Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) BERDASARKAN TINGKAT UMUR DI TAHURA POCUT MEURAH INTAN Hafidz n Ramadha; Samsul Kamal; Rizky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.424 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9423

Abstract

Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) memiliki peran penting dalam kehidupan di alam. Habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dapat menjalankan fungsi ekologisnya, yaitu sebagai penyemaian atau menyemaikan benih, menumbuhkan biji menjadi benih untuk dipindah ke tempat penanaman. Kawasan Tahura memiliki keindahan alam yang begitu indah  juga memiliki beraekaragam jenis flora dan fauna didalamnya, selain dijadikan tempat wisata, Tahura  juga dimanfaatkan sebagai tempat konservasi, penelitian, praktikum lapangan dan kegiatan pembelajaran lapangan untuk siswa, mahasiswa maupun pemerhati lingkungan. Kawasan Tahura sudah mengalami alih fungsi lahan dan pembukaan lahan perkebunan baru pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Macaca fascicularis berdasarkan tingkat umur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey eksploratif  yaitu melakukan penjelajahan atau pengamatan secara langsung pada lokasi pengamatan. Hasil penelitian dijumpai bahwa karakteristik Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) berdasarkan umur terbagi 5 kelompok yaitu Bayi, Anakan, Remaja, Betina dewasa dan Jantan Dewasa.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) BERDASARKAN KETINGGIAN DI KAWASAN EKOSISTEM DANAU ANEUK LAOT KOTA SABANG Surfiana Surfiana; Samsul Kamal; Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.891 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4283

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) hidup di daerah yang lembab (hygrofit) baik epifit (menempel di pohon, kayu, batu) maupun terestrial (tanah). Keanekaragaman tumbuhan paku memiliki keterkaitan dengan faktor ketinggian dan faktor-faktor abiotik lainnya seperti suhu, pH, kelembaban, dan intensitas cahaya. Data tentang jenis tumbuhan paku sangat penting untuk diketahui baik sebagai data base keanekaragaman hayati ataupun sebagai media dalam menunjang proses pembelajaran. Bahkan laju kepunahan jenis akibat perbuatan manusia saat ini telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian, sehingga akan memberi manfaat dan dampak positif bagi pelestarian hutan lindung dan bagi dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 Mai sampai dengan 10 Mai 2018 dengan tujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku pada ketinggian yang berbeda di Kawasan Danau Aneuk Laot Kota Sabang. Populasi penelitian adalah seluruh jenis tumbuhan paku yang terdapat di Kawasan Ekosistem Danau Aneuk Laot Kota Sabang, sedangkan sampel yaitu tumbuhan paku yang terdapat pada 3 stasiun penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode petak tunggal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 24 jenis tumbuhan paku yang tergolong kedalam 4 kelas dan yang paling banyak ditemukan yaitu Nephrolepis exaltata yang berasal dari kelas Filicinae. Sedangkan yang paling sedikit yaitu jenis Psilotum nodum dari kelas Psilophytinae. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keanekaragaman jenis tumbuhan paku pada setiap ketinggian di Kawasan Ekosistem Danau Aneuk Laot Kota Sabang.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Samsul Kamal; Merry Merry
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.92 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9537

Abstract

Penelitian tentang “Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Pesisir Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh” telah dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman jenis burung yang terdapat di kawasan pesisir Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksploratif dengan cara melakukan observasi langsung pada lokasi dan objek pengamatan. Pengumpulan data menggunakan metode Titik Hitung. Hasil penelitian diketahui bahwa dikawasan pesisir Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh terdapat  28 spesies burung, yang tergolong dalam 18 familia. Dari 28 spesies burung yang terdapat di kawasan pesisir Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh terdapat 12 jenis burung yang dilindungi berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 1999 dan 1 jenis burung yang dilindungi (dimoratorium) berdasarkan keputusan Gubernur  Aceh No.08/Instr/2011. Keanekaragaman spesies di kawasan pesisir Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh tergolong sedang, hal tersebut ditandai dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ =2,972.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD (TKG) KEPITING RAJUNGAN BINTANG (PORTUNUS SANGUINOLENTUS) DI PANTAI LHOK PANTÊ TIBANG BANDA ACEH SEBAGAI REFERENSI MATA KULIAH PERKEMBANGAN HEWAN Nurul Fatma; Samsul Kamal; Widya Sari
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.709 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9469

Abstract

PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN DI SMAN 1 KUTA COT GLIE ACEH BESAR Nur Fazilah; Samsul kamal; Nafisah Hanim
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.983 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11627

