Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : KESMAS

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES KARATUNG KECAMATAN MANGANITU KABUPATEN SANGIHE Karaeng, Vinne Ditniaty; Umboh, Jootje M. L.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Sesuai data yang diperoleh dari Puskesmas Manganitu menunjukan bahwa masih banyak anak – anak usia sekolah yang sering terserang penyakit akibat kurangnya pengetahuan tentang PHBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Siswa Sekolah Dasar Negeri Inpres Karatung tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I sampai kelas VI yang berjumlah 73 siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu total populasi dan jumlah sampelnya 73 siswa. Hasil penelitian menunjukan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 44 responden (60,3%) dan yang memiliki pengetahuan tidak baik sebanyak 29 responden (39,7%). Siswa yang memiliki sikap baik sebanyak 49 siswa (67,1%) dan yang memiliki sikap yang kurang baik 24 siswa (32,9%). Siswa yang memiliki tindakan yang baik sebanyak 54 siswa (74,0%) dan yang memiliki tindakan yang kurang baik sebanyak 19 siswa (26,0%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata pengetahun, sikap, dan tindakan siswa tentang PHBS sekolah sudah baik akan tetapi harus ditingkatkan lagi agar menambah pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap PHBS. Disarankan terus mengembangkan program UKS, meningkatkan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler dalam bidang kesehatan, mengadakan penyuluhan tentang PHBS. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTBehavior of Clean and Healthy Lifestyle was a set of behaviors that was practiced on the basis of consciousness as a result of learning, which makes a person able to help themselves (independently) in health and play an active role in creating of public health. Based on the data which obtained from Public Health Center of Manganitu shows that there are still many school-age children were often attacked by diseases due to lack of knowledge of Behavior of Clean and Healthy Lifestyle. The purpose of this study was to determine the Behavior Overview of Public Elementary School’s Student of Karatung about Clean and Healthy behavior of the Schools.This study was an observational research. The population in this study was all students of class I to class VI totaling 73 students. The sampling method that used was the total population and the sample size was 73 students.The results showed that the respondents who have a good knowledge were amount to 44 respondents (60.3%) and having poorly knowledge were 29 respondents (39.7%). The students who have a favorable attitude were amount to 49 students (67.1%) and those with unfavorable attitudes were 24 students (32.9%). The students who have an appropriate action amount to 54 students (74.0%) and those with deficient action were 19 students (26.0%).              The conclusion of this study was the average of the knowledge, attitudes, and actions of students of school’s behavior of clean and healthy lifestyle are good enough, however must be improved in order to increase the students’ knowledge, attitudes, and actions of Clean and Healthy Lifestyle Behavior. Advised to keep developing the School Health Unit program, improve curricular and extracurricular activities in the field of health, providing extension of Clean and Healthy Lifestyle Behavior. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle Behavior, Knowledge, Attitude, Action
Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infestasi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Kundaian, Friscasari; Umboh, Jootje M. L.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of helminthiasis on primary school children in Indonesia is still quite high, ie around 60-80%. One of the factors causing the high prevalence of helminthiasis is a condition of inadequate environmental sanitation. The purpose of this study was to know whether there is a relationship between environmental sanitation (latrines condition, floor type of house, availability of clean water and waste disposal facilities) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. This study is an observational analytic study with cross sectional design. The study was conducted in May-July 2011. The population in this study was all elementary school students in DesaTeling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa with the sample were the total population. The sample size were 90 students who determined based on the criteria of inclusion and exclusion. Data obtained through laboratory tests, interviews and observation using a questionnaire. Analysis of the relationship between latrines condition, floor type of house, availability of clean water, waste disposal facilities and worm infestation using chi square statistical test with a significant degree (α) 0.05. The results showed that the proportion of worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa was 12.2%, consisting of: 36.4% for Ascaris lumbricoides and Ancylostoma duodenale, 9.0% for Trichirs trichura and 18.2% for Oxyuris vermicularis. There was no significant relationship between latrines condition (p-value = 0.869), floor type of house (p-value = 0.077), availability of clean water (p-value = 0.618), waste disposal facilities (p-value = 0.612) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling. Based on this study can be concluded that there was no relationship between environmental sanitation and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. It is recommended that the pattern of a clean and healthy living can be improved to prevent and control the spread of worms on the elementary school students. ABSTRAKPrevalensi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia masih cukup tinggi, yakni sekitar 60-80%. Salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi kecacingan tersebut adalah kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sanitasi lingkungan (kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling KecamatanTombariri Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa dengan sampel adalah total populasi. Jumlah sampel adalah 90 orang murid yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui uji laboratorium, wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antara kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah dengan infestasi cacing menggunakan uji statistik chi square dengan derajat signifikan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa sebesar 12,2% yang terdiri atas: Ascaris lumbricoides dan Ancylostoma duodenale sebesar 36,4%, Trichirs trichura sebesar 9,0% dan Oxyuris vermicularis sebesar 18,2%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara kondisi jamban/WC (p-value=0,869), Jenis lantai rumah (p-value=0,077), ketersediaan air bersih (p-value=0,618) dan sarana pembuangan sampah (p-value=0,612) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Dpesa Teling tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Disarankan agar pola hidup yang bersih dan sehat dapat terus ditingkatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran cacing pada murid sekolah dasar tersebut.
