Dusun Losari Desa Pekukuhan Kecamatan Mojosari. Metode penelitian ini menggunakan teknik non probability (total sampling) dan teknik survey rumah tangga (house hold survey) dengan responden 43 ibu yang mempunyai anak balita di Dusun Losari Desa Pekukuhan Kecamatan Mojosari. Kesimpulan yang dapat ditarik bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dan mulut dengan cara ibu menggosok gigi balita maka sebagai tenaga kesehatan diharapkan memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang manfaat dan cara memelihara kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut pada balita, dan tentang cara menggosok gigi yang tepat pada balita untuk mencegah terjadinya kerusakan gigi.
Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Kejadian Kekerasan Pada Anak (Child Abuse) Di Komunitas Anak Jalanan Kota Mojokerto Iis Fatimawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 6 No 2 (2014): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lives of street children and involvement in economic activity has been realized or not cause problems for them. Because not only education but also sacrificed his soul development. Those who had to give up his childhood to portray themselves as adults compete with the rigors of life in the big city, with spending time on the streets just to add a bit of relief to the people and their parents. The purpose of this study to the economic status of the family relationship with the incidence of child abuse (child abuse) in the community of street children in Mojokerto. Analytic study design is correlational cross-sectional approach. This study economic status variables as independent variables and the incidence of child abuse as the dependent variable. This research entire population of street children in Mojokerto as many as 51 children. Samples were taken by purposive sampling technique by 30 respondents. Data were collected by questionnaires and processed in editing, coding, scoring and tabulating then analized with the chi square test. The results showed that of the 17 respondents belonging to high socioeconomic status, there were 7 respondents who experienced child abuse and 10 respondents who did not experience child abuse. The results of Chi-square test showed the results Ï = 0.016 and α = 0.05, then Ï <α so that H0 is rejected and H1diterima means there is a relationship between family economic status to the incidence of child abuse. Parents who do not have jobs will result in financial pressure, poverty, debt burden, making it less able to control anger, is likely to do violence on children. Working parents protracted, go early and go home late afternoon, leaving little time and energy to perform domestic tasks and child care. So that children become neglected and forgotten because of fatigue. For families expected to improve understanding of the impact of child abuse in order to prevent the occurrence of acts of child abuse.
Perbedaan Personal Hygiene pada Siswa Remaja Pondok dan yang Pulang ke Rumah di Madrasah Aliyah Hasan Munadi Desa Banggle Beji Pasuruan Tahun 2015 Ayuda Kartikasari; Iis Fatimawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 7 No 2 (2015): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di pondok pesantren kecenderungan tertular penyakit kulit sebab kurangnya kebersihan diri sangat tinggi. Penyebabnya adalah tinggal bersama dengan sekelompok orang di pondok pesantren memang beresiko mudah tertular berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Perilaku hidup bersih dan sehat terutama hygiene perseorangan di pondok pesantren pada umumnya kurang mendapatkan perhatian dari santri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 137 responden. Sampel yang digunakan sebanyak 31 untuk siswa mondok dan 31 responden untuk siswa yang pulang ke rumah dengan teknik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian personal hygiene pada siswa remaja mondok menunjukkan sebagian besar mempunyai personal hygiene cukup dengan kebersihan alat kelamin cukup sebanyak 23 responden (74,2%). Penelitian personal hygiene pada siswa remaja yang pulang ke rumah menunjukkan sebagian besar mempunyai personal hygiene baik dengan kebersihan mulut dan gigi baik sebanyak 19 responden (61,3%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan personal hygiene pada siswa remaja mondok dan yang pulang ke rumah. Maka hendaknya siswa khususnya yang mondok lebih menjaga kebersihan diri masing-masing meskipun makan, tidur, mandi sering bergantian dengan tempat dan fasilitas yang sama sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyakit.