Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA PEDAGANG PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU Nadya Hasna Aulia; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8803

Abstract

Upaya pencegahan penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 pada pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sebanyak 90 pedagang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru memiliki tingkat pengetahuan baik (93,3%), motivasi tinggi (86,7%), dan patuh protokol kesehatan COVID-19 (57,8%). Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 (p-value=0,236). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara motivasi dengan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 (p-value=0,066) pada Pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru.
PROFIL PASIEN KONFIRMASI COVID-19 YANG DIRAWAT DI RSD IDAMAN BANJARBARU PERIODE 2020-2021 Fasya Nur Adilah; Noor Muthmainah; Nika Sterina Skripsiana; Rina Yuniarti; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9979

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien konfirmasi COVID-19 yang dirawat di RSD Idaman Banjarbaru periode 2020-2021 berdasarkan karakteristik demografi, penyakit komorbid, dan manifestasi klinis. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan pengambilan data melalui rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 317 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien konfirmasi COVID-19 yang dirawat di RSD Idaman Banjarmasin paling banyak laki-laki (53,6%), kelompok usia 46-59 tahun (39,1%), pendidikan terakhir SMA/MA (40,4%), dan pekerjan sebagai karyawan swasta (27,4%). Sebagian besar pasien mempunyai penyakit komorbid (50,8%). Penyakit komorbid pasien paling banyak adalah hipertensi (67%). Berdasarkan gejala klinis, lebih banyak pasien mengalami batuk (68,5%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI DENGAN PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 PADA PEDAGANG PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU Nur Widy Wulandari; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10001

Abstract

World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan nama penyakit Coronavirus Disease 2019 atau yang biasa disebut COVID-19 sebagai pandemi. Vaksinasi  COVID-19 diharapkan dapat  memutus rantai  penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 pada pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 62 orang (68,9%) memiliki pengetahuan baik, 28 orang (31,1%) memiliki pengetahuan kurang; 46 orang (51,1%) memiliki persepsi positif, 44 orang (48,9%) memiliki persepsi negatif; 59 orang (65,6%) menerima vaksinasi COVID-19, 31 orang (34,4%) tidak menerima vaksinasi COVID-19. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerimaan vaksinasi (p-value 0,000) dan terdapat hubungan antara persepsi dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 pada pedagang Pasar Bauntung Kota Banjarbaru (p-value 0,000). 
PERBEDAAN KARAKTERISTIK PASIEN EMERGENSI BEDAH TRAUMA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Andro Refans Kaharap Marianes Rasad; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Ardik Lahdimawan; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9976

Abstract

Trauma adalah kerusakan jaringan hidup akibat benturan fisik pada anggota badan. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan karakteristik pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin berdasarkan usia, lama datang, penyebab, dan waktu penanganan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah pasien emergensi bedah trauma di RSUD Ulin Banjarmasin bulan September 2018 – Agustus 2021 sesuai kriteria inklusi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Hasil menunjukan rerata usia pada pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 adalah 32,25±14,27 dan 32,9±19,06 (p=0,918), rerata lama datang 12,88±21,74 dan 26,25±60,61 (p=0,250), rerata waktu penanganan 1,59±0,88 dan 1,38±0,73 (p=0,236), dan uji Chi-Square pada variabel penyebab didapatkan p=0,513. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan usia, lama datang, penyebab, dan waktu penanganan pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis 3r Sebagai Upaya Mitigasi Banjir Pada Masyarakat Di Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Masjid Kota Banjarmasin Farida Heriyani; Nika Sterina Skripsiana; Widya Nursantari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10739

