Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Adaptasi Morfologi dan Fisiologi Bibit Kopi di Dataran Rendah Rini Sulistiani; Wan Arfiani Barus; Sri Utami; Rony Alparizi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16629

Abstract

Kemampuan daya adaptasi antara kopi Arabika dan Robusta akan mengalami perubahan dan cenderung menurun bila ditanam dataran rendah. Hal ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi, sehingga perlu penanganan dan pengelolaan budidaya tanaman secara tepat agar produksi biji kopi tetap stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya adaptasi tanaman kopi dengan memberikan perlakuan untuk mendukung pertumbuhan bibit agar mampu menyesuaikan diri ketika ditanam dataran rendah. Penelitian menggunakan rancangan Split Split Plot Design dengan Petak Utamanya adalah varietas (Arabika Ateng Super dan Robusta Lampung). Faktor anak petaknya adalah POC limbah tahu (0, 100, 200, dan 300 ml/L). Faktor anak-anak petaknya NPK majemuk (0, 9, 18, dan 27 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati, morfologi daun, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah tanaman, kandungan klorofil pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Hasil analisis data dengan Analisis of Variance, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan varietas, Nitrogen dan limbah tahu berpengaruh nyata pada parameter yang diamati. Secara umum Robusta dan Arabika mampu beradaptasi pada saat pembibitan di dataran rendah. Arabika dapat menjadi pilihan bibit yang dikembangkan karena memiliki kadar klorofil daun lebih banyak walaupun tanpa pemberian pemupukan NPK. Limbah tahu dengan konsentrasi 300 ml/L dapat meningkatkan jumlah dan luas daun serta kadar klorofil.
THE GROWTH RESPONSE AND YIELD OF WHITE EGGPLANT (Solanum melongena L.) TO THE APPLICATION OF CORN COB BOKASHI AND LIQUID ORGANIC FERTILIZER OF TEMPEH WASTE Priatmojo, Tito; Sulistiani, Rini; Julia, Hilda
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.644

Abstract

White eggplant is a horticultural commodity that is widely distributed and consumed in Indonesia. It is included in hybrid varieties that have nutrients such as vitamins, calcium, phosphorus and fat. This study aims to obtain the maximum dose of corn cob bokashi and concentration of tempeh waste Liquid Organic Fertilizer (LOF) to increase the growth and yield of white eggplant (Solanum melongena L.). This study used a Randomized Block Design consisting of two factors, namely corn cob bokashi and LOF tempeh waste. Corn cob bokashi consists of levels: 0, 60, 90 and 120 g/plant. While for LOF tempeh waste consists of levels: 0, 250, 500 and 750 ml/polybag. The parameters observed were plant height, stem diameter, fruit diameter, number of fruits per plot, and fruit weight per plot. Observational data were analyzed using an analysis of variance and followed by a difference of means test according to Duncan's Multiple Range Test at p<0.05. The interaction of corn cob bokashi and tempeh waste LOF had no significant effect on all parameters. The recommended application of corn cob bokashi is 60 g/plant and LOF tempeh waste as much as 300 ml/polybag to obtain the optimum weight of eggplant fruit.
Differences in Growth and Yield of Moringa Oleifera Leaves by Immersing Seeds and Variations of Planting Medium Sulistiani, Rini; Surianto, Surianto; Novita, Aisar; Siregar, Sasmita; Rasyidi, Ahmad Fadhillah
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 3 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i3.3440

Abstract

Seeds are generally used for moringa cultivation. However, the seeds produced have a fairly hard seed coat, thus affecting germination and seed vigor. The research by immersing seeds with plant growth regulators (PGR) and a comparison of the composition of planting medium need experimentation to get the maximum PGR concentration and the right composition of the planting medium to grow. The study was conducted using a Split Plot Design with the main plots PGR consisting of Z1 (freshwater), Z2 (Coconut liquid), and Z3 (GA3). The subplot is Plant Medium consisting of M1 (soil: sand: manure-1:1:2); M2 (soil: sand: manure-1:2:1); M3 (soil: sand: manure-2:1:1). Data were examined by Analysis of Variance and continued by DMRT at α 5%. The results of the analysis showed that PGR had a significant effect on plant height, stem diameter, and root length. The composition of the planting medium caused significant differences in plant height, stem diameter, number of leaves, and fresh and dry leaf weight. The interaction between the planting medium and PGR caused differences in stem diameter at 2 and 8 weeks after planting. The recommended PGR treatment is freshwater for longer roots and taller plants. M1 planting media produced the most number and weight of leaves. The combination treatment of Z3M2 produces the largest stem diameter.
Berpartisipasi Dalam Aksi Penanaman Pohon Dan Susur Sungai Belawan Ketaren, Bunga Raya; Novita, Aisar; Triyanti, Vitri Renny; Lubis, Efrida; Julia, Hilda; Sulistiani, Rini; Munar, Asritanarni; Cemda, abdul Rahman; Tarigan, Dafni Mawar; Barus, Wan Arfiani
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v6i2.18769