DISTRIBUSI SPASIAL NYAMUK CULEX SPP DI KECAMATAN MALALAYANG Baralang, Riolando; Umboh, Jootje M. L.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang memiliki peran sebagai vektor dari agen penyakit. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan di dunia, yang dikhawatirkan dari nyamuk karena habitatnya yang luas yang bisa hidup di perkotaan maupun perdesaan, terutama nyamuk rumah yaitu nyamuk Culex spp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi spasial nyamuk culex spp dan kepadatan nyamuk culex di kecamatan Malalayang. Penelitian yang dilakukan adalah survei deskriptif untuk melihat populasi nyamuk culex spp dan jenis-jenis nyamuk yang terdapat dilapangan dengan menggunakan cara cross sectional. Penangkapan nyamuk dilakukan di 5 kelurahan yang mewakilkan 2 titik penangkapan dengan menggunakan GPS untuk mengetahui titik koordinat dari tempat penangkapan untuk SIG (Sistem informasih Geografis) guna untuk distribusi spasial. Hasil penelitian ini ditemukan 126 nyamuk culex dengan jenis Culex quenquefasciatus yang merupakan jenis nyamuk yang biasanya di dalam rumah, dengan jumlah total penangkapan nyamuk tertinggi di kecamatan Malalayang 1 dengan total 32 nyamuk dan total nyamuk terrendah di kecamatan Winangun Dua 19 nyamuk.Kata Kunci : Nyamuk, Culex, Spasial, MalalayangABSTRACTMosquito is one of insects who has the role as vector of diseases agent. The transmitted diseases by mosquito still is health problem in the world, worried about the mosquito because its habitat is extensive can live in urban and rural areas, especially the house mosquito is Culex spp mosquito. This research purpose is observe the distribution of Culex mosquito spatially and density of Culex mosquito in Malalayang Sub-district. The research is descriptive survey to observe Culex spp population and the mosquito species that exist in the field used cross sectional method. The mosquito catching were done in 5 village that represented 2 points of catching location by GPS to find the coordinate point from the catching location for GIS (Geographic Information System) useful for spatial distribution. The result of this research had found 126 mosquitoes in Culex quenquefasciatus species are usually mosquito species in house with the highest total catching count of mosquito in Malalayang 1 Sub-District with 32 mosquitoes as total and the lowest mosquito total in Winangun Sub-District were had 19 mosquitoes.Keyword: Mosquito, Culex, Spatial, Malalayang
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-4 TAHUN DI DESA KEICI KECAMATAN IBU KABUPATEN HALMAHERA BARAT 2018 Labudo, Lipna; Umboh, Jootje M. L.; Tumbol, Reiny A.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan penyakit dimana seseorang kalau sedang buang air besar dengan konsistens cair dan juga bahkan dapat berupa air dan sering yang biasanya tiga kali atau lebih dalam satu hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Rumah tangga dengan kejadian penyakit diare pada anak  usia 1 sampai 4 tahun di Desa Kie-ici Kecamatan Ibu kabupaten halmahera barat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan study  potong silang. Jumlah sebanyak 70 responden. Adapun data dikumpulkan dengan cara wawancara, juga kuesioner yang nantinya dianalisis dengan menggunakan uji chi-square (CI=95%, α=0,05) Adapun hasil analisis data primer diketahui bahwa hubungan menggunakan air bersih dengan kejadian diare pada Bayi 1-4 Tahun menunjukkan nilai p value= 0,032 yang berarti terdapat hubungan. Hubungan kebiasaan cuci tanggan dengan menggunakan sabun dengan kejadian diare pada balita usia 1-4 tahun menunjukkan nilai p value =0,012 yang berarti terdapat hubungan. Kata Kunci : menggunakan air bersih, kebiasan mencuci tanggan PHS ABSTRACTDiarrhea is a disease where a person is defecating with liquid consistency and can even be water only and often, usually three times or more in one day. The aim of this research is to know the relation between environment and diarrhea occurrence in under five years old. To find out the relationship between Clean and Healthy Living Behavioral Behavior (PHBS) with the incidence of diarrheal disease in children aged 1 to 4 years old in Kie-ici Village, Ibu district of halmahera district. The research method used is analytic research using cross sectional study approach. Total of 70 respondents. The data were collected through interviews using questionnaires which were later analyzed by using chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). The primary data analysis result showed that the relationship between clean water and diarrhea occurrence in Infant 1-4 Years shows the value of p value = 0,032 which means there is a relationship. The relationship of hygiene with soap use with diarrhea occurrence in toddler age 1-4 years shows the value of p value = 0,012 which means there is a relationship. Keywords:  use clean water, waste management, PHBS responsive washing habits
