Jolanda Tomasouw
FKIP Universitas Pattimura Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Alamat Korepondensi: Batu Gantung Ganemo No. 17/14 Ambon 97116

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Application of Self Organized Learning Environment (SOLE) Learning Model on Learning Outcomes of German Language Teaching Planning Course Marantika, Juliaans E. R.; Wenno, Eldaa Crystle; Tomasouw, Jolanda
Pattimura Excellence Journal of Language and Culture Vol 2 No 1 (2022): Pattimura Excellence Journal of Language and Culture
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PEJLaC.v2.i1.pp109-116

Abstract

The implementation of Distance Learning (PJJ), carried out at the German Language Education Study Program at Pattimura University, is inseparable from various obstacles that hinder the lecture process, one of which is the learning outcomes obtained by students. This study is quasi-experimental quantitative research, namely One-Group Pretest-Posttest, to test the effect of the application of the Self Organized Learning Environment (SOLE) learning model on student learning outcomes in the German Language Teaching Planning Course. The sample consisted of 30 5th-semester students of the German Language Education Study Program. The instrument used in this study was tests. The results of the data analysis showed that the students’ posttest was higher than the pretest, with an average score (mean) of the pretest = 74.93 and an average score (mean) of the posttest = 89.86. This result means that there is an influence in the application of the SOLE model on the students’ learning outcomes.
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BERDASARKAN KONSTRUKTIVISME SOSIAL MELALUI PENDEKATAN SCAFFOLDING Tomasouw, Jolanda; Marantika, Juliaans E. R.; Maitimu, Cornelia S.; Lestari, Vika
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 1 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol1iss1pp30-35

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di Maluku, sedang disorot oleh banyak ahli. Hal utama yang menjadi fokus adalah menurunnya kualitas pembelajaran di sekolah, yang berdampak pada kualitas dan daya saing siswa di tingkat lokal dan nasional. Berdasarkan apa yang dijelaskan di atas, sistem pembelajaran dan bahan ajar di tingkat sekolah menengah di Ambon perlu ditinjau kembali. Melalui pengembangan bahan ajar bahasa Jerman berdasarkan pendekatan scaffolding, diharapkan prestasi belajar bahasa Jerman siswa SMA akan meningkat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mampu mengembangkan materi Bahasa Jerman untuk Sekolah Menengah Atas di Ambon (2) mencoba kinerja pengajaran menggunakan bahan yang dikembangkan dalam rangka penyempurnaan dan standardisasi Pembelajaran Bahasa Jerman. Materi berdasarkan pendekatan scaffolding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan berdasarkan model ADDIE. Hasil penelitian ini dapat direplikasi oleh semua sekolah menengah atas di Maluku. Hasil yang ingin dicapai serta tindak lanjut dari penelitian ini diharapkan menghasilkan Bahan Ajar Bahasa Jerman Berbasis Scaffolding untuk Sekolah Menengah Atas.
MODEL PEMBIMBINGAN TUTOR SEBAYA MELALUI MODIFIKASI PERLAKU KOGNITIF Kakerissa, Marshallo R.; Tomasouw, Jolanda; Marantika, Juliaans E. R.
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 2 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss1pp74-81

Abstract

Pendampingan dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator penting yang dapat menunjang hasil belajar. Berbicara tentang pendampingan atau pembimbingan bagi tutor sebaya memerlukan pendekatan tersendiri. Keberadaan siswa saat ini sangat tidak stabil dalam arti mereka masih mencari jati diri mereka dan hal itu sangat berpengaruh baik dalam proses belajar mengajar maupun hasil belajar. Dalam pengajaran bahasa asing yakni bahasa Jerman yang diajarkan di sekolah- sekolah merupakan bahasa asing kedua selain bahasa Inggris banyak hal yang ditemui di lapangan. Penguasaan bahasa Jerman siswa masih jauh dari apa yang diharapkan, hanya sebagian siswa yang memiliki kemampaun di atas rata-rata. Hal tersebut disebabkan karena sifat para siswa SMA masih tergolong dalam masa transisi. Pemahaman terhadap remaja akan semakin jelas bila diketahui bahwa adanya kelompok-kelompok yang terdiri dari jenis kelamin yang berbeda baik sekelompok sahabat (cliques), sahabat karib (chums) maupun kelompok gangs (crowds). Oleh karena sekolah dan keluarga akan selalu berhadapan dengan kelompok sebaya. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat ditimbulkan dari kelompok tutor sebaya yang menjurus pada hal-hal negatif maka selaku pendidik akan berusaha dengan berbagai cara untuk membina para remaja dengan melakukan pembimbingan melalui teknik modifikasi perlaku kognitif. Modifikasi perilaku kognitif adalah teknik menggabungkan terapi kognitif dan bentuk modifikasi perilaku individu yang bertindak dalam usaha membangun perilaku adaptif melalui pelajaran keterampilan-keterampilan yang terdapat pada terapi perlakuan khususnya pada mata pelajaran Bahasa Jerman dengan tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku siswa untuk menerima pelajaran dengan baik yang dituntun dalam suatu pendampingan oleh teman sebaya. Dengan demikian diharapkan melalui pengembangan model pembimbingan teman sebaya ini hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dan pengajar juga memiliki panduan atau pedoman yang jelas untuk mengarahkan siswa untuk meningkatkan prestasi mereka.
KAJIAN PUISI JERMAN MELALUI METODE SEMIOTIK Tomasouw, Jolanda
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2011): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v6i2.1454

