Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa Adam Ramanda; firda sari; irwansyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.ABSTRACTSchool buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations. Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.
ANALISA PERBANDINGAN BERAT JENIS DAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN PASIR PANTAI DAN PASIR SUNGAI Mohd Ruktal; Irwansyah; Meilandy Purwandito
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan berat jenis serta kuat tekan beton normal menggunakan agregat halus berupa pasir pantai serta pasir sungai. Bahan yang dipakai pada penelitian ini meliputi pasir pantai, pasir sungai, agregat kasar (batu split), semen, dan air. Pengujian dilakukan terhadap karakteristik agregat seperti kadar air, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan, serta analisa saringan sesuai standar SNI. Metode penelitian yang diterapkan ialah metode eksperimen di laboratorium melalui pembuatan benda uji beton berbentuk silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm. Uji kuat tekan beton dilaksanakan di hari ke-14 guna mengetahui perkembangan kekuatan beton pada hari ke-28 maka dilakukan konversi pada umur beton, dan diproleh hasil uji pada beton pasir pantai sebesar 23,44 MPa dan pada beton pasir sungai sebesar 11,08 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berat jenis agregat pasir sungai memiliki rerata berat jenis curah kering 2,402, SSD 2,495, serta berat jenis semu 2,647 dengan penyerapan air 3,843%. Sedangkan pasir pantai memiliki berat jenis yang relatif sebanding dengan nilai rata-rata berada pada kisaran agregat normal. Selain itu, hasil pengujian mendapati bahwa seluruh agregat yang dipakai memenuhi standar yang disyaratkan sehingga layak diterapkan sebagai bahan penyusun beton. Perbedaan jenis agregat halus memberi pengaruh pada nilai kuat tekan beton yang didapatkan disetiap umur pengujian. Merujuk pada hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa pasir sungai dan pasir pantai bisa digunakan dalam campuran beton normal, namun perlu perlakuan khusus pada pasir pantai untuk meningkatkan kualitas beton yang dihasilkan.