Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DI KELAS X SMAN UNGGUL DARUSSA’ADAH KLUET RAYA Rauzah Rauzah; Nurlia Zahara; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.951 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i1.14428

Abstract

Proses pembelajaran di SMAN Unggul Darussa’adah Kluet Raya dilakukan secara luring atau tatap muka dengan cara menjelaskan materi dan menampilkan beberapa gambar tentang materi yang bersangkutan, selain itu siswa juga mengeluh bahwa sulit untuk memahami materi yang bersangkutan dengan tumbuhan sehingga pada setiap materi yang diajarkan terdapat salah satu kendala yaitu rendahnya hasil belajar dan tingkat aktifitas siswa. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan aktifitas siswa kelas X SMAN Unggul Darussa’adah Kluet Raya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) yaitu penelitian eksperimen yang digunakan pada satu kelompok saja yang dinamakan kelompok eksperimen tanpa ada kelompok kontrol dengan populasi seluruh kelas X SMAN Unggul Darussa’adah Kluet Raya, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 14 orang siswa disebut juga dengan total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data rata-rata hasil belajar meningkat. Analisis aktivitas siswa dapat dketahui bahwa tingkat aktifitas siswa diperoleh 83,6% dengan demikian tingkat keaktifan siswa termasuk dalam ketegori baik sekali.
PEDULI LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN DUTA LINGKUNGAN CILIK DI SDN 4 SINGKIL Tanti Ayunita T.W; tanti ayunita; Raihan Febrianti; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.423 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i2.14344

Abstract

Lingkungan masih menjadi permasalahan dikarenakan kecerobohan manusia serta kurangnya kepedulian. Kepedulian terhadap lingkungan dipengaruhi budaya dan pendidikan lingkungan yang diajarkan di tiap negara atau daerah masing-masing. Implemetasi peduli lingkungan harus dijalankan dalam suatu program yang dapat menggerakkan, salah satunya dengan serangkaian kegiatan Duta Lingkungan Cilik. Duta Lingkungan Cilik Sekolah merupakan perwakilan individu terpilih yang memiliki pengetahuan lebih dan berperan aktif dalam bidang lingkungan hidup. Diharapkan mampu mengajak teman-temannya dan dapat membangun rasa peduli terhadap lingkungan. Kegiatan Duta Lingkungan Cilik dilaksanakan dengan melalui 3 tahap, yaitu tahap I mengajak para peserta membersihkan pantai dengan memilah sampah organik dan anorganik, tahap II memberikan edukasi, sedangkan tahap III merupakan uji kreativitas (membuat produk daur ulang). Pemilihan Duta Lingkungan Cilik di SDN 4 Singkil diikuti oleh 8 peserta, terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan. Di akhir kegiatan, Duta Lingkungan Cilik diharapkan dapat memberikan contoh bagaimana menjaga lingkungan yang baik kepada teman-temannya dan lingkungan sekitar.
ALAT PERAGA FOTOSINTESIS Tardilla Zalianti; Cut Ratna Dewi; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.395 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i2.15350

Abstract

Alat peraga pengajaran adalah alat-alat yang digunakan pendidik ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikannya kepada peserta didik dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri peserta didik. Alat peraga biologi, yaitu benda atau alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep biologi. Atau bisa juga dikatakan bahwa alat peraga adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata atau konkrit.  Alat peraga juga berkaitan erat dengan proses praktikum yang berlangsung di laboratorium, salah satunya praktikum materi fotosintesis. Namun, ketersediaan alat praktikum untuk fotosintesis sangat minim, dan penggunaannya terlalu sulit sehingga kurang efektif, misalnya untuk mengukur jarak lampu dan sampel yang harus dilakukan secara manual, dan salah satu alatnya yaitu lampu terpisah. Jenis penelitian ini adalah Research and Development. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan rancangan pengembangan alat peraga fotosintesis pada praktikum fisiologi tumbuhan. Hasil penilitian diperoleh bahwa pengembangan alat peraga fotosintesis maka dapat ditarik kesimpulan pengembangan alat peraga fotosintesis sebagai penunjang praktikum fisiologi tumbuhan berlangsung sebanyak 4 tahap.
PEMANFAATAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEBAGAI TRADISI RANUB ADAT DALAM PENYAMBUTAN TAMU PERKAWINAN ACEH DI KAMPUNG PEUNYERAT KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH Nurdin Amin; Zuraidah Zuraidah; Intan Layyina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.962 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i1.14160

