Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROFIL DAN KARAKTERISTIK PETERNAK KAMBING DI LERENG PEGUNUNGAN KARST GOMBONG – JAWA TENGAH Doso Sarwanto Sari Eko Tuswati
AGRONOMIKA Vol 12 No 02 (2017): AGRONOMIKA Vol. 12 No. 2 Agustus 2017 – Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji profil dan karakteristik peternak kambing di lereng pegunungan karst Gombong Jawa Tengah dalam usahanya mengembangkan ternak kambing. Penelitian mengambil lokasi di Desa Kalisari Kecamatan Rowokele (ketinggian wilayah >100 m dpl) dan Desa Redisari Kecamatan Rowokele  (ketinggian wilayah <100 m dpl). Metode yang digunakan adalah  metode survey dengan pengambilan sampel responden dilakukan secara acak terhadap 50 peternak kambing disetiap desa terpilih. Variabel yang diamati meliputi profil peternak kambing (umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman beternak, jumlah kepemilikan kambing) dan karakteristik peternak kambing (sikap terhadap teknologi hijauan pakan).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan ketinggian >100 m dpl mempunyai potensi lebih tinggi dibandingkan wilayah dengan ketinggian <100 m dpl untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha ternak kambing di lereng pegunungan karst Gombong – Jawa Tengah
SOSIALISASI dan PRAKTEK PEMBUATAN POC (PUPUK ORGANIK CAIR) URIN KAMBING DAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ECO ENZIM Nurnaningsih, Wida; Supranoto, Supranoto; Herijanto , Soegeng; Tuswati, Sari Eko
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.336

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakandi Aula Desa Klenggenrejo, Kec. Klirong Kab. Kebumen dengansasaran anggota Kelompok Wanita Ternak (KWT) Desa Klenggenrejo,Kec. Klirong Kab. Kebumen. Tujuan dari kegiatan ini untukmemberikan wawasan dan informasi kepada anggota KWT tentangpemanfaatan dan pengelolaan limbah usaha ternak dan limbah organicrumah tangga, sehingga dapat terjalin kesinambungan usaha peternakanmelalui peran KWT. Metode kegiatan pengabdian dilakukan denganpemberian materi secara langsung, interaktif dan dilanjutkan denganpraktek pembuatan POC dan Eco Enzim.
TEKNIK PENGOMPOSAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMAN DURIAN DI DESA KARANGSALAM, KEMRANJEN, BANYUMAS Sarwanto, Doso; Tuswati , Sari Eko; Putera , Radita Dwi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.356

Abstract

Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas merupakan wilayah perbukitan dengan ketingian wilayah diatas 200 mdpl dikenal sebagai penghasil durian Bawor yang buahnya memiliki daging tebal berwarna oranye, rasa manis legit, agak pahit dan biji kecil. Perkembangan tanaman durian yang semakin pesat maka diperlukan perawatan yang lebih intensif dengan menjaga kesuburan tanah. Selain pupuk NPK, tanaman durian Bawor membutuhkan lebih dari 100 kg pupuk organik setiap tahunnya. Kompos dari limbah ternak merupakan pupuk organik terbaik untuk meningkatkan produktivitas tanaman durian Bawor di Desa Karangsalam. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) yaitu pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pengomposan limbah ternak yang diikuti oleh peternak dan petani durian Desa Karangsalam. Materi yang digunakan adalah limbah ternak yang terdiri dari kotoran kambing dan sapi ditambah dengan bakteri tambahan dari EM4. Semua bahan dicampur merata, selanjutnya ditutup rapat menggunakan terpal plastik, proses pengomposan berlangsung dalam 4 minggu. Hasil kompos yang diperoleh cukup bagus dengan tekstur cukup remah dengan warna kehitaman dan bau kompos.
ARAH PENELITIAN PERUBAHAN IKLIM PADA PRODUKSI TERNAK: ANALISIS BIBLIOMETRIK Supranoto, Supranoto; Sukmaningsih, Tri; Herijanto, Soegeng; Tuswati, Sari Eko; Setyaningrum, Nuning
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1073