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Cot Glie pada materi sistem pencernaan makanan salah satunya disebabkan oleh kurang bervariasinya penggunaan model pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih kurang berpartisipasi, kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model role playing pada materi sistem pencernaan di SMAN 1 Kuta Cot Glie Aceh Besar. Rancangan penelitian yaitu pre-eksperimen dengan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi pada penelitian ini yaitu kelas XI-IA sebanyak 27 siswa. Sampel pada penelitian ini adalalah siswa kelas XI-IA. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran soal tes untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Analisis data hasil belajar siswa menggunakan statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan, nilai rata-rata pre-test 25,03 sedangkan nilai rata-rata post-test 85, 33 sehingga  diperoleh thitung lebih besar dari pada ttabel, dengan nilai thitung = 2,00660 serta ttabel = 1,70562. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan penggunaan model role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi sistem pencernaan kelas XI-IA di SMAN 1 Kuta Cot Glie Aceh Besar.
SPESIES IKAN KARANG DI ZONA SUBLITORAL PERAIRAN RINON KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Sahibul Annas; Samsul Kamal; Nursalmi Mahdi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.298 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2130

Abstract

Zona sublitoral Rinon merupakan salah satu kawasan yang memiliki biota perairan yang beragam, bervariasi dan masih alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan karang yang terdapat di zona sublitoral perairan Rinon Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey eksploratif dengan membuat garis line transek (transek garis) sepanjang 100 meter yang diletakkan 20 m dari bibir pantai. Estimasi batas ke kiri transek 3 m dan ke kanan 3 m. Pengumpulan data dengan melakukan snorkling dan dokumentasi spesies ikan karang yang teramati dengan menggunakan kamera air (under water camera). Hasil penelitian, ditemukan sebanyak 54 spesies ikan karang dari 23 famili yang berbeda. Spesies ikan karang di zona sublitoral perairan Rinon sangat bervariasi dari segi bentuk maupun warna.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG PADA BEBERAPA HABITAT DI BALOHAN KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG SEBAGAI REFERENSI MATAKULIAH ORNITOLOGI Amul Husni; Samsul Kamal; Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.824 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4262

Abstract

Keanekaragaman jenis burung pada suatu habitat di pengaruhi oleh vegetasi tumbuhan, aktivitas manusia dan ketersediaan pakan bagi burung. Habitat burung yang memenuhi ke tiga komponen tersebut akan memiliki indeks keanekaragaman burung yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis burung, indeks keanekaragaman burung, jenis tumbuhan dan bentuk referensi hasil penelitian burung pada beberapa habitat di Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan motode kombinasi titik hitung dan garis transek. Penentuan titik hitung di setiap habitat menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel burung dilakukan pada lima habitat yang terdiri dari tiga titik pengamatan di setiap habitatnya. Berdasarkan hasil penelitian pada beberapa habitat, terdapat 32 jenis dari 19 famili dengan indeks keanekaragaman burung Ĥ=2,70. jenis tumbuhan yang terdapat pada beberapa habitat 15 jenis dan hasil penelitian ini di buat dalam bentuk buku saku dan modul sebagai referensi pada matakuliah ornitologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman burung pada beberapa habitat di Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang tergolong sedang dan modul beserta buku saku layak di gunakan sebagai referensi. 
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN GLEE NIPAH PULO ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR Mardiatun Husna; Susi Ariyanti; T. Abul Jalil T. Abul Jalil; Samsul Kamal; Zuraidah Zuraidah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.639 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.10550

Abstract

Penelitian tentang “Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Pesisir Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar” telah dilakukan pada tanggal 03 Mei 2019, pukul 06:45 hingga pukul 11.30 WIB. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung Kawasan Pegunungan Glee Nipah Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Metode Titik Hitung, yaitu dilakukan dengan cara menetapkan area pengamatan dan menetapkan beberapa tempat pencatatan. Hasil penelitian diketahui bahwa di Kawasan Glee Nipah, Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar terdapat 31 spesies, yang tergolong dalam 20 familia. Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan pegunungan Glee Nipah Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar tergolong tinggi, hal tersebut ditandai dengan nilai indeks keanekaragaman (H')= -2.6274 = 2.6274.
PREFERENSI PAKAN GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN Syahrul Rahmanda; Samsul Kamal; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.999 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9530