UJI KUALITAS AIR DANAU BERDASARKAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI DAN TOTAL COLIFORM DI DANAU MOOAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR TAHUN 2019 Mokodompit, Muh. Sahri P.; Umboh, Jootje M. L.; Pinontoan, Odi R.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau merupakan perairan yang tergenang berbentuk cekungan berisi air yang dikelilingi oleh daratan, baik secara alami maupun buatan. Penurunan kualitas air akan menurunkan daya guna produktivitas, daya dukung, serta daya tampung dari sumber daya air yang akhirnya dapat menurunkan kekayaan dari sumber daya alam itu sendiri. Hal ini memiliki risiko dalam penyebaran berbagai macam penyakit salah satunya yaitu, penyakit yang disebabkan oleh bakteri E.coli dan Total coliform pada danau yang tercemar. Untuk mengetahui kandungan E.coli dan total coliform di Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu cross sectional. Sampel yang diambil, yaitu air Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Untuk parameter E.coli, titik 1 (43/100ml), titik 2 dan 3 (240/100ml), titik 4 (460/100ml). Parameter total coliform, titik 1 (93/100ml), titik 3 (240/100ml), titik 2 dan titik 4 (460/100ml). Titik 1 menunjukan kualitas air danau tidak melebihi standar baku mutu untuk parameter E.coli tetapi pada titik 2, titik 3 dan titik 4 menunjukkan hasil yang melebihi standar baku mutu. Parameter total coliform pada titik 1, titik 2, titik 3, dan titik 4 menunjukkan hasil yang melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan menurut Permenkes RI Nomor 32 Tahun 2017.  Kata Kunci: Kualitas Air Danau, Escherichia coli, Total coliform, Danau Mooat Kabupaten Bolaang      Mongondow Timur ABSTRACTLake is stagnant water that form basin filled with water surrounded by land, both naturally and artificially. Lake waters can be used for agriculture, industry, transportation, tourist attractions and others. Declining water quality will reduce the usability of productivity, carrying capacity, and capacity of water resources which can ultimately reduce the wealth of natural resources themselves. This has risked in the spread of various diseases one of them is diarrhea caused by Escherichia coli (E.coli) and Total coliform in polluted lake. To find out the content of Escherichia coli and total coliform in Mooat Lake, East Bolaang Mongondow Regency. The type of research conducted was cross sectional. Sample was taken at Lake Mooat East Bolaang Mongondow Regency water. For E.coli parameters, point 1 (43/100ml), points 2 and 3 (240/100ml), point 4 (460/100ml). The parameters of total coliform, point 1 (93/100ml), point 3 (240 / 100ml), points 2 and 4 (460/100ml). Point 1 shows the quality of lake water does not exceed the quality standard for the Escherichia coli parameters but at point 2, point 3 and point 4 shows results that exceed the quality standard. The Total coliform parameters at point 1, point 2, point 3, and point 4 show results that exceed the quality standards that have been set according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017. Keywords: Quality of Lake Water, Escherchia coli, Total coliform, Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 
UJI KUALITAS AIR DANAU BERDASARKAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI DAN TOTAL COLIFORM DI DANAU MOOAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR TAHUN 2019 Mokodompit, Muh. Sahri P.; Umboh, Jootje M. L.; Pinontoan, Odi R.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau merupakan perairan yang tergenang berbentuk cekungan berisi air yang dikelilingi oleh daratan, baik secara alami maupun buatan. Penurunan kualitas air akan menurunkan daya guna produktivitas, daya dukung, serta daya tampung dari sumber daya air yang akhirnya dapat menurunkan kekayaan dari sumber daya alam itu sendiri. Hal ini memiliki risiko dalam penyebaran berbagai macam penyakit salah satunya yaitu, penyakit yang disebabkan oleh bakteri E.coli dan Total coliform pada danau yang tercemar. Untuk mengetahui kandungan E.coli dan total coliform di Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu cross sectional. Sampel yang diambil, yaitu air Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Untuk parameter E.coli, titik 1 (43/100ml), titik 2 dan 3 (240/100ml), titik 4 (460/100ml). Parameter total coliform, titik 1 (93/100ml), titik 3 (240/100ml), titik 2 dan titik 4 (460/100ml). Titik 1 menunjukan kualitas air danau tidak melebihi standar baku mutu untuk parameter E.coli tetapi pada titik 2, titik 3 dan titik 4 menunjukkan hasil yang melebihi standar baku mutu. Parameter total coliform pada titik 1, titik 2, titik 3, dan titik 4 menunjukkan hasil yang melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan menurut Permenkes RI Nomor 32 Tahun 2017.  