Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa Adam Ramanda; firda sari; irwansyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.ABSTRACTSchool buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations. Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.
ANALISA PERBANDINGAN BERAT JENIS DAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN PASIR PANTAI DAN PASIR SUNGAI Mohd Ruktal; Irwansyah; Meilandy Purwandito
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan berat jenis serta kuat tekan beton normal menggunakan agregat halus berupa pasir pantai serta pasir sungai. Bahan yang dipakai pada penelitian ini meliputi pasir pantai, pasir sungai, agregat kasar (batu split), semen, dan air. Pengujian dilakukan terhadap karakteristik agregat seperti kadar air, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan, serta analisa saringan sesuai standar SNI. Metode penelitian yang diterapkan ialah metode eksperimen di laboratorium melalui pembuatan benda uji beton berbentuk silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm. Uji kuat tekan beton dilaksanakan di hari ke-14 guna mengetahui perkembangan kekuatan beton pada hari ke-28 maka dilakukan konversi pada umur beton, dan diproleh hasil uji pada beton pasir pantai sebesar 23,44 MPa dan pada beton pasir sungai sebesar 11,08 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berat jenis agregat pasir sungai memiliki rerata berat jenis curah kering 2,402, SSD 2,495, serta berat jenis semu 2,647 dengan penyerapan air 3,843%. Sedangkan pasir pantai memiliki berat jenis yang relatif sebanding dengan nilai rata-rata berada pada kisaran agregat normal. Selain itu, hasil pengujian mendapati bahwa seluruh agregat yang dipakai memenuhi standar yang disyaratkan sehingga layak diterapkan sebagai bahan penyusun beton. Perbedaan jenis agregat halus memberi pengaruh pada nilai kuat tekan beton yang didapatkan disetiap umur pengujian. Merujuk pada hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa pasir sungai dan pasir pantai bisa digunakan dalam campuran beton normal, namun perlu perlakuan khusus pada pasir pantai untuk meningkatkan kualitas beton yang dihasilkan.
Analisis Kerentanan Struktur Gedung C Rumah Sakit Rujukan Regional Kota Langsa Menggunakan Metode Pushover Analysis MEILANDY PURWANDITO; HAIKAL FAJRI; IRWANSYAH .; MUHAMMAD AGUSSALIM
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.964

Abstract

Abstrak Fenomena gempa merupakan gejala alam yang sangat berpengaruh terhadap bangunan, terutama pada bangunan tinggi. Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kajian penelitian adalah Rumah sakit rujukan regional kota Langsa dengan struktur bangunan 4 lantai dan tinggi 19,25 meter. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kriteria level kinerja struktur dan mengetahui pola keruntuhan bangunan sehingga dapat diketahui joint-joint yang mengalami kerusakan dan kehancuran. Metode analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur dari hasil nilai performance point menggunakan ATC-40 dan nilai target displacement FEMA-356 dan FEMA 440. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan ATC-40 untuk arah-x diperoleh nilai drift aktual sebesar 0,0082 mm berada di level kinerja Immediate occupancy dan untuk arah-y sebesar 0,0072 berada di level kinerja Imediated Occupancy. Sedangkan menurut FEMA 356 dan FEMA 440 drift aktual untuk arah-x sebesar 0,015 yang berada di level kinerja Damage Control, sementara arah-y sebesar 0,037 berada pada level kinerja Life safety. Kata kunci: kerentanan struktur, rumah sakit, gempa, pushover analysis, level kinerja Abstract Earthquake phenomena are natural phenomena that greatly affect buildings, especially tall buildings. The planning of earthquake-resistant building structures is very important in Indonesia, considering that most of the area is located in an earthquake area with moderate to high intensity. The research study was the Langsa city regional hospital with a 4-storey building structure and a height of 19.25 meters. The purpose of this study was to determine the criteria for the level of structural performance and to determine the pattern of building collapse so that the joints that were damaged and destroyed could be identified. The pushover analysis method is one of the methods used to analyze earthquake loads to determine the collapse behavior of structures from the results of performance point values using ATC-40 and displacement target values of FEMA-356 and FEMA 440. The results show that based on ATC-40 for the x-direction the actual drift value of 0.0082 mm is obtained at the Immediate Occupancy and for the y-direction of 0.0072 at the Immediate Occupancy performance level. Meanwhile, according to FEMA 356 and FEMA 440 the actual drift for the x-direction is 0.015 which is at the Damage Control, while the y-direction is 0.037 at the Life safety performance level. Keywords: structure vulnerability, hospital, earthquake, pushover analysis, performance level