Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

TOKSISITAS EKSTRAK SERAI WANGI TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E Smith) (LEPIDOPTERA ; NOCTUIDAE) HAMA TANAMAN JAGUNG Arum Sekar Wangi; Shahabuddin Saleh; Moh. Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak minyak atsiri Serai wangi (Cymbopogon nardus L) berdasarkan nilai LC50. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi dan 4 ulangan,. Konsentrasi serai wangi yang digunakan yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15% dan 20%. Toksisitas larva (LC50) minyak atsiri serai wangi yaitu berada pada konsentrasi 8.6% dengan mortalitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 20% yang menyebabkan kematian larva hingga 95%. Oleh karena itu, Serai wangi dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.
KEPADATAN POPULASI DAN INTESITAS SERANGAN ( SPODOPTERA FRUGIPERDA J.E.SMITH) (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE) PADA PERTANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI DESA LABUAN PANIMBA KABUPATEN DONGGALA Siti Hartina; Moh Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1733

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama baru keberdaaannya pada pertanaman jagung di wilayah Sulawesi Tengah. Hama ini mulai dilaporkan keberadaannya di Sulawesi Tengah, pada tahun 2019, yang tersebar di Kabupaten Donggala. Tujuan penelitian Memberikan informasi tentang kepadatan populasi dan intensitas serangan larva Spodoptera frugiperda. di desa Labuan Panimba Kabupaten Donggala agar dapat dilakukan pengendalian sejak dini. Metode yang di gunakan adalah Survei. Analisis data Penelitian kepadatan populasi dan intensitas serangan dianalisis menggunakan analisis deskritif kemudian data yang diuji menggunakan program statistik secara komputerisasi excel. Dilaksanakan dilokasi pertanaman jagung petani di Desa Labuan panimba, Kabupaten Donggala dari bulan april sampai dengan juni 2021. Pengamatan Kepadatan Populasi dan intensitas serangan Spodoptera frugiverda. dilakukan pada setiap plot, setiap sub plot diambil hama dan dihitung jumlah daun yang rusak. sebanyak 25 tanaman jagung (5 sub plot x 5 tanaman) .hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi (6,48 %) dan intensitas serangan (46,19 %) paling tinggi berada dilokasi Jalan Sajuma.
KEPADATAN POPULASI DAN POLA SEBARAN HAMA ULAT DAUN KUBIS (Plutella xylostella L.) (LEPIDOPTERA:PLUTELLIDAE) PADA TANAMAN KUBIS DI KECAMATAN TANANTOVEA Nurlia Nurlia; Moh Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1887

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepadatan populasi dan pola sebaran hama ulat daun kubis Plutella xylostella L. pada lahan pertanaman kubis masyarakat. Penelitian ini di laksanakan di lahan pertanaman kubis di dusun Kebun Kopi dan dusun Tanjung Angin di kecamatan tanantovea. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan februari sampai april 2021. Pengamatan dilakukan selama 7 minggu sebanyak 7 kali pengamatan. Pengamatan yang terdiri dari 2 variabel yaitu kepadatan populasi dan pola sebaran. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi tertinggi di dusun kebun kopi terdapat pada minggu keempat dengan nilai rata-rata 5,02 ekor/tanaman, sedangkan kepadatan populasi yang tertinggi di dusun tanjung angin adalah pengamatan kedua dengan nilai rata-rata 5,71 ekor/tanaman. pola sebaran pada lahan kubis di dusun kebun kopi dan dusun tanjung angin adalah pola sebaran acak dengan nilai Ip (derajat Morisita) = 0.
DISEMINASI TEKNOLOGI BIOCHAR DAN BIOURIN UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG LAHAN MARGINAL DI KABUPATEN SIGI Lasmini, Sri Anjar; Hayati, Nur; Tangkesalu, Dance; Toana, Moh. Hibban; Nasir, Burhanuddin Haji; Taiyeb, Asgar
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7777