Abstract

Sirih (Piper betle L.) yang oleh orang Aceh disebut ‘ranub’ ini adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain, bentuk daun menyerupai jantung dan berwarna hijau. Sirih tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sering ditemukan di pekarangan. Daun sirih merupakan flora khas di provinsi Aceh, beberapa masyarakat Aceh memanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias. Masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu yang menggunakan daun sirih, daun sirih tersebut nantinya dibentuk, disusun dan dihias sedemikian rupa sehingga menarik perhatian para tamu untuk mengkonsumsi sirih tersebut. Berdasarkan penelitian, masyarakat di kampung Peunyerat Kecamatan Banda Raya memanfaatkan sirih untuk upacara adat penyambutan tamu keluarga pengantin. Sirih yang telah dipersiapkan di upacara penyambutan tamu, daun dan isinya dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau dan kapur. Dipercayai dapat mengobati berbagai macam penyakit. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN ORDO LEPIDOPTERA DI KAWASAN KEBUN KOPI DESA WAQ TOWEREN KABUPATEN ACEH TENGAH Rini Marlisa; Sanimah Sanimah; Rizqiatari Asyifa; Riska Akhsani; Gebrina Rahmi; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.588 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i2.14337

Abstract

Kupu-kupu merupakan serangga bersayap dan termasuk dalam Ordo Lepidoptera (sayap bersisik) dan mempunyai corak serta warna menarik sehingga dapat dengan mudah dikenali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman ordo Lepidoptera di kawasan perkebunan kopi desa Waq Toweren Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan di kawasan kebun kopi di Desa Waq Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan survei di sepanjang jalur yang diperkirakan sebagai habitat kupu-kupu dengan metode scan sampling. Teknik analisis data menggunakan rumus Shannon-Weinner, yaitu dengan mencari indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan komposisi Ordo Lepidoptera ditemukan 328 individu yang terdiri dari 6 famili dan 39spesies. Keanekaragaman Ordo Lepidoptera dikategorikan sedang yaitu Ĥ = 2,46345.
Ethnobotanic Study Of Communities On The Outer Islands Aceh Province (Aceh Island Case Study) Nurdin Amin; Mulyadi Mulyadi; Ruli Ariangga
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Vol 12, No 2 (2024): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v12i2.25782

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai pesan simbolik dan praktek secara turun temurun dalam keluarga, baik untuk obat, upacara adat, symbol, dan kearifan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat sebagai kebutuhan obat-obatan, upacara adat dan kegiatan ritual lainnya di pulau nasi dan pulau breuh kecamatan pulo Aceh kabupaten Aceh besar. Terapat 25 Jenis tumbuhan yang di gunakan, baik sebagai obat, upacara adat dan acara ritual lainnya. Data tersebut tersebar pada dua lokasi yang berbeda yaitu kemukiman pulo Breuh dan kemukiman pulo nasi. Pada pulo breuh ditemukan 15 Jenis tumbuhan yang di gunakan sebagai obat, upacara adat dan kegiatan ritual. Sedang pada kemukiman pulo nasi di temukan 10 Jenis tumbuhan yang di manfaatkan. Organ tumbuhan yang paling banyak di gunakan terdapat pada organ daun sebanyak 55%, diikuti dengan batang 19%, kemudian 16% terapat pada akar dan yang terakhir 10% terdapat pada lainnya (bagian bunga, buah dan biji). Penggunaan tumbhuna sebagai obat terdapat 20 bentuk atau 61% digunakan sebagai obat tradisonal, kemudain terdapat 8 bentuk atau 24 % digunakan sebagai  kegiatan upcara adat dan 15 macam atau 15% digunakan sebagai kegiatan ritul lainnya
Klorofil pada Tumbuhan Famili Myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam Sumatera Utara Alfina Nabilah Husna; Nurdin Amin; Anton Widyanto; Lina Rahmawati
JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v1i2.457

