Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Pemasaran Syariah Untuk Meningkatkan Penjualan Produksi Kerupuk Udang Haji Ampak di Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur Saputra, Riki; Mubyarto, Novi; Syah Noor, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.34207

Abstract

Pemasaran dalam perspektif syariah adalah kegiatan bisnis untuk mencapai pertumbuhan dan memanfaatkan hasil nya dengan berlandaskan prinsip-prinsip yang terdapat dalam akad muamalah islami atau perjanjian bisnis dalam islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan strategi pemasaran syariah (4P) dalam meningkatkan penjualan dan penggunaan media sosial pada usaha kerupuk udang Haji Ampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian in idilakukan pada UMKM Kerupuk Udang Haji Ampak di Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Hasil penelitian ini adalah strategi pemasaran syariah (4P) yang diterapkan yaitu pada aspek produk dilakukan inovasi produk dan kemasan serta mendaftarkan sertifikat halal. Aspek harga menetapkan harga sesuai pasaran dan memberikan harga grosir atau eceran. Aspek tempat penggunaan spanduk identitas pada rumah produksi sekaligus lokasi penjualan. Terakhir, aspek promosi diperkuat melalui pendaftaran dan pemanfaatan aktif media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business, yang memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas dan interaksi langsung dengan konsumen. Implementasi komprehensif dari strategi 4P berbasis syariah ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan penjualan dan daya saing Kerupuk Udang Haji Ampak.
Tinjauan Etika Bisnis Islam dalam Praktik Jual Beli Komoditas Karet di Desa Gurun Tuo, Kecamatan Mandiangin Rana Puan Anjelina; Kemas Imron Rosadi; Firman Syah Noor
Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL RISET EKONOMI DAN AKUNTANSI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jrea-itb.v4i2.4026

Abstract

The practice of buying and selling rubber commodities in Gurun Tuo Village has not fully aligned with Islamic business ethics principles, particularly regarding honesty (ṣidq), gharar (uncertainty), and justice (‘adl). This condition has the potential to disadvantage one of the parties, especially farmers as the main producers. Therefore, this study aims to analyze the practice of rubber trading and assess its conformity with the principles of Islamic business ethics. This research employed a qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Rubber farmers, collectors, and other related parties in Gurun Tuo Village were selected as informants. The collected data were analyzed descriptively to describe the actual conditions in the field. The results showed that several practices were still inconsistent with Islamic business ethics principles, such as the lack of transparency in determining quality and prices, the presence of gharar elements in the weighing process, and inequality in price determination that affected fairness for farmers. Nevertheless, some business actors had attempted to implement honesty in transactions. This study concludes that the practice of rubber commodity trading in Gurun Tuo Village has not fully complied with Islamic business ethics principles, especially in terms of honesty (ṣidq), justice (‘adl), and the prohibition of gharar. Factors influencing these conditions include internal factors such as socio-cultural, economic, and educational aspects, as well as external factors in the form of weak village institutions. However, the implementation of Islamic business ethics can be improved through transparency, education, and strengthening institutions such as cooperatives.