Abstract

Kampung Sasirangan Kelurahan Seberang Mesjid berada di wilayah Kota Banjarmasin. Letak wilayahnya yang berada di bantaran Sungai rentan banjir dengan penduduk yang padat menyebabkan banyak sampah yang dihasilkan, dibuang sembarangan di sekitar rumah, selokan dan sungai, sehingga dapat menyebabkan banjir di daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dengan pelatihan kepada masyarakat untuk  pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya mitigasi banjir. Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada masyarakat, terdiri dari pemberian edukasi dengan metode ceramah dan diskusi serta pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, dan recycle). Target dari kegiatan ini adalah terdapat pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPS dan tidak ada yang dibuang ke sungai atau selokan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Evaluasi jangka pendek dilakukan melalui pemberian pretest dan  post-test pengetahuan peserta. Hasil kegiatan didapatkan nilai rerata pretest sebesar 5,93, posttest sebesar 9,00 dan uji Wilcoxon nilai p 0,000. Kesimpulan yang didapat adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan sampah tepat guna dan mampu mendaur ulang sampah sebagai upaya mitigasi banjir. 
Pemberdayaan Petugas Kesehatan Dalam Deteksi Dini Kanker Prostat Di Puskesmas Banjarbaru Utara Eka Yudha Rahman; Roselina Panghiyangani; Nia Kania; Nika Sterina Skripsiana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11177

Abstract

Kanker prostat merupakan keganasan nomor dua tersering pada pria serta penyebab kematian keenam pada pria di dunia. Jumlah lansia pria di Kota Banjarbaru, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara terus mengalami peningkatan. Jumlah lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara pada tahun 2022 sebanyak 11.920 jiwa (32,02% dari total penduduk), dengan jumlah lansia pria sebanyak 6,052 jiwa (16,26% dari jumlah penduduk). Hal ini merupakan faktor risiko kanker prostat pada lansia pria di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Perlu dilaksanakan pemberdayaan petugas kesehatan dalam deteksi dini kanker prostat di Puskesmas Banjarbaru Utara. Petugas kesehatan yang menjadi sasaran adalah dokter dan perawat yang memberi pelayanan kepada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan deteksi dini kanker prostat dan penyuluhan kanker prostat kepada masyarakat. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 orang petugas kesehatan Puskesmas Banjarbaru Utara. Tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk melatih petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat sehingga dapat mendiagnosis kanker prostat lebih dini pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta (nilai rata-rata pretest 74,29 dan posttest 92,86) dan meningkatnya keterampilan petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat dinilai dari keaktifan peserta saat responsi. Kegiatan penyuluhan kanker prostat diikuti 33 orang lansia. Tujuan kegiatan penyuluhan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang faktor risiko, deteksi dini dan pencegahan kanker prostat. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan (nilai rata-rata pretest 59,39 dan posttest 88,48).
Socialization of the use of medicinal plants to improve family health resilience in Keliling Benteng Ulu Village, Banjar Regency Fahrina Ulfah; Lena Rosida; Ahmad Husairi; Oski Illiandri; Nika Sterina Skripsiana; Rizqi Rifani
Community Empowerment Vol 8 No 7 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8818

Abstract

Indonesia is rich in biodiversity, including medicinal plants. Family medicinal plants are cultivated for the prevention and treatment of diseases. Plants in wetlands have played a vital role in the daily life of local communities, but traditional knowledge has declined with the degradation and change of wetlands. To overcome this, community service activities were carried out in the Village of Keliling Benteng Ulu, Banjar Regency in the form of lecture and distribution of medicinal plant seeds. This activity is aimed to increase the knowledge of villagers about the use of family medicinal plants. The result of this activity is an increase in knowledge related to the use of family medicinal plants for family health resilience.
Risk Factors for Hypertension Incidence in the Riverbank Communities of Banjarmasin City Farida Heriyani; Siti Habibah Zein; Widya Nursantari; Nika Sterina Skripsiana
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24494

