Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Wicara

Piknik Bersama Hantu: Alienasi dan Nostalgia dalam Antologi Puisi Perjalanan Menuju Mars karya Irwan Segara Manurung, Gregorius Tri Hendrawan; Martini, Laura Andri Retno; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.22288

Abstract

This study has material objects in the form of poems "Panggilan dari Malingping", "Kota yang Kehilangan Salak Anjing dan Suara Jangkrik di Jantung Malam" and "Perjalanan Menuju Mars" written by Irwan Segara. This study aims to identify the forms of alienation and nostalgia existing in the three poems and explore relationship between the alienation and nostalgia. Theories applied in this study are Roman Ingarden's theory of norm strata or meaningful layers, Melvin Seeman's theory of alienation, and Svetlana Boym's theory of nostalgia.  The results of this study are as follows: The poems "Panggilan dari Malingping", "Kota yang Kehilangan Salak Anjing dan Suara Jangkrik di Jantung Malam" and “Perjalanan Menuju Mars” present three forms of alienation, namely powerlessness, meaninglessness and self-estrangement. The dominant nostalgic tendency in these three poems is reflective tendency. Nostalgia in these poems were positioned as a response to the alienated condition felt by the subject in these poems, both in the form of escapism and coping.Keywords: poetry, alienation, nostalgia, Irwan Segara
Kritik Sosial dalam Komik Webtoon Curse Of Tomorrow Karya Thoma Prayoga (Kajian Sosiologi Sastra) Widyasari, Lia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.837 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur komik, cerita fiksi, dan kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode struktural dan metode sosiologi sastra, dengan langkah kerja berupa pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis struktur komik terhadap komik webtoon Curse Of Tomorrow, terdapat struktur pembangun komik yang terdiri dari balon kata, panel, dan gambar. Ada pula hasil analisis terhadap struktur fiksi yang mengungkapkan tokoh utama dan tokoh tambahan yang berperan dalam berlangsungnya cerita, alur yang digunakan pada komik ini adalah alur campuran, karena terdapat beberapa flashback yang mendukung isi cerita, dan latar terdiri atas latar tempat, latar waktu, serta latar sosial. Kemudian hasil analisis kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow terdapat dua macam kritik sosial yakni, kritik terhadap perilaku buruk oknum aparat negara yang meliputi kritik terhadap keterlibatan oknum aparat negara dalam kasus suap, kritik terhadap perilaku senioritas di lingkungan aparat negara, kritik terhadap pungutan liar yang dilakukan oknum aparat pada rakyat kecil, dan kritik terhadap oknum aparat negara yang tidak mengayomi masyarakat serta kritik terhadap tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat yang meliputi kritik terhadap pembunuhan, kritik terhadap penculikan, dan kritik terhadap perampokan. Kata Kunci: komik, webtoon, kritik sosial, sosiologi sastra
Bentuk Penulisan Real Person Fiction "Close Friend" dan "The Unfinished" di Twitter: Analisis Cybersastra Syafiqa, Luthfia Rahmati; Noor, Redyanto; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.426 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15430

Abstract

Real person fiction adalah himpunan bagian dari fiksi penggemar, karya yang ditulis oleh penggemar ini menggunakan visualisasi dari orang-orang yang ada di dikehidupan nyata seperti aktor, komedian, musisi, atlet, atau tokoh sejarah sebagai tokoh dalam ceritanya. Penulisan real person fiction tentang idola K-Pop dalam beberapa dekade terakhir ini sangatlah meningkat. Terlebih, dengan maraknya penggunaan media sosial memudahkan siapapun dalam membuat dan menyebarkan karyanya. Twitter menjadi salah satu media sosial yang digunakan dalam media penyampaian real person fiction. Bentuk penulisannya yang berbeda dengan karya fiksi lainnya membuat real person fiction yang terdapat di twitter terlihat unik sehingga penelitian ini akan membahas tentang bagaimana bentuk penulisan real person fiction Close Friend dan The Unfinished yang terdapat di Twitter.        Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cybersastra dan struktur fiksi ini nantinya akan memaparkan bentuk penulisan dari real person fiction yang berjudul Close Friend dan The Unifinished yang terdapat di Twitter. Studi dokumentasi dalam penelitian ini pun turut dilakukan karena real person fiction ini disampaikan dalam bentuk foto-foto tangkapan layar. Hasilnya menunjukkan bahwa penulisan real person fiction di Twitter ini cukup berbeda dengan karya fiksi lainnya. Visualisasi tokohnya yang menggunakan idola K-Pop serta penulisannya yang dilampirkan dalam bentuk foto-foto percakapan maupun unggahan berbagai macam media sosial ini menarik cukup banyak atensi. Melalui penelitian mengenai bentuk penulisan real person fiction ini dapat terlihat bahwa penulisan karya sastra juga dapat mengikuti perkembangan zaman.
Konformitas Tokoh Remaja Dalam Novel Di Bawah Umur Karya Erisca Febriani Dan Sukhdev Singh (Kajian Sosiologi Sastra) Haryanti, Novia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.361 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15655