Abstract

Analisis bibliometrik tentang penelitian perubahan iklim dalam produksi ternak menyoroti pentingnya memahami dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak dan perlunya strategi adaptasi. Analisis mengkaji tren dan arah penelitian selama dua dekade terakhir dari tahun 2003 sampai 2022. Studi mengidentifikasi fokus penelitian, produktivitas publikasi, dan kesenjangan dalam penelitian. Metodologi yang digunakan adalah mencari artikel yang diekstraksi dan dibangun pada platform Scopus. Pencarian data diperoleh menggunakan program Harzing’s Publish or Perish (PoP).  Kata kunci yang digunakan adalah “climate change” OR “climate changes” AND “livestock production”. Hasil pencarian disimpan dalam format RIS/Refmanager dan format CVS, untuk selanjutnya dataset ditarik menggunakan program Mendeley Desktop, Excel, dan VOSviewer 1.6.19. untuk dianalisis. Hasil analisis bibliometrik pengaruh perubahan iklim terdapat produksi ternak didapatkan 973 artikel,  2.653 kata kunci yang membentuk 10 klaster tema artikel. “Climate Change” merupakan jurnal yang banyak mempublikasikan artikel perubahan iklim kaitannya dengan produksi ternak. Beberapa jurnal yang berpengaruh adalah "Climate Change," "Animals," "Animal Production Science," dan "Livestock Research for Rural Development." Artikel-artikel yang banyak disitasi membahas tentang metodologi penilaian dampak lingkungan, dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak, dan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Penelitian tentang perubahan iklim dan produksi ternak, memunculkan novelty atau kebaruan untuk arah penelitian baru di masa yang akan datang.
INDEKS REPRODUKSI INDUK PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA DI DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS Putri, Zakia Amalia; Tuswati, Sari Eko; Nurasih, Wida
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Indeks Reproduksi Pada Induk Kambing Peranakan Etawa di Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas” telah dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai tanggal 04 Juli 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks reproduksi pada induk kambing Peranakan Etawa di Desa Gumelar. Materi penelitian yang digunakan adalah 31 indukan kambing Peranakan Etawa yang sudah beranak minimal dua kali. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu survey dengan melakukan wawancara kepada para peternak kambing Peranakan Etawa di Desa Gumelar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan empat parameter yaitu litter size, mortalitas pra sapih, selang beranak dan indeks reproduksi induk (laju reproduksi induk). Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa rata-rata litter size induk kambing peranakan etawa di desa Gumelar sebesar 1,89 ekor, mortalitas pra sapih sebesar 23,63 persen, rataan selang beranak 11,86 bulan dan nilai indeks reproduksi induk 2,83 ekor anak sapih/induk/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan reproduksi induk kambing Peranakan Etawa di Desa Gumelar sudah cukup ideal, namun perlu adanya perbaikan dan perhatian pada mortalitas pra sapih karena rata-rata yang didapatkan tinggi.
INDEKS REPRODUKSI INDUK PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA DI DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS Putri, Zakia Amalia; Tuswati, Sari Eko; Nurasih, Wida
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BOBOT BADAN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) JANTAN DENGAN BEBERAPA METODE PENGUKURAN DI PASAR HEWAN PETAMBAKAN KABUPATEN BANJARNEGARA Rudi Salam; Sulistyaningtyas; Fany Dwi Evadewi; Sari Eko Tuswati; Hasan Haren
MEDIA PETERNAKAN Vol. 26 No. 1 (2024): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan. Unwiku, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/mp.v26i1.19

