Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS GOGAGOMAN KOTA KOTAMOBAGU. Carundeng, Maurien Chintia; Malonda, Nancy S. H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penting di Indonesia dan sering menimbulkan suatu letusan kejadian luar biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu jumlah penderita DBD pada tahun 2014 yaitu 84, dan  jumlah penderita DBD terbanyak berada di Puskesmas Gogagoman dengan jumlah penderita 36 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Gogagoman Kota Kotamobagu. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman yang menderita DBD dan yang tidak menderita DBD, Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi kasus, 36 responden yang dimasukan dalam kelompok kasus dan yang menjadi sampel untuk kelompok kontrol berjumlah 36 responden dengan perbandingan kasus : kontrol yaitu 1:1 berjumlah 72 responden. Pada penelitian ini dilakukan matching pada kelompok umur dan jenis kelamin. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui apakah ada hubungan  antara menguras tempat penampungan air (TPA), menutup tempat penampungan air (TPA), mengubur barang bekas dengan kejadian DBD di Puskesmas Gogagoman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p<0.05) dan nilai OR =5.9 (CI=2.137-16.342). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kebisaan menutup tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue  p = 0.004 (p<0.05) dan nilai OR 4,3 (1.571-12.187). Hasil  penelitian ini menunjukan ada hubungan antara kebiasaan mengubur barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p>0.05) dan nilai OR 3,7 (2.365-6.006). Melakukan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman melalui kegiatan PKK, arisan, ibadah, atau kegiatan lainnya agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dan pencegahannya dengan Pemberantasan sarang nyamuk, seperti Menguras TPA, Menutup TPA dan Mengubur barang bekas. Kata kunci: DBD, Menguras TPA, Menutup TPA, Mengubur barang bekas ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever was one of the important public health's problem in Indonesia and often lead to extraordinary events with large loss. Dengue hemorrhagic fever was a disease caused by dengue virus and transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus. Based on data from the health department of Kotamobagu city, number of patients with dengue hemorrhagic fever on 2014 was 84, and the most  was in Gogagoman's health center with 36 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever  on Gogagoman's Health Center, Kotamobagu city. This study was analytical survey design with case control approach. The population was people in Gogagoman's health center who suffered Dengue Hemorrhagic Fever and neither. Sample was the total population of the case, 36 for the case group and 36 as control group with comparison case: control was 1:1, amounted to 72 people. Matching has been done in the age group andgender. Data has taken by questionnaire. Bivariate analysis was using the chi-square test to determine whether there was a relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever on Gogagoman's Health Center. The results showed that there was a relationship between habitual drain water reservoirs with dengue fever, p value = 0.000 (p < 0.05)  and OR = 5.9 (CI = 2.137 - 16.342).there was a relationship between the habit of closing the water reservoirs with dengue fever, p value 0.004 (p < 0.05) and OR = 4.3 (1.571 - 12.187). There was a relationship between the habits of thrift buried with dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000 (p < 0.05) and OR = 3.7 (2.365 - 6.006). Doing outreach to the community through the activities of the gathering, worship so that people maintain hygiene and prevention through mosquito eradication, such as drain, close the water reservoirs, and bury thrift. Keywords : DHF, Drain water reservoir, Close the water reservoir, Bury thrift
GAMBARAN PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI PT. NUTRINDO FRESFOOD INTERNASIONAL KOTA BITUNG Salindeho, Injilia K.; Umboh, Jootje M. L.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran di tempat kerja menghasilkan kerusakan yang serius, baik dari segi material bahkan dari segi korban jiwa setiap tahunnya. Sistem tanggap darurat kebakaran sangat penting dan perlu untuk diterapkan, sehingga dapat meminimalisir potensi bahaya dan risiko kebakaran di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran Penerapan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran di PT. Nutrindo Fresfood Internasional Bitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data lewat wawancara mendalam kepada 3 informan yang terdiri dari ketua departemen General Affairs, ketua tim tanggap darurat, dan satu orang pekerja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran PT. Nutrindo Fresfood Internasional Bitung telah tercantum dalam kebijakan perusahan. Kebijakan tersebut disusun dalam Manual Tanggap Darurat. Pihak manajemen perusahan juga telah membentuk Tim Tanggap Darurat Kebakaran, sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif berupa APAR, Alarm kebakaran manual, sarana evakuasi jalan keluar, petunjuk arah jalur evakuasi, pintu darurat dan titik kumpul. Pemeriksaan dan pemeliharaan Sistem tanggap darurat dilakukan secara rutin oleh pihak perusahan dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran.       