Abstract: This community service program aimed to enhance the productivity and managerial skills of traditional duck farmers in Karanggintung Village, Banyumas Regency, specifically targeting the Mutiara Bir" Farmer Group, by transitioning to an intensive rearing system. The program utilized a participatory approach implemented in five structured stages: (1) socialization and problem identification, (2) production and business management training, (3) implementation of battery cage technology, (4) intensive mentoring, and (5) sustainability evaluation. The results showed a significant increase in partners' competence, evidenced by higher post-test scores (60-85) compared to pre-test scores (35-70). The implementation of battery cage technology successfully increased the average daily egg production from 75% (traditional system) to 81% (intensive system). Furthermore, egg hygiene improved, egg breakage rates decreased, and farmers were able to apply data-based business management. This program demonstrates that modernizing the housing system effectively improves the income and sustainability of rural duck farming enterprises.Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keterampilan manajerial peternak itik tradisional di Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas, khususnya pada Kelompok Tani Bebek Mutiara Biru, melalui transisi ke sistem pemeliharaan intensif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif yang dilakukan dalam lima tahapan terstruktur: (1) sosialisasi dan identifikasi masalah, (2) pelatihan manajemen produksi dan bisnis, (3) implementasi teknologi kandang baterai, (4) pendampingan intensif, dan (5) evaluasi keberlanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi mitra yang signifikan, terlihat dari skor post-test (60-85) yang lebih tinggi dibandingkan pre-test (35-70). Penerapan teknologi kandang baterai berhasil meningkatkan rata-rata produksi telur harian dari 75% (sistem tradisional) menjadi 81% (sistem intensif). Selain itu, kualitas telur menjadi lebih higienis, tingkat kerusakan telur menurun, dan peternak mampu menerapkan manajemen usaha berbasis data. Program ini membuktikan bahwa modernisasi sistem kandang efektif meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha ternak itik pedesaan.