Kata Kunci: Kualitas Air Danau, Escherichia coli, Total coliform, Danau Mooat Kabupaten Bolaang      Mongondow Timur ABSTRACTLake is stagnant water that form basin filled with water surrounded by land, both naturally and artificially. Lake waters can be used for agriculture, industry, transportation, tourist attractions and others. Declining water quality will reduce the usability of productivity, carrying capacity, and capacity of water resources which can ultimately reduce the wealth of natural resources themselves. This has risked in the spread of various diseases one of them is diarrhea caused by Escherichia coli (E.coli) and Total coliform in polluted lake. To find out the content of Escherichia coli and total coliform in Mooat Lake, East Bolaang Mongondow Regency. The type of research conducted was cross sectional. Sample was taken at Lake Mooat East Bolaang Mongondow Regency water. For E.coli parameters, point 1 (43/100ml), points 2 and 3 (240/100ml), point 4 (460/100ml). The parameters of total coliform, point 1 (93/100ml), point 3 (240 / 100ml), points 2 and 4 (460/100ml). Point 1 shows the quality of lake water does not exceed the quality standard for the Escherichia coli parameters but at point 2, point 3 and point 4 shows results that exceed the quality standard. The Total coliform parameters at point 1, point 2, point 3, and point 4 show results that exceed the quality standards that have been set according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017. Keywords: Quality of Lake Water, Escherchia coli, Total coliform, Danau Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS GOGAGOMAN KOTA KOTAMOBAGU. Carundeng, Maurien Chintia; Malonda, Nancy S. H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penting di Indonesia dan sering menimbulkan suatu letusan kejadian luar biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu jumlah penderita DBD pada tahun 2014 yaitu 84, dan  jumlah penderita DBD terbanyak berada di Puskesmas Gogagoman dengan jumlah penderita 36 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Gogagoman Kota Kotamobagu. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman yang menderita DBD dan yang tidak menderita DBD, Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi kasus, 36 responden yang dimasukan dalam kelompok kasus dan yang menjadi sampel untuk kelompok kontrol berjumlah 36 responden dengan perbandingan kasus : kontrol yaitu 1:1 berjumlah 72 responden. Pada penelitian ini dilakukan matching pada kelompok umur dan jenis kelamin. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui apakah ada hubungan  antara menguras tempat penampungan air (TPA), menutup tempat penampungan air (TPA), mengubur barang bekas dengan kejadian DBD di Puskesmas Gogagoman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p<0.05) dan nilai OR =5.9 (CI=2.137-16.342). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kebisaan menutup tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue  p = 0.004 (p<0.05) dan nilai OR 4,3 (1.571-12.187). Hasil  penelitian ini menunjukan ada hubungan antara kebiasaan mengubur barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p>0.05) dan nilai OR 3,7 (2.365-6.006). Melakukan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman melalui kegiatan PKK, arisan, ibadah, atau kegiatan lainnya agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dan pencegahannya dengan Pemberantasan sarang nyamuk, seperti Menguras TPA, Menutup TPA dan Mengubur barang bekas. Kata kunci: DBD, Menguras TPA, Menutup TPA, Mengubur barang bekas ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever was one of the important public health's problem in Indonesia and often lead to extraordinary events with large loss. Dengue hemorrhagic fever was a disease caused by dengue virus and transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus. Based on data from the health department of Kotamobagu city, number of patients with dengue hemorrhagic fever on 2014 was 84, and the most  was in Gogagoman's health center with 36 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever  on Gogagoman's Health Center, Kotamobagu city. This study was analytical survey design with case control approach. The population was people in Gogagoman's health center who suffered Dengue Hemorrhagic Fever and neither. Sample was the total population of the case, 36 for the case group and 36 as control group with comparison case: control was 1:1, amounted to 72 people. Matching has been done in the age group