Abstract

AbstractThis study aims to identify and describe the forms of conformity and the factors that cuase conformity by adolescent characters in novel Di Bawah Umur by Erisca Febriani and Sukhdev Singh. The research method used is descriptive analysis and content analysis with a structural approach to fiction stories and sociology of literature. The analysis showed that the adolescent characters in the novel Di Bawah Umur did various conformities, ranging from positive conformity to negative conformity. Most of the conformity that occurs is included in the category of negative conformity such as clubbing, consuming liquor, free sex, inappropriate behavior at school, watching porn videos, skipping school, sneaking into other people's homes, and becoming a fanatic K-Pop fan. While positive conformity is only such as not dating and participating in sex education. The negative conformity found in the novel Di Bawah Umur is mostly done by the characters Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, and Nino. The analysis of these forms of conformity shows that there are triggering factors such as peer groups and the high cohesiveness of teenagers, norms or perceptions accepted in society, family environmental conditions and the social control they get.Keywords: conformity, adolescent, teenlit novels, sociology of literature, social problemsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk konformitas dan faktor-faktor penyebab konformitas yang dilakukan tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur karya Erisca Febriani dan Sukhdev Singh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dan analisis isi dengan pendekatan struktural cerita fiksi dan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur melakukan beragam konformitas, mulai dari konformitas positif hingga konformitas negatif. Sebagian besar konformitas yang terjadi termasuk dalam kategori konformitas negatif seperti clubbing, mengonsumsi minuman keras, seks bebas, berperilaku tidak senonoh di sekolah, menonton video porno, membolos sekolah, menyelinap masuk ke rumah orang lain, dan menjadi penggemar fanatik K-Pop. Sementara konformitas positif hanya berupa konformitas seperti tidak berpacaran, dan mengikuti edukasi tentang seks. Konformitas negatif yang ditemukan dalam novel Di Bawah Umur, sebagian besar dilakukan oleh tokoh Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, dan Nino. Analisis terhadap bentuk-bentuk konformitas tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor pemicu seperti kelompok teman sebaya dan tingginya kekompakan kaum remaja, norma ataupun persepsi yang diterima dalam masyarakat, kondisi lingkungan keluarga serta kontrol sosial yang mereka dapatkan.Kata Kunci: konformitas, remaja, novel teenlit, sosiologi sastra, problem sosial
Gaya Bahasa Lirik Lagu "untuk hati yang terluka", "ragu Semesta", dan "Sikap Dunawi" pada Album LEXICON Isyana Sarasvati (Sebuah Kajian Stilistika) Puspita, Yonanda Dera; Muzakka, Moh; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.07 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15834

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gaya bahasa dalam lirik lagu “untuk hati yang terluka”, “ragu Semesta”, dan “Sikap Duniawi” yang dianalisis dari segi gaya bahasa dalam bunyi, gaya bahasa dalam kata, gaya kalimat, dan gaya wacana menggunakan kajian stilistika. Penelitian ini menggunakan teori struktur puisi, teori stilistika, dan teori gaya bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode stilistika yang menitikberatkan pada pengkajian mengenai gaya bahasa objek material penelitian yang mencakup: (1) teknik pengumpulan data; (2) teknik analisis data; (3) tahap penyajian hasil analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah, gaya bahasa dalam bunyi pada lirik lagu “untuk hati yang terluka” dan “ragu Semesta” menunjukkan bunyi kakafoni yang mengisyaratkan makna yang memiliki nuansa sedih, sedangkan pada lirik lagu “Sikap Duniawi” menujukkan bunyi efoni yang mengisyaratkan makna dan nuansa bahagia. Gaya bahasa dalam kata pada ketiga objek material penelitian ini menggunakan bahasa keseharian namun dari segi tata bahasa dikemas secara implisit untuk memberikan nilai puitis. Gaya kalimat pada lirik lagu “untuk hati yang terluka” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak sebelas (11) data, repetisi, alegori, metafora, hiperbola masing-masing sebanyak dua (2) data, dan personifikasi sejumlah satu (1) data. Pada lirik lagu “ragu Semesta” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak dua belas (12) data, simile, personifikasi, dan repetisi masing-masing sebanyak sati (1) data, dan metafora sebanyak tiga (3) data. Dan gaya bahasa pada lirik lagu “Sikap Duniawi” meliputi gaya bahasa aferesis sebanyak dua (2) data, retoris dan ironi masing-masing sebanyak satu (1) data, metafora sebanyak enam (6) data, dan repetisi sebanyak tiga (3) data. Gaya wacana pada ketiga objek material penelitian merupakan wacana yang saling terhubung dan padu.Kata kunci: “untuk hati yang terluka”, “ragu Semesta”, “Sikap Duniawi”, Album LEXICON, Stilistika.
Lima Mode Fantasi dalam Novel The Bliss Bakery Karya Kathryn Littlewood Terjemahan Nadia Mirzha: Kajian Teori Fantasi Rosemary Jackson Widyasari, Sherly Gratia; Umam, Khothibul; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 2: Oktober 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.22741

