Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Adaptasi Masyarakat Kota Makassar Terhadap Bencana Banjir : Tinjauan Teori Fungsionalisme Struktural Arifin, Ibrahim; Arifin, Zulkifli; Ahmad, M. Ridwan Said
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17461

Abstract

Banjir merupakan peristiwa yang mengalami peningkatan setiap tahunnya di Kota Makassar. Dalam menangani persoalan banjir tersebut, Kota Makassar menerapkan berbagai strategi adaptasi yang memungkinkan masyarakat untuk mengantisipasi bencana banjir dikemudian hari, atau bertahan sesaat dan sesudah banjir terjadi. Penelitian ini membahas strategi adaptasi masyarakat Kota Makassar terhadap bencana banjir dengan menggunakan tinjauan teori fungsionalisme struktural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tanpa partisipan, media sosial, dan data sekunder seperti berita dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi masyarakat terbagi menjadi tiga aspek utama: fisik, sosial, dan ekonomi. Meskipun Pemerintah Kota Makassar telah mengimplementasikan sejumlah strategi adaptasi, terdapat keterbatasan dalam upaya adaptasi kolektif. Masyarakat lebih cenderung menggunakan strategi adaptasi reaktif daripada proaktif, yang menunjukkan kekurangan dalam integrasi sosial dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Disfungsi dalam fungsi sosial masyarakat dan kurangnya koordinasi antar pemangku kebijakan diinterpretasikan melalui lensa fungsionalisme struktural.
Strategi Adaptasi Masyarakat Kota Makassar Terhadap Bencana Banjir : Tinjauan Teori Fungsionalisme Struktural Arifin, Ibrahim; Arifin, Zulkifli; Ahmad, M. Ridwan Said
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i2.17461

Abstract

Banjir merupakan peristiwa yang mengalami peningkatan setiap tahunnya di Kota Makassar. Dalam menangani persoalan banjir tersebut, Kota Makassar menerapkan berbagai strategi adaptasi yang memungkinkan masyarakat untuk mengantisipasi bencana banjir dikemudian hari, atau bertahan sesaat dan sesudah banjir terjadi. Penelitian ini membahas strategi adaptasi masyarakat Kota Makassar terhadap bencana banjir dengan menggunakan tinjauan teori fungsionalisme struktural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tanpa partisipan, media sosial, dan data sekunder seperti berita dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi masyarakat terbagi menjadi tiga aspek utama: fisik, sosial, dan ekonomi. Meskipun Pemerintah Kota Makassar telah mengimplementasikan sejumlah strategi adaptasi, terdapat keterbatasan dalam upaya adaptasi kolektif. Masyarakat lebih cenderung menggunakan strategi adaptasi reaktif daripada proaktif, yang menunjukkan kekurangan dalam integrasi sosial dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Disfungsi dalam fungsi sosial masyarakat dan kurangnya koordinasi antar pemangku kebijakan diinterpretasikan melalui lensa fungsionalisme struktural.
BUMDES IMPROVEMENT STRATEGY IN THE COMMUNITY ECONOMY IN LAMATTI RIATTANG VILLAGE Arnida; Zulkifli Arifin; Nor Syahira; Mohd. Raswan
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 15 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v15i2.592