andgender. Data has taken by questionnaire. Bivariate analysis was using the chi-square test to determine whether there was a relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever on Gogagoman's Health Center. The results showed that there was a relationship between habitual drain water reservoirs with dengue fever, p value = 0.000 (p < 0.05)  and OR = 5.9 (CI = 2.137 - 16.342).there was a relationship between the habit of closing the water reservoirs with dengue fever, p value 0.004 (p < 0.05) and OR = 4.3 (1.571 - 12.187). There was a relationship between the habits of thrift buried with dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000 (p < 0.05) and OR = 3.7 (2.365 - 6.006). Doing outreach to the community through the activities of the gathering, worship so that people maintain hygiene and prevention through mosquito eradication, such as drain, close the water reservoirs, and bury thrift. Keywords : DHF, Drain water reservoir, Close the water reservoir, Bury thrift
GAMBARAN PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI PT. NUTRINDO FRESFOOD INTERNASIONAL KOTA BITUNG Salindeho, Injilia K.; Umboh, Jootje M. L.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran di tempat kerja menghasilkan kerusakan yang serius, baik dari segi material bahkan dari segi korban jiwa setiap tahunnya. Sistem tanggap darurat kebakaran sangat penting dan perlu untuk diterapkan, sehingga dapat meminimalisir potensi bahaya dan risiko kebakaran di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran Penerapan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran di PT. Nutrindo Fresfood Internasional Bitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data lewat wawancara mendalam kepada 3 informan yang terdiri dari ketua departemen General Affairs, ketua tim tanggap darurat, dan satu orang pekerja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran PT. Nutrindo Fresfood Internasional Bitung telah tercantum dalam kebijakan perusahan. Kebijakan tersebut disusun dalam Manual Tanggap Darurat. Pihak manajemen perusahan juga telah membentuk Tim Tanggap Darurat Kebakaran, sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif berupa APAR, Alarm kebakaran manual, sarana evakuasi jalan keluar, petunjuk arah jalur evakuasi, pintu darurat dan titik kumpul. Pemeriksaan dan pemeliharaan Sistem tanggap darurat dilakukan secara rutin oleh pihak perusahan dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran.       Kata Kunci: Tanggap darurat kebakaran, proteksi kebakaran aktif, proteksi kebakaran pasif ABSTRACTFires in the workplace produce serious damage, both in material terms and even in terms of casualties each year. A fire emergency response system is very important and needs to be implemented, so as to minimize the potential hazards and risks of fire in the workplace. This study aims to provide an overview of the Application of Fire Emergency Response Systems at PT. Nutrindo Fresfood International Bitung. This study used a qualitative research method by collecting data through in-depth interviews with 3 informants consisting of the head of the General Affairs department, the head of the emergency response team, and one worker. This research was conducted in May-July 2020. The results showed that the Fire Emergency Response System Policy of PT. Nutrindo Fresfood International Bitung has been listed in company policy. The policy is compiled in an Emergency Response Manual. The company management has also formed a Fire Emergency Response Team, an active and passive fire protection system in the form of APAR, manual fire alarm, exit evacuation facilities, directions for evacuation routes, emergency exits and gathering points. Inspection and maintenance of the emergency response system are carried out regularly by the company and the Civil Service and Fire Police Unit. Keywords: Fire emergency response, active fire protection, passive fire protection
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI PADA KOSMETIK PEMUTIH WAJAH DI PASAR KAROMBASAN KOTA MANADO Sulaiman, Rahma; Umboh, Jootje M. L.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Krim pemutih wajah bermanfaat untuk wajah yang memiliki berbagai masalah di wajah, karena mampu mengembalikan kecerahan kulit dan mengurangi warna hitam pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan merkuri pada kosmetik pemutih wajah atau tidak yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional berbasis laboratorium. Penelitian dilakukan terhadap 8 merek kosmetik pemutih wajah antara lain 1 merek memiliki izin BPOM san 7 merek tidak tidak memiliki izin BPOM pada bulan Desember 2019 – Januari 2020. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI No. 