Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAUN DI KAWASAN AIR TERJUN SUHOM KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR Maulida Wulandari; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.209 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11417

Abstract

Karakteristik morfologi daun pada tiap tumbuhan berbeda-beda. Hal yang membedakan daun satu dengan yang lainnya dapat dilihat dari pangkal daun, ujung daun, tepi daun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi daun yang terdapat di Kawasan Air Terjun Suhom Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi daun di kawasan Air Terjun Suhom berupa Pangkal daun sungsang, runcing, tumpul, membulat, berlekuk, meruncing dan rata. Ujung daun runcing, meruncing, tumpul dan terbelah. Tepi daun rata, bergerigi, berombak, bergigi, dan beringgit
TUMBUHAN PENEDUH DI HUTAN KOTA BANDA ACEH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.787 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2735

Abstract

Sebagai kawasan kota banda aceh memiliki lokasi yang dijadikan sebagai tempat penghijauan. Berbagai tanaman di hutan Kota Banda Aceh sebagaian besar berfungsi sebagai peneduh, hal ini terlihat dari struktur batang dan cabang dengan tingginya lebih dari 2 meter yang mampu memberikan keteduhan. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan Kota Banda Aceh, pengambilan sampel menggunakan metode survey eksploratif dengan cara melakukan sensus di seluruh area pengamatan yang meliputi identifikasi jenis tumbuhan yang termasuk dalam katagori tumbuhan peneduh. Hasil penelitian Polyalthia longifolia, Casuarinaceae sp, Terminalia catappa, Acacia auriculiformi, Pterocarpus indicus,Samanea saman, Tamarindus indica,Hibiscus tiliaceu,Azadiractha excela,Azadirachta indica,Swietania mahon, Ficus benyamina,Syzygium cumini,Prunus avium, Mimossups elengi dan Vitex pubescens merupakan tumbuhan peneduh dengan struktur batang yang kuat, memiliki daun yang banyak serta pola percabngan simpodial yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan kota banda aceh. Jenis tumbuhan peneduh di taman hutan kota banda aceh dapat dijadikan sebagai media pembelajaran biologi pada materi keanekaragaman hayati yang meliputi jenis dan struktur vegetasi. tumbuhan peneduh di hutan kota banda aceh memberikan dampak positif bagi kota banda aceh dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan sebagai konservasi dalam pembelajaran biologi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA ORGAN GERAK HEWAN MELALUI DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH DASAR NEGERI DASAN RAJA KECAMATAN PENANGGALAN Arif Usman; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.412 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9686

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran untuk memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan pengalaman-pengalaman nyata. Keterlibatan aktif tersebut akan membuat siswa memperoleh pengalaman belajar yang luas sehingga dimungkinkan siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dasan Raja Kecamatan Penanggalan melalui penerapan model Discovery Learning pada tema Organ Gerak Hewan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas V kompetensi keahlian multimedia SD Negeri Dasan Raja. Tempat penelitian di SD Negeri Dasan Raja Kecamatan Penanggalan yang dilaksanakan pada bulan Oktober s/d November 2020. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa, dan tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda diperluas yang berjumlah 10 soal di setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keaktifan siswa sehingga dapat tercapainya ketuntasan klasikal. Persentase keaktifan siswa pada siklus I yaitu 79,51% meningkat menjadi 87,67% pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus I tergolong rendah dengan ketuntasan klasikal 76,47%, meningkat pada siklus II dan mencapai ketuntasan klasikal dengan persentase ketuntasan 91,42%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning pada tema Organ Gerak Hewan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
PEKARANGAN SEKOLAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMP NEGERI 3 BADAR Nurdin Amin; Weka Jaya Yanti B
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.045 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa dan respon siswa yang memperoleh pembelajaran dengan penggunaan pekarangan sekolah sebagai media pembelaran pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Badar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain one group, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Adapun sampel penelitian adalah kelas VII . Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda untuk mengukur ketuntasan hasil belajar dan tanggapan siswa melalui angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one sampel t test sementara respon siswa dengan menggunakan Skala Likert. Data hasil penelitian pekarangan sekolah dapat dijadikan sebagai media pembelajaran biologi yang dilihat dari respon siswa terdapat jawaban sangat setuju dari pernyatan positif siswa dengan 33% s/d 86% . Dapat disimpulkan bahwa pekarangan sekolah dapat dijadikan sebagai media pembelajaran biologi pada materi keanekaragaman hayati.
STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI DESA IBOIH KECAMATAN SUKA KARYA KOTA SABANG Putri Hajatun Zahra; Hendri Bancin; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.202 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11490

Abstract

Tumbuhan herba adalah tumbuhan yang berbatang lunak (batangnya tidak berkayu). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat struktur komunitas tumbuhan herba di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Penelitian ini di lakukan di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang pada bulan Agustus 2021. Rancangan penelitian menggunakan metode jelajah dan pengambilan sampel dengan teknik pembuatan petak kuadrat secara purposive sampling. Lokasi penelitian di pegunungan yang ada di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Hasil penelitian struktur komunitas diperoleh indeks nilai penting berjumlah 200%, dan indeks keranekaragaman berjumlah 1,218. Kesimpulan menunjukkan bahwa, spesies yang paling melimpah adalah Eleusine indica diantara spesies yang lain, keanekaragaman sedang dan secara keseluruhan tumbuhannya  heterogen.
ESTIMASI BIOMASSA KARBON SERASAH DI KAWASAN HUTAN GAMPONG DEUDAP PULAU NASI, KECAMATAN PULO ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR Maulidya Maulidya; Miszora Novita; Nur Hafsah; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.111 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4246