Abstract

The implementation of BUMDes has not been fully implemented by all villages in Indonesia Until the issuance of Law Number 6 of 2014. Even in its implementation in several regions, the existence of BUMDes has not been able to run effectively and is able to contribute to the development and empowerment of communities in these villages. This study intends to find out the pattern of utilization of BUMDes funds by taking a case study in Lamatti Rattang Village, Bulupoddo District, Sinjai Regency, which is one of the villages implementing BUMDes. Broadly speaking, the aims of this research are first, to find out the role of BUMDes for the community, secondly, to find out the implementation of BUMDes and the third, to find out the supporting and inhibiting factors of BUMDes. This study used a qualitative approach with in-depth interviews with the Lamatti Riattang BUMDes manager and community members involved in BUMDes activities. The data obtained was analyzed descriptively to understand the management practices and impacts of empowering BUMDes in the village of Lamatti Riattang. This research shows that the empowerment of BUMDes in Lamatti Riattang Village has not been maximized but can have a positive impact on improving the village economy and community welfare. BUMDes can be a relevant model for local economic development in other villages. BUMDes Lamatti Riattang needs government support, good cooperation between BUMDes and the community, and effective management to ensure the sustainability and success of BUMDes in the long term.
Efektivitas Sistem Transaksi Non Tunai dalam Layanan Parawisata di Kabupaten Sinjai Salman, Salman; Arifin, Zulkifli; Hasdinawati, Hasdinawati
Journal of Government Science Studies Vol 2 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgssvol2issue1page59-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem transaksi non tunai dalam layanan pariwisata di Kabupaten Sinjai. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Sistem transaksi non tunai dalam layanan pariwisata didapatkan bahwa belum efektif mulai dari Kejelasan tujuan yang hendak dicapai, Kejelasan strategi pencapaian tujuan, Perencanaan yang matang, Penyusunan program yang tepat, Tersedianya sarana dan prasarana serta Sistem pengawasan dan pengendalian. Pelaksanaan transaksi non tunai ini belum efektif dalam pelaksanaannya karena masih dalam proses migrasi dari tunai ke non tunai sehingga belum efektif karena belum semua masyarakat mengetahui dan punya aplikasi di Hpnya masing-masing hanya masih ada beberapa orang yang mansetnya uang harus dipegang atau yang ada memang aksesnya susah untuk layanan digital seperti hp, jaringan dan aplikasi dan terkendala dari kurangnya sumber daya manusia, kurangnya sosialisasi serta petugas dan pengunjung belum paham penggunaan transaksi non tunai. Luaran kajian disarankan agar penerapan transaksi non tunai pada layanan pariwisata dapat memberikan layanan yang prima kepada pengunjung, baiknya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat melakukan tindakan dengan melakukan kerjasama dengan pihak provider dalam pembuatan tower atau penambahan fasilitas lainnya yang berguna dalam menunjang peningkatan jangkauan sinyal sehingga permasalahan yang muncul diakibatkan keterbatasan sinyal dapat teratasi serta mengadakan pelatihan dalam rangka upgrading untuk peningkatan sumber daya manusia.
Government Policies In Preventing Early Marriage In Sinjai Selatan District Sinjai Regency RISKA; Zulkifli Arifin; Rahmawati; Sinta
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 16 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v16i2.553

Abstract

This study aims to determine the government's prevention in dealing with early marriage in South Sinjai District, Sinjai Regency. The type of research used is qualitative research, the data sources used are primary and secondary, the number of informants is 3 people. From the results of previous research, it shows that the government's prevention in dealing with early marriage in Sinjai Selatan sub-district, Sinjai district, is classified as optimal and not optimal. society. related to the regulation on early marriage has been going well, but not optimal because of the government's lack of firmness towards people who do early marriage. Internal factors that influence this research are on the basis of their own volition while external factors are influenced by several factors such as the economy, education, or community traditions.
Kesenjangan Infrastruktur Dasar dan Dampaknya Pada Kualitas Hidup di Kampung Pemulung Savana Kota Makassar Arifin, Ibrahim; Ahmad, M.Ridwan Said; Arifin, Zulkifli; Arifin, Ibrahim Ibrahim
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/14052970

Abstract

This study analyzes the gap in basic infrastructure in the Pemulung Savana Settlement, Makassar City, and its impact on the quality of life of the community. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is conducted using a thematic method to identify key problem patterns. The findings reveal that limitations in basic infrastructure such as restricted access to clean water, poor sanitation systems, unstable electricity, and inadequate roads and transportation negatively affect the well-being of the community. The lack of educational and healthcare facilities worsens socio-economic conditions, leading to low health levels and limited educational opportunities for children. The absence of essential services also increases the risk of disease and exacerbates poverty. Furthermore, the unclear land ownership status hinders infrastructure improvement efforts. These findings highlight that infrastructure disparities in marginal areas require serious attention from various stakeholders to develop inclusive and sustainable solutions. Improving access to basic services and implementing more equitable development policies are essential to enhancing the quality of life in the area.