Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Appsmash Quizizz dan Artificial Intelligence (AI): Teknologi Gamifikasi Pembelajaran Seru dan Interaktif bagi Kelompok MGMP Kimia Kota Langsa Hasby Hasby; Muhammad Khalil; Nurhafidhah Nurhafidhah; Dona Mustika
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.3590

Abstract

ABSTRACTThe Industrial Revolution 4.0 has created major changes in various sectors, including education, with a focus on combining advanced technologies such as AI and IoT with human innovation. This opens up opportunities for more interactive and personalized learning. However, there are still obstacles in adopting this technology in education. Limited resources with skills in utilizing technology in learning is one of the obstacles that must be overcome. This community service activity aims to provide education and workshops for Langsa City Chemistry MGMP teachers regarding the use of Appsmash Quizzizz and artificial intelligence (AI), so that it is hoped that it can improve teachers' skills in adopting technology in learning. This service activity is in partnership with MGMP Kimia Langsa City, involving 17 teachers. This community service is carried out through providing education and workshops on the use of technology in learning, especially AI and Appmash Quizzizz. During the activity, data was collected using pretest and posttest question instruments, observation sheets, and response sheets as activity evaluation materials. The results of the implementation of this service have had a positive impact by increasing partners' skills in adopting technology, especially AI and Appmash Quizizz with a percentage of >75% in all aspects, which include the introduction of AI (88%), use of hardware (76%), AI-based applications online (81%), AI applications in learning (94%), and AI integrated quizizz (87%). The data also shows that the percentage of partner satisfaction with the implementation of this activity reaches >90%. It is hoped that these skills can be habituated in carrying out learning. So, teachers who have skills in using technology will have an impact on the quality of learning, especially in high schools spread across Langsa City.Keywords: Artificial Intelligence, Chemistry MGMP, Interactive Learning, Quizizz. ABSTRAKRevolusi Industri 4.0 telah menciptakan perubahan besar di berbagai sektor, termasuk pendidikan, dengan fokus pada penggabungan teknologi canggih seperti AI dan IoT dengan inovasi manusia. Hal ini membuka peluang untuk pembelajaran yang lebih interaktif dan personal. Namun, masih ada kendala dalam mengadopsi teknologi ini dalam pendidikan. Terbatasnya sumber daya yang memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu kendala yang harus diatasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan workshop bagi guru MGMP Kimia Kota Langsa terkait penggunaan appsmash quizizz dan artificial intelligence (AI), sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengadopsi teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan MGMP Kimia Kota Langsa, dengan melibatkan 17 orang guru. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pemberian edukasi dan workshop tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya AI dan appmash quizizz. Selama kegiatan berlangsung, dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal pretest dan postest, lembar observasi, dan lembar respon sebagai bahan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan pengabdian ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengadopsi teknologi, khususnya AI dan appmash quizizz dengan persentase >75% pada seluruh aspek, yang meliputi aspek pengenalan AI (88%), penggunaan perangkat keras (76%), aplikasi AI berbasis online (81%), aplikasi AI dalam pembelajaran (94%), dan quizizz terintegrasi AI (87%). Data juga menunjukkan bahwa persentase kepuasan mitra terhadap pelaksanaan kegiatan ini mencapai >90%. Keterampilan ini diharapkan dapat dihabituasikan dalam melaksanakan pembelajaran. Sehingga dengan demikian, guru yang memiliki keterampilan dalam pemanfaatan teknologi akan memberikan dampak pada kualitas pembelajaran, khususnya yang ada di SMA yang tersebar di Kota Langsa. Kata Kunci: Artificial Intelligence, MGMP Kimia, Pembelajaran Interaktif, Quizizz.
SENTRA BUDIDAYA TOGA RIMPANG-RIMPANGAN UNTUK PRODUKSI MINUMAN KESEHATAN PENINGKAT IMUN TUBUH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIKO FATAL COVID-19 Nurhafidhah Nurhafidhah; Teuku Hadi Wibowo Atmaja; Hasby Hasby; Zikriah Zikriah; Nurul Qamari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2811-2815

Abstract

Mengonsumsi minuman kesehatan dari jenis rimpang dapat membantu menghadapi Covid-19 karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Rimpang juga dikenal sebagai tanaman obat keluarga atau disebut TOGA. Jenis-jenis tanaman yang dikategorikan dalam rimpang antara lain temulawak, jahe putih, jahe merah, kunyit, lengkuas dan beberapa jenis lainnya. semua tanaman tersebut memiliki memanfaatkan sebagai pencegahan resiko fatal di tengah pandemi Covid-19. Guna menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat rimpang TOGA, Universitas Samudra (Unsam) Langsa bekerjasama dengan Alumni Pertanian Universitas Syiah Kuala mengadakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini dilakukan di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama. Metode yang digunakan adalah mengedukasi masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan, kemudian monitoring dan evaluasi hasil kegiatan, mensosialisasikan jenis-jenis TOGA gap. Selain itu, menciptakan peluang usaha guna meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengolahnya menjadi produk yang layak jual. Hasil dari kegiatan PKM, masyarakat memiliki pengetahuan tentang budidaya rimpang TOGA yang memiliki manfaat kesehatan bagi masyarakat dan bernilai ekonomi karena terciptanya pusat TOGA jenis rimpang di Gampong.
Virtual Laboratory Media Training at Muhammadiyah Langsa High School in Supporting The Independent Curriculum Hendri Saputra; Nursamsu Nursamsu; Hasby Hasby; Elfrida Elfrida
Unram Journal of Community Service Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v4i3.474

Abstract

Learning media has a very close relationship with the independent curriculum. As a curriculum that gives students the freedom to choose and determine the direction of their learning, an independent curriculum requires appropriate learning media to support and facilitate this freedom. The learning media used in this service activity is virtual laboratory media as a learning media that can be a solution to the problem of learning loss. The aim of this service activity process is to provide an explanation that is presented by presenting material about the importance of technology in learning, introducing examples of technology that can be used in the virtual practicum learning process. To carry out training in creating practical learning media based on simulation and animation media in accordance with the materials contained in science subjects which can be used in online science practicum learning. Carrying out training on creating a YouTube channel to uploading materials and getting YouTube links for materials that have been uploaded on the channel to sharing YouTube links with science teachers through online learning applications used such as Google Classroom. The method used in service activities is the service learning method with 4 activity stages, namely the Investigation Stage, Preparation Stage, Action Stage and Reflection Stage. The results of community service activities at SMA Muhammadiyah Langsa which were given to teachers and students had a positive impact on the use of virtual laboratory media applications to support the Merdeka curriculum