Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan di SD Negeri 10 Gu Buton Tengah Faslia Faslia; Acoci Acoci; Azaz Akbar; Kamarudin Kamarudin; Irwan Irwan; A. Muh Ali
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 4 (2021): August Pages 725-1020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i4.355

Abstract

Sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran secara langsung sangat rentan dengan peningkatan kasus penyebaran Covid-19. Sekolah dasar sebagai penyumbang jumlah terbesar kasus Covid-19, sehingga perlunya pihak untuk memberikan pendampingan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sasaran pada kegiatan ini adalah SD Negeri 10 Gu Buton Tengah. Metode kegiatan terdiri dari 2 pendekatan yakni sosialisasi dalam bentuk ceramah/pemaparan materi dan dalam bentuk demonstrasi. Sosialisasi hari pertama kepada guru terdiri dari; pemaparan materi yang disajikan yaitu pemberian semangat untuk terus mendedikasikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa; sosialisasi tentang tata cara hidup yang sehat; sosialisasi dengan materi yang berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan dan hidup bersih dan sehat; demonstrasi  protokol  kesehatan, seperti cara  mencuci  tangan yang  tepat  melalui  air  mengalir serta menggunakan cairan  pembersih  berupa hand sanitizer, dan cara penggunaan masker yang aman dan sehat. Kegiatan hari berikutnya yang ditujukan kepada siswa terdiri dari; senam pagi, demonstrasti cara mencuci tangan yang benar, cara bersin dan batuk sesuai standar WHO, prosedur ketika hendak memasuki ruang kelas, kepatuhan untuk senantiasa menjaga jarak. Kegiatan ini berjalan dengan baik, guru menerapkan protokol kesehatan, sedang siswa mematuhi protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat.
Edukasi Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter di SD Negeri 1 Baadia Kota Baubau Acoci Acoci; Faslia Faslia; Azaz Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.402

Abstract

Karakter merupakan keniscayaan yang harus dimiliki setiap manusia. Pengaruh global memberikan pergesaran nilai yang terjadi pada masyarakat. Keadaan ini menuntut sekolah sebagai pihak yang cukup bertanggungjawab untuk menjawab tantangan tersebut. Perlunya melakukan pendampingan kepada guru untuk menciptakan iklim yang senantiasa membangun karakter siswa. Metode kegiatan pelaksaan edukasi ini terdiri dari beberapa tahapan, pada sesi pertama merupakan sesi guru dan pemateri saling berkenalan untuk membangun keakraban dan suasana kondusif dalam ruangan. Tahap kedua digunakan untuk persentasi, dimana pemateri menjelaskan hakikat, fungsi, dan manffat karakter. Tahap ini juga pemateri menjelaskan lima unsur nilai karakter yang perlu dikembangkan dan ditanamkan kepada para peserta didik. Tahap ketiga adalah pendalaman materi oleh para peserta, dan dilanjutkan dengan jawaban oleh pemateri. Pemateri menyampaikan bahwa sikap yang pertama dilakukan oleh guru untuk membentuk karakter siswa adalah dengan memberikan keteladanan yang baik oleh guru kepada peserta didiknya. Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan yang diharapkan, dimana guru berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran untuk memberikan keteladanan berupa penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa.
Penguatan Nilai Karakter Siswa melalui Tari Pendet di Sekolah Dasar Irwan Irwan; Samritin Samritin; Wa Ode Riniati; Acoci Acoci; Jufri Agus; Mansur Mansur; Ida Bagus Swanika; Adus Sabiran
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 1 (2022): February, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i1.538

Abstract

Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memahami dan memaknai penguatan nilai karakter siswa melalui tari Pendet di Sekolah Dasar 35 Buton. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode participatory action dalam bentuk small group discussion yang kegiatannya persiapan dan pelaksanaan penyuluhan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa tari Pendet digunakan bukan sekadar untuk penyambutan dan tari hiburan yang secara formil datang dan berkunjung akan tetapi di dalamnya tari Pendet  terdapat penebaran nilai-nilai moral kaitannya dengan pendidikan karakter sebagai pembelajaran di sekolah, yang memberikan ruang, mendekatkan dan mengarahkan ke arah yang lebih positif terhadap lingkungan kehidupan siswa. Tari pendet mengandung makna dan nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam beberapa ragam gerak diantaranya pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. Makna ragam gerak tersebut terdiri dari makna religius, toleransi, disiplin, kerja keras dan komunikatif. Rekomendasi tari Pendet memiliki kemungkinan sebagai alternatif materi dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar, sebagai pembentukan pribadi dan pembumian nilai-nilai karakter. Simpulan kegiatan bahwa peserta penyuluhan berperan akftif dalam memberikan respon yang positif untuk memahami makna penguatan nilai karakter siswa melalui tari Pendet di Sekolah Dasar untuk dilaksanakan siswa dalam kehidupan sehar-hari.
Penguatan Gerakan Basic Literacy di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Pantai Suarti Suarti; Irwan Irwan; Jufri Agus; Acoci Acoci; Faslia Faslia; Sri Sumantri; Nadia Nurfitriani Edi; Putriyani Putriyani
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.723

Abstract

Rendahnya literasi yang dihadapi siswa merupakan faktor yang sangat mempengaruhi wawasan untuk mengembangkan wawasan siswa perlu gerakan yang lebih intensif. Tujuan dari pelaksanaan ini yaitu untuk memberikan pendampingan penguatan gerakan basic literacy di Sekolah Dasar Negeri 7 dan Sekolah Dasar Negeri 17 Lakudo. Metode Pengabdian menggunakan Participatory action dan pendampingan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penguatan gerakan basic literacy perlu dikembangkan  di mana ketersediaan buku yang bervariasi, pembiasaan siswa dalam membaca yang secara berkelanjutan, kerja sama yang kontinu kepada warga sekolah, orang tua serta dinas perpustakaan daerah. Pada faktor penghambat rendahnya daya minat baca tulis siswa, buku yang tersedia masih kurang jumlahnya baik di sekolah maupun dinas perpustakaan daerah, belum terdapatnya pojok baca berbasis lingkungan yang memadai, serta belum terbangunnya kerja sama pada sektor publik. Selama pengabdian literasi di pesisir pantai siswa memiliki motivasi dan antusias, belajar sambil bermain. Literasi dasar harus dibangun sejak dini agar  siswa terbiasa dalam baca tulis.