Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Taste Metaphors for Food Description as a Creative Effort by Indonesian Food Vloggers Adam Muhammad Nur; R. Dian Dia-an Muniroh; Rusdiansyah
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.5919

Abstract

This study aims to investigate the use of metaphors in the conventional language employed by Indonesian food vloggers when describing food, claiming it as a form of linguistic creativity influenced by their cognitive capabilities. Creativity in language is a gift that humans inherently possess, enabling them to freely communicate, share information, and convey intentions. This premise is grounded in the claim that humans cognitively possess mental faculties allowing for unrestricted language production (Saeed, 2003). Traditionally, metaphors are understood as a literary style often used in poetry, novels, or drama. However, in reality, humans are inseparable from metaphors (Lakoff in Lakoff and Johnson, 2003). Cognitively, humans use metaphors to facilitate understanding by associating one term with another in language (Lakoff in Jackendoff and Aaron, 1991). The data source for this research comprises several videos from Indonesian food vloggers, including 4 videos each from Anak Kuliner, Boengkoes Network, Mamank Kuliner, and Nex Carlos. These vloggers are well-known in Indonesia with a substantial number of subscribers. The research employs a qualitative descriptive method, which allows for a comprehensive explanation of phenomena observed in the data. The analysis reveals that in describing food, food vloggers tend to use structural metaphors more frequently than other types of metaphors, with 26 occurrences recorded. This finding indicates that equating the domain of food taste with another domain structurally makes it easier to convey and understand abstract taste experiences through the shared experiences of vloggers and their audiences
Teaching English for Academic Purposes: Exploring Rhetorical Strategies of Interactive Metadiscourse in the Introduction of Scopus-Indexed Research Articles Mobit, Mobit; Kurniawan, Eri; Muniroh, R. Dian Dia-an
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4928.519-529

Abstract

This study aims to investigate rhetorical strategies for employing interactive meta-discourse aspects in the introductions of highly cited Scopus-indexed research publications from two separate academic fields: applied linguistics and electrical engineering. The study analyzed thirty Scopus-indexed journal articles from each of the two fields. To achieve the research purpose, the researchers employ a descriptive quantitative design with comparative corpus analysis. This research used Hyland's (2005) taxonomy, which consists of five subtypes of interactive metadiscourse: transition markers, frame markers, endophoric markers, evidentials, and code glosses, as the theoretical analysis. The findings indicate that both disciplines employ these features to establish coherence and cohesion; notable disparities arise in their distribution and rhetorical roles. Applied linguistics articles demonstrate a greater utilization of evidential and coding glosses, indicative of their narrative and intertextual focus. In contrast, articles on electrical engineering prominently utilize transition and endophoric markers, which signify a procedural and experimental methodology. This study illustrates the importance of genre awareness and epistemic tradition in academic writing instruction across several fields. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti strategi retoris dalam menggunakan meta-wacana interaktif pada bagian pendahuluan artikel jurnal yang terindeks Scopus yang bersitasi tinggi di bidang linguistik terapan dan teknik elektro. Studi ini menganalisis tiga puluh artikel jurnal terindeks Scopus dari setiap bidang. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan menganalisis korpus secara komparatif. Penelitian ini menggunakan taksonomi Hyland (2005), yang terdiri dari lima subtipe metawacana interaktif: pemarkah transisi, pemarkah bingkai, pemarkah endoforik, pembuktian, dan gloss kode, sebagai pisau analisis. Temuan menunjukkan bahwa kedua disiplin ilmu tersebut menggunakan fitur ini untuk membangun koherensi dan kohesi secara bervariasi. Temuan perbedaan yang paling penting muncul dalam distribusi dan peran retoris mereka. Artikel linguistik terapan menunjukkan pemanfaatan yang lebih besar dari pemarkah pembuktian dan gloses kode, yang menunjukkan keduanya fokus terhadap naratif dan intertekstual mereka. Sementara itu, artikel teknik elektro secara mencolok menggunakan penanda transisi dan endoforik, yang menandakan metodologi prosedural dan eksperimental. Studi ini menggambarkan pentingnya kesadaran genre dan tradisi epistemik dalam pengajaran penulisan akademik di beberapa bidang.
Gerakan Bijak Berbahasa: Strategi Peningkatan Kesadaran Berbahasa Untuk Mencegah Perundungan dan Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah Kurniawan, Eri; Muniroh, R. Dian Dia-an; Sudana, Dadang; Gunawan, Wawan; Dallyono, Ruswan; Zifana, Mahardhika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan guru dan siswa, dalam rangka mendukung kebijakan nasional tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Fokus kegiatan ini adalah penyelenggaran pelatihan sebagai bagian dari Gerakan Bijak Berbahasa dalam upaya preventif perundungan dan kekerasan verbal di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tergolong mendesak, mengingat meningkatnya insiden yang terkait dengan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dan berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan verbal yang berkembang menjadi perundungan, kekerasan fisik dan seksual. Pelatihan Gerakan Bijak Berbahasa ini dilaksanakan dengan dua moda: luring di Balai Guru Penggerak Bali dan daring melalui aplikasi Zoom, yang melibatkan para guru penggerak pengajar bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama di Provinsi Bali. Pelatihan berlangsung secara lancar sesuai dengan rencana dan diapresiasi secara positif oleh para guru. Guru berhasil membuat media visual kampanye berupa poster gerakan bijak berbahasa yang dapat dipasang atau disebarluaskan di lingkungan sekolah mereka. Guru yang ditunjuk sebagai duta gerakan bijak berbahasa juga berhasil melaksanakan kampanye mandiri dengan fokus pada anti perundungan yang disiarkan langsung di media sosial. Gerakan bijak berbahasa ini perlu dikembangkan dan disosialisasikan ke para pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan kesadaraan kolektif membangun lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.