Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan, Pencegahan dan Penanganan Nyeri Sendi (Osteo Artritis) Kepada Para Guru SD di Desa Masbagik Utara Fitri, Sri Wardiatul; Jannah, Raudatul; Nurwarini, Selsi; Mehratul, Nuniq; Rahman, Rizky Alita; Oktresia, Erma Ewisa
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v4i1.6330

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu kondisi ganguan sendi yang ditandai dengan berkurangnya cairan synovial pada sendi serta terjadi kerusakan pada ligamen dan perubahan  pada tulang. Gejala  klinis yang biasanya dirasakan oleh penderita OA seperti lutut kaku dan bengkak atau rasa nyeri setelah duduk terlalu lama. Pentingnya melakukan kegiatan penyuluhan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait langkah  mencegah  terjadinya OA dan pengobatan yang dapat dilakukan saat masyarakat mengalami OA. Penyuluhan ini bertujuan memberikan penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan yang dapat di lakukan untuk menghindari dan menangani penyakit nyeri lutut yang berlokasi di Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik Lombok Timur. Metode penyuluhan menggunakan ceramah dan leaflet. Rangkaian proses penyuluhan diawali dengan  pretest, kemudian pada akhir penyuluhan terdapat postest dan sesi diskusi.  Hasil dari kegiatan penyuluhan, pencegahan dan penanganan nyeri lutut yang dilakukan di Desa Masbagik Utara responden mengalami peningkatan pemahaman dari pretest ke postest dengan peningkatan pengetahuan >50% sebanyak 10 orang dan peningkatan pengetahuan <50% sebanyak 39 orang. Kesimpulan dari  kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanganan nyeri lutut ini yang dilakukan di Desa Masbagik Utara berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan, meskipun peningkatan pengetahuan tidak terlalu tinggi.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Penurun Kadar Asam Urat Tikus yang Diinduksi Jus Hati Ayam Sasmita, Yulinda Dinar; Oktresia, Erma Ewisa; Rafsanjani, Arief
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4449

Abstract

Asam urat adalah hasil akhir dari katabolisme (pemecahan) suatu zat yang bernama purin. Kadar asam urat normal pada laki-laki dewasa adalah sekitar 2-7,5 mg/dL, sementara pada wanita yang sudah dewasa adalah 2- 6,5 mg/dL. Peningkatan kadar asam urat diatas normal dapat menyebabkan penumpukan Kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menjadi target untuk menurunkan produksi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol dalam menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok pre dan posttest. Kulit rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mampu menurunkan kadar asam urat tikus yang diinduksi jus hati ayam secara signifikan (p<0,05 Ekstrak etanol kulit buah rambutan dosis 3 memiliki kemampuan menurunkan kadar asam urat tikus yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif (Allopurinol). Ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa plavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan terpenoid.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat di Apotek Wilayah Lombok Timur Hartono, M. Herry; Oktresia, Erma Ewisa; Sovia, Fitriwati
Sinteza Vol. 3 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v3i2.18969

Abstract

Pharmaceutical services are a direct and responsible service to patients. One of the pharmaceutical service activities that align with the concept of pharmaceutical care is found in the quality of Drug Information Services (PIO) in pharmacies. The aim of this research is to determine the implementation of DIS based on the Indonesian Minister of Health Regulation No.73 of 2016 in pharmacies in the East Lombok region. This study is observational descriptive using quantitative analysis in the form of calculating the percentage of Respondent Achievement Level (TCR). Data was collected using a questionnaire covering eight activities that pharmacists should undertake when providing drug information, which were subsequently used as indicators. Sample selection was done through purposive sampling with a minimum of 96 samples. Based on the research results, the TCR percentage values for the indicators were as follows: information on drug efficacy at 78% with a good category; dosage form at 78% with a good category; usage instructions at 75% with a good category; drug dosage at 74% with a good category; side effects at 74% with a good category; drug storage at 74% with a good category; safety for pregnant and nursing mothers at 46% with a fair category; information on drug prices obtained a score of 90% with a very good category. The average TCR score for the 8 indicators was 73.3% with a good category in providing drug information services in accordance with the Indonesian Minister of Health Regulation No.73 of 2016 in pharmacies in the East Lombok region.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Insulin Lantus dan Apidra di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Oktresia, Erma Ewisa; Sovia, Fitriwati; Ramadhan, Leny; Ramadani, Lalu Khilal
Sinteza Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i2.26475

Abstract

Indonesia is one of the countries with the highest number of type II diabetes mellitus patients in the world, reaching 10.7 million people. Diabetes mellitus requires long-term treatment to control patients' blood glucose levels. The types of therapy used vary, leading to differences in costs and treatment outcomes. The use of insulin is a significant issue in diabetes mellitus therapy, especially at RSUD Dr. R. Soedjono, concerning its cost-effectiveness and therapeutic efficacy. This study aims to analyze the cost-effectiveness of using Lantus and Apidra insulin therapies.This research is an observational analytic study with a cross-sectional design, and data collection was conducted retrospectively at RSUD Dr. R. Soedjono Selong. The sample selection was based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Observations were made on the Length of Stay (LOS) and Direct Medical Cost (DMC) for each sample. Based on LOS and DMC data, the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) was calculated. The results showed that the average LOS for Lantus insulin use was 4 days, while for Apidra insulin use, it was 5 days. The average DMC for Lantus insulin was Rp.2,395,734, while for Apidra insulin, it reached Rp. 2,590,218. Based on LOS and DMC data, the ACER value for Lantus insulin was Rp 598,934/day, while for Apidra insulin, it was Rp 518,043/day. The use of Apidra insulin is more cost-effective because it has a lower ACER value.