Abstract

Kadar klorofil tumbuhan Famili Myrtaceae penting dikaji untuk memberi gambaran dan informasi mengenai banyaknya klorofil serta manfaatnya. Pengukuran kadar klorofil pada tumbuhan Famili Myrtaceae di Taman Buah Lubuk belum pernah dilakukan sehingga perlu adanya tambahan referensi pada mata kuliah Fisiologi Tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah rata-rata kadar klorofil tumbuhan famili Myrtaceae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spektrofotometri dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total pada daun Famili Myrtaceae yang tidak ternaung dan yang ternaung. Jumlah rata-rata kandungan klorofil a pada daun yang tidak ternaung tumbuhan famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam yaitu 1,166 mg/l, sedangkan pada daun yang ternaung yaitu 1,474 mg/l. Jumlah rata-rata kandungan klorofil b pada daun yang tidak ternaung tumbuhan famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam yaitu 1,886 mg/l, sedangkan pada daun yang ternaung yaitu 2,768 mg/l. Jumlah rata-rata kandungan klorofil total pada daun yang tidak ternaung tumbuhan famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam yaitu 2,269 mg/l, sedangkan pada daun yang ternaung yaitu 2,457 mg/l.
Estimasi Biomassa dan Karbon Serasah di Kawasan Aliran Mata Air Panas Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang Raihan Raihan; Muslich Hidayat; Nurdin Amin; Zuraidah Zuraidah; Lina Rahmawati
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i2.6594

Abstract

Tropical forests play an important role as carbon sinks and biomass stores, including through the litter produced by vegetation. Litter contributes to nutrient cycling, maintains soil fertility, and is an important component of ecosystem carbon reserves. This study aims to estimate the biomass and carbon content of litter in the Jaboi Hot Spring Flow Area, Sukajaya District, Sabang City. The study was conducted in June 2025 using a 100 m long line transect method with four transects, each consisting of 18 1 x 1 m plots. Leaf litter samples were collected, their wet weight was measured, dried in an oven for 48 hours, and their carbon content was calculated based on the percentage of organic carbon of 0.47. The results showed a total litter biomass of 8,106 kg/m² with an average of 2,027 kg/m², and a total litter carbon of 3,809 kg/m² with an average of 0,952 kg/m². The highest values were found at Station 3 (2,354 kg/m² and 1,106 kg/m²) and the lowest at Station 1 (1,691 kg/m² and 0,795 kg/m²). Variations in values are influenced by soil physical-chemical factors, vegetation density, and climatic conditions, which influence production and decomposition rates. These results emphasize the importance of monitoring biomass and litter carbon to support forest management and conservation.
Keanekaragaman Tumbuhan Paku di Kawasan Aliran Mata Air Panas Jaboi Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Sy Almunawarah; Muslich Hidayat; Lina Rahmawati; Eriawati Eriawati; Nurdin Amin; Syahrul Rahmanda
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i3.7660

Abstract

Biodiversity is essentially a reflection of the number of species and individuals inhabiting a community, as seen in the Pteridophyta group. These plants, which have evolved to have differentiated roots, stems, and leaves, play an important role in forest systems, primarily as protectors of the soil surface from the effects of erosion, in addition to contributing to the decomposition of organic matter that produces nutrients, and being a major part of the producer chain in the trophic structure. The Jaboi hot spring area, located in the Sukajaya District of Sabang City, exhibits unique ecological characteristics, influenced by the presence of the Jaboi volcano, which gives rise to geothermal phenomena such as fumarole activity, hot steam emissions, and the emergence of high-temperature water flows. This geothermal dynamic directly causes alterations in the physical and chemical conditions of the local soil, thereby shaping habitat characteristics and influencing the existence of vegetation, including ferns. To date, there is little scientific information available on the diversity of ferns in this area. Therefore, this study was conducted to examine and measure the diversity of ferns in the Jaboi hot spring area. The study was conducted in October 2025 using an exploratory survey approach to determine plots and purposive sampling techniques for field data collection. Diversity analysis was based on the Shannon-Wiener index (Ĥ) formula. Based on the identification results, 15 species of ferns from a total of 6 families and 433 individuals were found. The diversity index obtained (Ĥ=2.490171) indicates a moderate level.