Abstract

As one type of literature, poetry, the unit called a rhyme, is the most unique genre. The uniqueness is due to all forms of expression that stick out in rhyme. In contrary to other literary works such as short stories, novels, or plays, poems written succinctly in the form of stanza and line. Due to the density of the message to be conveyed in such a confined space, then the choice of words and forms of writing that used very unique and complex elements by accentuating of poetic sense. That means, understanding a poem as a form of literary works the same as dealing with the texts of poems that are strung in a poetic language different with language in general. The uniqueness of the language used in the poem appeared on the use of symbols words that are figurative and the use of a distorted form of writing. Deviation form is for example the accentuation of cutting sentences or lines unreasonably, the use of words and sounds are repetitive, the use of words by imitating certain sounds or the use of meaningful associative words excessively. Modern German poetry lies in the harmony of the poetic elements that build a rhyme. Thus the resulting of rhyme and diction values and its imagery is based on how the elements that form the building of rhyme which is coherent and intact. The process of reading poetry in the context of semiotic dialectic is a process of giving meaning to a text of modern poetry through a text search in order to find the code or semiotic signs.Keywords: Puisi Jerman, Modern, Semiotika
PELATIHAN PENGGUNAAN STRATEGI HÖR-SEHEN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BAGI GURU BAHASA JERMAN DI KOTA AMBON Tomasouw, Jolanda; Marantika, Juliaans E. R.; Wenno, Eldaa Crystle; Noya van Delzen, June Carmen
German für Gesellschaft (J-Gefüge) Vol 3 No 1 (2024): German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgefuege.3.1.1-6

Abstract

Hör-Sehen is a strategy that combines what is heard and what is seen, or what is called an audio-visual technique, making it easier for students to understand the content of the text. This community service aims to prepare teachers through training on the use of the Hör-Sehen strategy for improving text comprehension skills for German language teachers. In addition, this training is very appropriate to be implemented as a strategy to be used by teachers not only in listening skills but as a combination of what is heard and what is seen. Thus, teachers can apply it to the teaching and learning process in the classroom. The PKM activities carried out by the team for German language teachers in Ambon City are expected to help teachers improve students' understanding of German texts.
Paradigma Baru Pendidikan dan Perkembangannya di Era Society 5.0 Marantika, Juliaans; Tomasouw, Jolanda
German für Gesellschaft (J-Gefüge) Vol 3 No 1 (2024): German für Gesellschaft (J-Gefüge)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgefuege.3.1.7-12

Abstract

New Paradigm Learning or Merdeka Curriculum is learning that is oriented towards strengthening competencies and developing characters in accordance with the dimensions of the Pancasila Student Profile. This service aims to facilitate teachers in West Seram Regency to change their way of thinking about education that develops in this society 5.0 era so that the learning process that is built is more innovative and creative and students experience a better transfer of knowledge. The target of the service was 45 teachers from elementary to high school / MA and was carried out at MA Gemba. The activity took place with an interactive lecture model. To measure the achievement of this service activity, information about the satisfaction of the participants following the activity was collected through a questionnaire that was filled out. The results of the questionnaire showed that more than 85% of the participants strongly agree with this activity so that it has an impact on the learning process activities that are more innovative. The hope of the service activity is to conduct workshops to implement all activities.
Hubungan antara Kepribadian dan Penguasaan Kosakata dengan Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Pattimura -, Fitri; Tomasouw, Jolanda; Tamaela, Ida Costansa
J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht Vol 4 No 1 (2024): J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/J-EDu.4.1.44-51