Kata Kunci: Tanggap darurat kebakaran, proteksi kebakaran aktif, proteksi kebakaran pasif ABSTRACTFires in the workplace produce serious damage, both in material terms and even in terms of casualties each year. A fire emergency response system is very important and needs to be implemented, so as to minimize the potential hazards and risks of fire in the workplace. This study aims to provide an overview of the Application of Fire Emergency Response Systems at PT. Nutrindo Fresfood International Bitung. This study used a qualitative research method by collecting data through in-depth interviews with 3 informants consisting of the head of the General Affairs department, the head of the emergency response team, and one worker. This research was conducted in May-July 2020. The results showed that the Fire Emergency Response System Policy of PT. Nutrindo Fresfood International Bitung has been listed in company policy. The policy is compiled in an Emergency Response Manual. The company management has also formed a Fire Emergency Response Team, an active and passive fire protection system in the form of APAR, manual fire alarm, exit evacuation facilities, directions for evacuation routes, emergency exits and gathering points. Inspection and maintenance of the emergency response system are carried out regularly by the company and the Civil Service and Fire Police Unit. Keywords: Fire emergency response, active fire protection, passive fire protection
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI PADA KOSMETIK PEMUTIH WAJAH DI PASAR KAROMBASAN KOTA MANADO Sulaiman, Rahma; Umboh, Jootje M. L.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Krim pemutih wajah bermanfaat untuk wajah yang memiliki berbagai masalah di wajah, karena mampu mengembalikan kecerahan kulit dan mengurangi warna hitam pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan merkuri pada kosmetik pemutih wajah atau tidak yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional berbasis laboratorium. Penelitian dilakukan terhadap 8 merek kosmetik pemutih wajah antara lain 1 merek memiliki izin BPOM san 7 merek tidak tidak memiliki izin BPOM pada bulan Desember 2019 – Januari 2020. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI No. 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Menurut Permenkes RI No.445/Menkes/PER/VI/1998 Indonesia melarang penggunaan merkuri dalam sediaan kosmetik, namun penggunaan krim yang mengandung merkuri ini masih terus digunakan. Hasil penelitian dengan metode pengujian Atomic Absorption Spektrophotometry (AAS) menunjukkan dari 8 merek kosmetik yang diuji terdapat 3 merek  positif dan 5 merek negatif  mengandung merkuri pada kosmetik pemutih wajah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kosmetik pemutih wajah yang dijual di Pasar Karombasan Kota Manado masih banyak kosmetik pemutih wajah yang belum memiliki izin BPOM.. Kata kunci : Kosmetik Pemutih Wajah, Pasar Karombasan ABSTRACTCosmetics are ingredients or preparations that are used on the outside of the body or teeth and oral mucous membranes, especially to clean, scent, change appearance and or improve body odor or protect or maintain the body in good condition. Facial whitening creams are useful for faces with various facial problems, because they can restore skin brightness and reduce black color on the face. The purpose of this researchto find out whether there is a mercury content in facial whitening cosmetics that is sold in Karombasan Market, Manado City in 2020. This research is a laboratory-based observational descriptive study. The research was conducted on 8 brands of facial whitening cosmetics, including 1 brand that had a BPOM license and 7 brands did not have a BPOM permit in December 2019 - January 2020. Based on the Regulation of the Head of the POM RI No. 18 of 2015 concerning Technical Requirements for Cosmetic Materials. According to Permenkes RI No.445 / Menkes / PER / VI / 1998 Indonesia prohibits the use of mercury in cosmetic preparations, however the use of creams containing mercury is still being used. The results of the research using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) test method showed that of the 8 cosmetic brands tested there were 3 positive brands and 5 negative brands containing mercury in facial whitening cosmetics. The conclusion in this study is that facial whitening cosmetics sold in the Karombasan Market, Manado City, are still a lot of whitening cosmetics that do not have a BPOM permit. Keywords: Whitening Cosmetics, Karombasan Market
GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Ombuh, Frianty Virginia Lidya; Akili, Rahayu H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan kesehatan lingkungan merupakan bagian dari mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Akar permasalahan penyakit berbasis lingkungan berhubungan dengan sanitasi yang buruk dan masalah kesehatan lingkungan. Penyakit yang penyebab utamanya berakar pada masalah kesehatan lingkungan adalah penyakit berbasis lingkungan. Perbaikan kualitas lingkungan tidak hanya dilaksanakan di luar (outdoor) lingkungan puskesmas tetapi juga di dalam lingkungan puskesmas itu sendiri (indoor), karena puskesmas memiliki risiko besar terhadap terjadinya penularan penyakit antar manusia.  Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan yang ada di Puskesmas Kolongan. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk penyediaan air mendapatkan nilai 3 poin, pembuangan air limbah mendapatkan 2 poin, kamar mandi dan toilet 2 poin, pengolahan sampah padat 3 poin dan pencegahan/pengendalian pencemaran tanah mendapatkan 3 poin. Hal ini berarti dari semua variabel yang ada berada dalam kategori baik. Kata kunci : Deskriptif , Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kolongan ABSTRACTEnvironmental health supervision is part of maintaining and improving the quality of the environment that is better and beneficial for mankind. The root causes of environmentally based diseases are related to poor sanitation and environmental health problems. Diseases whose main cause is rooted in environmental health problems are environmentally based diseases. Improvement of environmental quality is not only carried out outside (outdoor) puskesmas environment but also within the puskesmas itself (indoor), because puskesmas have a great risk of transmission of diseases between humans.  This type of research uses a descriptive approach with observation methods, population and samples in this study is environmental sanitation in Kolongan Health Center. Data collection techniques use observation guidelines and interviews with sanitation workers. The results showed that for water supply get a value of 3 point, wastewater disposal get 2 point, bathrooms and toilets 2 point, solid waste treatment 3 point and prevention / control of soil pollution get 3 point. This means that of all the variables that exist are in a good category. Keywords: Descriptive , Environmental Health, Health Center Kolongan
ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI AREA KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI, JALAN BETESDHA, AN JALAN PIERE TENDEAN KOTA MANADO TAHUN 2020 Sasiang, Dylan Kardo; Umboh, Jootje M. L.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasi kuning merupakan hidangan nasi berwarna kuning yang merupakan ciri khas makanan Indonesia, oleh karna itu keamanan pangan dari makanan harus tetap terjaga agar tidak berdampak pada kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan methanyl yellow pada nasi kuning di area kampus Universitas Sam Ratulangi, Jalan Bethesda, Jalan Piere Tendean. Metode penelitian penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif dengan pemeriksaan laboratorium. Populasi dalam penelitian ini yaitu 15 nasi kuning yang terdapat di area Kampus Universitas Sam Ratulangi, Jalan Bethesda, Jalan Piere Tendean, kemuadian melakukan pemeriksaan di laboratorium dengan menggunakan metode Kromatografi Kertas. Hasil Penelitian yaitu berdasarkan hasil peneltian yang telah dilakukan pada 15 sampel nasi kuning dan dilakukan analisis di laboratorium BBPOM menunjukan 15 sampel nasi kuning tersebut tidak terdapat kandungan Methanyl yellow. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nasi kuning yang dijual di area kampus Universitas Sam Ratulangi, Jalan Bethesda, Jalan Piere Tendean, masih aman dikonsumsi karena tidak adanya kandungan methanyl yellow yang terkandung sehingga menunjukan nasi kuning tersebut  memenuhi syarat yang di tetapkan oleh Permenkes RI No. 033 Tahun 2012. Kata Kunci: Methanly yellow ABSTRACTResearch Background Yellow rice is a yellow rice dish which is a characteristic of Indonesian food, therefore food safety from food must continue to occur so as not to have an impact on health. Food additives added to food must comply with regulated requirements, namely it is not allowed to add synthetic dyes including methanyl yellow because it can have an impact on health. Research Purposes find out whether there is Methanyl yellow content in yellow rice in the Sam Ratulangi University Campus area, Jalan Bethesda, Jalan Piere Tendean. Research Method This research is a descriptive research with laboratory examination. The population  in this study were 15 yellow rice found in the Sam Ratulangi University Campus area, Bethesda Street, Piere Tendean Street, then carried out examinations in the laboratory using the Paper Chromatography method. Research Result Based on the results of research that has been carried out on 15 samples of yellow rice and an analysis was carried out in the BBPOM laboratory, it showed that 15 samples of yellow rice did not contain Methanyl yellow. Conclusion The yellow rice sold in the Sam Ratulangi University Campus area, Bethesda Street, Piere Tendean Street, is still safe to eat because there is no methanyl yellow contained, so it shows that the yellow rice meets the requirements set by the Republic of Indonesia Regulation No. 033 of 2012 Keywords: Methanly yellow
