Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Gerakan Bijak Berbahasa: Strategi Peningkatan Kesadaran Berbahasa Untuk Mencegah Perundungan dan Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah Kurniawan, Eri; Muniroh, R. Dian Dia-an; Sudana, Dadang; Gunawan, Wawan; Dallyono, Ruswan; Zifana, Mahardhika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan guru dan siswa, dalam rangka mendukung kebijakan nasional tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Fokus kegiatan ini adalah penyelenggaran pelatihan sebagai bagian dari Gerakan Bijak Berbahasa dalam upaya preventif perundungan dan kekerasan verbal di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tergolong mendesak, mengingat meningkatnya insiden yang terkait dengan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dan berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan verbal yang berkembang menjadi perundungan, kekerasan fisik dan seksual. Pelatihan Gerakan Bijak Berbahasa ini dilaksanakan dengan dua moda: luring di Balai Guru Penggerak Bali dan daring melalui aplikasi Zoom, yang melibatkan para guru penggerak pengajar bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama di Provinsi Bali. Pelatihan berlangsung secara lancar sesuai dengan rencana dan diapresiasi secara positif oleh para guru. Guru berhasil membuat media visual kampanye berupa poster gerakan bijak berbahasa yang dapat dipasang atau disebarluaskan di lingkungan sekolah mereka. Guru yang ditunjuk sebagai duta gerakan bijak berbahasa juga berhasil melaksanakan kampanye mandiri dengan fokus pada anti perundungan yang disiarkan langsung di media sosial. Gerakan bijak berbahasa ini perlu dikembangkan dan disosialisasikan ke para pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan kesadaraan kolektif membangun lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.
The Construction of Conceptual Metaphors in the Discourse of BIPA Learners: A Cross-Cultural Thematic Study Istiqomah Putri Lushinta; Eri Kurniawan; R. Dian Dia-an Muniroh
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i1.7632

Abstract

Metaphorical competence has been recognized as essential to advanced communicative proficiency in a second language, yet Indonesian as a Foreign Language (BIPA) has remained entirely absent from this research landscape, despite rapid global growth in learner numbers across typologically diverse language backgrounds. This study synthesizes internationally recognized empirical studies published between 2010 and 2025 on how second-language learners construct and use conceptual metaphor in discourse, with direct implications for BIPA instruction. Analysis was conducted using a Cross-Cultural Cognitive Discourse Analysis framework integrating Conceptual Metaphor Theory, Critical Metaphor Analysis, and van Dijk's sociocognitive approach, with metaphor identification following the MIPVU procedure. Three dominant patterns were identified. First, learners systematically transfer conceptual schemas from their first language into Indonesian discourse, producing utterances that are grammatically correct but culturally incongruent conceptual fluency failure with the extent and type of transfer varying predictably by language family. Second, orientational metaphors show significant cross-cultural variation: schemas such as POWER IS UP operate universally, while others are culture-specific, and processing them in a second language incurs measurable cognitive load. Third, ontological metaphors encoding distinctly Indonesian concepts gotong royong, musyawarah-mufakat, and rukun are systematically distorted when reconstructed through first-language conceptual systems, producing reductions that eliminate their most fundamental ontological properties. On this basis, the study proposes two contributions: the Universal-Relative Metaphor Principle, which resolves the universalism-relativism debate by locating each position at a different level of analysis, and the Cross-Cultural Metaphor Competence Framework, a four-dimensional hierarchical pedagogical model for BIPA. This study thus represents the first data-grounded contribution to metaphor theory and pedagogy in the BIPA context.
Teaching English for Academic Purposes: Exploring Rhetorical Strategies of Interactive Metadiscourse in the Introduction of Scopus-Indexed Research Articles Mobit Mobit; Eri Kurniawan; R. Dian Dia-an Muniroh
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4928.519-529

Abstract

This study aims to investigate rhetorical strategies for employing interactive meta-discourse aspects in the introductions of highly cited Scopus-indexed research publications from two separate academic fields: applied linguistics and electrical engineering. The study analyzed thirty Scopus-indexed journal articles from each of the two fields. To achieve the research purpose, the researchers employ a descriptive quantitative design with comparative corpus analysis. This research used Hyland's (2005) taxonomy, which consists of five subtypes of interactive metadiscourse: transition markers, frame markers, endophoric markers, evidentials, and code glosses, as the theoretical analysis. The findings indicate that both disciplines employ these features to establish coherence and cohesion; notable disparities arise in their distribution and rhetorical roles. Applied linguistics articles demonstrate a greater utilization of evidential and coding glosses, indicative of their narrative and intertextual focus. In contrast, articles on electrical engineering prominently utilize transition and endophoric markers, which signify a procedural and experimental methodology. This study illustrates the importance of genre awareness and epistemic tradition in academic writing instruction across several fields. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti strategi retoris dalam menggunakan meta-wacana interaktif pada bagian pendahuluan artikel jurnal yang terindeks Scopus yang bersitasi tinggi di bidang linguistik terapan dan teknik elektro. Studi ini menganalisis tiga puluh artikel jurnal terindeks Scopus dari setiap bidang. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan menganalisis korpus secara komparatif. Penelitian ini menggunakan taksonomi Hyland (2005), yang terdiri dari lima subtipe metawacana interaktif: pemarkah transisi, pemarkah bingkai, pemarkah endoforik, pembuktian, dan gloss kode, sebagai pisau analisis. Temuan menunjukkan bahwa kedua disiplin ilmu tersebut menggunakan fitur ini untuk membangun koherensi dan kohesi secara bervariasi. Temuan perbedaan yang paling penting muncul dalam distribusi dan peran retoris mereka. Artikel linguistik terapan menunjukkan pemanfaatan yang lebih besar dari pemarkah pembuktian dan gloses kode, yang menunjukkan keduanya fokus terhadap naratif dan intertekstual mereka. Sementara itu, artikel teknik elektro secara mencolok menggunakan penanda transisi dan endoforik, yang menandakan metodologi prosedural dan eksperimental. Studi ini menggambarkan pentingnya kesadaran genre dan tradisi epistemik dalam pengajaran penulisan akademik di beberapa bidang.