Abstract

Research with the title "Body Weight of Male Ongole Crossbreed (PO) Cattle Using Several Measurement Methods at the Farm Animal Market, Banjarnegara Regency" was carried out on September 12, 2023. The aim of this research was to test the accuracy of the school and winter formulas compared with the weight of digital scales. The research was carried out using a survey method; the material used was 35 male Ongole crossbreed cattle aged ± 2 years. The parameters observed include body weight, chest circumference, and body length. Data analysis was carried out using the z test. The results of the research show that the calculated Z value between the Schoorl formula and digital scales is greater than the T table value (t0.05), namely (z = 2.05 > t0.05 = 1.65). This shows that there is a significant difference between the results of Schoorl's formula calculation of body weight on scales. The calculated Z value between the Winter formula and digital scales is greater than the T table value (t0.01), namely (z= 3.86 > t0.01 = 2.58). This shows that there is a very significant difference between the calculation results of the Winter formula and body weight on the scale. Of the two formulas, the most effective one used to estimate the body weight of Ongole crossbreed cattle (PO) is the Winter formula compared to the Schoorl formula.
Resolusi Kandang Baterai untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Itik Tradisional Melalui Pemeliharaan Intensif Supranoto, Supranoto; Suryoto, Suryoto; Tuswati, Sari Eko
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.35523

Abstract

Abstract:  This community service program aimed to enhance the productivity and managerial skills of traditional duck farmers in Karanggintung Village, Banyumas Regency, specifically targeting the Mutiara Bir" Farmer Group, by transitioning to an intensive rearing system. The program utilized a participatory approach implemented in five structured stages: (1) socialization and problem identification, (2) production and business management training, (3) implementation of battery cage technology, (4) intensive mentoring, and (5) sustainability evaluation. The results showed a significant increase in partners' competence, evidenced by higher post-test scores (60-85) compared to pre-test scores (35-70). The implementation of battery cage technology successfully increased the average daily egg production from 75% (traditional system) to 81% (intensive system). Furthermore, egg hygiene improved, egg breakage rates decreased, and farmers were able to apply data-based business management. This program demonstrates that modernizing the housing system effectively improves the income and sustainability of rural duck farming enterprises.Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keterampilan manajerial peternak itik tradisional di Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas, khususnya pada Kelompok Tani Bebek Mutiara Biru, melalui transisi ke sistem pemeliharaan intensif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif yang dilakukan dalam lima tahapan terstruktur: (1) sosialisasi dan identifikasi masalah, (2) pelatihan manajemen produksi dan bisnis, (3) implementasi teknologi kandang baterai, (4) pendampingan intensif, dan (5) evaluasi keberlanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi mitra yang signifikan, terlihat dari skor post-test (60-85) yang lebih tinggi dibandingkan pre-test (35-70). Penerapan teknologi kandang baterai berhasil meningkatkan rata-rata produksi telur harian dari 75% (sistem tradisional) menjadi 81% (sistem intensif). Selain itu, kualitas telur menjadi lebih higienis, tingkat kerusakan telur menurun, dan peternak mampu menerapkan manajemen usaha berbasis data. Program ini membuktikan bahwa modernisasi sistem kandang efektif meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha ternak itik pedesaan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, KONVERSI PAKAN, PALATABILITAS DAN MORTALITAS BURUNG PUYUH FASE GROWER Nurnaningsih, Wida; Tuswati, Sari Eko; Sukmaningsih, Tri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan, palatabilitas, dan mortalitas burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) fase grower hingga layer. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dosis tepung maggot: P0 (0%), P1 (8%), P2 (16%), dan P3 (24%), dengan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan (PBB), konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), palatabilitas, dan angka mortalitas. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung maggot BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan PBB dan penurunan nilai FCR, di mana level 8% sudah memberikan hasil yang optimal secara signifikan. Pada parameter palatabilitas, terjadi penurunan yang sangat nyata (P<0,01) pada fase grower akibat proses adaptasi, namun tidak berpengaruh nyata pada fase layer. Sementara itu, angka mortalitas tetap rendah (0-3,33%) dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,05), mengindikasikan bahwa tepung maggot aman digunakan hingga level 24%. Kesimpulannya, penambahan tepung maggot BSF sebesar 8% merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan produktivitas puyuh dengan efisiensi pakan yang lebih baik.