Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Social Stigma And Treatment Adherence Among People Living With Tbc–Hiv Coinfection: A Study At Jayapura Regional Hospital Dwi Kartika Jayanti; Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52781

Abstract

Orang dengan Koinfeksi TBC–HIV sering mengalami stigma sosial, yang dapat menyebabkan isolasi sosial dan kepatuhan pengobatan yang rendah. Kepatuhan sangat penting untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stigma sosial dengan tingkat kepatuhan pengobatan orang dengan TBC-HIV di RSUD Jayapura. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 Orang dengan TBC-HIV yang dipilih secara total sampling, dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di Poliklinik TBC-HIV RSU Jayapura. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 26–35 tahun (44,1%), laki-laki (76,5%), berpendidikan SMA (64,7%), tidak bekerja (55,9%), dan berstatus ekonomi rendah (91,2%). Sebagian besar beretnis Papua (76,5%) dan mengalami sakit <6 bulan (61,8%). Sebesar 58,8% responden mengalami stigma yang tinggi, dan 47,1%, 23,5%, serta 29,4% menunjukkan tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah, sedang, dan tinggi. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan stigma sosial dan kepatuhan pengobatan (p=0,043, α<0,05). Tingkat stigma sosial yang tinggi secara signifikan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan yang rendah. Peran aktif perawat sangat penting dalam memberikan edukasi, konseling dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pengobatan.
Peer Support, Stigma dan Kesehatan Mental: Studi Tentang Dampak Psikologis Pada Orang Dengan Koinfeksi TB-HIV di RSU Jayapura Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto; Alfian Bayu Indrawan; Alini Alini; Dwi Kartika Jayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55204

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan koinfeksi TB-HIV yang menimbulkan kondisi klinis kompleks serta memperberat perjalanan penyakit akibat pengobatan jangka panjang, efek samping obat, dan ketidakpatuhan terapi. Selain tantangan klinis, OD-TB/HIV juga menghadapi beban psikososial yang signifikan, terutama stigma, yang berdampak pada kesehatan mental. Peer support berpotensi mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peer support dan stigma dengan kesehatan mental OD-TB/HIV melalui desain kuantitatif korelasional cross-sectional di RSU Jayapura. Sampel terdiri dari 35 OD-TB/HIV yang menjalani pengobatan, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi, stigma TB dan HIV, serta SRQ-20, yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan OD-TB/HIV didominasi oleh laki-laki, berusia dewasa awal, ekonomi rendah, pendidikan menengah dengan lama pengobatan 3-6 bulan. Dukungan teman sebaya yang kurang optimal serta tingginya stigma TB dan HIV berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental pada OD-TB/HIV. Dukungan sebaya berperan sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental, sedangkan stigma TB dan HIV menjadi faktor risiko yang memperburuk kondisi psikologis. Penguatan program peer support dan integrasi skrining kesehatan mental perlu menjadi bagian dari layanan komprehensif TB-HIV untuk meningkatkan kualitas hidup OD-TB/HIV.
“BESTIE”: PROGRAM DUKUNGAN TEMAN SEBAYA PADA ORANG DENGAN TUBERKOLOSIS RESISTAN OBAT (ODTBC-RO) DI RSU JAYAPURA Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto; Alfian Bayu Indrawan; Lisa Hindom
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57075