Abstract

Serasah dedaunan merupakan hasil dari aktifitas alami tumbuhan. Serasah daun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama. Biomasa tumbuhan merupakan jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup. Serasah  adalah lapisan tanah bagain atas yang terdiri dari guguran daun, ranting dan cabang, bunga, buah, serta kulit kayu, yang menyebar dipermukaan tanah di bawah hutan sebelum mengalami dekomposis. Pengumpulan data dilakukan dengan sampling plot yaitu pengukuran yang memuat panjang dan lebar yang sama. Ukuran plot adalah 1 x 1 m. Hasil Penelitian diperoleh dari total keseluruhan biomassa karbon serasah hutan di 6 stasiun pada setiap jalur diperoleh biomassa total dengan rata-rata sebesar 12719 gr. dan biomassa total seluruh hutan kampung deudap pulo aceh dengan rata-rata sebesar 2119,83 gr/ha. Diperoleh biomassa karbon serasah tertinggi dengan jumlah rata-rata 254 gr pada stasiun 2, dan diperoleh biomassa karbon serasah dengan jumlah kategori sedang rata-rata 234 gr, dan diperoleh biomassa karbon serasah terendah dengan jumlah rata-rata 221,66.
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN PEGUNUNGAN SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Rosnita Rosnita; Wildanun Jannah; Rini Susi; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.545 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2676

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu ordo dari Filum Arthropoda yang membantu melestarikan keberadaan dan keanekaragaman flora dengan cara membantu proses penyerbukan. Penelitian mengenai keanekaragaman jenis kupu-kupu telah dilakukan di kawasan gunung Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan pada bulan Mei 2014. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) yang terdapat di suatu habitat. Metode yang digunakan adalah metode survey eksploratif dengan teknik transek yang dilakukan pada stasiun pengamatan dengan luas 200 m  10 m yang dilakukan pada 8 stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan pegunungan Sawang Ba’u terdapat 48 individu dari ordo Lepidoptera yang termasuk ke dalam 25 spesies dan 4 famili yaitu Nymphalidae, Peridae, Papilinidae, dan Danaidae. Kupu-kupu yang mendominasi adalah Neptis hylas dengan jumlah spesies 5. Keanekaragaman kupu-kupu dikawasan Sawang Ba’u menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman kupu-kupu termasuk dalam kategori sedang dengan nilai H’ adalah 3,0534.
JENIS-JENIS LICHENES DI KAWASAN PUCOK KRUENG ALUE SEULASEH KECAMATAN JEUMPA Ruhaisyah Nuna; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.75 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11418

Abstract

Lichenes merupakan suatu organisme gabungan antara bentuk hidup jamur (fungi) dan alga khususnya alga hijau biru. Lichenes dipelajari di tingkat SMA dan MA pada kelas X yang termasuk ke dalam bab jamur (fungi). Pembelajaran mengenai lichenes di SMAN 6 Aceh Barat Daya seharusnya dilakukan dengan pengamatan langsung atau melalui gambar. Kurangnya media cetak memberi dampak pada pengetahuan siswa terhadap materi yang dipelajari. Karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lichenes untuk mendapat informasi tentang lichenes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lichenes yang terdapat di Kawasan Pucok Krueng Alue Seulaseh dan menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi pendukung pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksploratif dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 1.650 koloni lichenes yang terdiri dari 13 famili dan 26 spesies
PREFERENSI PAKAN GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN Syahrul Rahmanda; Samsul Kamal; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.999 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9530

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi hijauan pakan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatraus) sehingga dapat dijadikan referensi dan informasi terkait masalah keurangan makanan di CRU Trumon Kabupaten Aceh Selatan. . Metode yang digunakan adalah pengumpulan langsung data primer dilapangan dengan penetuan lokasi berdasarakan Purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh hasil secara keseluruhan diperoleh 29 jenis tumbuahan dari 13 yaitu Imperata cylindica, Scleria sumatrensis, Lophaterum gracile, Desmodium dichotomum, Nepharolepis biserrata, Cyperus rorundus, Eleusine indica, Cyperus alternifolius, Pterospermum javanicum, Calmaus axillaris, Ficus elastica, Ficus hispida, Durio zibethinus, Hibiscus tiliaceus, Mallotus panicularis, Bambusa blumeanan, Actinoscirpus grossus, Arundo donax, Themedia arguens, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosusu, Crotalaria juncea, Samanea saman. Persentase tertinggi yaitu Jenis Imperata cylindrica 21,94 % , speseies Scleria sumatrensis 16,74 % dan jenis Lophaterum gracile 16,31 % . Sedangkan jenis Pterospermum javanicum memiliki persentase terendah yaitu 0,05 %.
ANALISIS VEGETASI DI LINGKUNGN SMAN 1 KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Fitriani Fitriani; Nurdin Amin; Samsul Kamal
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.385 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11499

Abstract

Materi pembelajaran keanekaragaman hayati di SMAN 1 Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar sudah dipelajari dengan baik, akan tetapi masih kurang mengoptimalkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran, terutama vegetasi yang ada disekitar sekolah. SMAN 1 Kuta Baro masih kurang tersedianya Referensi pembelajaran biologi yang terdapat di sekolah, sehingga berdampak terhadap minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis yang terdapat di lingkungan SMAN 1 Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode quadrat transect dengan teknik pengambilan secara puposive sampling. Analisis data komposisi vegetasi, struktur vegetasi dan uji kelayakan ouput yang dihasilkan. Hasil penelitian di SMAN 1 Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar terdapat 33 spesies tumbuhan dari 25 familia.