Abstract

Novel The Bliss Bakery karya Kathryn Littlewood merupakan novel terjemahan bergenre fantasi yang berisi tentang perjalanan Rosemary Bliss dalam membuat roti ajaib. Setiap pembuatan roti dapat memperlihatkan keajaiban sehingga memberikan gambaran semesta fantasi buatan pengarang. Roti ajaib dibuat sesuai dengan tujuannya dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkapkan dunia fantasi buatan pengarang. Objek formal dalam penelitian berfokus pada unsur-unsur fantasi yang terdapat di dalam novel. Kajian teori yang digunakan untuk menganalisis berdasarkan pemikiran Rosemary Jackson. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif. Pendekatan analisis yang dipakai yaitu pendekatan mimetik. Pendekatan mimetik digunakan untuk membandingkan dunia fantasi dengan dunia nyata untuk mempermudah analisis unsur-unsur mode fantasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur-unsur fantasi dalam novel The Bliss Bakery karya Kathryn Littlewood memiliki lima mode fantasi sesuai teori Rosemary Jackson, yaitu imajinasi dalam pengasingan (penaklukan badai, halilintar, awan, bahan ajaib, penulisan resep, tatanan kehidupan yang terbalik); yang nyata di bawah pengawasan (makanan pokok, takaran resep, bahan-bahan pembuatan roti biasa, perebutan warisan, bencana badai, dan hubungan sosial); luar biasa, mimetik, dan fantastis (anak yang sedang kritis, kisah cinta Mr. Bastable dan Miss Thistle, serta pembalik keadaan seutuhnya); tidak signifikan (badai, kilat, dan awan); serta topografi (dataran rendah, dataran tinggi, bentuk kunci pintu, tata letak barang-barang di gudang, dan bangunan rahasia), tema (kepahlawanan), dan mitos (dongeng, abad pertengahan, dan kepercayaan).
Nilai Perjuangan Tokoh Utama dalam Cerpen Kabut di Teras Senja Karya Sutini Izzuddin, Zufar Wahyu; Martini, Laura Andri Retno; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perjuangan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kabut di Teras Senja karya Sutini. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa kajian pustaka, teknikanalisis data yang terdiri tiga tahap yaitu reduksi data,sajian data, kesimpulan dan sumber data penelitian yang menggunakan kumpulan cerpen Kabut di Teras Senja karya Sutini. Hasil penelitian ini mengungkapkan unsur struktur fiksi selalu berkaitan dengan tokoh, penokohan, latar, alur, sudut pandang dan amanat. Latar cerpen Kabut di Teras Senja terbagi menjadi dua bagian yaitu latar netral dan latar tipikal. Kedua latar ini terdapat pada cerpen ‘’ Kabut di Teras senja’’, ‘’Bukan sepatu cindrella’’, ‘’Korban Bucin’’, ‘’Arisan Jodoh’’, dan ‘’Bersahabat Ombak’’. Hubungan antar unsur struktur fiksi ttersebut menghasilkan pesan moral tertenu. Pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca yaitu pesan moral berupa nilai perjuangan. Nilai perjuangan tersebut adalah pantang menyerah, sabar, bekerja sama, dan rela berkorban.
Analisis Lima Dimensi Religius dalam Film Qodrat Karya Charles Gozali: Kajian Sosiologi Sastra Tambunan, Rieke Dinda Laila; Umam, Khothibul; Khurosan, Herpin Nopiandi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.26918