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Menurut Permenkes RI No.445/Menkes/PER/VI/1998 Indonesia melarang penggunaan merkuri dalam sediaan kosmetik, namun penggunaan krim yang mengandung merkuri ini masih terus digunakan. Hasil penelitian dengan metode pengujian Atomic Absorption Spektrophotometry (AAS) menunjukkan dari 8 merek kosmetik yang diuji terdapat 3 merek  positif dan 5 merek negatif  mengandung merkuri pada kosmetik pemutih wajah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kosmetik pemutih wajah yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado masih banyak kosmetik pemutih wajah yang belum memiliki izin BPOM.. Kata kunci : Kosmetik Pemutih Wajah, Pasar Karombasan ABSTRACTCosmetics are ingredients or preparations that are used on the outside of the body or teeth and oral mucous membranes, especially to clean, scent, change appearance and or improve body odor or protect or maintain the body in good condition. Facial whitening creams are useful for faces with various facial problems, because they can restore skin brightness and reduce black color on the face. The purpose of this researchto find out whether there is a mercury content in facial whitening cosmetics that is sold in Karombasan Market, Manado City in 2020. This research is a laboratory-based observational descriptive study. The research was conducted on 8 brands of facial whitening cosmetics, including 1 brand that had a BPOM license and 7 brands did not have a BPOM permit in December 2019 - January 2020. Based on the Regulation of the Head of the POM RI No. 18 of 2015 concerning Technical Requirements for Cosmetic Materials. According to Permenkes RI No.445 / Menkes / PER / VI / 1998 Indonesia prohibits the use of mercury in cosmetic preparations, however the use of creams containing mercury is still being used. The results of the research using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) test method showed that of the 8 cosmetic brands tested there were 3 positive brands and 5 negative brands containing mercury in facial whitening cosmetics. The conclusion in this study is that facial whitening cosmetics sold in the Karombasan Market, Manado City, are still a lot of whitening cosmetics that do not have a BPOM permit. Keywords: Whitening Cosmetics, Karombasan Market
GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Ombuh, Frianty Virginia Lidya; Akili, Rahayu H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan kesehatan lingkungan merupakan bagian dari mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Akar permasalahan penyakit berbasis lingkungan berhubungan dengan sanitasi yang buruk dan masalah kesehatan lingkungan. Penyakit yang penyebab utamanya berakar pada masalah kesehatan lingkungan adalah penyakit berbasis lingkungan. Perbaikan kualitas lingkungan tidak hanya dilaksanakan di luar (outdoor) lingkungan puskesmas tetapi juga di dalam lingkungan puskesmas itu sendiri (indoor), karena puskesmas memiliki risiko besar terhadap terjadinya penularan penyakit antar manusia.  Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan yang ada di Puskesmas Kolongan. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk penyediaan air mendapatkan nilai 3 poin, pembuangan air limbah mendapatkan 2 poin, kamar mandi dan toilet 2 poin, pengolahan sampah padat 3 poin dan pencegahan/pengendalian pencemaran tanah mendapatkan 3 poin. Hal ini berarti dari semua variabel yang ada berada dalam kategori baik. Kata kunci : Deskriptif , Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kolongan ABSTRACTEnvironmental health supervision is part of maintaining and improving the quality of the environment that is better and beneficial for mankind. The root causes of environmentally based diseases are related to poor sanitation and environmental health problems. Diseases whose main cause is rooted in environmental health problems are environmentally based diseases. Improvement of environmental quality is not only carried out outside (outdoor) puskesmas environment but also within the puskesmas itself (indoor), because puskesmas have a great risk of transmission of diseases between humans.  This type of research uses a descriptive approach with observation methods, population and samples in this study is environmental sanitation in Kolongan Health Center. Data collection techniques use observation guidelines and interviews with sanitation workers. The results showed that for water supply get a value of 3 point, wastewater disposal get 2 point, bathrooms and toilets 2 point, solid waste treatment 3 point and prevention / control of soil pollution get 3 point. This means that of all the variables that exist are in a good category. Keywords: Descriptive , Environmental Health, Health Center Kolongan