Abstract

Kelompok tani “Sinar Bahari” di Desa Potoya Kecamatan Dolo sebagai mitra dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini,  beranggotakan  20 orang umumnya adalah petani lahan kering.  Masalah yang dihadapi oleh mitra  adalah kondisi fisik lahan  kering yang kurang subur sehingga produktivitas lahan sangat rendah. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan teknologi usahatani yang sesuai dengan kondisi setempat.  Teknologi yang ditawarkan adalah penggunaan biochar sebagai pembenah tanah dan penggunaan biourin sebagai pupuk organik guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya penggunaan  biochar sebagai bahan pembenah tanah  terutama pada lahan marginal  dan biourin sebagai pupuk organik. Selain itu juga mendampingi kelompok tani mitra membuat dan mengaplikasikan biochar dan biourin di lahan usaha taninya. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot percontohan dan pendampingan kepada masyarakat.  Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui manfaat biochar dan biourin serta trampil dalam mengembangkan dan mengaplikasikan kedua sarana produksi tersebut ke lahan usaha taninya sehingga  lahan marginal dapat difungsikan  secara optimal
DISEMINASI TEKNOLOGI PERAKITAN DAN PENGEMBANGAN PLANT GROWTH PROMOTION RHIZOBACTERIA (PGPR) SEBAGAI BIOFERTILZER, BIOSTIMULANT DAN BIOPROTECTANT lasmini, Sri Anjar; Sulaeman, Sulaeman; Nasir, Burhanuddin; Toana, Moh. Hibban; Idham, Idham; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Yudana, I Kadek
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2351

Abstract

UPT Lembah Palu merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dan sayuran lainnya di Kabupaten Sigi. Para petani UPT Lembah Palu tersebut sangat mengandalkan pestisida dan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian mereka. Bahkan residu pestisida pada ubi bawang yang mereka hasilkan sudah melebihi ambang yang dapat di toleransi. Perilaku para petani tersebut tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam hal budidaya dan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyebarluaskan informasi teknologi perakitan dan aplikasi PGPR sebagai biofertilizer, biostimulant dan bioprotectant agar dapat membantu petani dalam menyediakan saprodi yang murah dan ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot aplikasi teknologi, dan pendampingan. Dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini, kelompok masyarakat yang menjadi mitra yaitu kelompok tani “Usaha Bersama” dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi perakitan PGPR dan selanjutnya dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani mitra tersebut dalam mengaplikasikan PGPR pada pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan terjadinya ditransfer teknologi kepada petani anggota kelompok mitra, ditandai dengan kemampuan mengembangkan PGPR tersebut dan trampil mengaplikasikan ke lahan pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Dengan produk PGPR yang dikembangkan tersebut, petani dapat melepaskan ketergantungan terhadap input bahan kimia sintetis dalam berusaha tani sehingga pendapatan dapat meningkat. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu petani menghasilkan bawang merah dan tanaman sayuran lainnya yang berkualitas, bebas residu pestisida sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian.
Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Toana, Moh. Hibban; Tangkesalu, Dance; Mutmainah, Mutmainah; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur; Yunus, Moh.; Idham, Idham; Wahid, Abd.; Lasmini, Sri Anjar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada  posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor.  Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.
Uji Perlakuan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Kecamatan Witaponda Kabupaten Morowali Hama, Sartia; Toana, Moh. Hibban; Nadine, Nadine
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.2002