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi hijauan pakan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatraus) sehingga dapat dijadikan referensi dan informasi terkait masalah keurangan makanan di CRU Trumon Kabupaten Aceh Selatan. . Metode yang digunakan adalah pengumpulan langsung data primer dilapangan dengan penetuan lokasi berdasarakan Purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh hasil secara keseluruhan diperoleh 29 jenis tumbuahan dari 13 yaitu Imperata cylindica, Scleria sumatrensis, Lophaterum gracile, Desmodium dichotomum, Nepharolepis biserrata, Cyperus rorundus, Eleusine indica, Cyperus alternifolius, Pterospermum javanicum, Calmaus axillaris, Ficus elastica, Ficus hispida, Durio zibethinus, Hibiscus tiliaceus, Mallotus panicularis, Bambusa blumeanan, Actinoscirpus grossus, Arundo donax, Themedia arguens, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosusu, Crotalaria juncea, Samanea saman. Persentase tertinggi yaitu Jenis Imperata cylindrica 21,94 % , speseies Scleria sumatrensis 16,74 % dan jenis Lophaterum gracile 16,31 % . Sedangkan jenis Pterospermum javanicum memiliki persentase terendah yaitu 0,05 %.
PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN PATOGEN Pyricularia grisea DENGAN APLIKASI BAKTERI PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) VAR. INPARI 15 Hendrix Indra Kesuma; Zuraidah Zuraidah; Samsul Kamal
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.864 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2586

Abstract

Penyakit Blas yang disebabkan oleh cendawan patogen Pyricularia grisea pada tanaman padi merupakan salah satu kendala dalam upaya produktivitas padi, termasuk varietas Inpari 15. Pengendalian penyakit yang sering digunakan yaitu fungisida. Fungisida tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berdampak negatif pada lahan pertanian dan menyebabkan produk pertanian tidak aman dikonsumsi. Pemanfaatan bakteri sebagai agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan penyakit blas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan di lahan milik BPTP Aceh ini menggunakan tiga isolat bakteri yaitu P1, P2, dan P3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati yang dapat menekan pertumbuhan Pyricularia grisea pada tanaman padi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% (ANAVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan isolat P1, P2 dan P3 memiliki kemampuan yang paling baik dalam menekan pertumbuhan Pyricularia grisea. Isolat-isolat ini juga berpotensi sebagai PGPR (Plant promoting growth rizhobacteria). Konsorsium Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa memiliki kemampuan paling unggul sebagai agen pemicu pertumbuhan tinggi batang, panjang daun, jumlah anakan serta jumlah malai yang muncul pada tanaman padi Inpari 15.
Co-Authors . Wardiah Aida Fithri Aisyah Idris Alfi Nurahmadhani Alfizar Alfizar Ali Sarong Amalia Nura Amul Husni Anton Widyanto Asiah M.D. As’ariah As’ariah Azhari Azhari Azhari Azhari Azimah Azimah Cilia Meliani Cut Fira Firyal Cut Pah Nurul A Cut Pah Nurul Asiah Cut Ratna Dewi Darnilawati Darnilawati Devi Putriana Sari Dina Marlinda Dzulfahmi Fakri Eka Sundari Emda Elita Agustina Eriawati Eriawati Eva Nauli Taib Fastawa Fastawa Firman Rija Arhas Fitriani Fitriani Hafidz n Ramadha Hafiz Al- Bariq Hardiansyah Hardiansyah Hasanuddin Hasanuddin Hasbuna Hasbuna Haura Zahabyyah Hayatul Wardani Hedriansyah Hedriansyah Hedriansyah Hedriansyah Hendrix Indra Kesuma Humaira , Ibtihal Maghfirah Irvan Ardian Isfanda, Isfanda Jailani Jailani Juliana Juliana Julita Sasmi Julizar Julizar Khaula Khaula Liana Fitri Lisa Fatmala Liza Yunita M. Ali Sarong Mardiatun Husna Masykur Masykur Mauiza Ridki Mera Hafnidar Merry Merry Mira Setiawati R Miszora Novita Muhammad Ali Sarong Muhammad Nazar Mulyadi Mulyadi Muslich Hidayat Nadiatul Laili Nadia Nafisah Hanim Neneng Afrida Ninda Rizki Nisfula Senja Niswatulmuna Algita Novika Syaputra Nur Fazilah Nurasiah Nurasiah Nurasiah Nurasiah Nur’aini Nur’aini Nurdin Amin Nurlia Zahara Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nurul Arifah Nurul Fatma Ola Ashira Panut Hadi Siswoyo Rafika Dewi Rahliana Rahliana Rahmi Rahmi Riski Ananda Rizkina Fajriah Rizky Ahadi Rizky Purnama Ruhaisyah Nuna Safryadi .A Sahibul Annas Salwa Mahsum Sarah Sakira Bancin Sari Rati Masrura Sarmiyati Sarmiyati Selli Yudini Selvia Damayanti Siti Zuhra Sukma Arita Sultia Linika sari Surfiana Surfiana Susi Ariyanti Susi Mulya Ulva Syahrul Rahmanda Syahrul Ramadhan T. Abul Jalil T. Abul Jalil Ulfira Ulfira Utami Adiningsih Wardatul Hayuni Widya Sari Widyasari Widyasari Wiwis Maria Yeni Yuliani Yenni Erlija Yutria Iqwanda Zahratun Nayli Zahratur Rahmi Zuraidah Zuraidah