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KOTA BITUNG Moningka, Prezyllia Ulfrida; Doda, Diana V. D.; Umboh, Jootje M. L.; Manoppo, Jonesius E.; Tahulending, Jane M. F.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.10036

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang menurunkan produktivitas pegawai, disebabkan oleh beban kerja, tekanan waktu, dan faktor psikososial. Stres kerja mengakibatkan penurunan kemampuan fokus, buruknya pengambilan keputusan, dan konflik. Tujuan penelitiannya adalah menganalisis faktor-faktor beban kerja, kondisi psikososial, dan individu jenis kelamin yang mempengaruhi stres kerja. Desain penelitian ini observasional analitik kuantitatif dengan desain Cross sectional study, dilaksanakan September 2023 – Januari 2024 di Sekretariat Daerah Kota Bitung. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pegawai Sekretariat Daerah Kota Bitung sejumlah 128 orang. Variabel bebas adalah beban kerja, psikososial, dan individu jenis kelamin sedangkan variabel terikat adalah stres kerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku dari badan atau lembaga yang sudah terstandarisasi, valid dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukan analisis univariat mayoritas responden berumur 25-35 tahun (69,5%), mayoritas berpendidikan S1/Sederajat (55,5%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (54,7%), mayoritas memiliki stres kerja sedang (43,0%), mayoritas memiliki beban kerja berat (58,6%), mayoritas memiliki psikososial berat (47,7%). Hasil analisis multivariat menunjukan terdapat hubungan antara psikososial dengan stres kerja OR 4,62 (95% CI 2,15-9,93; p=0,000), terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja OR 3,19 (95% CI 1,35-7,49; p=0,008), serta tidak terdapat hubungan antara individu jenis kelamin dengan stres kerja OR 1,80 (95% CI 0,54-5,94; p=0,332). Faktor psikososial merupakan faktor yang paling mempengaruhi stres kerja pada pegawai di Kantor Sekretariat Daerah Kota Bitung.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Soentpiet, Marlina G. O.; Umboh, Jootje M. L.; Tatura, Suryadi N. N.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27295

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah  penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang penyebarannya paling cepat dan insidensinya tinggi. Prevalensi penyakit dan laju penyebarannya terus meningkat, dan menjadikannya masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada anak  di Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 96 sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin dengan kejadian Demam Dengue pada anak memiliki nilai p = 0,878, pengetahuan dengan kejadian Demam Dengue pada anak = 0,000, sikap dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak p = 0,005, dan  pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak dengan nilai p = 0,025. Hasil analisis multivariat ditemukan semua variabel memiliki nilai p > 0,05. Kesimpulan diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin namun terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan dan tidak ada faktor yang paling berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan.
Iklim Kerja TKBM di Pelabuhan Kota Manado (Studi Deskriptif) Pasolang, Gloriya Bida; Sumampouw, Oksfriani J.; Umboh, Jootje M. L.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2562

Abstract

Iklim kerja yang panas dapat memengaruhi kondisi fisiologis pekerja, termasuk peningkatan detak jantung yang berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim kerja dan detak jantung pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung menggunakan Heat Stress Monitor untuk mengukur suhu lingkungan dan pulse oximeter untuk mengukur detak jantung pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu lingkungan kerja adalah 27,7°C, dengan nilai minimum 26,4°C dan maksimum 29,6°C. Sementara itu, rata-rata detak jantung pekerja tercatat sebesar 97,35 bpm, dengan nilai minimum 80 bpm dan maksimum 124 bpm. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peningkatan suhu lingkungan dan peningkatan detak jantung pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi iklim kerja yang panas dapat menyebabkan beban kerja fisiologis yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan lingkungan kerja yang lebih baik untuk menjaga kesehatan pekerja. Oleh karena itu, disarankan agar Koperasi TKBM menyediakan fasilitas istirahat yang memadai, akses air minum yang cukup, serta pakaian kerja yang sesuai untuk mengurangi dampak stres akibat paparan panas. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak subjek dari berbagai pelabuhan dan menggunakan teknologi pemantauan detak jantung yang lebih canggih untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.