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanamaan yang sejak lama dibudidayakan di Indonesia. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia sekitar 1500 SM. Padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan dan peningkatan perekonomian nasional. Salah satu kendala dalam pengembangan komoditas padi adalah rendahnya produktivitas di tingkat petani. Rendahnya produktivitas diikuti oleh rendahnya produksi yang berdampak pada kegiatan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk meningkatkan Produksi Tanaman Padi dan (2) mengetahui berapa konsentrasi yang efektif terhadap aplikasi PGPR untuk meningkatkan Produksi Tanaman Padi di Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Sehingga, terdapat 24 unit percobaan yaitu, tanpa perlakuan (Kontrol/P0), Aplikasi PGPR 20 ml/l/tanaman (P1), Aplikasi PGPR 40 ml/l/tanaman (P2), Aplikasi PGPR 60 ml/l/tanaman (P3), Aplikasi PGPR 80 ml/l/ tanaman (P4) dan Aplikasi PGPR 100 ml/l/tanaman (P5). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa perlakuan P4 memberikan karakter tinggi tanaman, umur berbunga, dan bobot gabah terbaik dengan rerata masing-masing 93.5 cm, 67.00 SHT, dan 34.25 g. Sedangkan, perlakuan P5 menghasilkan karakter jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan panjang malai terbaik dengan rerata masing-masing 21.25 anakan, 24.00 anakan, dan 45.5 cm. Namun, berdasarkan komponen produksi perlakuan P4 terbaik karena dengan aplikasi perlakuan tersebut mampu meningkatkan bobot gabah terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Kepadatan Populasi dan Gejala Serangan Wereng Perut Putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera : Delphacidae) pada Tanaman Jagung Varietas Pertiwi 5 dan Arumba Andika, Nur Syfa Husni; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin; Pasaru, Flora; Toana, Moh. Hibban; Hadid, Abd.
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2175

Abstract

Wereng perut putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera: Delphacidae) merupakan salah satu jenis hama yang ditemukan menyerang tanaman jagung di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri morfologi S. pacificus, mengetahui kepadatan populasi, gejala serangan S. pacificus serta hubungan antara kerapatan trikoma dan populasi S. pacificus pada tanaman jagung Pertiwi 5 dan Arumba. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanaman jagung Desa Labuan Toposo, kab. Donggala dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dimulai pada bulan Juli-November 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan menanam dua varietas jagung yaitu A1=Pertiwi 5 dan A2=Arumba diulang sebanyak 6 kali dan diperoleh 12 unit percobaan. Ciri morfologi eksternal S. pacificus yaitu abdomennya berwarna putih pada betina dan orange pada jantan. Kepadatan populasi S. pacificus tertinggi ditemukan pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 34,83 ekor/plot dan varietas arumba 20,21 ekor/plot. Gejala serangan tertinggi pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 1,87% dan varietas arumba 0,92%. Kepadatan populasi dan gejala serangan pada kedua varietas lebih tinggi ditemukan pada fase vegetatif. Hasil uji korelasi antara kerapatan trikoma dan kepadatan populasi S. pacificus menunjukkan semakin tinggi kerapatan trikoma maka semakin rendah kepadatan populasi S. pacificus.
PENERAPAN BUDIDAYA PADI ORGANIK UNTUK MENGHASILKAN PANGAN YANG SEHAT DAN KEBERLANJUTAN USAHA TANI Toana, Moh. Hibban; Mile, Yuldi; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Haji Nasir, Burhanuddin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1494

Abstract

Organic rice cultivation is a way of growing rice without using inorganic fertilizers and synthetic chemical pesticides. The fertilizer used is organic fertilizer and pest and disease control is carried out using the concept of integrated pest control. The "Tunas Harapan" farmer group, Sejahtera Village, Palolo District, Sigi Regency, with 20 members, is one of the farmer groups active in rice farming activities. The partners' problems in promoting organic rice cultivation are: not being able to prepare organic fertilizer and non-chemical pesticides as needed, and the low productivity of the rice produced. The community service program aims to assist partner farmers in preparing organic production facilities in the form of developing organic fertilizer, developing synthetic non-chemical pesticides made from local raw materials, and improving rice cultivation technology based on organic farming. The method applied is training and technology demonstration. The results of community service show that partners know the techniques for developing local microorganisms as liquid organic fertilizer and utilizing plants that have insecticidal properties as botanical pesticides. The application of liquid organic fertilizer in the organic rice cultivation demonstration plot showed better plant growth compared to without the application of liquid organic fertilizer. The knowledge and skills of participants in implementing organic rice cultivation increased to 45% of farmers who really understand organic rice cultivation technology.