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia, di mana Indonesia tercatat sebagai negara dengan beban TBC terbesar kedua. Kondisi ini semakin diperburuk oleh meningkatnya kasus TBC Resistan Obat (TBC-RO). Terdapat peningkatan kasus TBC-RO di RSU Jayapura dalam beberapa tahun terakhir, dengan angka kepatuhan pengobatan yang masih rendah. Dukungan yang diperoleh dari teman sebaya merupakan salah satu faktor penting dalam pengobatan TBC-RO. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Orang dengan TBC-RO (ODTBC-RO) sebagai pendukung dalam memberikan edukasi, motivasi, semangat guna meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup ODTBC-RO. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, simulasi dalam kelompok dan evaluasi pre-post test. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon.  Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah adanya peningkatan nilai post-test dan aktivitas partisipatif >75%. Hasil pengabdian menunjukan terdapat perbedaan pengetahuan ODTBC-RO tentang dukungan teman sebaya sebelum dan sesudah dilakukan edukasi (ρ= 0.001) dengan peningkatan pengetahuan dalam kategori sedang (Rerata N-Gain: 0.53). Selain itu, hasil observasi aktivitas partisipasi peserta menunjukan 95%.
Penerapan Science of Hydration untuk Mewujudkan Green Hydration dan Optimalisasi Performa Atlet Muda di Sekolah Khusus Olahraga Papua Evi Sinaga; Eva Sinaga; Zainal Widyanto; Juliant Salsabillah Nugroho; Christhina Makmar Mahuse
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i2.5222

Abstract

Atlet muda merupakan salah satu kelompok rentan dehidrasi, dehidrasi merupkan permasalahan klasik dan sering tidak disadari. Dampak dari dehidrasi pada atlet menyebabkan kelelahan, heat stroke, penurunan koordinasi, keseimbangan tubuh dan fokus hingga dapat menyebabkan cidera. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet muda tentang pencegahan dan penanganan dehidrasi dengan konsep green hydration serta pemantauan status hidrasi. Lebih jauh meningkatkan kesehatan dan performa atlet SKO. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari rangkaian kegiatan yang terdiri dari edukasi dan pelatihan dengan pretest dan postest, penerapan IPTEKS, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Sebanyak 23 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini menunjukan meskipun tidak signifikan, terdapat perbedaan pengetahuan peserta edukasi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan dehidrasi dengan konsep “green hydration” sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan pelatihan (t hit < t tabel). Peningkatan pengetahuan hidrasi peserta kegiatan dalam kategori sedang (Rerata N-Gain = 0,67), sedangkan secara khusus untuk konsep green hydration juga dalam kategori sedang (rerata N-Gain = 0.52). Komunikasi yang intensif dengan mitra penting untuk menjaga komitmen keberlanjutan program ini yang pada akhirnya terwujud atlet yang terhidrasi optimal, sehat, berprestasi serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hipertensi di Gmahk Jemaat Kolayinuk Yunita Kristina; Fransisca B.B; Korinus Suweni; Eva Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.13998

Abstract

ABSTRAK Kasus Hipertensi di Papua menduduki posisi terendah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah 11.893 kasus (Rikesdas Provinsi Papua, 2018). Hasil observasi di GMAHK JEMAAT KOLAYINUK masyarakat suka mengkonsumsi makanan berlemak seperti olahan daging merah, dan masyarakat kurang berolahraga. Ada10 orang ketika diwawancarai mengatakan mengalami hipertensi. Tujuan : Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di masyarakat. Eksperimen, pendekatan Pre-experimental design dengan One group pretest- posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pre testmasyarakat memiliki Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 72,9 %. Post test masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dengan variable akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di Masyarakat. Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hypertensi Di GMAHK sangat dibutuhkan masyarakatuntuk membantu mereka agar dapat merawat keluarga Hypertensi dan dapat melakukan pencegahan Hypertensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Penecegahan Hypertensi, Koya Kosso.   ABSTRACT Hypertension cases in Papua occupy the lowest position of the 33 provinces in Indonesia with a total of 11,893 cases (Rikesdas Papua Province, 2018). The results of observations at GMAHK KOLAYINUK CONGREGATION, people like to consume fatty foods such as processed red meat, and people do not exercise enough. There were 10 people when interviewed who said they had hypertension. Increase knowledge about preventing hypertension in the community. Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Results: In the pre-test, the majority of people had less knowledge, as much as 72.9%. Post test, the community has 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, shows that there is a significant difference between the initial variable and the final variable, meaning that the pretest and posttest show a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about preventing hypertension in the community. Health Education in the Context of Preventing Hypertension at GMAHK is really needed by the community to help them be able to care for their families with Hypertension and be able to prevent Hypertension. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension Prevention, Koya Kosso.