Abstract

Hypertension is a serious medical condition and a leading cause of death worldwide, including in Indonesia. South Kalimantan ranks second for the highest number of hypertension cases Indonesia. Banjarmasin City, particularly its riverbank areas, has unique environmental and socioeconomic conditions that may influence the health status of its residents, including the incidence of hypertension. This study aims to describe the risk factors for hypertension incidence among communities living along the riverbanks of Banjarmasin City, South Kalimantan. This descriptive study involved 70 respondents diagnosed with hypertension from three areas of Puskesmas (Community Health Center) in Banjarmasin City. The results of the study showed several risk factors for hypertension found among the respondents, including age ≥ 40 years (84.29%), female gender (65.71%), Banjar ethnicity (71.43%), high school or equivalent education level (64.29%), knowledge (50%), unemployed status (62.86%), family history of hypertension (68.57%), high salt consumption habits (65.71%), insufficient rest (42.86%), smoking habits (22.86%), low physical activity (62.86%), and obesity (31.43%). These findings indicate that the majority of respondents possessed a combination of both modifiable and non-modifiable risk factors. Therefore, early detection for non-modifiable risk groups and targeted health education and promotion efforts are essential to encourage lifestyle changes and prevent hypertension in the riverbank communities of Banjarmasin City.
Analysis of Compliance Factors in the Use of Personal Protective Equipment and Their Relation to Occupational Diseases among Sasirangan Industry Workers in Banjarmasin City Nika Sterina Skripsiana; Farida Heriyani; Widya Nursantari; Yulia Syarifa; Siti Habibah Zein; Wahyu Setyaningsih; Fitria Dewi Puspita
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 12, No 1 (2026): JURNAL BERKALA KESEHATAN 1 (APRIL-JULI)
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbkes.v12i1.24864

Abstract

Occupational diseases are illnesses caused by work and/or the work environment, which can be experienced by workers in the sasirangan industry. Most sasirangan industry workers in Banjarmasin City do not use personal protective equipment (PPE) while working. The objective of this study was to analyze factors related to PPE compliance and its association with occupational diseases among sasirangan industry workers in Banjarmasin City. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, conducted at three sasirangan industry sites in Banjarmasin. Samples were obtained using purposive sampling, with a total of 50 workers. Data were collected through questionnaires. Univariate and bivariate analyses were performed using the chi-square test. The univariate analysis showed that 38% of sasirangan workers had a history of occupational diseases, 58% were non-compliant with PPE use, 32% had poor knowledge regarding PPE, 52% had negative attitudes toward PPE use, and 30% reported the unavailability of PPE in the workplace. The bivariate analysis revealed a significant association between PPE compliance and occupational diseases, as well as between attitudes toward PPE use and PPE availability with PPE compliance, while no significant association was found between knowledge of PPE and PPE compliance among sasirangan industry workers in Banjarmasin City.
Cumulative Exposure: Assessing Demographic and Occupational Risk Factors of Occupational Disease in Sasirangan Artisans, Banjarmasin Siti Habibah Zein; Nika Sterina Skripsiana; Farida Heriyani; Widya Nursantari; Fitria Dewi Puspita; Wahyu Setyaningsih
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 12, No 2 (2026): JURNAL BERKALA KESEHATAN 2 (AGUSTUS-NOVEMBER)
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbkes.v12i2.25786

Abstract

Traditional textile industries, such as the Sasirangan home-based industry in Banjarmasin, expose artisans to complex physical and chemical hazards. Previous epidemiological models often relied on subjective self-reports and lacked comprehensive risk factor analysis. This study aims to analyze the relationship between demographic and occupational risk factors with the incidence of Occupational Diseases (OD) among Sasirangan artisans, supported by direct clinical validation. An observational analytic design with a cross-sectional approach was conducted on 50 artisans selected via simple random sampling. OD incidence was rigorously determined through direct medical examinations and structured anamnesis by a certified physician. Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed that age (p=0.028) and working period/tenure (p=0.025) were significantly associated with the incidence of OD. Notably, artisans with a tenure exceeding 5 years had a 5.07 times higher prevalence ratio of experiencing OD. Conversely, gender (p=0.121), daily work duration (p=0.579), and multitasking workloads (p=0.566) showed no significant associations. The findings conclude that clinically diagnosed OD in this sector is predominantly driven by cumulative exposure factors advanced age and prolonged tenure, rather than daily operational metrics. Therefore, mitigating OD risks requires specific workstation engineering, such as ergonomic chairs with spinal backrests and adjustable tables, rather than merely relying on administrative controls like limiting working hours.