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui hubungan antara kepribadian dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman; 2) mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman; 3) mengetahui hubungan antara kepribadian dan penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman mahasiswa. Tipe penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dilaksanakan pada bulan Oktober- Desember 2023 dengan jumlah sampel 15 responden. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah produktive Sprechfertigkeit A2.2 pada Prodi Pendidikan Bahasa Jerman, universitas Pattimura dengan menggunakan teknik random sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel kepribadian dan penguasaan kosakata sebagai variabel bebas dan keterampilan berbicara bahasa Jerman sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data dilakukan tes keterampilan berbicara bahasa Jerman yang terstandarisasi GeR (Gemeinsamer europäischer Referenzrahmen) dan tes penguasaan kosakata pada level kebahasaan A2. Data kepribadian dikumpulkan melalui kuesioner. Persyaratan analisis statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas dan liniearitas. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan uji korelasi ganda menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan 1) adanya hubungan signifikan antara kepribadian dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman, diperoleh nilai p= 0,011 dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dan koefisien korelasi r sebesar 0,632; 2) adanya hubungan signifikan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman yang ditandai dengan nilai koefisien korelasi r = 0,623 dan nilai p= 0,013; 3) adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kepribadian dan penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara bahasa Jerman, dimana nilai sig. F change sebesar 0,015 sehingga nilai sig. F change < 0,05 dan R = 0,711.
Pendekatan Pembelajaran Culture Responsive Teaching (CRT) Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Marantika, Juliaans; Tomasouw, Jolanda
J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht Vol 4 No 1 (2024): J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/J-EDu.4.1.1-9

Abstract

Research on the Culture Responsive Teaching (CRT) learning approach aims to ensure that in the learning process the educators or teachers focus not only on improving students' learning achievements, but also on helping students accept and strengthen their cultural identity. This research is semi-qualitative research with the research subjects being students of the German Department with 20 respondents . In this research it is used Integration of CRT aspects in learning among others Content Integration, facilitating Knowledge construction, Prejudice Reduction, Social Justice and Academic Development. As instruments used were questionnaires and interviews. The research results show that students have a high tendency towards the facilitating Knowledge construction aspect with a score of 95%, followed by other aspects, namely Prejudice Reduction (94%), Academic Development (92), Content Integration (89), Social Justice (89). It means that cultural elements are very important in the learning process because they can help students understand reading texts well, because teachers can provide explanations using local culture. So it can be concluded that this CRT approach needs to be applied at various levels of education
REALIZATION OF PANCASILA STUDENT PROFILE AT SMA NEGERI 2 AMBON AND ITS IMPACT ON STUDENTS' NATIONAL IDENTITY IN 21ST CENTURY EDUCATION Sainfalak, Mayo; Marantika, Juliaans E. R.; Tomasouw, Jolanda
J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht Vol 4 No 1 (2024): J-EDu: Journal - Erfolgreicher Deutschunterricht
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/J-EDu.4.1.17-23

Abstract

This research aims to describe the embodiment of the Pancasila student profile at SMA Negeri 2 Ambon in the context of 21st century education, as well as describe the impact of the Pancasila student profile on the national identity of students at SMA Negeri 2 Ambon in the educational era of the 21st century. The research method used in this research is a qualitative method. This method involves collecting descriptive and interpretive data, such as observation, interviews, and document analysis. The research results show that the profile of Pancasila students at SMA Negeri 2 Ambon reflects the school's commitment to producing individuals who are not only academically intelligent, but also have high national awareness, relevant 21st century skills, and a passion to contribute to building a better society. Good. The positive impact seen in students' national identity, such as strengthening national identity, forming a strong nationalist character, increasing multicultural awareness, readiness to face global challenges, and forming quality future leaders, shows that the implementation of Pancasila values has great relevance in responding to the demands of 21st century education. This research provides an important contribution to our understanding of the manifestation of the Pancasila student profile at SMA Negeri 2 Ambon and its impact on the national identity of students in 21st century education. The findings from this research can be a basis for developing more effective educational strategies and policies in the future, as well as providing inspiration for other schools in strengthening the realization of the Pancasila student profile at SMA Negeri 2 Ambon and its impact on the national identity of students in 20th century education. -21.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Kahoot terhadap Penguasaan Strukturen Und Wortschatz Mahasiswa Bahasa Jerman Marantika, Juliaans E. R.; Matulessy, Biancha Elizabeth; Apituley, Patresia Silvana; Tomasouw, Jolanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Kahoot terhadap penguasaan struktur dan kosakata mahasiswa pada mata kuliah Strukturen und Wortschatz Aufbaustufe A.1. Kahoot adalah salah satu aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk melatih keterampilan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP Universitas Pattimura dengan menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data pre-test dan post-test. Responden adalah  mahasiswa bahasa Jerman semester 1 tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 15 orang yang dipilih secara random. Hasil penelitian menunjukan bahwa  terdapat peningkatan nilai rata-rata mahasiswa dari 38,67 untuk nilai pre-test menjadi 61,00 untuk post-test setelah mendapat perlakuan dengan menggunakan aplikasi Kahoot sedangkan nilai rata rata adalah 22,33. Dengan demikian hasil penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi Kahoot dapat membantu mahasiswa menguasai materi dengan suasana proses belajar yang interaktif, kompetitif dan menyenangkan serta mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa untuk mempunyai semangat belajar mandiri dan kolaboratif.