Abstract

Menanam pohon dilakukan dalam bentuk kepedulian manusia terhadap bumi yang akan memberikan kesejahteraan yang baik bagi manusia. Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sumatera Utara (SUMUT), Forum Alumni HMIwati (Forhati) SUMUT, Forum DAS, Kelompok Konservasi, Pecinta Alam, Pelajar dan Warga Masyarakat melakukan aksi penanaman pohon di sekitar pinggir sungai dan melakukan susur sungai. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memperbaiki lingkungan hidup yang sehat, memperbaiki fungsi hutan, mencegah erosi, memperbaiki kualitas udara. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Jl. PDAM Tirtanadi Gg. Lembah Berkah, Sunggal, Medan, Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode terjun langsung kelapagan berbaur dengan masyarakat. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian masyarakat ini berupa penanaman pohon didaerah pinggir Sungai Belawan dan Penyusuran sungai Belawan. Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat diseputaran pinggiran Sungai Belawan.
COMPARATIVE STUDY ON YIELD OF EDIBLE LOCAL MUSHROOM USING DIFFERENT CARRIERS OF SPAWN Sulistiani, Rini; Hakim, Juanda; Khulidin, Khairul Asfamawi; Othman, Abu Bakar
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i1.799

Abstract

Spawn quality is an important factor that affects the final yield in mushroom production. As most mushroom spawns are in the form of cereals, wheat grain, sorghum and corn seeds that are used as a carrier for growth of mushroom mycelium. Inoculation of the grain spawn into media bags is an essential process. This inoculation process requires skill and focus to avoid contamination and wastage of time and material. Pellet spawn can be made by using sawdust, rice straw or wood (dowel) as carrier. This makes it simple to hold and inoculate due to its firm form instead of using grain spawn. Strains of selected edible mushrooms such as Pleurotus pulmonaris, Pleurotus florida and Schizophyllum commune are cultivated with wood pellet for mycelia colonisation. Mycelium colonisation on pellet (pellet spawn) is used for inoculation into substrate bag. The cost of pellet spawn production is 30% cheaper in mass production instead of grain spawn. The inoculation of pellet spawn into mushroom bag substrate are relatively easier and faster compared to use of grain spawn. Moreover, innoculation time on each bag could be reduced up to 40% compared with the conventional method. The production and use of pellet spawn among mushroom growers are still rare. Due to this, the use of pellet spawn is seen as an easy innoculation alternative, efficient and practical to mushroom growers.
Seleksi Bacillus sp. sebagai Penambat NPK dan Menghambat Aktivitas Jamur Hasibuan, Etti Suriani; Sulistiani, Rini; Haron, Farah Farhanah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21533

Abstract

Penyakit layu bakteri, terutama yang disebabkan oleh Fusarium solanum, telah menjadi ancaman serius bagi petani di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium solanum pada tanaman sulit dikendalikan yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi spesies bakteri Bacillus terpilih (bakteri cereus, bakteri megaterium, dan bakteri licheniformis) sebagai agen pengendali hayati untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan aktivitas antijamur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah uji antagonis yaitu diameter jamur, radius dan zona hambat. Parameter uji antijamur yaitu diameter jamur pada media. Parameter untuk uji kemampuan pertumbuhan tanaman yaitu pertumbuhan ketiga bakteri. Analisis data menggunakan uji Tukey sistem SAS. Melalui uji kultur ganda, ditemukan bahwa semua spesies Bacillus terpilih mampu menghambat pertumbuhan Fusarium solanum. Selain itu, uji produksi senyawa volatil menunjukkan bahwa Bacillus sp. menghasilkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Selanjutnya, uji kemampuan pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Bacillus sp. memiliki kemampuan untuk memperbaiki nitrogen, melarutkan fosfat, dan kalium. Temuan ini menunjukkan bahwa Bacillus sp. terpilih memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan untuk mengelola layu bakteri pada tanaman dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.