Abstract

AbstractThis study uses a material object in the form of Charles Gozali's Qodrat film. Charles Gozali's Qodrat film has a unique aspect in its religiosity. This study uses narrative film theory, literary sociology theory and religiosity which are explained using descriptive methods. The purpose of this study is to explain the narrative structure of the film contained in Charles Gozali's Qodrat film. The theory of narrative structure is used to describe the story and plot, the relationship between narrative and space, the relationship between narrative and time, and the main elements of the narrative (characters, problems and conflicts, and goals), and themes in the Qodrat film. Meanwhile, to eliminate the value of religiosity in the film Qodrat by Charles Gozali, the author uses the theory of the dimensions of religiosity of Glock and Stack. The results of the analysis of the narrative structure of the film Qodrat by Charles Gozali. The results of the analysis of the narrative structure of the film Qodrat by Charles Gozali are the discovery of several developments in the character's faith through analysis of the story and plot, the relationship between narrative and space, the relationship between narrative and time, the main elements of the narrative and theme. The results of the analysis obtained are that the film Qodrat meets the five aspects of the theory of religiosity of Glock and Stack. The five dimensions consist of five dimensions of religiosity, namely the dimensions of belief (belief/belief), practice (ritual/religious practice), knowledge (knowledge), experience (experience), and consequences (consequences), Belief in the existence of God, understanding of the help and protection given by God, religious rituals performed to God such as prayer, ruqyah and fasting, knowledge of religion, ability to read the holy verses of the Qur'an, understand the science of rukiah, and be able to fight against jinn disturbances, spiritual experiences, mystical disturbances, and receive help from God, the dimension of consequences includes the end that will be obtained from the actions taken, in the form of good and bad.Keywords: Qodrat film, sociology of literature, dimensions of religiosity, Glock and Stark IntisariPenelitian ini menggunakan objek material berupa film Qodrat karya Charles Gozali. Film Qodrat karya Charles Gozali memiliki keunikan pada aspek religiusitasnya. Penelitian ini menggunakan teori naratif film, teori sosiologi sastra dan religiusitas yang dijelaskan dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur naratif film yang terdapat dalam film Qodrat karya Charles Gozali. Teori struktur naratif digunakan untuk mendeskripsikan cerita dan plot, hubungan naratif dengan ruang, hubungan naratif dengan waktu, serta elemen pokok naratif (pelaku cerita/tokoh, permasalahan dan konflik, dan tujuan), serta tema dalam film Qodrat. Sedangkan untuk menganalisis nilai religiusitas dalam film Qodrat karya Charles Gozali, pengarang menggunakan teori dimensi religiusitas Glock dan Stack. Hasil analisis struktur naratif film Qodrat karya Charles Gozali. Hasil analisis struktur naratif film Qodrat karya Charles Gozali ini adalah ditemukannya beberapa perkembangan keimanan tokoh melalui analisis cerita dan plot, hubungan naratif dengan ruang, hubungan naratif dengan waktu, elemen pokok naratif dan tema. Adapun hasil analisis yang didapatkan bahwa film Qodrat memenuhi lima aspek teori religiusitas Glock dan Stack. Lima dimensi tersebut, terdiri dari lima dimensi religiusitas yaitu dimensi belief (kepercayaan/keyakinan), practice (ritual/praktik keagamaan), knowledge (pengetahuan), experience (pengalaman), dan consequences (konsekuensi), Keyakinan terhadap adanya Tuhan, keyakinan terhadap pertolongan dan perlindungan yang diberikan Tuhan, ritual keagamaan yang dilakukan kepada Tuhan seperti sholat, ruqyah serta berpuasa , pengetahuan tentang agama, kemampuan dalam membaca ayat suci al-Qur’an, memahami ilmu rukiah, serta mampu melawan gangguan jin, pengalaman-pengalaman spiritual, gangguan-gangguan mistis, serta mendapat pertolongan dari Tuhan, dimensi akibat meliputi akhir yang akan diperoleh atas tindakan yang dilakukan, berupa baik dan buruk.Kata kunci: film Qodrat, sosiologi sastra, dimensi religiusitas, Glock dan Stark 
Eksploitasi Anak sebagai Dampak Kemiskinan dalam Novel Kita Pergi Hari Ini Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Kajian Sosiologi Sastra) Limparu, Stella Lasverina; Umam, Khothibul; Fadilah, Yuniardi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.27427

Abstract

This study aims to describe the structure and explain the issue of child exploitation as a consequence of poverty in the novel Kita Pergi Hari Ini (KPHI) using a literary sociology approach, along with the theories of fiction structure and child exploitation. Data were collected through literature study and note-taking techniques, and analyzed using data reduction, data presentation, and verification. The findings reveal that the main theme of the novel is the struggle of children to obtain a better life amidst poverty and exploitation. The main characters consist of five children and a recruiter named Nona Gigi, with a progressive plot driving the narrative. Poverty is portrayed through economic hardship and limited access to employment due to a system dominated by certain groups, leading parents to relinquish their responsibilities and hand over their children to exploitative parties. The forms of exploitation depicted in the novel include emotional, verbal, and physical abuse, with emotional abuse being the most dominant. The novel offers social criticism of a system that fails to protect children and emphasizes the importance of child protection and poverty alleviation to prevent further exploitation.Keywords: Kita Pergi Hari Ini, Child Exploitation, Poverty